Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 114


__ADS_3

Selesai dengan pembicaran mereka Sandra segera pergi untuk berkeliling dunia kegelapan sendiri. Tapi di tengah jalan dia bertemu dengan dewa angin yang datang berkunjung.”Kita bertemu lagi,”kata Dewa angin.


“Iya. Tapi ada apa dewa datang ke dunia kegelapan lagi. Apa ada masalah yang terjadi,”kata Sandra yang dengan santai.


“Tidak, aku hanya ingin memberitahukan kepada kamu soal bumi,”kata dewa angin.


“Bumi. Aku tahu kondisi bumi. Kamu tidak usah khawatir karena aku juga tidak perduli dengan kondisi dibumi yang sudah hancur,”kata Sandra.


“Jika kamu tidak perduli bagaimana dengan kaluarga kamu dan rekan kamu,”kata Dewa angin.


“Aku tidak khawatir karena mereka sudah pindah tempat tinggal di dunia monster,”kata Sandra.


“Apa dunia monster. Tapi aku juga mendapatkan kabar dewa yang datang juga ingin pergi ke dunia monster,”kata Dewa angin.


“Soal itu aku tahu, tapi mereka tidak bisa masuk ke dalam dunia monster,”kata Sandra yang tersenyum.


“Apa yang kamu katakan memang benar dewa yang ingin masuk ke dunia monster tidak bisa masuk karena penghalang. Apa penghalang itu kamu yang membuat Sandra, tapi bagaimana bisa raja dewa saja tidak bisa menembusnya hanya satu penghalang yang sudah hancur. Tapi masih ada penghalang lagi,”kata dewa angin.


“Itu rahasia jadi anda tidak perluh tahu bagaimana bisa itu terjadi,”kata Sandra. Yang kembali melanjutkan berkeliling yang di temani oleh Dewa angin yang dari belakang.


“Apa kamu akan ikut denganku berkeliling,”kata Sandra.


“Tentu saja apa ada masalah jika aku ikut kamu berkeliling,”kata dewa angin. Mereka berdua yang bersama berkeliling di dunia kegelapan. Sampai dimana Sandra tidak merasakan hawa manusia yang masih hidup.”Jadi sudha tidak ada lagi,”kata Sandra. Tapi disaat yang sama Sandra melihat satu gua yang tidak asing.


Dimana gua itu seperti dilindungi sihir bertahan. Sandra yang datang mendekat dan melihat memang ada pelindung di pintu masuk gua.”Apa yang kamu lakukan,”kata dewa angin yang tidak merasakan apa-apa.


“Kamu tidak merasakannya,”kata Sandra yang sedikit melirik ke arag dewa angin.


“Merasakan apa aku tidak merasakan apa-apa di dalam gua seperti tidak ada kehiudpan di dalam sana,”kata dewa angin. Sandra hanya menggelengkan kepalanya saja sampai dia menyentuh penghalang itu. Dimana penghalang tiba-tiba rusak. Dewa angin yang menyadari itu terkejut dan merasakan hawa keberadaan manusia.


Tapi dengan kondisi ksatria yang menjaga pintu mewaspadai Sandra dan dewa angin.”Siapa kalian dan bagaimana bisa kamu menghancurkan penghalangnya,”kata pimpinan ksatrai.  Wajah mereka yang terlihat pucat dan gelisah beserta takut.

__ADS_1


Sandra mengangkat kedua tangannya dan berkata,”Kalian tenang saja aku bukan membunuh kalian. Aku hanya mencari sebagian dari penduduk dunia ini yang masih hidup saja.”


“Bagaimana kamu bisa mengetahui tempat ini. Para monster itu saja tidak tahu lokasi ini dan para dewa yang datang membunuh kami,”kata satau seorang pimpinan dari wilayah lain.


“Itu saya tidak bisa katakan. Tapi jika boleh tahu ada berapa orang yang masih selamat,”kata Sandra.


“Jika tidak keberatan aku akan membawa kalian berkumpul dengan kelompok lain yang masih hidup dan kalian bisa memulai hidup yang baru,”kata Sandra.


“Bagaimana dengan para monster yang menyerang kami,”kata ksatria.


“Para monster yang mengamuk sudah tidak ada hanya monster biasa saja yang memang tinggal di dunia ini. itu saja yang aku tahu. Bagaimana apa kalian mau ikut dengan saya atau mau tetap disini,”kata Sandra.


“Biarkan kami bermusyawarah dulu dengan penduduk yang lain,”kata pimpinan wilayah.


