Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 96


__ADS_3

Sandra yang sedang dalam mode on sedang menjelajak desa dengan aura naga. Dimana mereka berdua tidak akan tahu kalau Sandra sedang pergi keluar. Sama dengan membela dirinya tapi dengan mode on dia bisa pergi tanpa ketahuan oleh dewa. Tapi pada saat mereka berbincang Sandra tidak bisa merespons apa yang mereka katakan. Tapi Sandra bisa mendengarkan perkataan mereka yang sedang berbincara dengannya.


Sandra yang sedang berkeliling merasakan aura dewa yang ada disekitarnya.”Perasaa yang sama saat didarat,”ucap Sandra yang menuju aura dewa yang tertinggal. Sandra yang sudah menyusuri tempat itu melihat pohon besar berwarna putih.


“Pohon yang berbeda dengan pohon yang aku temui,”ucap Sandra yang menuju pohon besar berwarna putih. Sandra yang sudah sampai di dekat pohon berwarna putih. Sandra yang sudah mendarat melihat sosok dua dewa yang sudah menyatuh dengan pohon besar.Cahaya bersinar darai arah pohon putih.”Tapi kenapa ada patung dewa disini,”ucap Sandra melihat sambil berpikir.


Sandra yang tidak tahu dengan kondisi yang dia lihat. Tapi Sandra yang semakin berjalan mendekat ada sedikit ilusi tentang mereka berdua. Sandra yang melihat ilusi itu membuat Sandra ingin tahu apa yang sedang terjadi dengan kedua dewa yang ada didepanya.


“Apa ini yang bisa kita lakukan. Jika kita terus disini dewa penghakiman ada tahu posisi kita,”ucap dewa cahaya.


“Aku tahu tapi bagaimana bisa kita di hianati oleh dewa lain. Sementara bukan kita yang membunuhnya. Aku ingin membalas semuanya. Tapi bagaimana kita bisa keluar dari jurang dunia ini,”kata dewa pencipta.


“Apa dengan kita meninggalkan sedikit aura dewa murni ini disini apa kita bisa kembali,”ucap dewa cahaya.


“Untuk apa kamu menyesal sekarang. Jika pada akhirnya kita tidak bisa membersihkan nama baik nama kita sebagai dewa,”kata dewa pencipta.


“Aku ingin sekali memberitahukan kepada dewa penghakim kalau kita tidak salah,”ucap dewa cahaya.


“Tapi bagaimana kita bisa,”ucap dewa pencipta. Sampai di akhir pembicarannya ada seorang wanita yang datang menghampiri mereka berdua. Yang wajahnya terlihat cantik dan ramah didepan mereka berdua para dewa. Mereka semua langusng pergi dimana ilusi itu juga menghilang setelah menunjukan kedua dewa telah menyalurkan kemampuan mereka di patung yang mereka buata sedemikian rupanya pantung dan tubuh aslinya.


Sandra yang sudah lepas dari ilusi menatap ke arah dewa.”Jadi kalian bukan pendosa. Tapi dihianati oleh dewa yang lain, pasti sakit,”ucap Sandra yang berjalan menggelilingi pohon putih. Sampai di belakang pohon Sandra melihat kotak saat didekat ada tulisan dewa. Sandra yang mencoba mengartikan tulisan itu dengan kemampuannya mendapatkan informasi.


“Ini tidak aku sangak ada kejadian seperti ini di dunia dewa,”ucap Sandra yang telah selesai memperjemahkan tulisan dewanya. Sandra yang sudah tahu kebenarnya jika digabungkan menjadi satu itu terikat satu sama lain.”Kurasa kebenaran akan terungkap mulai sedikit,”kata Sandra.


Sandra yang sudah berkeliling segera kembali ketubuh aslinya. “Hai Sandra kamu dengar tidka apa yang kita katakan,”ucap orang asing.


“Aku dengar tidak usah teriak. Tapi kenapa wajah kalian pucat. Apa terjadi masalah. Aku hanya ingin santai membaca tanpa diganggu,”kata Sandra yang sudah kembali ke tubuh aslinya.

__ADS_1


“Apa maksud kamu pucat. Kami tidak melakukan apa-apa,”kata orang asing yang menatap ke arah dewa penghakim. Yang terlihat aura pembunuhnya terpancar keluar.


“Aku tidak tahu apa yang terjadi aku merasa auraku keluar begitu saja,”ucap dewa penghakiman yang merasa tubuhnya lemas.


“Apa kamu baik-baik saja Sandra,”ucap orang asing.


