
Sandra yang tertidur dalam suasana yang tenang masuk ke dalam dunia lain.”Kurasa aku tahu tempat apa ini,”ucap Sandra yang sudah terbiasa dengan kondisi mimpi yang masa lalu.
Dunia yang dulu dikuasai oleh dewa kehidupan. “Tapi tempat apa ini sedikit berbeda,”ucap Sandra melihat pakaian mereka sama dengan dewa kehidupan. Tapi apa yang ingin pohon besar perlihatkan kepadaku ya. Sandra yang masih tidak tahu masih berjalan menyusuri jalan yang penuh dengan kehidupan. Kondisi dunia yang damai dan tentram para dewa kehidupan yang selalu bersama dan berbagi kehidupan yang bersama. Tapi suasana lingkungan berubah menjadi gelap.
“Apa lagi ini,”ucap Sandra yang melihat berubahan. Kondisi dimana para dewa melihat cahaya yang terang dan gelap menyambar beberapa orang dewa kehidupan.”Tapi apa yang mereka katakan. Aku tidak bisa mendengarnya,”kata Sandra yang penasaran dengan apa yang dikatakan orang-orang dalam dunia mimpi Sandra.
Sandra yang masih tidak dengar apa yang mereka katakan tapi melihat wajah mereka Sandra hanya menebak. Kalau ada yang menghianat kelompoknya. Sandra yang melihat kejadian itu ada dua dewa yang tersambar petir dan ditangan kedua dewa itu memangan pisau yang penuh dengan darah. Mleiaht penoton yang terkejut Sandra tahu alur dari mimpi yang dia lihat. “Tapi apa benar kedua dewa itu berhianat,”ucap Sandra yang merasa tidak yakin.
Sampai ada kelompk dewa yang datang dari belakang membawa permusuhan dari kedua dewa. Sandra terdiam saja dan melihat dengan seksama apa yang mereka lakukan. “Siapa yang membunuh dan dikambing hitamkan ya,”cuap Sandra melihatnya.
“Tapi kenapa penonton mendukung dewa yang dibelakang dari pada dewa yang disambar petir,”kata Sandra. Sampai ada bayangan lai dimana kedua dewa yang difitnah dijathkan hukuman turun dari dunia dewa. Kedua dewa tersebut dicap sebagai penghianat dan mengunji mereka berdua di dalam dimensi lain.
Tapi belum selesai dengan mereka dicap sebagai penghianat kedua dewa yang sudah menggantikan dewa yang telah dibunuh. Mengirmkan monster yang haus akan darah dewa. Selama beratus tahun lamanya dewa yang hidup di dunia kegelapan dengan monster yang menyerang mereka. Sampai dis atau pemungkiman kedua dewa itu tidak bisa berlari lagi. Jika mereka berlari kehidupan didepan mereka akan dimusnahkan.
Kedua dewa yang tidak bersalah dan memiliki hati nurani melepaskan kekuatan dewanya dan menjalankan kehidupan biasa saja. Tapi monster yang mengejar mereka tidak bisa merasakan kehadiran dewa juga menghilang.”Apa hanya ini saja,”ucap Sandra yang kembali ke dunia nyata.
Orang asing yang sudah tertidur dan Sandra terbangun dimalam hari. Malam yang kemerahan dengan darah terpancar di dunia kegelapan. Tapi melihat malam itu Sandra merasa ada yang tidak dia bisa katakan saat dia melihat mimpi dewa.
Sandra yang berbaring melihat langit sampai ada bintang jatuh yang membuat Sandra berpikir.”Apa dewa juga bisa berselisih ya hanya kedudukan yang paling tinggi,”kata Sandra. Orang asing yang belum tertidur mendengar perkataan Sandra dan membuka mulut.
“Tentu saja mereka bisa berselisih. Kamu kira hanya manusia saja yang bisa berselisih. Dewa juga bisa, tapi kenapa kamu berkata seperti itu setelah bangun dari tidur kamu,”cuap orang asing.
“Bagaimana kamu bisa tahu itu. Aku hanya terbangun pada malam hari. Hai kamu apa kamu tahu tempat tinggal para dewa itu ada dimana,”kata Sandra.
“Untuk apa kamu ingin tahu tempat tinggal para dewa. Apa kamu ingin membantai mereka,”ucap orang asing.
__ADS_1
“Tidak aku hanya ingin tahu sejarah dari dunia kegelapan ini saja,”kata Sandra.
