
Raja pertama dari alam semesta yang sudah pergi dari tempat intan. Sementara Intan yang dengan wajah tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh raja pertama hanya bisa menghela nafas. Tapi pada saat yang sama dia menturuh orangnya untuk mengawasi raja pertama yang sudah pergi dari dunia monster.
“Jangan terlalu di pikirkan. Mungkin saja dia tahu tentang kamu yang dulu tinggal di dekat raja alam semesta yang sudah mati,”kata rekan darai Intan yang sudah kembali dari pertemuan kelurga.
“Kamu di sini apa mau bertemu dengan komandan. Tapi dia baru saja pergi menjalankan tugas lain, tapi mungkin tidak akan terlalu lama,”kata Intan.
“Tidak aku ingin bertemu dengan kamu. Tapi kenapa kamu bisa bertemu dengan raja pertama. Apa hubungan kamu dengannya sampai dia berkata kalau kamu adalah tunangannya,”rekan dari Intan.
“Aku juga tidak tahu.Yang aku ketahui pengusah alam semesta pernah bertemu denganku dan menwarkan pernikahan dengan putranya. Tapi aku sudah menolaknya, masak karena itu dia datang menemuiku,”kata Intan sambil berpikir. Tapi Intan yang tidak ingin memikirkannya hanya bisa melanjutkan kegiatan dia memetik sayuran.
“Mungkin saja dia sudah tahu identitas kamu Intan,”kata rekan Intan.
“Itu tidak mungkin akukan bukan seorang dewa lagi. Mana mungkin dia datang hanya ini saja,”ucap Intan.
“Lalu kenapa dia datang bertemu dengan kamu. Tapi dia pergi dengan wajah yang tidak suka dan gelisah,”kata rekan Intan.
“Mungkin saja dia terkejut dengan apa yang aku katakan mungkin,”kata Intab.
“Itu tidak mungkin dia takut hanya ucapan kamu saja. Pasti ada alasan yang lain, Intan ayolah beritahu aku apa yang kamu katakan kepada dia. Sampai dia pergi dengan wajah yang aku sukai,”kata rekan Intan.
“Rahasia. Aku akan masuk ke dalam, mau ikut tidak,”kata Intan yang sudah selesai memetik sayuran dan hendak masuk ke dalam rumah.
“Tidak aku hanya ingin memasikan kalau kamu baik-baik saja. Kalau ada masalah beritahu aku, aku akan membantu kamu dalam kondisi sulit seperti melawan para raja alam semesta,”kata rekan Intan. Intan hanya mengangkat tangannya saja dan masih berjalan menuju pintu masuk. Sampai di dalam rumah Intan pergi ke dapur dan mulai membasuh sayuran yang dia petik. Intan yang dengan senang bersenandung sambil memasak untuk komandan dan anak buahnya yang sekarang sedang melawan musuh.
“Apa mereka baik-baik saja ya,”kata Intan dalam hati. Waktu terus berjalan sampai komandan dan anak buah yang lain kembali.”Intan kami kembali,”ucap komandan. Tapi pada saat itu Intan yang selesai menyajikan makanan untuk mereka makan bersama.
__ADS_1
“Intan kamu dimana?,”kata komandan lagi. Yang kebetulan kedua penjaga yang sedang tidak ad adi rumah untuk dua hari karena tim dari Edwan yang kekurangan orang. Jadi Intan bisa dengan santai bertemu dengan orangnya.
“Kalian sudah kembali, ayo makan bersama,”kata Intan.
“Wah enaknya yang kamu masak Intan. Sudah lama aku tidak memakan masakkan kamu. Tapi apa dia datang ke sini barusan,”ucap komandan.
“Jadi kamu menyadarinya kalau dia baru saja datang tunangan kamu,”ucap intan.
“Menurut kamu aku tidak peka dengan Sandra yang suka berkeluyuran pergi tanpa mengajak kamu,”kata Komandan.
“Komandan dari pada membahas itu aoa kita boleh makan lebih dulu,”ucap anak buahnya.
“Kurasa mereka sudah lapar. Ayo kita makan dulu saja, aku juga lapar ini,”kata Intan. Mereka yang setuju dengan perkataan Intan makan bersama. Selesai makan bersama mereka membicarakan tentang mata dari alam semesta yang sudah diselesaikan oleh komandan dari Intan.
