Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 99


__ADS_3

“Jika kamu tidak ingin mengatakan. Kamu bisa tulisan dewa,”kata dewa penghakiman. Sandra hanya tersenyum saja kepada dewa penghakiman. Sampai semua berkumpul di tempat mereka karena hari sudah mulai sore. Dimana mereka harus kembali ke gedung perpustakaan sebelum monter datang menyerang mereka.


“Kita kembali,”ucap Wildan. Mereka yang meniggalkan pohon putih, tapi pada saat yang sama Sandra merasakan aura kedua dewa yang tertinggal di pantung.


“Terima kasih bocah dewa murni dunia,”ucap kedua dewa. Hanya Sandra yang mendengar suara itu menoleh dan melihat aura dewa itu menatap ke arahnya. Kemudian aura itu menghilang bersama dengan cahaya yang terpancar di pantungnya.


“Kurasa dia sudah pergi,”kata Sandra. Mereka yang didekat Sandra hanya diam dan menoleh ke belakang. Mereka yang terkejut dengan apa yang mereka lihat kalau cahaya yang terpancar di patung dewa telah menghilang.”Kenapa cahayanya menghilang,”kata Wildan.


“Mungkin saja urusan mereka sudah selesai makanya menghilang,”kata Sandra.


“Urusan yang kamu katakan itu. Apa sejarah tentang nenek dan kakek kami yang tinggal didunia ini,”kata Wildan.


“Bisa jadi,”ucap dewa penghakiman yang tahu kenapa cahaya itu sudah menghilang. Karena aura itu hanya untuk keturunannya dan untuk dewa penghakiman. Kebenaran dari semua hal yang mereka lihat dengan mata mereka sendiri. Tapi dewa penghakim yang tidak tahu harus melakukan apa setelahnya hanya diam saja.


Sandra yang melihat dewa penghakiman hanya tersenyum saja. Berjalan meninggalkan tempat itu sampai di desa Sandra merasakan aura yang berbeda saat dia datang ke tempat itu. Sandra yang ingin memastikan berbedaan itu mengambil sampel tanah di dekatnya.


“Apa yang kamu lakukan,”ucap orang asing.


“Apa kalian tidak merasakan kalau aura didekat desa berbeda saat kita pergi tadi,”kata Sandra.


“Aku juga merasakannya. Tapi aura ini lebih ke hangat dari pada dingin bukan,”kata dewa penghakiman.


“Tapi kenapa dengan aura yang berbeda dengan kamu yang duduk disitu,”kata orang asing.


“Aku ingin sekali memukul kepala kamu agar kamu tidak terlalu bodoh,”ucap Sandra.


“Tunggu kenapa kamu berkata seperti itu. Apa aku salah,”kata orang asing.

__ADS_1


“Dia duduk untuk memeriksa aliran tanah yang ada sekitar. Itu cari untuk memastikan sesuatu,”kata Naun.


“Emangnya apa yang ingin dipastikan. Jika sudah terlihat kalau tidak ada monster yang datang,”kata orang asing.


“Dari mana kamu tahu kalau monster tidak ada datang ke desa lagi,”kata Sandra.


“Mata kalian lihat kemana sih. Bukan tadi sudah diperlihatkan dengan cahaya dipantung yang menghilang. Berati monster sudah tidak datang ke sini,”ucap orang asing.


“Tunggu dulu. Apa kaitannya dengan monster dan cahaya darai patung yang menghilang. Apa keduanya saling terikat satu sama lain,”kata Naun.


“Iya jelaskan melihat ilusi tadi mereka memberitahukan kepada kalian berdua siapa mereka. Tapi setelah mereka menyampaikan semua yang mereka sembunyikan mereka akan menghilang. Dari awal tempat ini ada monster karena ingin memberitahukan tempat itu adalah ada aura dewa untuk keturunannya. Monster tersebut hanya menjaga agara aura itu tetap ada untuk wkatu ke waktu saja,”kata orang asing.


Mereka yang mendengar penjelasan dari orang asing sedang mencernak apa yang mereka katana. Sampai akahirnya mereka kembali berjalan Sandra yang hanya tersenyum saja.”Kenapa kamu diam saja apa kamu tidak penasaran dengan apa yang aku katakan,”kata orang asing.


