
Tapi Morgan dan Petra yang masih khawatir mentapa Sandra. Tera yang melihat itu menetapa kedua kakak Mila.”Apa yang kamu khwatirkan tidak akan terjadi. Walaupun mereka menjalin kerja sama dengan perusahaan Sandra. Mereka yang akan rugi atau malah mereka tidak akan bisa kerja sama dengan perusahan Sandra,”ucap Tera menjelaskan walaupun hanya sedikit.
“Apa kalian berencana untuk tidak bekerja sama dengan merek. Kalau kalian santai seperti itu?,”ucap Petra.
‘Belum ada kepastian,”ucap Lotto yang melihat ke arah Sandra. Yang masih tidak tertarik dengan pembicaraan mereka. Sandra yang masih saja menikmati hidangan yang diberikanoelh tuan rumah. Sampai Mila datang menghampiri bersama ayah Mila.”Kamu bisa santai begitu ya. Sementara anak buah kamu masih membicarakan akademik militer khusus,”kata Mila dari belakang.
“Kurasa anda tidak tertalu suka dengan pembicaraan dan asik dengan hidangan yang kami sediakan,”ucap ayah Mila.
“Itu benar dari pada memikirkan akademik itu lebih baik mengisi perut bukan akan sayang jika tidak mencoba hidangan ini,”kata Sandra.
“Apa kamu belum makan sampai menikmati hidangannya,”kata Mila.
‘Bukan begitu karena pihak akademik yang datang pagi buta ke vila aku belum santai menikmati cemilanku. Jadi seperti inilah aku, tapi selamat ya atas pernikahan kamu dan Tera,”kata Sandra yang melihat ke arahnya.
“Terima kasih, aku juga berteima kasih telah membantu usaha ayahku,”kata Mila.
“Itu tidak masalah. Tapi dari anak anda kalau perusahan anda bekerja sama dengan akademik apa itu benar?,”kata Sandra.
“Itu benar. Tapi kami sudah membatalkannya sampai kami mengalami kerugian yang besar,”ucap ayah Mila.
“Jadi seperti itu. Kenapa kamu ingin aku menikah dengan Mila. Tapi Mila sendiri dan aku tidak saling suka,”ucap Sandra.
__ADS_1
“Tapi bukan masalah sudah selesai bukan. Aku tidak menikah dengan kamu dan usaha ayahku bisa bangkit lagi dari keterpukurukan,”ucap Mila.
“Itu benar. Tapi saran saja hati-hati saat menjalin kerja sama, kalian harus cari tahu dulu niat mereka sebelum menadatangni perjanjian kerja sama,”ucap Sandra.
“Tapi bukan kamu sukses karena menerima bantuan orang lain juga bukan,”kata Ayah Mila.
“Itu benar tapi. Tidak semua aku terima aku mencari tahu identitas mereka. Perusahan bukan segalanya bagiku. Aku hanya ingin mengisi waktu saja,”ucap Sandra yang kembali menikamti Kue yang baru saja dihidangkan.
Mila yang melihat saja hanya diam saja sampai Tera datang bersama dengan kedua kakaknya.”Kalian sudah datang ke sini. Apa sudah selesai dengan pembicaraan kalian,”ucap Sandra.
“Lotto kamu selesaikan kerja sama dengan mereka. Ubah syaratnya kerja samanya jika mereka menolak batalkan saja. Edwan jika mereka melawan hancurkan satu laboratorium mereka dan hancurkan satu perusahan mereka. Kalian mengerti bukan. Aku akan pergi sekarang,”kata Sandra yang telah selesai di pesta segera pergi. “Jack kamu ikut denganku,”kata Sandra lagi.
Jack yang ikut dengan Sandra pergi ke dunia monste. Dimana mereka berdua pergi ketempat yang berbeda. Jack bertemu dengan Iranta Sandra yang melihat Intan sebelum dia pergi ke portal lain. Dimana portal yang terhubung dengan dunia sihir. Tapi tidak ada yang tahu saat didalam ruang dimensi yang menghubungkan antara dunia mosnter dan dunia sihir. Sandra mendapatkan serangan yang tidak terduga.
“Kamu pergi dari jalan kami, mengganggu saja,”kata akademik yang pergi menjelajah dunia sihir. Tapi Sandra yang tidak ingin ketahuan dan tidak ingin mencari masalah menghindar. Tapi tidakahnya menghindar saja Sandra juga menyiapkan hadiah untuk mereka.