“Jadi kalian sudah selesai menghabisinya,”kata Intan.
“Yang kamu katakan memang banar. Tapi kalian tidak usah khawatir karena dia tidak akan bisa menyentuhku dengan mudah,”ucap Intan yang percaya diri.
“Aku percaya dengan apa yang kamu katakan kalau mereka tidak akan bisa menyentuh kamu. Tapi kenapa dia datang menemui kamu,”ucap komandan.
“Untuk melamar,”kata Intan.
“Apa,”ucap mereka semua yang terkejut.
“Bagaimana bisa dia datang untuk melamar kamu apa lagi kamu sudah milik Sandra. Pasti ada yang salah ini, Intan jelaskan kepadaku apa yang sudah terjadi sebenarnya,”kata komandan.
__ADS_1
“Apa yang aku jelaskan. Kalian mau apa dengan wajah marah itu,”kata Intan yang hanya bisa melihat mereka menenangkan diri mereka sendiri. Setelah mereka sudah tenang Intan melanjutkan ceritanya.
“Sebenarnya sebelum raja pertama datang. Pengusah alam semesta pernah bertemu denganku dan dia suka dengan sikapku dan menawarkan pertunangan dengan putra mereka. Tapi aku sudah menolaknya, aku juga tidak tahu kenapa juga raja pertama bisa datang menemuiku karena sudah aku tolak,”kata Intan yang menjelaskan kondisinya.
“Jadi begitu ceritanya,”kata komandan sambil berpikir.
“Apa mereka akan datang lagi ke sini bertemu dengan kamu Intan,”ucap anak buahnya.
“Aku juga tidak tahu dia akan datang ke sini atau tidak. Tapi aku sih tidak perduli karena sudah ada yang mengawasinya,”kata Intan. Setelah pembicaran itu komandan dan anak buah lain yang tidak mendapatkan tugas yang lain tinggal didekat Intan dengan membeli tanah yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal Intan. Untuk sekalian berjaga kalau ada bahaya yang datang.
Setelah malam bersama dengan komandan dan membereskan semua perlengkapan masak Intan masuk ke dalam kamar. Dimana dia menuggu kabar dari orangnya tentang raja pertama rencanakan. Tapi setalah malam itu raja pertama tidak datang bertemu dengan dia. Tapi malah muncu raja kedua yang datang.
Dua hari telah berlalu Intan yang masih santai dengan kegiatannya. Menemuakan hal yang tidak terduga datang menemui Intan.”Kenapa satu sudah pergi datang lagi yang tidak di duga. Apa mereka tidak bosan,”ucap Intan yang hendak menghindar. Tapi saat intan ingin menghindar raja kedua menghentikan Intan dengan menarik tangan Intan.
“Kamu kamu kemana. Mau pergi tdiak akan semudah itu bukan,”ucap raja kedua alam semesta. Intan hanya tersenyum saja dan dengan sengaja dia melempar raja kedua yang masih memegang tangannya. Sampai raja kedua terlepar ke atas. Tapi dengan kemampuan raja kedua bisa dia tangani dengan mudah.
“Apa kamu tidak suka dengan aku yang memegang tangan kamu. Tapi aku suka itu,”ucap raja kedua.
“Kalau kau suka bagaimana jika kamu dengan diriku saja,”kata komandan di belakangnya. Raja kedua yang tidak menyadari akan kehadirannya segera menghindar dan pengawal dari raja kedua bersiap menghalangi komandan.
“Kenapa kamu begitu waspada aku tidak akan melukai tuan kamu. Hanya saja untuk apa kamu bertemu dengan Intan,”kata komandan.
“Emangnya kamu siapa Intan sampai membantunya,”ucap raja kedua.
“Itu tidak perlu aku jawab bukan untuk seorang yang datang ke dunia monster tanpa izin,”kata komandan yang hendak menyerang. Tapi dihalangi oleh pengawal dari raja kedua yang menangkis serangan dari komandan.
__ADS_1
“Kamu ingin membunuh tuanku, jangan harap. Tapi kamu meminta mati ternyata,”kata pengawal dari raja kedua. Dimana keduanya saling beradu senjata dan kekuatan. Sementara Intan dan raja kedua hanya melihat saja. Tapi karena ada kesempatan raja kedua mendatangi Intan yang ada dibawaj.