
Reternir itu yang tidak tahu harus berbuat apa hanya bisa diam saja. Duduk manis didepan intan.”Jadi apa yang harus saya lakukan nona,”kata reternir yang kembali tenang.
“Jika kamu tenang seperti itukan jadi enak bukan. Aku akan bayar yang ini, tapi untuk pinjaman yang akan datang orang yang bernama Iranta yang melunasinya. Bagaimana apa bisa kamu lakukan itu,”kata Intan.
“Tapi bagaimana jika dia menoloak nona,”kata reternir.
“Anda hanya perlu dua kontra saja yang berbeda. Anda tahukan ada sihir yang bisa membuat satu lembar menjadi dua lembar yang berisi berbeda,”kata Intan.
“Jadi maksud anda saya harus membuat dua kontar yang saling tumpak tindih yang pertama isi kontra nama saya. Tapi itu yang palsu dan ke kedua adalah kontar yang benar atas nama iranta. Apa sekarang anda mengerti tuan,”ucap Intan.
“Tunggu dulu nona bagaimana anda bisa tahu soal Iranta namanya,”kata reternir.
“Bukan anda sudah dijelaskan kalau yang memiliki utang adalah kakak saya. Tapi saya tidak mau jadi bank untuk kakak lagi. Lebih baik uang tahap awal saya bayar untuk meringankan beban orang tua saya. Tapi untuk tahap kedua ini dia sendiri yang bayar,”kata Intan.
“Anda anak yang baik. Berbeda dengan kakak anda yang selalu melampiaskan kepada orang tuanya saja,”kata reternir.
“Tapi nona jika kakak anda tidak mau membayar dan menyuruh orang tuanya bagaimana?,”kata retrbir.
“Anda tidak usah khawatir anda hanya perlu menagih ke Iranta saja bukan orang tuanya. Untuk yang lain aku yang mengurus kamu hanya melakukan peran kamu saja,”kata Intan. Reternir yang tidak tahu apa yang sedang di rencanakan Intan hanya menganggu saja.
Selesai mereka berbicara teh dan cemilan untuk mereka datang. Dimana Intan menawarkan kepada reternir itu untuk menikmati teh dan cemilan yang sudah disediakan kepadanya. Reternir itu dengan senang hati meneima tawaran itu. Dimana di pagi hari yang indah dengan teh yang hangat mereka bersantai. Selesai dengan menikmati teh dan cemilan yang ada Intan mengambil uang untuk membayar utang yang ada.
“Ini uangnya. Jika bisa kamu tetap menagih kepada iranta soal utangkan. Kamu hanya perlu berkata kalau adiknya tidak ingin membayar utangnya. Jika bisa buat kamu selalu diusir oleh para penjaga toko atau karyawan yang lain. Makanya kamu tidak bisa menagih kepadaku.Karena kamu sedang menjalankan tugas hanya tempat Iranta yang bisa membuat dia membayar utangnya. Apa kamu mengerti karangan ceritanya,”ucap intan yang menikmati tehnya.
“Baiklah saya akan melakukan apa yang seperti kamu rencanakan,”kata reternir. Dimana mereka berdua saling bekerja sama untuk membalas semua kelakuakn Iranta kepada Intan. Setelah menulis jumlah nomilan di kertas pembayaran dia berikan kepada reternir.
__ADS_1
Setelah semua selesai reternir itu kembali meninggalkan tempat Intan.”Apa nona tidak masalah membayar utang mereka,”kata penjaga pertama.
“Tidak masalah hanya untuk terakhir aku membantu mereka. Apa lagi melihat Iranta yang bersikapa tidak akan berubah dia akan meminjam lagi,”kata Intan.
“Bagaimana anda bisa tahu kalau kakak anda akan meminjam uang kepada reternir tersebut,”kata penjaga pertama.
“Kamu tidak tahu. Tidak hanya satu tempat saja dia meminjam uang. Tapi ada tempat yang lain. kamu lihat saja tidak hanya satu yang datang ke sini,”kata Intan yang masih duduk bersantai.
Penjaga pertama yang tidak percaya hanya bisa diam saja sampai penjaga kedua datang mengatakan ada tamu bertemu dengan anda. Intan yeng memberitahukan kepada penjaga kedua untuk mereka masuk dan bawa mereka ke sini.
