Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 148


__ADS_3

Iranta yang sudah tidak memiliki apa-apa hanya bisa menerima uang dan kue yang dia dapatkan dari Intan. Walaupun uang yang diberikan hanya sedikit dan kue yang diberikan juga tidak banyak tapi ahngat bisa membuat perut Iranta merasa nyaman. Tapi sebelum Iranta pergi dia meminta maaf kepada Intan. Dimana dia mulai berjalan menjauh. Penjaga kedua yang datang menghampiri Intan setelah Iranta pergi.


“Apa nona tidak memberitahu dimanaayah dan ibu nona kepada kakak anda,”kata penjaga kedua.


“Tidak jika sudah waktunya dia akan segera pergi. Aku berharap Iranta bisa berubah dengan pengalaman yang sudah dia dapatkan secara nyata ini,”kata Intan. Tapi setelah kepergian itu penagih datang dan bertemu dengan Intan.


“Nona Intan bagaimana kabar anda,”ucap penagih.


“Aku baik bagaimana dengan hasil utang kakak saya apa sudah lunas semua,”kata Intan.


“Sudah tapi aku dengar dia kabur dari penangkalan budak. Kami juga tidak tahu dimana kakak anda berada. Apa nona tidak masalah soal ini semua,”ucap Penagih.


“Tidak dia mungkin akan baik saja. Tapi kalian datang ke sini ada urusan apa,”kata Intan.


“Maaf kami datang ke sini hanya ingin membeli kue untuk keluarga dan bunga untuk kekasih. Itu saja sambil menyapa nona saat ada diluar rumah,”kata penagih.


“Selamat datang di toko saya. Saya permisi masuk ke dalam dulu ya,”kata Intan yang berjalan masuk. Dimana dia pergi ke belakang melihat sayuran yang segar dan tamanan yang baru saja di siram air. Tapi saat Intan melihat dia nampak seorang yang tidak asing baginya.”Sandra sejak kapan kamu datang ke sini,”kata Intan yang berjalan ke arahnya.


Sandra yan mendengar suara Intan menoleh dan tersenyum kepada Intan.”Apa urusan kamu sudah selesai dengan keluarga kamu,”kata Sandra.


“Sudah tapi kenapa kamu ada di sini. Apa ada masalah yang membuat kamu datang ke sini,”kata Intan.


“Aku dengar kalau kamu diserang oleh mata dari alam semensta apa itu benar?,”kata Sandra yangs duah mendapatkan informasi dari anak buahnya.


“Ohh sola itu itu benar tapi kamu tidak usah khawatir mereka tidak akan bisa menyentuh aku. Tapi apa kamu datang ke sini hanya sola mata datang mencariku saja,”kata Intan. Sandra hanya tersneyum saja dan berjalan ke arah bangku bersama dengan Intan.


Penjaga pertama yang melihat kalau tuannya datang dan sedang mengobrol bersama dengan nona Intan. Dia pergi ke dalam dan menyiapkan teh dan cemilan untuk mereka berdua. Belum lama dia pergi dia kembali lagi dengan teh dan cemilan yang sudah ada.”Kurasa mereka berdua betah tinggal bersama kamu ya Intan,”kata Sandra yang melihat pengawalnya yang menjaga Intan.

__ADS_1


“Kuras aiya. Tapi karena mereka juga aku merasa terbantu dalam berbagai hal. Tapi Sandra apa kamu akan ekmabli lagi ke dunia dewa,”kata Intan.


“Iya ada beberapa hal yang harus aku urus disana. Tapi Intan ada hal yang ingin aku tanyakan kepada kamu,”kata Sandra.


“Apa itu,”kata Intan yang tidak tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Snadra kepadanya.


“Apa kamu benar tidka tahu soal alam semesta,”kata Sandra dengan santai.


“Alam semesta, untuk apa kamu ingin tahu soal itu,”ucap Intan yang berhati-hati. Tapi Sandra yang melihat laga dari Intan bisa menebak kalau ada yang disembunyikan Intan darinya.


“Jika kamu tidak mau mengatakannya aku tidak masalah. Tapi kamu harus berhati-hati dengan mereka, bisakan,”kata Sandra.


“Aku akan berhati-hati. Tapi aku juga mendapatkan kabar kalau alam semesta ingin berperang dengan dunia monster. Apa itu benar Sandra?,”kata Intan mencari informasi dari Sandra.


