
Dewa Penghakim yang mengikuti Sandra dari belakang disusul oleh yang lain. Karena mereka juga penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Sandra. Sandra yang tahu apa yang mereka sedang bicarakan dengan pikiran yang terlihat diwajahnya. Hanya bisa diam saja hingga mereka sampai di dekat pohon putih. Cahaya yang terpancar jelas dengan patung yang ada didekat pohon besar. Dewa penghakim yang melihatnya terkejut dan menatarp patung itu dengan dingin. Sandra yang melihat ke arah dewa penghakim yang akan mengeluarkan auranya untuk membunuhnya. “kamu lihat baik-baiak saja apa yang terjadi jika kamu masuk lebih dalam ke sana,”kata Sandra.
Dewa penghakim yang mendengar perkataan Sandra merasa tenang kembali dan masuk berjalan mendekat ke patung Wildan dan Naun yang merasa akrab dengan kedua patung tersebut juga ikut mendekat. Bersama mereka tiga berjalan mendekat dan terlihat kabut yang membuat mereka terkejut. Tapi tidak lama kemudian kabut memunculkan ilusi. Orang asing dan Sandra yang sedang berdampingan hanya menatap mereka saja.
“Kalian tidak usah takut itu hanya ilusi saja,”kata Sandra.
“Ilusi itu tidak berbahaya,”kata orang asing. Sandra yang mendengar ucapan orang asing melirik ke arahnya.”Kenapa kamu melihatku seperti itu. Apa ada masalah dengan apa yang aku katakan, tidakkan,”kata orang asing.
“Tidak ada hanya saja, kamu sedikit berbeda saja,”kata Sandra.
“Berbeda itu kamu, Aku mah biasa saja,”kata Orang asing. Sandra yang kembali melihat mereka bertiga yang sedang dalam ilusi. Sandra bersama dengan orang asing juga ikut melihat adegan itu. dImana keturunan dan dewa penghakim masuk ada sejarik informasi yang mereka berdua dapatkan. Dewa penghaik yang melihat adegan dimana kedua dewa itu sedang melihat raja yang dia sembah adalah pembunuh dari raja yang terdahulu. Tapi melihat Wildan dan Naun yang tidak paham dengan apa yang mereka lihat hanya bisa menonton sampai peristiwa itu muncul.
Dimana dewa itu dijatuhkan hukuman dan turun ke dunia kegelapan. Tapi saat kedua dewa kabur darai dewa yang mengejar. Wildan dan Naun yang melihat adegan itu hanya terdiam.Tapi melihat lokasi kedua dewa yang terjatuh mereka tidak asing.
Sampai dimana mereka bertemu dengan seorang wanita yang tidak asing bagi Wildan dan Naun.”Bukan wanita itu adalah nenek kita ya,”ucap Naun.
“Itu benar. Tapi sebenarnya kakek kita itu apa dia adalah keturunan dewa,”kata Wildan.
“Aku juga tidak tahu akan semua itu. Tapi melihat semuanya aku merasa ada yang cukup manarik bukan,”kata Naun. Dewa penghakim yang sudah tahu semuanya kenapa kedua anak disampingnya juga memiliki aura yang sama. Semua sudah terselesaikan dengan adegan yang diperlihatkan oleh mereka semua.
Dewa penghakim yang menoleh ke belakang dimana Sandra berada setelah ilusi itu menghilang. Sandra hanya tersenyum saja kepada dewa penghakiman.”Kalian tahu siapa kedua dewa yang tadi diperlihatkan,”ucap Wildan.
“Bukan mereka adalah kakek kalian bukan,”kata Sandra.
“Iya itu benar kenapa kamu bertanya seperti kalian tidak mengenal kakek dan nenek kalian,”ucap orang asing.
“Kami kenal tapi kami tidak tahu soal kalau kakek kami adalah dewa. Apa kalian sudah tahu sejak lama soal kedua kakak kami,”kata Naun.
“Aku tidak tahu. Coba kamu tanya kepada orang disampingku karena dia yang sudah menunjukan arah kepada kita semua,”kata orang asing.
__ADS_1
“Ayolah kenapa kalian menatapku seperti itu. Mereka adalah dewa cahaya dan dewa pencipta seperit yang kalian lihat di ilusinya mereka adalah dewa yang dihukum karena raja dewa yang sudah mengambing hitamkan mereka. Itu saja yang aku ketahui,”kata Sandra.
