
Fresthe yang mendekat dan melihat orang yang berbaring tersebut adalah sekertarsi dari wakil kepala sekolah.”Kenapa orang ini ada disini? Apa yang sedang terjadi di sini Sandra,”kata Pocky.
“Aku tahu kalau kalian penasaran dengan apa yang kalian lihat. Mereka adalah penghianat yang mengawasi Jaya,”kata Sandra.
“Untuk mengawasi Jaya apa maksud kamu Sandra,”kata Jami.
“Aku juga kurang tahu ya tapi mereka ingin rahasia mereka tidak ketahuan. Bukan kalian sudah tahu ada penghianat di akademi setelah penyerangan para monster,”kata Sandra.
“Apa ini ada kaitannya dengan kejadian monster itu dan kejadian retakan dimensi,”kata Fresthe.
“Itu benar,”kata Jaya dengan suara kecil.
“Jaya apa maksud kamu,”kata Pil yang mendekat.”Orang ini adalah orang jahat yang telah membunuh kakekku, tapi bukan dia saja masih ada orang lain,”kata Jaya.
“Orang yang kamu maksud apa dia adalah wakil kepala sekolah yang sekarang ini Jaya,”kata Fresthe. Jaya menganggukan kepalanya sementara Sandra hanya melihat kearah mayat didepannya yang sudah mati..”Kenapa Sandra,”kata Pol.
“Coba kamu buka bajunya ada yang aneh,”kata Sandra. Pol yang bersama dengan Saga mebuka pakaian mata-mata itu dan melihat bekas luka disekujur tubuhnya. Tapi ada yang membuat mereka sedikit tercengka kalau orang itu sudah mendapatkan racun.
“Kenapa dia bisa kena racun. Apa ini adalah ulah Elif yang sudah membunuhnya,”kata Wati.
“Tidak ini bukan ulah dari kami,”kata Elif.
“Itu benar bukan ulah Elif. Tapi ada fakto lain,”kata Sega yang sudah memeriksa.
“Jika bukan dari Elif apa ini dari monster,”kata Jarmy.
“Kurasa ini akibat karena benturan ruang. Tapi aku butuh waktu untuk mencari tahu lebih detail. Mungkin saja kita bisa mendapatkan sesuatu dari orang ini. Tapi Jaya kenapa mereka mengawasi kamu kalau hanya kematian kakek kamu,”kata Sega.
Jaya terdiam saja tanpa berkata apa-apa karena Jaya masih takut untuk membuka mulutnya.”Kuras Jaya tidak ingin kalian dalam bahaya,”kata Elif. Kwan Sandra yang tidak bisa memaksa Jaya untuk membuka mulut hanya bisa menuggu sampai dia mau mengatakan sendiri.
__ADS_1
Sementara itu Saga bersama dengan Fresthe mencari tahu racun yang ada di tubuh mata-mata. Karena membutuhkan waktu mereka akan tinggal di tempat Para Elif untuk sementara. Karena sudah mendapatkan Izin dari kelapa desa Sega dan Fresthe mulai menyelidiki tubuh mata-mata dengan alat yang ada.
Waktu terus berjalan dimana Sega dan Fresthe sudah kelur dari ruang operasi dan mereka sangat lelah. Tapi mata mereka yang lelah juga merasakan ada aura kebencian yang membuat yang lain bingung.”Ada apa dengan kalian berdua sudah beberapa hari di dalam tapi kalian keluar wajah kalian bukan senang tapi kesal,”kata Jami.
“Bagaimana tidak kesal,”kata Sega.
“Itu benar setelah kami selidiki itu adalah racun yang disebabkan oleh retakan tapi yang aneh retakan ini karena perjalanan antar dua dimensi. Yang membuat tubuh mereka terkena racun,”kata Fresthe.
“Jadi apa masalahnya,”kata Pil. “Masalahnya jika kita gabungan semua informasi ini mereka pernah menyelusuri tempat tinggal para Elif,”kata Sega.
“Bagaimana mungkin mereka bisa pergi ke tempat para Elif,”kata Pol.
“Itu tidak mungkin dengan kecangkihan yang kita miliki bukan. Tapi jika digabungan dari cerita para elif mereka diserang oleh dimensi lain. Pasti setelah ini kalian bisa menebak siapa orang yang menyerang dunia monster bukan,”kata Fresthe.
“Yang manyerang mereka adalah kaum manusia tapi mereka adalah bagian dari penelitian itu sendiri,”kata Atik.
