
Para dewa yang masih saja tidak percaya dengan Sandra hanya melihat saja. Tapi Sandra yang melihat para dewa terdiam saja.”Biarkan sajalah,”ucap hati Sandra yang masih fokus dengan apa yang dia lakukan. Sampai semua telah selesai di tabur tanah dan sudah memberikan air hanya menuggu sampai dua hari saja. Hingga Sandra bisa memberikan bibit rumput dan bunga yang langka. Sandra kembeli melihat ke arah mereka,”Apa yang sedang kalian pikirkan?.”
Mereka hanya diam saja sampai akhirnya Sandra berbaring di dekat naga. Sandra yang tidak tahu apa yang akan dia lihat saat berbaring nanti. Setelah Sandra menutup mata ada aliran aura yang masuk ke dalam mimpi Sandra. Sama seperti hari pertama Sandra datang dan berbaring. Sandra melihat pemandangan yang tidak asing.”Kurasa dipemandangan yang dulu,”ucap Sandra dalam hati sambil melihat sekelilingnya.
Sandra yang melihat tempat yang sama saat dia datang yaitu pusat dunia monster dan pohon besar. Tempat dimana Sandra berbaring hanya saja sedikit berbeda. Tempat yang dulu sangat indah daun dari pohon besar sangat lebat tumbuhnya. Membuat angin yang berhembus sangat sejuk dan para dewa juga datang untuk berbincang riang. Tapi melihat dari arah belakng ada mosnter yang juga sedang bermain dan tidak memakan satu sama lain. Sampai ada seorang dari udara yang turun dan mengambil inti pohon.
“Itu apa ya,”ucap Sandra mendekat. Bentunya sama dengan kristal jenih warnah hijau yang diambil di dalam pohon.”Apa itu inti pohon,”ucap Sandra lagi sampai dia melihat pohon yang rindang berubah layu.
Para dewa yang mencoba menyelamatkan pohon suci kehabisan tenaga mereka. Tapi disaat yang sama mereka diserang membuat mereka tidak sadarkan diri. Sebelum manusia itu pergi dia menabur sesuatu yang Sandra sendiri juga penasaran. Tapi setelah botol itu disebarkan para monster berubah ganas.
Sandra yang masih bermimpi dibangunkan oleh Naga.”Sandra bangun para monster mengamuk,”ucap naga. Sandra membuka mata dan melihat naga yang sudah melindungi Sandra.”Apa yang sedang terjadi di sini?,”ucap Sandra yang tidak tahu apa yang sedang terjadi.
Sandra yang melihat para dewa masih tetap menjaga pohon suci darai para monster yang sudah gila. Setalah berpikir lama Sandra harus menemukan botol itu untuk dia teliti agar monster itu bisa kembali seperti semula.”Naga tahan mereka selama satu jam saja,jangan sampai mereka mendekat,”ucap Sandra segera pergi mencari botol yang masih ada sisanya.
Sandra yang pergi ke tempat dimana botol itu di buang. “Ini dia,’ucap Sandra. Yang mengambi sedikit sample dari botol yang mulai diteliti. Setelah menemukan komposisinya Sandra membuat obat penawarnya dengan waktu setengah jam yang sudah disepakati dengan naga. Untuk bisa monster dikurung pada satu tempat.
Setengah jam telah berlalu Sandra yang sudah selesai menghampiri Naga.”Lepaskan pelindung dan terbanglah,”ucap Sandra. Tapi naga itu sedikit ragu dengan apa yang dikatakan oleh Sandra.
“Apa yang ingin kamu lakukan Sandra,”ucap Naga.
“Nanti kamu akan tahu, lakukan saja,”ucap Sandra yang berjalan ke arah monster yang siap untuk dilepaskan. Tapi pada saat yang sama Sandra melemparkan obat penawar kepada para monster tesebut. “Berhenti kalian para monster jika kalian ingin melewati batas kalian,”ucap Sandra.
Tapi pada saat yang sama juga para monster kembali sadar dan melihat ke arah pohon yang sudah tercemar.”Ini salah kami yang tidak bisa menjaga pohon suci dari manusia kejih itu,”kata monster yang bisa bicara.