“Jika kamu ingin tahu kenapa kau tidak tanya pada penduduk diatas langit saja,”ucap orang asing.
“itu sih bagus. Tapi apa kamu tidak merasa aneh saat datang ke sini. Kita memiliki aura dewa tapi tidak utuh. Apa ada monster yang akan mengejar kit dan membunuh kita tidak ya,”ucap Sandra.
“kenapa kamu bertanya seperti itu. Apa yang kamu mimpikan sampai berkata seperti itu Sandra,”ucap Orang asing.
“Tidak aku hanya menebak saja,”kata Sandra yang kembali menutup matanya. Dimana Sandra kembali tertidru dan orang asing yang melihat Sandra yang sudah tertidur juga ikut tertidur. Tapi mereka berdua tidak tahu kalau ada mata yang mengawasi mereka dengan aura monster yang datang mendekat.
“Aku mencium bau dewa campuran,”kata mosnter dari dewa penguasa.
“Aku bisa makan hari ini sudah lama aku tidak makan,”ucap monster. Yang segera monster itu mencarai keberadaan dua dewa campuran tersebut.
“Aku juga merasakan ini. Kurasa kita akan mendapatkan tamu yang menyebalkan lagi,”kata Sandra yang kembali tertidur.
“Apa kamu tertidur lagi disaat seperti ini,”ucap orang asing yang melihat Sandra yang terlihat santai saja. Orang asing yang tidak bisa menebak apa yang dipikrkan Sandra bertanya pada dirinya.”Kenapa aku ingin nyawa anak ini yang tidak tahu apa-apa ya,”hati orang asing. Orang asing yang tidak bisa tidur lagi hanya bisa bersandar di pohon besar sambil melihat langit malam yang kemerahan.
“Dunia yang tidak bisa aku datangi aku bisa masuk ke tempat ini,”kata Orang asing.
“Mungkin saja dunia kamu dan dunia ini terhubung satu sama lain,”ucap Sandra.
“Bukan kamu tertidur kenapa kamu berbicara,”kata orang asing.
“Maunya tapi kamu berbicara mau bagaimana lagi,”kata Sandra.
__ADS_1
“Kamu aneh,”kata orang asing. Tapi Sandra tidak merespon malah dia tertidur pulas. Sampai pagi datang Sandra terbangun dan tidak melihat orang asing disampingnya.”Kemana dia pergi,”ucap Sandra yang melihat sekelilingnya tapi tidak melihatnya.
“Apa terjadi sesuatu dengan dia,”kata Sandra.
“Tapi itu tidak mungkin,”ucap Sandra lagi. Orang asing yang sudah kembali melihat Sandra sedang berguman.”Apa yang kamu gumankan Sandra. Ini makanlah,”ucap orang asing. Sandra yang menangkap buah yang dibawa oleh orang asing.
“Terima kasih. Tapi kamu dari mana saja,aku khawatir kalau kamu dalam bahaya,”ucap Sandra.
“Aku dalam bahaya itu tidak mungkin,”kata orang asing. Mereka duduk bersama di dekat pohon besar dengan buah yang didapatkan oleh orang asing. Tapi disaat mereka sedang makan buah ada tekanan yang sama saat malam tadi.
“Tekanan ini lagi,”ucap orang asing.
“Aku juga tidak tahu kenapa tekanan ini ada. Apa ada yang akan memakan kita sata kita disini,”ucap Sandra.
“Kenapa kamu berkata seperti itu sih. Bisa tidak berkata yang baik saja,”ucap orang asing.
“Emangnya ada yang salah dengan apa yang aku katakan. Tapi bukan ini sedikit aneh ada tekanan yang membuat kita gelisah. Berbeda dengan monster yang sudah kita habisi kemarin bukan,”ucap Sandra.
“Yang kamu katakan ada benarnya juga. Tapi apa menurut kamu monster ini memang mengincar kita,”ucap orang asing.
A”ku juga tidak yakin. Tapi apa yang kamu baca dibuku kenapa tempat ini menjadi tempat penghukuman para dewa,”kata Sandra.
“Kenapa kamu bersimpulan seperti itu,”kata orang asing.
“Apa maksud kamu. Aku hanya mengatakan apa yang kamu katakan menyimpulkan sendiri dengan kondisi yang ada didepan mataku saja,”ucap Sandra.
__ADS_1