“Kamu tahu sejak kapan Sandra,”kata dewa penghakiman.
“Aku tahu sejak kemarin malam,”ucap Sandra yang berbohong.
“Apa benar,”kata Dewa penghakiman.
“Itu benar untuk apa aku berbohong kepada kalian,”kata Sandra yang tidak mengubah pikirannya. Setelah mereka melihat mereka menemukan tulisan dewa yang ada dibelakang pohon putih.
“Ini tulisan apa,”ucap Naun.
“Itu tulisan dewa,”kata Dewa penghakiman.
“Apa tulisan dewa. Tapi siapa yang membuat tulisan itu,”kata Wildan.
“Iya juga sih. Tapi apa isi dari tulisan itu,”kata Wildan.
“Itu tertulis sebuah rahasia yang kalian tidak bisa pahami,”ucap dewa penghakim.
“Apa maksudnya tidak bisa dipahami,”kata Naun.
“Jika kalian sudah siap. Kalian akan tahu,”kata orang asing.
“Sandra apa kamu tahu tulisan apa itu,”ucap Naun. Tapi Sandra yang tidak ada ditempat karena dia sedang berjalan ke arah danAU.”Dimana Sandra,”kata Naun yang tidak melihat sosoknya.
“Kamu mencari Sandra dia berjalan ke arah danau. Itu dia ada disana,”kata orang asing.
“Kenapa wajah dia terlihat pucat apa dia sakit apa dia terkena racun,”kata Wildan.
__ADS_1
“Tidak dia sedang merindukan kekasihnya. Kalian tidak usah khawatir dia memang seperti itu,”ucap Orang asing. Sandra yang sudah ada didanau menatap di arah air yang jernih. Tapi terlihat Sandra teringat dengan Intan yang tidak tahu kabarnya bagaimana. Sandra hanya menghela nafas saja sampai mereka datang mendekati Sandra.”Apa yang kamu lakukan Sandra,”kata Wildan.
“Aku hanya bersantai saja karena air danau sangat jernih dan nyaman,”kata Sandra yang ingin bersantai.
“Tapi kenapa kalian datang ke sini. Apa sudah selesai melihat tulisan dewa,”kata Sandra.
“Itu yang kami ingin tanyakan. Apa kamu tahu tulisan dewa,”kata Naun.
“Tulisan dewa. Aku juga tidak terlalu tahu sih. Tapi kenapa,”kata Sandra yang menyembunyikan kemampuan dia. Tapi mata mereka masih saja tidak percaya Sandra yang bersikap santai hanya bisa terdiam saja.
Karena mereka tidak bisa mendapatkan apa-apa darai Sandra mereka hanya bisa menyalin dengan barang yang dibawa. Tapi Dewa penghakiman yang tahu akan tulisan itu sedikit melihat ke arah Sandra.”Apa Sandra juga sudah tahu tulisan dewa yang tertulis dipapan batu tersebut,”hati dewa penghakiman sambil melihat ke arah Sandra.
Setelah mereka pergi berkeliling hanya ada Sandra dan dewa penghakiman ditempat.”Kamu tdiak mau pergi berkeliling,”kata Sandra.
“Kamu sudah tahu sejak kapan tentang kedua dewa tersebut,”kata Dewa penghakiman.
“Aku tahu apa perduli kamu. Tapi semua yang kamu ingin tahu sudah selesai di sini bukan. Tapi apa kamu akan tetap membunuh mereka. Sementara mereka tidak bersalah tapi raja yang kamu kagumi dan hormati selama ini,”kata Sandra.
“Aku tidak tahu semua itu adalah ulah dari raja dewa. Tapi kamu terlihat sudah tahu semuanya saat raja dewa datang,”kata dewa penghakiman.
“Apa iya aku tidak merasa seperti itu. Tapi apa kamu akan masih ragu dengan kedua dewa tersebut,”ucap Sandra.
“Aku tidak tahu. Tapi Sandra apa kamu sudah tahu tulisan dewa tersebut,”kata dewa penghakiman.
“Tulisan dewa yang ada dibelakang pohon putih,”kata Sandra.
“Menurut kamu bagaimana,”ucap dewa penghakiman.
“Kamu tahu bukan tapi kenapa kamu tidak bilang kepada mereka,”kata dewa penghakiman lagi. Sandra yang tidak menjawa hanya diam saja sampai di berbaring melihat langit siang itu
__ADS_1