
Sandra yang tidak tahu kenapa kalau banyak keganjilan di akademi ini.”Sebenarnya apa yang terjadi di sini,”ucap Sandra.
Jaya yang melihat Sandra gelisah hanya bisa terdiam sambil dia mengemasi barang yang belum dia masukkan. Sandra yang kembali fokus kembali melihat Jaya.”Jaya,”ucap Sandra.
“Ada apa kak?,”kata Jaya yang menoleh.
“Apa kamu tahu kalau kakek terbunuh oleh seorang dari Akademi,”kata Sandra. Jaya hanya menganggukan kepalanya.”Lalu apa kamu tahu kenapa kakak bisa ada disini apa itu semua adalah ulah dari mereka yang ingin menyingkirkan kita berdua,”kata Sandra.
“Aku tidak tahu soal itu. Tapi kakak harus berhati-hati saja,”kata Jaya.
“Semua sudah kamu kemas,”kata Sandra. Jaya hanya tersenyum dimana semua barang yang penting sudah mereka bawa. Jaya bersama dengan Sandra segera pergi dari pondok rumah. “kamu dari mana saja Sandra. Aku kira kamu akan lupa untuk pergi hari ini,”kata Pocky.
“Mana mungkin, aku hanya menjemput dia,”kata Sandra.
“Siapa anak itu Sandra,”kata Sega.
“Jangan bilang kalau kamu mau membawa anak itu bersama kita Sandra,”kata Wati.
“Sebenarnya tebak kamu benar Wati aku ingin membawa anak ini pergi bersama kita,”kata Sandra.
Semua mata tertuju kepada Sandra.”Kamu gila Sandra,”kata Pil.
“Aku tahu kalau respons kalian akan seperti ini,”ucap Sandra. Tidak lama kemudian mereka datang mengantarkan mereka pergi ke luar akademik. Jaya yang merasa takut bersembunyi dibelakang Sandra. Sementara Fros bersama Atik yang memperhatikan anak itu seperti ketakutan kepada wakil dan kepala akademik.
Atik yang menyadari itu melihat ke arah Fros yang juga melihat. Mereka saling bertatap mata satu sama lain. sampai didepan pintu gerbang Sandra yang ingin berbincang dengan Baz menitipkan Jaya kepada temannya. Tapi Jaya tidak mau melepaskan pakaian Sandra. Sehingga Fros dan Atik yang menyadari itu mendekati Jaya.
“Hai dek, boleh tidak kakak kenalan,”kata Atik.
“Kamu pergilah kami yang akan menjaganya,”ucap Fros.
“Maaf ya. Jaya kamu bersama dengan kak Fros dan kak Atik dulu ya. kakak Cuma sebentar saja,”kata Sandra yang berjalan ke arah Baz.
“Ada apa?,”kata Baz.
__ADS_1
“Baca ini setelah sampai diatas,”ucap Sandra yang pergi ke tempat rekannya.
Sampai di temapt Jaya langsung barlari ke arah Sandra yang mendekat. Dimana mereka mulai berangkat menuju tempat dimana para monster itu ada. Di perjalanan memuju tempat yang memang aman. Sega yang masih melihat anak kecil yang bersama Sandra membuat dia bertanya kepada Sandra.
“Hai Sandra, Siapa anak kecil itu?,”kata Sega.
“Dia adalah adikku yang lama berpisah namanya Jaya,”kata Sandra.”Sudah aku tebak dia pasti adiknya Sandra,”kata Atik
“Aku juga merasa curiga saat dia bersembunyi dibalik Sandra saar wakil dan kepala sekola akademik datang tadi,”kata Fros.
“Jadi kalian berdua menyadari kalau dia adalah adik dari Sandra,”Pol.
“Tapi kenapa kamu membawa dia Sandra, bukan lebih baik dia ada di akademi dari pada ikut dengan kita,”kata Pil.
“Itu karena tempat itu tidak aman untuk Jaya,”kata Sandra.
Mereka sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh Sandra. Sampai Jaya berkata,”Monster darai barat.” Semua orang bersiaga dan segera membuat formasi yang sudah mereka pelajari.”Apa kamu yakin ada monster dari barat,”kata Jarmy.
“Dia hewan bersayap kekelawar. Jadi mau kita kalahkan atau mau menghindar mencari tempat persembunyian,”kata Jami.
“Kita lawan saja mungkin saja kita bisa menemukan hal yang bagus dari makhluk itu,”kata Sega.
“Jika sudah diputuskan kita mulai bersiaga,”kata Sandra. “Mereka datang,”ucap Jaya. Semua anggota Sandra merasakan tekanan yang diberikan kepada monster bersayap itu. Karena ada Atik dan Wati mereka bisa mengurangi rasa tekanan para monster.”Kamu tidak apa-apa Jaya,”kata Sandra.
