
Sandra yang melihat semua kebusukan dari para dewa yang ingin menghancurkan dunia kegelapan. Sampai mereka membuat batu kehidupan dicemari oleh mereka. Sandra yang melihatnya menghela nafas sampai akhirnya dia kembali ke dunia asli.
“Bos apa anda baik-baik saja,”kata Penjaga pertama.
“Aku baik saja. Apa ada yang datang ke sini saat aku tidak ada,”kata Sandra.
“Tidak ada yang datang. Tapi bagaimana dengan batu kehidupan. Apa dia akan kembali seperti semula,”kata penjaga kedua.
“Dia akan kembali. Lihat saja itu,”kata Sandra yang dimana batu kehidupan sudah mulai berubah warna. Para penjaga yang melihat sedikit senang melihat perubahan itu.”Kita bawa batu ini ke pohon besar,”kata Sandra.
“Pohon besar yang mana,”kata penjaga kelima.
“Pohon besar milik dewa kegelapan lah. Emangnya milik siapa lagi,”kata Sandra. Sandra yang sudah memberikan energinya hanya menuggu dia bisa kembali dengan sendirinya. Para penjaga yang mengikuti Sandra dengan membawa batu kehidupan telah sampai dipohon besar.
“Kalian bisa letakan batu besar itu didekat pohon besar. Biarkan mereka saling singkron satu sama lain,”kata Sandra.
“Sandra,”ucap Wildan dan Naun.
“Kalian bagaimana kondisi kalian apa baik-baik saja,”kata Sandra.
“Kami baik saja hanya saja kamu bagaimana apa tidak ada yang terluka,”kata Naun.
“Aku sih tidak terluka karena aku hanya menonton saja,”kata Sandra.
“Apa maksud kamu hanya menonton saja,”ucap Leo.
“Ya kami kira aku akan menghadapi para monster itu.Kalau mereka saja ada,”kata Sandra yang tersenyum bahagia. Lep yang mendengar perkataan itu bisa menebak kalau Sandra menonton dan mengawasi dewa penghancur.
“Apa itu ulah dari dewa penghancur,”kata Leo.
“Tepat sekali. Tapi aku tidak menyangka saja kalau mereka juga bisa melakukan hal kejih ini,”kata Sandra.
“Apa yang kamu katakan Sandra hal kejih. Lalu apa yang kamu katakan tadi dewa penghancur yang merencanakan semua ini,”kata Wildan yang pintar tahu hanya bebeberapa kata saja.
“Aku tidak mengatakannya tapi kamu bisa tahu dengan tepat. Tapi untuk jelaskan aku tidak bisa mengatakkanya,”ucap Sandra.
__ADS_1
“kenapa kami tidak boleh tahu. Kami ingin tahu semuanya karena dia dunia kami hancur,”kata Naun.
“Tapi kalian dengan kemampuan kalian yang seperti ini itu tidak akan bisa mengalahkannya. Lebih baik kalian memulihkan dunia kalian saja,”kata Sandra.
“Tapi bagaimana kita bisa membuat dunia ini kembali,”kata Wildan.
“Ada saatnya dunia kalian akan membaik. Tapi bagaimana dengan luka kalian apa sudah sembuh,”kata Sandra yang melihat sekitarnya. Waktu terus berjalan sampai akhirnya mereka tinggal disana untuk beberapa bulan melihat kondisi yang harus diselesaikan oleh Sandra dan para dewa yang lain.
“Kamu sudah tahu semuanya Sandra,”kata dewa angin.
“Tahu apa,”kata Sandra yang tidak tahu arah pembicaraan dewa angin.
“Soal dunia ini yang sudah hancur,”kata dewa api.
“Ohhh soal itu ya. Aku tahu dari adegan yang diperlihatkan oleh batu kehidupan yang sudah dicemari oleh dewa penghancur,”kata Sandra.
“Apa maksud kamu dewa penghancur membuat batu kehidupan tercemah,”kata Dewa penghakiman yang juga tidak tahu.
“Ohh itu aku tahu baru saja,”kata Sandra. Yang sempat menoleh ke batu kehidupan yang sudah mulai pulih. Tapi waktu terus berjalan sampai hari dimana mereka bersama dengan penduduk asli dunia kegelapan berkumpul disatu tempat yang sama.
“Aku juga tidak tahu apa yang sudah terjadi tapi kalian tidak usah khawatir. Karena semua ini akan segera kembali seperti semula,”kata Sandra yang tersenyum percaya diri. Leo dan bersama dengan dewa yang lain hanya bisa terdiam melihat wajah Sandra yang percaya diri itu. Sementara di tempat lain di bumi setelah retakan itu. Sudah satu bulan berlalu dimana mereka menuggu Sandra tapi tidak kunjung datang.