“Aku baik saja,”kata Sandra yang memeriksa denyut nadi mereka berdua. Kalau mereka memang kemampuannya sudah terserap oleh monster yang ada disekitar perpustakaan. Sandra memberikan satau pil kepada mereka berdua.”Makan saja itu,”ucap Sandra.


“Apa ini,”ucap dewa penghakiman.


“Itu untuk menetralkan racun yang ada didalam tubuh kalian berdua,”ucap Sandra.


“Apa racun bagaimana bisa kami mendapatkan racun,”ucap mereka berdua yang sedikit terkejut. Sandra yang juga tidak tahu hanya diam saja tanpa berkata. Sampai terdengar suara dari luar. Dimana para monster sudah berdatangan. Sandra berdiri dari tempatnya dan melihat sekumpulkan monser yang mencium bau manusia. Tapi mereka tidak menemukan manusia didesa itu.


“Tapi mereka tidak berani datang ke perpustakaan ini. Apa karena racun yang ada disekitar ruangan ini mereka tidak ingin datang,”hati Sandra yang sedang berpikir.


“Apa kalian tidak sadar kalau monster itu tidak datang mencari ke tempat ini. Tapi monster itu seperti takut untuk masuk ke dalam sini,”kata Sandra.


“Kurasa mereka bukan takut untuk masuk. Tapi lihat itu pohon besar yang ada di depan pintu masuk. Kurasa itu penyebabnya mereka tidak bisa masuk,”kata dewa penghakim.


“Pohon beracun. Apa kita keracunan karena itu pohon,”ucap orang asing sambil menunjuk ke arah pohon.


“Kurasa iya. Tapi bagi buku yang ada disini bisa menjaga tulisan dan ruangan tetap terjaga,”kata Sandra.


“Tapi bagi manusia bisa saja keracunan jika tidak makan obat penawar sebelum mereka masuk ke sini bukan,”ucap dewa penghakiman.


“Sudah untuk apa membahas yang lain. Kita lihat ke sana itu monster yang berbeda dengan yang ada didarat,”ucap orang asing.

__ADS_1


“Itu monster milik kedua dewa itu,”ucap dewa penghakiman.


“Apa kamu yakin, tapi kenapa monster itu memakan manusia,”ucap Sandra.


“Aku juga tidak tahu ada beberapa monster dewa yang suka menghukum manusia yang pendosa. Tapi dari gerak-gerik monster iu mereka sedikit berbeda,”ucap dewa penghakiman yang merasa ada yang anah dengan monsternya.


“Apa itu juga berpengaruh pada dewa yang sudah tercampur,”ucap Sandra.


“Dewa yang sudah tercampur tidak bisa mengendalikan monster itu. malah mereka akan semakin ganas,”kata dewa penghakiman yang merasa apa yang dikatakan oleh Sandra ada yang aneh.


“Kenapa kamu bertanya dewa yang mengendalikannya apa sudah tercampur dengan manusia dunia ini. Dari perkataan kamu yang tadi ucapkan,”kata dewa penghakiman. Tapi Sandra hanya tersenyum saja tanpa membuka mulut.


“Apa kamu tahu sesuatu tentang kedua dewa itu dan monster ini Sandra,”ucap dewa penghakiman.


“Apa yang ingin kamu ketahui aku juga ingin tahu kenapa kamu selalu mencari mereka. Apa lagi saat Wildan dan Naun datang ke kita kamu melihat mereka berdua seperti ingin memangsa mereka berdua,”ucap Sandra.


“Aku tahu apa yang kamu katakan itu benar. Karena aku merasa tidak asing dengan mereka berdua, auranya yang dipancarakan oleh mereka berdua sama dengan dewa yang aku cari. Tapi bagaimana seorang dewa mau dengan kalangan rendah darinya,”kata dewa penghakim.


“Tidak semua orang membedakan kondisi mereka apa lagi mereka sudah sangat suka sama lain,”ucap Orang asing.


“Kenapa kamu berkata seperti itu. Apa mungkin kamu juga sama dengan dua orang tadi,”kata dewa penghakim.


“Itu benar aku keturunan dewa kegelapan yang menikah dengan wanita kalangan rendah semua keturunan mereka memiliki darah dewa yang sudah tercampur. Apa itu menjadi masalah bagi kalian para dewa yang sangat mulia,”kata orang asing.


“Lalu kamu Sandra apa kamu juga sama dengan mereka,”kata dewa penghakim.


“Aku,”ucap Sandra yang sedang berpikir.

__ADS_1


__ADS_2