
“Mereka memang pengejut tidak mau datang ke sini. Hanya manusia biasa saja mereka tidak berani mendekat,”kata Naga. Tapi Intan yang melihat naga hanya memiringkan kepalanya saja.”Bukan mereka pengejut, hanya saja mereka tidak bisa dekat karena kamu,”kata Intan.
“Aku tidak bergerak ya. Aku diam saja tapi kenapa mereka takut denganku,”ucap Naga.
‘Karena kamu besar dan beruasa naga bodoh,”ucap Intan yang sedikit kesal. Tapi naga yang mendengar perkataan Intan sedikit melihat kerahnya.”Apa yang kamu katakan barusan manusia kecil,”ucap naga.
“Aku bilang kamu bodoh. Aku akan mulai mengambi sambel air lautnya dan air tanah ini,”ucap Intan yang pergi.
“Jika kamu pergi kamu akan mati,”kata naga.
“Jika itu adalah takdri aku tidak masalah,”kata Intan yang masih saja berjalan tanpa menoleh. Tapi monster yang tadi tidak ingin mendekat berjalan mengikuti Intan sampai dimana Intan mengambil air laut. Tapi Intan yang sadar kalau monster itu mengikutinya. Menoleh ke arah monster dan berkata,”Jika kamu membunuhku kalian bisa saja mati tanpa mendapatkan makanan untuk mengisi perut kalian. Aku disini hanya ingin memulihkan dunia kalian.”
Tapi pada saat yang sama monster itu berubah menjadi manusia.”Kalian siapa,”ucap Intan yang terkejut.
“Kalian siluman ya, jangan mendekat,”kata Intan.
“Naga ada siluman yang berubah menjadi manusia. Tolong aku,”ucap Intan yang berteriak.
“Kami bukan siluman,”ucap monster. Naga yang melihat hanya tertawa tapi Intan yang melihat ke arah naga melemparkan batu ke arahnya.
“Kamu ketawa ya.Awas saja kamu naga bodoh,”ucap Intan.
“Siapa juga yang disini bodoh kamu saja takut dengan transformasi monster yang kamu lihat tadi,”kata naga.
“Transformasi,”ucap Intan.
“Itu benar kami bisa berubah wujud menjadi manusia yang sama dengan kalian,”kata monster.
“Kalian tidak akan memakankukan,”ucap Intan.
“Tidak tapi kamu manusia bukan. Kenapa bisa bersama naga dan datang ke tempat yang sudah hancur ini. untuk apa kalian datang lagi ke sini,”ucap monster.
“Kenapa seperti yang aku katakan tadi,”ucap Intan.
__ADS_1
“Apa yang kamu katakan. Kami tidak mengerti,”kata monster.
“Kalian tidak mengerti. Baillah akan aku jelaskan nanti di atas. Tapi untuk sekarang aku ingin mengambil air sampel ini dulu,”kata Intan.
“Tunggu di beracun. Jika kamu mengambilnya kamu akan mati,”ucap monster.
Intan yang sudah mengambil menoleh.”Kenapa baru berkata setelah aku mengambilnya. Sudah terlanjur, jika terkena racun hanya beberapa menit saja aku harus mencari obat penawarnya,”kata Intan.
Intan yang sudah mengambil dan menutup botol yang berisi air laut berwarna merah. Dimana Intan berjalan melewati mereka dan pergi ke arah monster. Dimana barang yang di bawa oleh Jaya sudah dikeluarkan. Intan mengambil sample darahnya untuk diperiksa apa benar dia sudah terkana racun atau tidak. Dalam hitungan detik Intan yang sudah menemukan kalau ada partikel yang lain yang ada didalam tubuh Intan.
Tapi melihat partikel itu yang tidak asing, Intan hanya bisa mengambil obat herbal untuk membuat obat penawarnya. Tapi pada saat yang sama Jaya yang sudah kembali melihat wajah Intan yang sedikit pucat.
“Kak Intan apa kamu baik-baik saja,”kata Jaya yang sudah sampai di lokasi Intan kembali.
“Aku baik saja hanya terkena air laut saja,”kata Jaya.
“Apa bukan air itu beracun kenapa kamu tidak menghentikannya,”ucap Jaya melihat ke arah naga.
“Kamu bilang hanya hanya mati jika kamu kesana, tidak bilang kalau ada racun. Mana aku tahu soal itu,”kata Intan.