“Bagaimana kamu bisa tahu soal itu Intan dari mana kamu tahu informasi itu,”ucap Sandra.


“Itu aku juga tidak tahu kenapa mereka bica menari kamu. Tapi kamu tidak terluka bukan sata mereka menyerang kamu,”kata Sandra yang merasa bersalah.


“Aku baik saja hanya saja mereka yang dalam masalah karena datang mencariku,”kata Intan.


“Emangnya apa yang kamu lakukan kepada mereka,”kata Sandra yang ingin tahu.


“Aku membunuh mereka dalam satu serangan biasa saja. Aku kira mereka kuta, tapi tidak aku sangka mereka ilu lemah. Masaka hanya serangan kecil saja mereka bisa kalah,”kata Intan


“Kamu serius mereka lemah atau kamu yang kuat bisa menghadapi lima orang mata-mata,”kata Sandra yang tersenyum kepada Intan.


“Tunggu dulu bagaimana kamu bisa tahu kalau mata-amta itu ada lima. Akukan belum memberitahu jumlah mereka. Sandra apa kamu mengawasi aku secara diam-diam lagi,”kata Intan yang menatap ke arah Sandra.

__ADS_1


“Kalu iya apa ada masalah. Aku tidak mau kamu terluka atau aku kehilangan kamu lagi. Aku sudah senang bertemu dengan kamu aku tidak ingin berpisah dengan kamu lagi,”kata Sandra.


“Aku juga tidak mau tapi mau bagaimana lagi. Takdir yang memutuskan kita untuk berpisah dalam jangka waktu tertuntu. Tapi perang ini apa akan terjadi Sandra. Tapi pada saat itu kamu akan daang ke sini lagi,”kata Intan yang seperti berharap.


“Jika dalam kondisi terdesak aku akan datang melihat kamu. Tapi untuk sekarang kurasa mereka tidak akan menyerang sampai menemukan jelah untuk masuk ke dunia ini,”kata Sandra.


“Jika seperti yang kamu katakan mereka bisa saja mencari celah yang auranya lemah bukan,”kata Intan.


“Kurasa iya. Tapi mereka tidak akan mudah masuk begitu saja dengan mudah,”ucap Sandra yang percaya diri. Intan hanya menganggu saja sampai mereka menikmati sore hari yang damai. Dimana mereka mengobrol tentang masalah lain dengan teh yangs udah disajikan. Tapi pada saat mereka berbincang anak buah darai Sandra datang Edwan dan Tera.


Di tempat lain Edwan dan Tera yang bersama mendengar kalau Sandra sudah kembali dan ada di rumah Intan. Segera mereka berdua pergi ke rumah Intan. Tapi di tengah jalan mereka berdua bertemu dnegan Morgan dan Petra yang sedang mencari mereka berdua.


“Kalian mau kemana tergesa seperti itu,”kata Morgan yang berjalan ke arah mereka berdua.


“Kalian kenapa bisa ada disini,”kata Tera.


“Kami datang  ke sini ingin bertemu dengan kalian berdua ada hal yang ingin dibahas. Tapi melihat kalian terlihat tergesak ada apa sebenarnya,”kata Petra.


“Kmai ingin pergi ke rumah Intan,”kata Edwan.


“untuk apa kalian bertemu dengan Intan malam-malam. Apa ada masalah yang sedang terjadi dengan Intan,”kata Morgan.


“Bukan masalah besar tapi kami ke rumahnya untuk bertemu dengsn Snadra.Dia ada di rumah Intan,”kata Morgan. Segera setelah memberitahu mereka tujuannya mereka saling memandang satu sama lain.


“Apa kami boleh ikut juga,”kata Morgan. Tera dan Edwan melihat dan menganggu kepada mereka berdua.


“Tapi kita harus pergi sekarang,”kata Edwan. Dimana mereka berempat pergi ke rumah Intan diperjalanan yang damai dan tidak ada hambatan. Tapi saat mereka sampai hari sudah malam. Di depan pintu penjaga kedua yang melihat mereka datang hanya mengizinkan mereka masuk.”Merkea berdua ada di taman belakang,”kata penjaga kedua. Tahu akan kedatangan mereka berempat untuk bertemu dengan Sandra.

__ADS_1


__ADS_2