Tapi malah awan hitam yang pekat dengan energi yang sangat kuat yang malah datang ke bumi.”Kurasa akan terjadi perang lagi,”kata Edwan.
“Apa yang kamu lihat Edwan,”kata Tera yang bersama dengan Mila.
“Lihat ke atas sana. Hai Mila bawa kedua kakak kamu dan orang tua kamu yang bisa dipercayai untuk datang ke perusahana semuanya. Tera sudah waktunya kita pindah,”kata Edwan.
“Lotto apa semuanya sudah siap,”kata Edwan dengan keras.
“Semua sudah siapa orang yang ingin diselamatkan sudah berkumpul di tempat yang sudah disiapkan,”kata Lotto.
“Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa aku harus membawa semua keluarga dan kerabat yang aku percayai untuk datang ke sini,”kata Mila yang tidak tahu.
“Nanti akan aku jelaskan kita pergi sekarang,”kata Tera yang manarik Mila. Mila yang tidak tahu apa yang sedang terjadi hanya mengikuti Tera saja sampai di dalam mobil. Tera yang merasa ada yang aneh melihat ke belakang. Tapi saat dia melihat kebelakang melalu sepion kaca belakang. Melihat ada monster yang berdatangan.
__ADS_1
“Mila kencangkan sapuk kamu, kita mulai menambah kecepatan laju mobilnya,”kata Tera.
“Memangnya apa yang sedang terjadi,”kata Mila yang mengencangkan sabuknya. Tapi Mila yang melihat sepion kaca belakang melihat monster yang mengikuti mereka.
“Tera itu tadi,”kata Mila yang berpegangan.
“Aku tahu apa yang kamu ingin katakan. Jadi kamu bisa hubungi orang tua kamu untuk menyipakan barang yang berguna seperti senjata dan mobil yang bisa melaju dengan cepat. Panggi juga kedua kakak kamu untuk segera kembali dan bawa anak buahnya bersama keluraga anak buahnya segera,”kata Tera.
“Aku tahu,”ucap Mila yang mulai menguhubungi kakaknya untuk memberitahukan informasi yang penting. Setelah Selesai menghubungi kedua kakaknya Mila mengubungi Orang tuanya yang ada dirumah untuk bersiap-siap. Orang tuanya awalnya tidak percaya, tapi melihat sikap Mila yang mereka mengikuti apa yang dikatakan oleh putri mereka.
Perjalanan menuju rumah Tera dan Mila yang di ikuti sampai akhirnya didepan mereka ada juga retakan yang membuat mereka harus segera menghindar.”Awas Tera di depan,”ucap Mila sambil gelisah.
Tera yang sudah handal mengemudi dan mendapatkan pelatihan dari Sandra bisa menghindar retakan.Tera yang sudah memodifikasi mobilnya mulai mengubah kecepatan mobilnya. “Kita akan segera menambah kecepatan lagi apa kamu siap,”kata Tera.
“Aku siap tapi kita harus selamat ya sayang,”kata Mila. Tera hanya tersenyum saja dan wajah Tera yang berubah dimana dia mulai menekan satu tombol. Dimana mobil mulai berubah dan kecepatan sudah bertambah dengan kecepatan itu Tera sudah meninggalkan monster dibelakang. Tapi cuaca yang mulai berubah hanya bisa membuat Tera harus bisa tenang.
Mereka berdua yang sudah sampai di rumah dimana para pelayan dan orang tuanya sudah menuggu mereka.
“Tera Mila apa yang sebenarnya terjadi,”kata ayah Mila.
“Apa semuanya sudah berkumpul disini,”kata Tera melihat sekitarnya.
“Mereka sudah berkumpul semua,”kata Petra yang bersama dengan Morgan.Anak buah mereka yang membawa keluarga mereka.
“Jadi sudah terkumpul. Karena kita tidak bisa pergi ke perusahan aku akan membukanya disini saja,”kata Tera.
“Tunggu dulu Tera sebenarnya apa yang sedang terjadi,”kata Morgan. Tapi pada saat Morgan berkata kepada Tera apa yang sedang terjadi. Para dewa datang.”Bunuh mereka sekarang,”ucap dewa.
Tera yang merasakan tekanan itu melihat ke atas dimana para dewa sudah menyuruh para monster untuk menyerang. “Aku tidak bisa katakan disini,”ucap Tera. Tera yang dengan cepat membuka portal yang terhubung dengan dunia monster.
“Apa semua sudah selesai,”kata penghuni dunia monster yang keluar dari portal yang dibuat oleh Tera.
“Hai Tera agar tidak terganggu kamu hadangi mereka sesaat saat kita mengevakuasi mereka semua,”ucap lagi tentara bayaran Sandra.
“Apa bos sudah kembali ke sana,”kata Tera.
__ADS_1
“Dia belum kembali,”kata tentara bayaran.