“Kamu saja yang bodoh tidak tahu bahasa yang aku berikan kepada kamu. Bodoh,”ucap naga.
Jaya yang melihat ke arah Naga dan Intan hanya terdiam saja.”Kalian sudah akur ya ternyata,”uap Jaya.
“Siapa yang akur,”ucap mereka berdua yang sama tidak suka.
“Emang kalian akur ternyata. Tapi kenapa da monster disini. Apa mereka asli dari tempat ini?,”ucap Jaya yang melihat.
“Kami tinggal disini. Kami keluar karena ada suara manusia. Awalnya kamu ingin membunuh manusia itu, tapi kami urungkan karena ada naga disampingnya,”kata monster.
“Apa yang kamu katakan ingin membunuh kakak iparku,”ucap jaya yang marah.
“Sudah Jaya jangan marah dia tidak jadi membunuhku. Malah ingin membantu, iyakan,”ucap Intan yang membantu mereka para monster.
__ADS_1
“Iya,”kata monster. “Baguslah kalau kalian mengubah pikirkan kalian. Tapi kak kamu sudah terlihat pucat,”ucap Jaya.
“Kita harus kembali mencari obat untuk kamu kak,”kata jaya yang sudah mulai gelisah. Tapi Intan yang dengan santai sudah memakan obat penawarnya dan makan buah yang ada didepannya.”Untuk apa kembali, aku sudah membaik kok,”ucap Intan yang sudah santai.
“Apa benar kakak kamu akan baik saja,”kata Jaya yang memeriksa nadi Intan. Tapi setelah di perksa kondisi Intan emang baik saja.”Bagaimana?,”ucap Intan yang tersenyum.
“Apa kakak membuat penawar racun itu sendiri,”kata Jaya yang masih melihat ke arah Intan.”Iya karena aku harus bisa membuat obat dalam kondisi apapun itu. Karena aku harus bisa melakukan sendiri,”kata Intan.
“Perkataan kakak itu seperti hidup kakak sulit,”ucap Jaya.
“Emang iya Jaya kamu tidak tahu. Kalau aku harus mencari uang untuk melunasi hutang orang tuaku sampai aku dibuli oleh mereka,”kata Intan.
“Sampai Sandra mengirimkan aku hadiah yang bisa mengubah hidupku,”kata Intan lagi.
“Tapi kakak akan bersama dengan Sandra lagikan kaka,”ucap Jaya yang tersenyum dan membantu Intan sedang melakukan penelitian.
Waktu terus berjalan sampai dimana Intan sudah pulih dari racun. Tapi waktu dimana Intan tidak bisa diam saja meliaht laporan yang belum diselesaikan oleh Intan. DI bantu oleh Jaya mereka bisa menyelesaikan penelitian. Kalau air laut bisa kembali seperti semua, hanya saja satu masalah yang belum selesai.
“Bagaimana kita bisa menghancurkan bangkai monster yang sudah mati yang banyak itu,”ucap Intan melihat lokasi sumber masalah yang terjadi.
“Monster ini bisa kita bakar. Jika kamu mau,”ucap Naga.
“Tidak tambah akan menjadi pencemaran udara lagi. Ada cara lain tidak, kurasa aku harus melihat dengan seksama bangkai monster ini. Apa ini bisa digunakan atau tidak,”ucap Intan.
“Untuk apa juga kamu ribet-ribet,”kata Naga.
“Diam kamu. Angkat satu monster ke darah biaraku bisa melihat dengan seksama dan aku juga butuh bantuan kamu untuk mengenalkan monster apa itu dan bagaimana dia bisa hidup,”kata Intan.
Naga hanya diam saja, sampai bangkai monster sudah ada didarar. Dimana Intan sudah memakai baju pelindung yang diberikan oleh Jaya. Bersama dengan Jaya mereka mulai membelah dan memisahkan daging tulang dan organ yang masih utuh. Kulit yang keras bagaikan batu besi membuat Intan mendapatkan ide. Tapi sebelum ide itu bisa di laksanakan dengan baik. Intan harus membuat kulit itu bersih dari berbagai bakteri dan racun.
Karena jumlah mereka yang banyak dan satu jenis yang sama. Itu memudahkan Intan bisa membersihkan kulitnya menjadi satu kali langkah.”Apa yang ingin kakak lakukan?,”ucap Jaya.
“Menggunakan kulit sebagai bahan serba guna,”kata Intan memperlihatkan desain dan ide yang sudah direncanakan oleh Intan.
__ADS_1