
Perjalanan yang panjang dan melihat sisi lain yang tidak semua tahu akan dunia yang mereka tinggali. Dari kehancuran dunia monster yang mengakibatkan dunia manusia yang dulu damai berubah seperti memiliki dua sisi hitam dan gelap. Hanya dengan dibatasi oleh pelindung dunia yang dibuat oleh orang tuanya. Sandra menghela nafas sampai Edwan yang melihatnya menepuknya.”Apa yang kamu pikirkan Sandra,”ucap Edwan.
Sandra sedikit melirik ke arah Edwan yang ada disampingnya.”Tidak ada hanya saja kapan semua ini selesai,”kata Sandra.
“Tidak biasanya kamu mengeluh seperti ini. Tapi katanya kamu menemukan Intan.Apa itu benar Sandra,”ucap Edwan dengan topik yang berbeda.
“Intan,”ucap Sandra yang senang.
“Aku bertemu dengan dia hanya saja. Diri dia yang berbeda nama dan auranya sama tapi dia tidak mengingat diriku. Kehidupan dia juga sama seperti dulu saat aku bertemu dengan dia,”kata Sandra.
“Bukan itu bagus kalau dia tidak mengingat masa lalu kamu. Jika dia ingat aku tidka tahu apa yang akan dia katakan kalau kamu masih saja sama,”ucap Edwan. Sandra tersenyum kepada Edwan sampai mereka masuk lebih dalam lagi ke gang yang dimana terjual budak.
“Tapi kenapa kamu datang ke sini. Apa yang kamu ingin cari,”ucap Edwan yang tidak tahu kenapa Sandra berjalan dengan wajah dan penampilan yang berbeda. Pergi ke gang penjualan budak dimana orang yang tidka memiliki kedudukan akan dijual ditempat yang kumurh.
“Aku hanya jalan-jalan saja. Kamu tidak usah khawatit, tapi apa hanya itu saja yang ingin kamu laporkan atau ada yang lain,”kata Sandra sambil mereka berjalan ke dalam.
Edwan melihat sekelilingnya dan berbisik di telinga Sandra.”Mereka membuka portal lain menuju dunia sihir,”bisik Edwan. Sandra yang tadi berjalan tiba-tiba berhenti setelah mendengar perkataan dari Edwan. Sandra lalu meiihat ke arah Edwan di sampingnya,”Apa itu benar?.”
__ADS_1
Edwan hanya menganggukan saja kalau informasinya itu benar dengan data yang sudah di kumpulkan oleh semua anggota Edwan. Sandra yang tadi berhenti kembali melanjutkan perjalanan sampai mereka di depan satu anak tangga yang menuju ke bawah. Edwan yang melihatnya sedikit terkejut.”Sandra ini bukan,”ucpa Edwan yang tidak percaya kalau Sandra akan masuk ke dalam sel budak.
“Itu benar aku ingin mencari orang lain di dalam. Orang yang pernah menolongku tapi dia juga membohongiku. Aku ingin membalas budi dengan dia,”kata Sandra. Menuruni anak tangga bersama dengan Edwan yang mendapingi sampai di depan pintu penjaga mengecek maksud kedatangan mereka berdua.
Selesai mengecek kedatangan mereka berdua. Sandra dan Edwan bisa masuk ke dalam sel budak dimana orang berkumpul dengan tindakan mereka yang sudah tidak di anggap atau bisa dibilang penghianat. Sandra berjalan sampai di tempat sel Pet dan Baz dia berhenti.”Kalian masih hidup,”ucap Sandra menatap ke bewah dimana posisi mereka beruda duduk di dalam sel. Karena tidak memiliki harapan apa-apa setelah mereka dimasukkan ke dalam sel budak. Pet dan Baz melihat ke arah Sandra mata mereka terkejut dengan penampilan yang ditunjukkan.
Pet dan Baz berdiri dan melihat Sandra dari atas sampai bawah.”Sandra kamu masih hidup,”ucap Pet.
“Tentu saja aku masih hidup, kata siapa aku mati.Tapi aku tidak sangka kalian berdau bisa ada di tempat ini,”ucap Sandra.
“Untuk apa kamu datang ke sini setelah kami memaafkan kamu,”kata Baz yang merasa bersalah berkata dingin. Agar tidak dikasihani oleh Sandra setelah dia melihat mereka berdua yang sudaj jatuh.
“Aku tahu kalian tidak akan mengatakan apa yang ingin aku tanyakan. Tapi aku bisa melepaskan segel yang terpasang di tubuh kalian agar bisa mengatakan kebenarannya,”kata Sandra.