“Aku baik saja kakak fokus saja monster sudah dekat itu dia,”kata Jaya.
Dua menit kemudian mereka datang dengan monster yang sudah disebutkan oleh Jemi. Semua siapa untuk menyerang dimana Sandra bersama dengan Sega siap melawan para monster. Pertarungan yang singkat karena level monster yang mereka hadapi sangat rendah. Tapi tiba Jaya berkata,”Kakak hati-hati diatas.”
Sandra menengok ke atas dan melihat Harimau bersayap kelawar dengan ekor kalajengking siap menerkap mereka. level dari monster itu bisa dibilang lebih tinggi dari monster yang pertama. Mereka yang tidak tahu akan kedatangan monster itu mendapatkan serangan yang membuat mereka sedikit terluka.
“Ubah posisi,”ucap Pocky.
Semua anggota mulai mengbag formasi strategi karena monster yang mereka lawan. Jaya yang melihat tidak tahu harus membantu apa. Sandra yang sudah menghindar dengan membantu Saga mulai menyerang kembali monster tersebut yang levelnya lebih tinggi.”Bagaimana kita bisa mengalahkannya,”kata Jami.
__ADS_1
“Sayap,”ucap Jaya.”Sayap,”kata Jami yang membidik bagian sayap bersama dengan Fros. Pil dan Pol yang juga membidik bagian lain tapi monster itu sangat tidak bisa tembus.”Monster level atas memang sulit untuk ditaklukkan,”kata Pil.
“Bagian kaki,”kata Jaya. Pol yang melihat ke arah Jaya yang membuat Pol berpikir dengan ucapkan Jaya. Pil dan Pol yang sudah menemukan jawabannya mulai membidik bagian kaki monster sampai dimana Sandra dan Saga memiliki celah.
Sandra bersama dengan Sega menyerang monster disaat cela untuk menebas kepala harimau bersayap kelawar. Sega yang mencoba menangis ekor kelajengking agar Sandra bisa menebas leher monster. Satu jam telah berlalu dimana mereka semua bisa mengalahkan para monster.
“Akhirnya selesai juga,”ucap Wati.
“Itu sangat mendebarkan,”kata Atik.
“Itu banar tapi kita mau apakan bangkai monster ini apa ada yang bisa kita gunakan,”kata Sandra.
“Ada,”kata Fresthe.
Fresteh yang bersama dengan Pocky membelah daging para monster sampai dua jam telah berlalu. Mereka mulai melanjutkan perjalanan mereka. Dimana mereka melihat banguan seperti kota yangs duah ditinggalkan.
“Apa dulu disini adalah kota yang ditinggalkan,”kata Atik.
“Kurasa iya. Tapi kita harus tetap waspada, kiat tidak tahu ada monster atau tidak disini,”ucap Sandra.
“Kak,”ucap Jaya yang menujuk ke arah satu banguna yang masih utuh.
“Aman disana,”ucap Sandra. Jaya hanya menganggukan kepalanya yang kemudian mereka pergi ke arah bangunan yang ditunjuk oleh Jaya. Mereka masih bingung kenapa Jaya bisa tahu lokasi tempat yang aman dan dimana ada monster.
“Sandra bisa tidak kamu jelaskan kepada kami apa yang terjadi,”kata Pocky.
“Bailah kurasa kalian sudah tidak sabaran untuk mendengar cerita dari ku,”kata Sandra.
“Seperti yang kalian lihat Jaya adalah adikku. Kami berpisah karena orang tua kami. Saat penyerangan monster terjadi aku di titipkan di panti asuhan. Yang kemudian ayah dan ibu ku mebuat suatu pelindung antara dua dunia.Yang kita sudah tahu tempat itu adalah akademi dan tempat ini dan satu lagi adalah dimana para manusia tinggal dengan kondisi teknologi,”kata Sandra.
“Tunggu dulu Sandra. Yang kamu ingin katakan adalah orang tua kamu yang membuat pembatas itu tapi adik kamu ada bagaimana ceritanya,”kata Pocky.
“Itu aku ada di akademi aku lahirnya. Setelah kakak di bawa ke panti asuhan. Aku lahir tapi saat itu kondisi sudah kacau. Karena banyak yang dari kita sudah tewas melawan para monster, ayah dan ibu yang tidak baik saja setelah aku dilahirkan menyerahkan dirinya dan nyawanya untuk mebuat pelindung. Aku dibesarkan oleh kekek sampai aku mandiri,”kata Jaya sambil meminum air hangat.
__ADS_1