“Baiklah,”kata Sandra. Yang menuggu di depan gua bersama dengan dewa angin.”Bagaimana kamu bisa tahu tempat ini Sandra,”kata dewa angin.


“Aku juga tidak tahu aku hanya merasa gua yang aku lihat berbeda saja. Karena penasaran aku ingin melihatnya,”kata Sandra. Tapi pada saat yang sama keluar anak kecil yang berlari. Dimana anak kecil itu menabrak Sandra. Orang tua dari anak itu mengejarnya dengan wajah takut.


Sandra yang melihat itu sedikit kasihan melihat anak kecil yang kurus seperti belum makan beberapa hari saja.”Maaf anak saya,”ucap orang tua anak kecil tersebut.


“Kami sudah seminggu tidak makan dan minum. Aoa itu sudah cukup,”kata pimpinan wilayah yang datang bersama dengan beberapa orang penting.


“Jadi bagaimana keputusan anda apa ingin tetap tinggal atau kalian akan pindah bersama kami,”kata Sandra yang masih santai.


“Jika kami ikut bagaimana dengan anak-anak orang tua yang sudah tidak bisa bergerak kstria yang terluka,”kata pimpinan wilayah.


“Mereka juga akan ikut. Kamu kira aku akan meninggalkan mereka,”kata Sandra.


“Tapi belum itu kalian jangan terkejut untuk bagaimana kita sampai di tempat satunya,”kata Sandra yang membuka portal di tempat Naun.


Di tempat lain Naun yang melihat retakan bertanya kepada Leo.”Hai Leo itu apa?,”ucap Naun yang melihat. Leo yang melihat tidak asing.”Ada berapaa orang yang bisa bergerak. Kita bantu kelompok lain. Kita masuk kesana biar kalian tahu apa yang terjadi,”kata Leo.

__ADS_1


“Hai Leo bantu mereka yang terluka,”kata dewa angin yang keluar dari portal penghubung keduanya.


“Kenapa kamu yang keluar. Dimana Sandra,”kata Leo.


“Dia ada dibelakang. Di sini butuh bantuan mereka banyak yang terluka dan tidak berdaya,”kata  dewa angin. Wildan dan ksatria lain yang sudah kembali mendengar perkataan dewa angin yang dengan senang hati membantu bersama kelompok Naun.


Mereka yang masuk ke dalam portal yang dibuat oleh Sandra.”Dimana orang yang harus aku bantu,”ucap Leo keluar dari portal.


“Dia ada didalam sana,”kata Sandra. Tapi pimpinan wilayah yang melihat itu sedikit terkejut dengan portal penghubung yang dibuat oleh Sandra.”Sudah aku katakan kalian jangan terkejut. Ini yang cepat kalian bisa sampai ke wilayah mereka,”kata Sandra.


“Raja agung,”ucap Wildan yang keluar setelah Leo.


“Wildan,”kata raja agung.


“Raja masih hidup,”kata Wildan.


“Kalian saling kenal,”ucap Sandra yang melihat ke arah mereka.


“Itu benar dia adalah raja agung di wilayah lain yang kami datangi. Tapi kami tidak menemukan keberadaan orang yang ada di wilayah tersebut. Saya juga tidak tahu kalau raja agung masih hidup dan ada di dalam gua ini,”kata Wildan.


“Jika kalian saling kenal. Itu lebih mudah untuk mengeyakuasi mereka ke tempat kamu bukan Wildan,”kata Sandra. Mereka semua segera di evakuasi ke tempat yang aman dimana mereka di obati dan diberikan makanan oleh Wildan dan Naun.  Selesai mengevakuasi mereka ke tempat yang aman Sandra pergi berkeliling lagi.


“Kamu mau pergi kemana lagi,”ucap Leo.


“Aku akan pergi berkeliling lagi,”kata Sandra yang memberikan dua kota kepada Leo.


“Apa ini,”ucap Leo yang sudah dibebankan dua kota kepada Sandra.


Itu di dalam ada bibit tanaman, obat dan makanan yang bisa mereka gunakan,”ucap Sandra yang segera pergi setelah mereka dipindahkan menjadi satu kelompok.


“Dimana dia akan pergi Leo,”kata Naun yang melihat.

__ADS_1


“Dia ingin pergi berkeliling lagi. Sudahlah bagikan saja ini. Didalam ada obat, bibit tamanan dan makanan yang bisa mereka gunakan,”kata leo.


“Ok, aku akan terima makasih ya,”ucap Naun. Leo hanya tersenyum saja dan kembali membatu mengobati mereka yang terluka.


__ADS_2