Pet dan Baz hanya tersenyum melihat Sandra yang masih hidup dan sikap yang berbeda.”Apa yang ingin kamu katakan belum tentu kami bisa jawab,”ucap Pet.
“Aku tahu. Aku hanya memberikan kalian pilihan iya atau tidak itu saja. Jika kalian ingin lepas dari sel dan menjalani kehidupan baru,”kata Sandra. Pet dan Baz saling menatap satu sama lain karena masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sandra.
__ADS_1
“Apa mereka membuka potral lain lagi untuk dikuasai. Iya atau tidak,”ucap Sandra. Wajah mereka berdua yang sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Sandra. Hanya bisa terdiam saja, Sandra yang sudah tahu jawaban dari mereka berdua yang diam melanjutkan pertanya kedua.”Siapa dalang dari semua permasalahan ini dari daftar gambar yang aku berikan?,”kata Sandra melihat Edwan untuk mengeluarkan daftar hitam oleh Sandra.
Pet dan Baz mengambilnya mereka melihat satu persatu gambar yang diberikan oleh ornga disampaing Sandra. Setelah mereka melihat wajah di gambar tersebut mereka berdua melihat ke arah Sandra.”Bagaimana kamu bisa mendapatkan ini semua Sandra?,”ucap Pet.
“Bagaimana aku bisa hidup dan bagaimana aku mendapatkannya itu tidak penting. Jawab saja dari 10 orang itu apa mereka terlibat atau tidak,”kata Sandra.”Mereka semua terlibat dari proyek awal sampai akhir dan sampai sekarang mereka masih hidup dan panjang umurnya. Mereka kekal terhadap semua jenis racun dan senjata. Mereka tidak bisa dibunuh,”ucap Baz.
Tapi pada saat yang sama Baz merasakan kesakitan karena telah memberitahukan informasi kepada Sandra. Sandra yang melihat Baz kesakitan memegang kepalanya dan segel terlepas. Baz tidak merasakan sakit lagi tapi pada saat yang sama juga Pet merasakan perasaan bebas.”Kenapa kamu bisa melepaskan Segel ini Sandra,”kata Pet.
Sandra tidak berkata apa-apa hanya ada pertanyaan yang akan di lontarkan oleh Sandar. Sampaid i pertanyaan terakhir Sandra berkata,”Apa yang kalian lakukan saat mendapatkan Intan saat itu?,”ucap Sandra. Pert dan Baz yang mendengar nama Intan mereasa sedikit bersalah.
“Maaf,”ucap mereka berdua. Sandra yang sudah mendengar perkataan mereka berjalan melewati Edwan saat berpapasan Sandra berbisik kepada Edwan untuk melepaskan mereka berdua dan berikan uang tunjangan untuk mereka bisa menjalani kehidupan mereka. Sanrda yang langsung pergi meninggalkan Pet dan Baz bersama dengan Edwan.
“Anggap saja kehidupan kedua kalian sudha dimulai saat ini,”ucap Edwan. Edwan yang sudah bertemu dengan pendagang untuk membeli mereka berdua. Setelah borkol mereka dilepas mereka berdua ikut dengan Edwan dari belakang tanpa berkata-apa-apa. Sampai di luar penjara Sel mereka berhenti mengikuti.”Kenapa kalian berhenti, ayo ikut denganku,”ucap Sandra.
“Kenapa kalian mau membantu kami berdua,”ucap Baz.
“Kenapa?,”ucap Edwan. Edwan hanya menghela nafas saja sampai dia melihat sekitarnya sampai melirik ke arah mereka. Tapi tatapan Edwan yang membuat Pet dan Baz merasa tetekan. Membuat hati mereka harus ikut dengan Edwan tanpa bertanya apa-apa. Sampai sudah keluar dari gang mobil sudah menuggu mereka bertiga.
__ADS_1
Pert dan Baz yang tidak tahu kemana Sandra hanay bisa terdiam mengikuti saja. Sampai di dalam mobil Edwan memberikan dua kartu untuk mereka berdua dan satu kunci rumah untuk mereka tinggali.”Gunakan uanga dan rumah yang sudah aku berikan. Itu pemberian dari Sandra katanya untuk balas budi. Jadi dia dan kalian berdua tidak ada utang budi lagi,”ucap Edwan dimana mobil melaju ketemapt tinggal baru Pet dan Baz.”Kenapa Sandra melakukan ini kepada kami yang sudah membuat dia menderita?,”kata Pet.