
Di tengah perjalan Intan yang pergi ke gang dimana tidak ada siapa-siapa. Setelah Intan masuk ke dalam gang dia menuggu orang yang mencari Intan keluar. Sambil menuggu Intan hanya melihat gang yang gelap dan sepi dimana tidak ada siapa di gang tersebut.”Kalian akan kelur atau tidak. Apa menuggu aku bertertiak sampai kalian mau keluar,”kata Intan.
Setelah Intan berkata seperti itu mereka keluar dimana jumlah mereka adalah 5 orang. Intan yang berbalik dan melihat ke arah mereka.”Kalian siapa dan di suruh oleh siapa,”kata Intan yang dengan santai berkata kepada mata tersebut.
“Kamu wanita yang tanggu tidak takut dnegan kami berlima,”kata mata satu orang.
“Apa yang perluh aku takutkan dari klaian yang tidak tahu dari mana asalnya. Tapi aku tidka ingin terllau berlama-lama dengan kalian. Bisa tidak kalian beritahu aku. Siapa yang menyuruh kalian datang ke sini,”kata Intan yang tersenyum ramah.
“Untuk apa kami memberitahukan kepada kamu. Yang sebentar lagi kamu juga akan mati kami bunuh,”kata mata kelima.
“Ayolah jangan terllau lama disini. Cepat selesaikan tugas kita akan kita bisa mendapatkan bayarannya,”kata mata ketiga. Intan hanya mendengarkan saja sampai dia bersikap acuh tak acuh dengan mata-mata yang ingin membunuh dia.
“Apa kalian sudah selesai berbicara. Jika sudah selsai kita akhiri sampai di sini saja baimana. Ini sudah terlalu malam untukku dan aku sangat lelah,”kata Intan. Mata-mata yang juga berpikiran yang sama segera menyerang Intan. Tapi yang didapatkan adalah serangan yang tidak terduga oleh Intan.
“Apa hanya ini saja yang ingin kalian lakukan denganku,”kata Intan yang tersenyum. Mata-mata yang ingin membunuh Intan yang tidak tahu kalau Intan bisa membela dirinya sendiri sudah mengalahkan dua darai mereka. Kaki Intan yang sudah menginjak salahs atu dua orang yang dikalahkan oleh Intan. Dengan wajah yang percaya diri dia menatap ketiga orang didepannya sambil berkata.”Kenapa kalian hanya diams aja aku sudah mengalahkan dua dari kalian. Tapi kalian tidak bergerak, berniat untuk mmebunuh atau tidak. Jika tidak aku akan pergi ya,”kata Intan yang merasa bosan.
Saat Intan melawan mereka berdua dan hanya tiga lagi yang belum dikalahkan. Tapi wajah darai ketiga orang yang melihat tidak tahu sejak kapan dua kawan mereka dikalahkan.”Bagauiman akamu bisa mengalahkan mereka berdua,”kata mata pertama.
“Kenapa kalian yang terkejut. Apa tidak salah ya,”kata Intan sambil berpikir. Intan yang masih menuggu mereka untuk bergerak. Tapi melihat Intan yang bisa membunuh mereka bertiga hanya dalam satu serangan saja. Membuat ketiga mata-mata waspda dengan tindakan yang dilakukan Intan. Intan yang melihat mereka bertiga hanya bisa diam saja.”Kapan mereka akan bergerak,”kata batin Intan yang menuggu.
Tapi melihat mereka yang sudah waspada hanya bisa membuat intan mulai bergerak dulu.”Jika kalian tidak ingin mengatakna siapa yang menyuruh kalian aku terpasksa membubunuh klaina bertiga,”kata Intan yang berjalan ke arah mereka bertiga.
__ADS_1
“Kamu ingin membunuh kami jangan berharap tinggi,”kata mata kelima. Intan hanya tersenyum, sampai Intan ada di belakang mereka bertiga.”Jangan berharap apa ya,”ucap Intan di balik punggung salahs atu dari mereka bertiga. Mereka yang tidak sadar akan kehadiran dari Intan menoleh dan terkejut kalaua Intan sudah ada di belakang mereka.
Segera mereka betiga menghindar dari Intan yang ada di belakangnya.”Untuk apa kalian menghindar,”kata Intan yag sudah ada didepan mereka lagi dengan wajah polosnya.