__ADS_1
“Yang kalian maksud bukan akukan,”ucap Sandra sambil menggaruk kepalanya sambil tersenyum.
“Kamu manusia,”ucap salah satu monster yang marah. Tapi ada monster yang lain yang menghentikan kalau bukan manusia ini yang melakukannya. Tapi manusia didepan itu adalah yang menolong kita agar tidak menghancurkan pohon suci.
“Apa kamu yang telah membuat obat penawar, untuk kami,”kata monster.
“Itu benar, tapi aku tidak tahu kalau kalian bisa bicara layaknya manusia sama dengan naga,”kata Sandra.
“Mereka sama dengan kami Sandra. Bisa mengerti apa yang dikatakan oleh manusia,”ucap Naga. Sandra hanya menganggu saja sampai melihat para dewa yang masih melindungi pohon suci.
“Kalian tidak usah khawati begitu. Aku tidak akan menyakiti pohon besar. Tapi bisa tidak kalian beritahu aku apa itu inti pohon suci itu,”ucap Sandra.
“Bagaimana kamu bisa tahu. Apa kamu salah satu dari mereka yang ingin menghancurkan pohon suci,”ucap dewa api.
Para dewa masih memandang satu sama lain hingga akhirnya mereka sedikit percaya.”Baiklah aku akan percaya dengan apa yang kamu katakan,”ucap dewa Angin. Sandra hanya tersenyum saja, tapi pada saat yang sama Sandra kembali berbaring dan melihat langit.
“Kenapa kamu berbaring lagi,”ucap dewa Air.
“Emangnya kenapa hari sudah gelap. Aku butuh istirahat,jika tidak diganggu oleh para monster yang mengamuk karena dibawa pengaruh obat,”ucap Sandra.
“Bagaimana kamu tahu kalau kami sedang dalam pengaruh obar manusia kecil,”ucap monster.
“Sama seperti pada dewa aku tahu dari mimpi. Aku tidur dulu,”ucap Sandra yang kembali berbaring.
__ADS_1
“Apa kamu tidak ingin tahu inti ini bisa diambil,”ucap dewa api.
“Tidak, untuk sekarang. Aku lelah,”ucap Sandra. Sandra yang kembali menutup mata tapi pada saat yang sama Sandra harus menetralkan racun dalam dirinya yang sudah lama ada. Tapi naga dan para monster yang merasakan kalau ada yang aneh dengan Sandra hanya menatap saja. Sampai naga lain datang naga itu bersama dengan Jaya dan Intan yang sudah selesai dengan laut dan padang rumput.
“Sandra,”ucap Intan yang berlari. Intan yang sudah didarat segera turun dan menuju ke tempat Sandra yang berbaring.”Dia hanya tertidur saja,”ucap naga.
“Dai tidak tertidur tapi dia menetralkan racun dalam dirinya,”ucap Intan. Jaya dan bersama yang lain terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Intan.
“Apa maksud kamu menetralkan racun,”ucap Jaya.
“Aku tidak bisa bilang hanya saja. Aku butuh air dan merendamnya ke dalam air,”ucap Intan.
“Disini ada sumber air,”ucap dewa Air.
“Tidak jangan disana nanti pohon besar akan tercemar lagi,”kata Intan. Intan yang berpikir mendapatkan ide.”Jaya buatkan bak air yang besar yang bisa menampung tubuh Sandra,”kata Intan melihat ke arah Jaya.
“Baik kak,”kata Jaya yang segera mulai membuat bak yang dimaksudkan oleh Intan.
Setelah Jaya membuat bak yang di inginkan oleh Intan dimana bak di isi oleh air yang diambil dari sumber air dibelakang pohon besar. Intan bersama dengan Jaya memasukkan Sandra ke dalam bak. Dimana mereka terkejut karena warna airnya berubah menjadi hitam pekat.”Bagaimana bisa airnya berubah menjadi pekat?,”kata semua yang melihat.
“Bukan sudah aku katakan kalau Sandra tidak hanya tidur tapi juga menetralkan racun agar bisa tetap hidup,”kata Intan.
“Bagaimana kakak tahu kalau kak Sandra terkena racun,”ucap Jaya yang masih menatap ke arah Sandra.
__ADS_1