“Silakan lewat,”ucap Sandra yang tersenyum licik. Tapi di dalam hati Sandra berkata,”Nimati saja perjalanan kalian semua. Yang akan membuat kalian sakit.” Sandra yang pergi setelah mereka. Tapi tidak disangka cebakan yang dibuat oleh Sanra membuat dia merasa puas.
“Ada apa dengan kalian?,”ucap Sandra yang begitu saja lewat melewati ruang dan waktu portal dunia sihir. Sandra yang telah sampai di dunia sihir di susul oleh pihak akademik yang merasa kalau semua itu dilakukan oleh Sandra. Karena merasa kesal tanpa bertele-tela dia mulau menyerang Sandra secara berkelompok.
Sandra yang menyadari itu menghindar dari setiap serangan yang dibuat oleh akademik.”Kenapa kalian jatuh begitu,”ucap Sandra. Melihat mereka yang kelelahan karena tidak bisa menangkap dan menghanjar Sandra.
__ADS_1
Sandra yang berjalan santai mulai meninggalkan mereka di hutan. Tapi pada saat yang sama mereka mendapat serangan dari mosnter yang memilki aura sihir di dalam diri mereka.”Kasihan belum sempat menjelajah mereka sudah mendapatkan musibah,”cuap Sandra yang pergi ke desa terdekat.
Sandra yang tidak lupa untuk menyamar pergi dan mencari sistem kehidupan dunia sihir. Tapi belum sempat menyamar Sandra mendengar suara langkah yang tidak tahu dari mana asalnya”Kamu siapa?,”ucap Sandra mencari tahu. Tapi tidak menemukan siapa-siapa di sekelilingnya.
“Hai anak muda kenapa kamu datang ke dunia kami, untuk apa kamu datang,”ucap suara yang tidak dikenal. Lagi-lagi Sandra mencari tahu dari mana asal dari suara itu tapi tidak menemukan apa-apa.”Jawablah kamu siapa dan ada dimana kamu?,”kata Sandra.
Tapi tidak ada respons dari suara yang tadi berkata kepada dirinya.”Apa aku hanya berhalusinasi saja?,”kata Sandra yang kembali menyamar. Setelah mendapatkan posisi yang bagus Sandra turun dan berjalan kaki. Tapi belum sempat berjalan beberapa langkah Sandta bertemu dengan peri hutan yang menghalangi Sandra.
“Siapa kamu?,”kata peri hutan.
“Aku hanya orang asing yang tersesat. Aku ingin keluar dari hutan ini, izinkan aku pergi dari sini,”kata Sandra.
“Pergilah ini bukan dunia kamu. Kami tahu kamu bukan berasal dari dunia ini. Jangan mengganggu ketentraman dunia ini,”kata peri hutan. Tapi pada saat yang sama terdengar suara ledakan yang membuat keduanya menoleh ke arah suara.
“Suara apa itu?,”ucap Peri hutan yang memberikan isyarat. Untuk mencari apa yang terjadi di lokasi ledakan yang mereka dengar. Sandra yang menghela nafas hanya mencari tempat untuk bersandar.”Kamu tidak ikut dengan mereka?,”kata Sandra.
“Tidak mereka sudah cukup. Tapi kamu datang ke sini untuk apa?,”ucap peri hutan. Tapi belum Sandra menjawab ledakan dan tembakan terdengar oleh mereka.”Sebaiknya kamu segera pergi ke arah sana. Mungkin saja teman kamu dalam bahaya,”kata Sandra yang belum bisa mengatakan apa-apa kepada peri hutan siapa mereka yang datang.
“Aku akan pergi kamu tetap di sini. Jangan pergi kemana-mana,”kata peri hutan. Sandra hanya diam saja dan tersenyum. Setelah kepergian peri hutan Sandra dengan diam-diam mengikuti peri hutan. Tapi sampai di lokasi peri hutan yang terkejut karena semua kaumnya telah diserang olehnya.”Bagaimana mungkin? Kalian siapa menghancurkan hutanku? Pergi kalian para pemusna yang tidak tahu untung,”ucap Peri hutan.
Sandra yang juga melihat itu hanya menatap saja.”Mereka datang dengan persiapkan yang bagus ternyata. Tapi tidak aku sangka sudah ada kelompok lain yang datang ke sini. Melihat lokasi ini sudah dijadikan tempat mereka,”kata Sandra sambil berpikir.
__ADS_1
“Tapi sampai mana mereka menguasai tempat ini,”kata Sandra. Sampai mata Sandra tertuju ke satu arah peri hutan yang marah dan ingin menghancurkan mereka. Sandra yang menghela nafas dan menatap ke arah lain dimana kaum dari peri hutan sudah dibantai oleh pihak akademik.”Bantu tidak ya,”ucap Sandra.