“Kalian masih tidak mau membuka mulutnya. Jika tidak mau terpaksa aku mmebunuh kalian saja,”kata Intan dengan mudah.
Mata-mata itu yang mendengar perkataan dari Intan segera bersiap.”Kita harus membunuh wnaita itu sebelm dia membunuh kita,”nbati ketiha mata-mata yang masih hidup.Tapi rencana mereka sudah di ketahui oleh Intan.”Kalian terlalu berpikir,”ucap Intan yang hanya dalam satu gerakan kilat sudah memotong leher ketiga mata-mata yang masih hidup.
Intan yang melepaskan sarung tangannya dan menyutuh anak buahnya untuk membereskan tubuh mereka berlima yang sudah mati.”Kalian datang di temoat yang salah,”ucap Intan.
“Nona tidak terluka,”kata penjaga pertama yang juga melihat kejadian yang dialami oleh Intan.
“Mereka mata-mata dari alam semensta dari tanda yang ada di tubuh mereka. Tapi kenapa mereka ingin membunuh nona apa nona ada kaitannya dengan perang yang terjadi,”kata penjaga pertama.
“Aku juga tidak tahu soal itu. kenapa mereka mengincar nyawaku. Apa ini Sandra?,”kata Intan sambil berpikir.
“Itu juga bisa jadi. Karena tuan Sandra ada terlibat dalam perang yang akan terjadi. Mungkin saja mereka mengincar anda karena anda adalah kekasih dari Sandra,”kata penjaga pertama.
“Apa hanya karena aku kekasihnya mereka ingin membunuhku. Apa tidak salah mereka,”kata Intan yang tidak bisa berpikir apa yang sudah terjadi dengan dirinya.
Setelah malam itu Intan hanya bisa melupakan semua kejadian yang duah dia alami. Dimana paginya dia melakukan aktifitas seperti biasanya. Tapi masalah lain datang dengan orang tua Intan yang di usir oleh Iranta. Intan yang sudah selesai dengan urusnan bisnisnya kembali ke desa dan mencari orang tuanya.
__ADS_1
“Apa kamu sudah tahu dimana orangtuku sekarang. Mereka tinggal dimana?,”kata Intan kepada penjaga.
“Sudah kami, juga sudah memberikan rumah dengan penjagaan yang pantas. Mereka berdua bisa mmeulai hidup baru dengan bertani karena sudah ada lahan yang bisa mereka gunakan,”kata Intan yang dari jauh melihat orang tuanya. Kalau mereka baik-baik saja membuat Intan bisa tenang.
“Syukurlah mereka baik-baik saja,”kata batin Intan saat melihat orang tuanya.
“Aku ingin kalian mengawasi orang tuaku dengan baik. Jangan sapai Iranta tahu tempat ini sampai dia tahu kesalahannya. Sebentar lagi Iranta akan menderita dengan utang yang dia pinjam,”kata Intan denga wajah liciknya.
“Tapi apa itu akan bisa membuat kakak anda sadar nona,”kata penjaga kedua. Intan tidak menjawab hanya tersenyum saja kepada penjaga kedua. Setelah melihat dari jauh Intan kembali ke rumahnya dimana saat dia sampai di rumah. Banyak pengunjung yang berdatangan dan salah satunya adalah mIla dan Tera.
“Intan,”ucap Mila yang menghampiri Intan yang baru saja pulang.
“Mila tera kenapa kalian ada disini,”ucap Intan dengan santai.
“Aku hanya ingin bertemu dengan kamu. Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabar kamu Intan apa kamu baik-baik saja,”kata Mila yang menggandeng tangan Intan untuk duduk. Dimana mereka bertiga duduk di tempat yang sama. Tapi saat Intan melihat ke sampaing ada satu kursi dorong yang didalamnya terdapat bayi dari Mila.
“Apa ini bayi kamu Mila sudah lahir,”kata Intan yang tersenyum.
“Iya katakan kamu mau memberikan hadiah untuk di kecil. Tapi kamu tidak datang, apa kamu ada masalah Intan,”kata Mila.
“Aku tidak memiliki masalah hanya saja aku selama ini sibuk tidak sempat untuk berkunjung. Tapi selamat ya atas kelahiran anak pertama kalian berdua. Siapa namanya,”kata Intan yang sambil melihat si kecil manis.
__ADS_1