“Tapi yang datang tidak hanya satu nona. Tapi lima,”kata penjaga kedua.
“Apa lima?,”kata penjaga pertama. Intan hanya tersenyum saja melihat wajah dari penjaga pertama. Sampai mereka masuk ke dalam ruangan yang ada Intan berada.
“Silakan duduk tuan-tuan semua,”ucap Intan menyambut mereka dengan sopan.
“itu benar,kata penagih kedua.
“Jadi nona tolong bayar utang keluarga anda. Ini adalah tagihan utang milik kelurga anda,”kata penagih kelima. Intan membaca tagian itu satu persatu sampai dia selsai dia berkata kepada mereka berlima.
“Saya akan bayar tagihan ini tapi ada syaratnya. Apa tidak masalah, untuk kalian?,”kata Intan.
“Syarat apa jika kami boleh tahu,”ucap penagih pertama.
“Itu sangat mudah kok. Kalian hanya perlu kerja sama dengan saya menipu kakak saya saja saat dia datang meminta uang atau ke tampat kalian memberikan barang yang kalian jual,”kata Intan. Tapi mereka berlima masih saja tidak mengerti dengan kerja sama yang akan dilakukan oleh Intan.
__ADS_1
“Maaf nona kerja sama yang anda maksud adalah menipu yang seperti apa,”kata penagih ketiga.
“Itu adalah membuat kontra asli dan palsu. Karena disini saya hanya menagih tahap pertama saja tidak membayar tahap kedua,”kata Intan.
“Apa yang anada maksudkan tidak membayar lagi. Bagaimana jika keluarga anda berutang lagi. Kepada siapa kami harus menagihnya jika bukan kepada anda,”kata penagih keempat.
“Kepada orang bersangkutan yang datang membeli barang kalian semualah. Siapa lagi jika bukan Iranta yang membeli barang dan meminjam uang kalian semua,”kata Intan dengan tegas dan santai.
“Tapi nona bagaimana jika nona yang kami tagih tidak mau membayar,”kata penagih pertama.
“Itu sangat mudah dilakuakan bawa saja ke pengadilan atau membawa dia ke penjara atau bisa membuat dia membayar dengan usaha yang dia dapatkan,”kata Intan yang sambil tersenyum licik.
“Bukan anda adalah adiknya. Tapi anda cukup kejam kepada keluarga anda bukan,”kata penjaga kelima.
Siapa yang kejam bukan itu kakak saya yang selalu meminta uang kepada anad ya,”kata Intan. Semua terdiam untuk sesaat sampau teh dituangkan kepada mereka berlima. Untuk saat mereka menikmati teh yang diberikan oleh Intan. Selsai menyeduh tehnya mereka kembali membahas rencana yang yang maksudkan oleh Intan. Dimana rencana sama dengan orang pertama yang datang. Setelah menuggu lama dan memahami apa yang dikatakan oleh Intan mereka setuju dan menadatangni kontra yang sudah dibuat. Intan yang sudah mendapatkan tanda tangan mereka membayar utang yang datang ke tempatnya.
“Akhirnya selesai juga,”ucap Intan.
“Tapi nona apa kamu akan baik saja dengan semua ini,”kata penjaga pertama yang mendengarkan dari awal sampai akhir. Selesai semuanya penjaga pertama hanya bisa melihat Intan yang sudah kelelahan dengan semua tamu.
Tapi penjaga pertama juga merasa khawatir dengan Intan dengan semua hal dilampiaska kepada Intan.”Apa kakak anda itu tidak memiliki hati nona,”ucap penjaga pertama.
“Aku juga tidak tahu. Karena dari awal dia selalu seperti itu. Tapi aku sudah terbiasa kok. Jadi kamu tidak usah gelisah. Tapi bagaimana dengan toko apa sudah buka,”kata Intan.
“Toko sudah buka nona tidak usah khawatir. Tapi apa anda akan pergi keluar hari ini,”ucap penjaga pertama.
__ADS_1
“Tidak aku akan isrirahat dan membuat resep baru. Kenapa apa kamu mau pergi keluar,”kata Intan dengan santainya.
“Tidak, hanya saja jika nona mau pergi saya bisa menemani anda,”kata penjaga pertama.