
Malam yang indah untuk mereka bisa bersama di satu keranjang tempat tidur yang damai dan nyaman. Hingga pagi datang menjelang Intan yang terbangun melihat tubuh kekar dari Sandra. Intan yang melihat pemandangan yang indah di pagi hari menatap wajah Snara yang masih tertidur. Sandra yang sudah tahu kalau Intan menatap hanya bisa diam saja. Smapai akhirnya dia membuka mata dan berkata,”Sampai kapan kamu akan melihatku seperti ini Intan.”
Intan yang melihat Sandra sudah membuka mata langsung terbangun dari kasurnya dengan wajah malunya.”Kalau kamu sudah bangun sana cepat pergi pasti mereka mencari kamu bukan,”ucap Intan mengganti topik.
“Ayolah aku masih ingin bersama kamu,”ucap Sandra yang memeluk di sampingnya. Dimana posisi dia masih berbaring dan Intan duduk disampingnya. Sandra memeluk Intan yang penuh dnegan kemesraan.”Kamu ini,”ucap Intan yang melihat ke arah bawah dimana posisi Sandra berada.
Intan yang melihat itu sedikit terdunduk kepalanya dan mencium kening Sanra yang ada disampingnya. “Kamu harus segera bangun. Kasihan mereka datang lihat mereka sudah ad didepan pintu. Menjemput kamu untuk pergi,”kaa Intan.
“Baiklah,”kata Sandra yang melepaskan pelukannya. Segera dia terbangun dari tidurnya dan memakai baju yang ada disampingnya.
“Apa kamu mau aku buatkan sarapan pagi dulu sebelum kamu pergi,”kata Intan.
“Tidak usah kurasa mereka ingin menyelesaikan beberapa tugas yang sudah lam aku tinggalkan,”kata Sandra di depannya yang mencium keningnya. Dimana Sanra pergi dari kamar Intan. Intan hanya melihat saja Sanda pergi dari kamarnya dan melihat ke bawah. Kalau Sandra sudah ad aid bawah bersama mereka berempat yang menjemputnya
__ADS_1
Sandra yang menyempatkan diri melihat ke arah kamar Intan dan melambaikan tangannya. Yang menandakan Sanra segera pergi dari rumahnya. Intan menatap jauh Snara yang sudah pergi.”Ya dia sudah pergi. Kurasa aku harus memnuka toko sekarang,”ucap Intan yang membersihkan dirinya
Dimana Intan yang turun sudah melihat para pegawai menyiapkan adonan dan ada yang ad adi kebun. Intan yang sedikit membantu menyiapkan bahan dan melihat kondisi toko apa sudah siap apa belum. Karena ada kue yang sudah mateng dan di jejer di tempat yang sudah tersedia. Hanya tinggal menuggu waktu saja para pengunjung datang untuk membeli kue dan buket unga yang sudah mereka taman dan beberapa kiriman dari beberapa wilayah.
Hari biasa dilalui oleh Intan dengan damai. Waktu terus berjalan sampai dimana Iranta yang sudah berubah bertemu dengan ayah dan ibu yang sedang berjaulan di pasar. Saat itu Iranta yang sedang membeli barang keperluan dapur melihat ayah dan ibunya sedang berjualan. Iranta yang melihat itu senang dan hendak ingin menghampirinya. Tapi saat mereka sedang berjualan dengan usaha mereka Iranta terdiam dan meneteskan air mata.”Maaf ayah ibu aku yang tidak berguna ini sudah membuat ayah dan ibu menjalani kehidupan yang susah. Aku anak yang tidak berbakti,”ucap Iranta dalam hati.
Iranya yang pergi dari tempat itu tidak ingin bertemu dengan ayah dan ibunya untuk saat dia masih belum berkembang sama sekali. Iranta yang sedang berusaha menjalankan usah salonnya yang dia pelajari selama ini. Usaha yang dia dapatakan saat mendapatkan sedikit uang dari Intan. Kadang kala Iranta juga membayar utangnya kepada reternir secara diam-diam. Sampai waktu terus berjalan bulan berganti Tahun.