“Tapi bagaiman mereka melakukan penelitan untuk penaklukan dimensi lain,”kata Jami.
“Itu adalah keegoisan mereka. Selagi kita disini kita minta maaf kepada para Elif,”kata Sandra yang memberikan usulan. Mereka menganggukan kepalanya setelah menyelidik tubuh dari sekertaris dari wakil kepala sekolah mereka untuk memutuskan kembali melanjutkan perjalanan mereka. Setelah mendapatkan informasi dan mereka juga tidak lupa untuk meminta maaf akrena sudah membuat mereka menderita.
Para Elif yang menerima permintaan maaf mereka juga meminta maaf kepada Sandra dan kawannya kalau mereka juga menghancurkan tempat tinggal mereka. setelah kedua kaum itu meminta maaf Sandra bersama dengan rekannya mulai melanjutkan perjalanan. Dimana mereka menuju tempat lain dari kota yang pertama mereka kunjungi.
“Tapi kemana kita akan pergi sekarang,”kata Pil.
“Kita akan pergi ke empat ini saja karena tempat ini dekat dari kota ini”ucap Atik. Mereka yang melihat peta yang ditemukan oleh Atik dan mereka setuju untuk pergi ke tempat itu.”Jaya kamu tidak masalahkan untuk pergi ke tempat itu,”kata Atik.
“Tidak kak asalkan aku bisa bersama kak Sandra,”kata Jaya.
“Tapi keluarga kalian berdua hanya ini saja ya,”kata Jami.
__ADS_1
“Ini saja sudah bersyukur bukan kita bisa bertemu satu sama lain,”kata Sandra yang menatap ke arah Jaya.
“Kelurga yang harmonis setelah dipisahkan oleh beberapa waktu,”kata Pocky.
Setelah berunding mereka pergi ke lokasi yang diberitahukan oleh Atik. Di perjalanan mereka yang berhati-hati melewati rute yang tidak dilewati oleh para monster. Waktu terus berganti sampai mereka di tempat tujuan dimana mereka berhenti di tugu masuk ke tempat yang mereka ingin cari tahu.
“Apa benar ini tempatnya,”kata Fros.
“Emang benar ini tempatnya, tapi kenapa aku merasa tidak asing ya dengan tempat ini,”kata Atik.
“Aku juga merasa tidak asing dengan tempat ini,”kata Wati.
“Mungkin saja itu adalah tempat tinggal kakek kalian mungkin. Mau menyelusiri tempat ini sekalian beristirahat,”kata Sega. Mereka yang setuju dengan usulan Sega mencari tahu tempat yang akan mereka tinggali.
Setelah beberapa jam mereka telusuri ada tempat yang aman untuk mereka bisa tinggali.”Bagaimana apa ada ingatan yang membuat kalian mengingat tempat ini,”kata Fros.
Atik dan Wati hanya menggelengkan saja karena tidak menemukan sesuatu yang bisa membantu mereka mengingatnya.”Jangan terburu-buru kakak,”kata Jaya.
“Terima kasih Jaya,”kata Wati dan Atik yang memeluk Jaya karena sudah dihibur dengan kata Jaya.
Setelah mendapatkan tempat untuk istirahat mereka bisa duduk dan bersantai melihar rumah seperti dipedesaan. Jaya yang merasa nyaman dengan tempat mereka. Membagi menjadi dua kelompok dimana satu kelompok untuk menjaga tempat tinggal. Satu kelompok untuk menyelusuri tempat lain.
Setelah membagi kelompok hari mulai gelap dimana mereka berjaga untuk keamanan mereka. Tapi sepanjang malam tidak ada monster yang terlihat.”Bagaimana penjagaan kalian tadi malam,”kata Jami.
‘Tidak ada yang mencurigakan atau juga tidak ada monster yang terlihat. Kurasa tempat ini aman untuk kita tinggali,”kata Pil.
“Tapi kita tetap harus waspada bukan dengan resiko apapun yang terjadi nanti,”kata Sandra.
Setelah dinasehati oleh Sandra mereka setuju saja sampai makan pagi datang mereka menimati suasana yang ada. Mereka yang bisa merasakan ketenangan yang sudah lama mereka tidak rasakan. Membuat mereka bisa santai dengan kondisi yang ada, walaupun mereka juga harus berkeliling untuk mencari tahu sebab yang lain. Sandra bersama dua orang lain menyelusuri tempat yang mereka tinggali.
__ADS_1