“Tidak untuk apa penasaran,”ucap Sandra dengan santai. Setelah sampai didepan gedung mereka memakan obat penawar yang kemudian masuk ke dalam perpustakaan. Malam tiba dimana mereka memantau dari dalam.”Apa menurut kamu monster itu akan datang ke sini,”kata Naun.


“Tidak,”ucap orang asing. Saat mereka melihat ke luar untuk beberapa jam tidak terdeteksi adanya monster dan mereka hanya bisa menuggu. Sampai tengah malam monster tidak datang hanya da kupu-kupu dimalam hari yang bersinar.”Kurasa tidak ada monster lagi disini. Tapi malah ada kupu malam. Apa kupu itu tidak akan bermasalah,”ucap Wildan.


“Kurasa yang dikatakan oleh teman kalian benar monster tidak datang lagi ke sini.Tapi bagaimana bisa mereka tidak datang,”kata Naun.


“Aku sudah katakan ya kenapa monster tidak datang ke sini. Itu karena  cahaya di patung sudah menghilang sama dengan monster menghilang,”kata orang asing.


“Sudahlah untuk apa dibahas lagi. Jika semua sudah selesai wakunya istirahat bukan,”kata Wildan.


“itu benar. Tapi dimana Sandra,”kata Naun.


“Sandra sedang membaca buku disana,”kata orang asing.

__ADS_1


Mereka yang sudah melihat kondisi disekitar kalau monster sudah tidak muncul lagi. Kembali mereka untuk beristirahat. Sandra yang sudah selesai membaca semua buku di gedung perpustakaan menatap ke arah yang lain yang sudah tertidur. Tapi ada satu orang yang masih membaca buku.


“Kamu tidak tidur,”ucap Sandra.


“Itu yang ingin aku tanyakan kepada kamu. Apa kamu tidak lelah,”kata dewa penghakiman.


“Jadi sekarang apa yang ingin kamu lakukan setelah semua sudah berakhir. Apa kamu akan kembali ke dunia dewa atau akan tetap tinggal disini,”kata Sandra.


“Jika aku ingin kembali bagaimana dengan tugasku. Apa aku harus melawan raja dewa yang sekarang ini. Tapi kemampuanku tidak cukup,”kata dewa penghakiman.


“Jika kamu tidak keberatan apa kamu bisa membawaku juga jika kamu ingin kembali ke dunia dewa,”kata Sandra. Dewa penghakiman melihat ke arah Sandra.


“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan,”ucap dewa penghakiman. Sandra hanya tersenyum saja.”Tapi kenapa kamu ingin ikut denganku bukan kembali ke dunia kamu sendiri,”kata Dewa penghakiman.


“Aku hanya ingin tahu apa yang direncanakan oleh raja kalian saja itu saja. Apa tidak masalah,”kata Sandra dengan santai.


“Kenapa kamu berkata seperti tidak terjadi apa-apa. Sebenarnya apa yang kamu rencanakan,”kata dewa penghakiman.


“Apa yang aku rencanakan itu salah raja dewa yang membuat dunia asliku dan dunia lain saling bentrok.Apa kamu tidak sadar dengan tulisan dewa yang kamu baca tadi,”kata Sandra.


“Jadi kamu tahu artinya bukan,”ucap dewa penghakiman Sandra hanya tersenyum saja sampai mereka berdua merasakan auar raja dewa yang mengawai mereka berdua.


“Kurasa ada yang mematai kita bicara,”kata Sandra dengan tatapan dingin menuju cermin penglihat dunia. Dimana raja dewa mengawasi dewa penghakim.”Apa yang kamu katakan kita dimatai oleh siapa. Aku lihat mereka sudah tertidru dan tidak ada orang lain di sini hanya kita saja,”ucap dewa penghakiman.


“Apa kamu yakin tidak ada yang lain,”kata Sandra yang menatap dengan santai setelah memberikan balasan kepada raja dewa.


“Siapa anak ini kenapa dia tahu dengan cermin penglihat yang aku pasang di dunia kegelapan,”kata raja dewa. Tapi pada saat yang sama juga diri lain dari Sandra sudah ada di belakang raja dewa.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan sampai mematai kami raja dewa?,”ucap Sandra yang berbisik.


Raja dewa yang mendengar perkataan orang lain terkejut dan segera menghindar. Dimana dia memanggil penjaga tapi tidak kunjung datang.”Percuma saja kamu memanggil mereka. mereka sedang tertidur pulas,”kata Sandra yang tersenyum.


__ADS_2