Sementara di tempat Sandra yang sudah berkurang jumlah kertas yang menjulang. Intan yang kadang datang hanya bisa memberikan semangat dan membawakan kue yang dia buat. Intan yang berjalan damai dengan kehidupan yang ada bersama dengan Sanra. Sampai hari damai mereka sudah berakhir disaat semua tugas Sandra telah selesai. Dimana Sanra harus kembali ke dunia dewa untuk beberapa urusan yang belum dia selesaikan.
Intan yang sedang asik dengan berkebunnya tidak sadar kalau Sandra ada di belakangnya. Sapai Sanra membuka mulutnya.”Apa yang kamu lakukan di situ. Apa kamu mau menanam benih bunga dan sayuran lagi,”kata Sandra dari belakang.
“Sandra,”ucap Intan yang menoleh ke belakang setelah mendengar suara Sandra. Wajah Sandra yang tersenyum saat melihat ke arah Intan yang sedikit terkejut.”Sejak kapan kamu ada di sana. Aku tidak meraskan kehadiran kamu,”ucap Intan yang langsung berdiri dan memberihkan debu yang menempel di bajunya.
__ADS_1
“Aku ingin bicara dengan kamu.Apa kamu tidak sibuk hari ini?,”kata Sandra yang ingin bicara langsung dengan Intan. Tapi Intan melihat ekspresi wajah dari Sandra yang serius membuat Intan sedikit curiga dan khawatir.
“Apa kamu akan pergi lagi Sanra, melihat wajah kamu yang seperti itu,”kata Intan yang menebak. Snara yang hanya bisa menghela nafas menarik tangan Intan untuk mereka duduk terlebih dahulu.
“Baiklah aku akan menuggu kamu berkata saja,”ucap Intan sambil mereka berjalan menuju tempat duduk. Dimana sudah ada makanan dan minuman untuk mereka berdua.”Apa yang kamu katakan itu benar. Aku akan pergi lagi,”kata Sandra.
Intan yang mendengar itu terdiam untuk sesaat.”Apa masih belum selesai tugas kamu di dunia dewa,”kata Intan yang mencoba tenang.
“Aku tahu kalau kamu gelisah dengan diriku. Tapi aku harus menyelesaikan semua masalah yang sudab terjadi. Aku tidak ingin masalah ini tidak selesai dan membuat kekacauan,”kata Sandra.
“Aku tahu kenapa kamu berkata seperti itu. Aku akan menuggu kamu lagi. Tapi aku ingin kamu dalam kondisi selamat, jangan memaksa jika kamu sudah lelah. Kamu mengerti bukan,”kata Intan yang tidak bisa berkata apa-apa dengan Sandra. Tapi hati Intan masih tidak rela kalau Sandra pergi lagi. Tapi karena itu adalah pilihan yang dibuat oleh Sandra. Intan hanya bisa menerima dengan pasra saja.
Setelah pertemuan itu sampai malam mereka juga berkesempatan berbincang walaupun hanya sebentar saja. Sampai dimana mereka di taman bunga Sandra memeluk Intan yang ada disampingnya.”Maaf aku harus pergi untuk sementara ini. Aku akan kemabli untuk bertemu dengan kamu lagi. Tunggu aku,”ucap Sandra dengan malam yang indah penuh dengan kunang-kunang Sandra memberilan ciuman bibir untuk perpisahan mereka lagi.
__ADS_1
Intan yang menerima ciuman dari Sandra yang penuh dengan kasih sayang. Sampai mata mereka saling memandang satu sama lain. Seperti mereka tidak ingin berpisah satu sama lain. Tapi karena masalah yang besar datang membuat mereka harus berpisah lagi.
“Aku pergi,”ucap Sandra yang melepaskan pelukannya dimana Sandra menghilang dihadapan Intan. Intan yang berdiri mematung melihat Sandra pergi dari hadapannya. Air mata kesedihan terpancar diwajah Intan setelah kepergian Sandra. Tapi dalam hari Intan mendoakan kalau Sandra akan bisa kembali kesisinya dengan selamat.