
Intan yang saat itu sedang menyelesaikan beberapa racun yang disebabkan oleh para monster. Tapi pada saat itu Leo dan beberapa dewa datang dan hendak membantu karena mereka mendapatkan kabar kalau ada retakan yang muncul. Tapi saat mereka datang retakan itu sudah tidak ada hanya ada Intan dan para pelindung yang sedang menaburkan sebuah bendak.
“Intan apa yang kamu lakukan di sini dan dimana Sandra?,”ucap dewa kehidupan.
“Sandra pergi keluar untuk memperbaiki pelindung dunia monster. Kalian datang ke sini ada apa ya?,”ucap Intan yang melihatnya.
“Kami datang karena mendapatkan kabar kalau ada retakan di sini. Tapi aku lihat kalau kondisi sudah membaik di sini,”ucap Leo.
“Ohhh retakan sudah tertutup dan wilayah sedang dalam pembersihan racun,”kata Intan.
“Apa maksud kamu cairan yang mereka tebarkan adalah penawarnya,”kata dewa penghancur.
“Iya,”ucap Intan. Setelah mereka berbincang tidak terlalu lama tentang kondisi yanga da. Intan dan yang lain merasakan ada getaran dan retakan suatu dari arah retakan utama yang sudah tersegel oleh Sandra.
“Suara apa itu tadi,”ucap Leo.
“Kurasa itu datang dari retakan utama yang tersegel,”kata pelindung ketiga dari Sandra. Semua mata menuju ke arah yang dikatakan oleh nomer ketiga dari Sandra. Tapi Intan yang juga merasakan tekan ini membuat dia merinding.
“Ayo kita pergi ke sana,”kata Intan untuk menenangkan dirinya. Tapi ditempat lain Sandra yang sudah sampai di pintu masuk dunia monster mulai membuat penghalang yang belum sempurna oleh Intan.
Hanya dalam hitungan detik saja pelindung sudah dibuat.”Pelindung sudah aku buat. Jadi kalian tidka usah khawatir lagi,”kata Sandra. Tapi saat Sandra yang sudah selesai denagn pelindung ya ia buat. Ada serangan yang tidak terduga yang merenyerang mereka bertiga. Tapi mereka bertiga bisa menghindar walaupun sedikit terlambat.
“Siapa disana,”ucap Edwan yang maju lebih dulu. Ta[i Edwan melihat sekeliling dulu untuk mengetahui siapa yang menyerang mereka beriga secara diam-diam.
“Aku tidak sangak kalau ada yang bisa menghindar dari serangan yang aku berikan,”kata musuh dari akademik.
__ADS_1
“Ternyata salah satu dari akademik yang datang,”ucap Edwan yang ada di belakang. Tpai akdemi yang tadi menyerng mereka juga sudah tahu kalau ada Edwan di belakang mereka.
“kamu ingin menyerangku. Tapi kamu tidak akan bisa dengan kekuatan yang kamu miliki sekarang,”ucap akademik.
“Apa kamu yakin aku tidak bisa melukai kamu,”kata Edwan yang sudah berbeda dengan yang laian. Edwna yang sudah melunjurkan serangan dan pihak akademik yang tadi menyerang juga menangkis serangan Edwan. Dimana mereka saling beradu satu sama lain. Sementara Sandra dan Richal yang melihat mereka sedang bertarung.
Mendapatkan dua orang yang juga melihat mereka.”Asiknya kalian menonton adegan action yang tidak terduga,”ucap salah satau akademik yang juga ikut dengan salah satu yang bertarung.
“Sandra kamu masih hidup ternyata. Aku tidak tahu ada berapa nyawa di tubuh kamu sampai kamu maish hidup samapi sekarang ini. Apa kamu tidak bosan,”ucap akdemik kedua.
“Dia tidak akan bosanlah. Apa lagi kabaranya dia sudah menikah dengan Intan. Tapi apa Intan akan hidup setelah penyerangan hari ini ya,”ucap akademik ketiga. Sandra yang mendengar perkataan salah satu dari mereka mulai gelisah dengan Intan yang ada di alam semesta.
Sandra yang mencoba tenang mencari tahu dari kedua orang yang datang dihadapan Sandra dan Ruchal.”Apa perlu aku bantu kamu membunuh mereka berdua?,ucap Richal.
“Tidak hanya tikus kecil saja itu bisa aku tangani,”kata Sandra yang segera menghilang. Dan muncul di belakang mereka berdua yang dari akademik.”Apa yang kalian katakan tadi?,”ucap Sandra yang berwajah dingin.
“Kenapa kalian terkejut aku tidak membunuh kalian berdua loh. Aku hanya bertanya kepada kalian kenapa kalian ada di sini dan apa yang kalian katakan tadi,”ucap Sandra.
“Untuk apa kamu ingin tahu,”kata murid kedua dari akademik yang tesenyul licik.
“Apa kamu khawatir dengan istri tercinta kamu yang akan segera mati,”kata murid ketiga dari akademik yang memprovokasi Sandra. Tapi provokasi itu membuat murid ketiga mati seketika.
“Jika kamu tidak mengatakan apa yang kamu ketahui kamu juga akan sama dengan kawan kamu ini,”ucap Sandra yang marah didepan murid kedua yang ada disamping murid ketiga. Yang dibunuh langsung dihadapannya.
Murid kedua yang melihat itu hanya bisa terdiam dan mengatakan kalau alam semesta akan diserbu oleh pihak akademik untuk mengambil ahli alam semesta. Sandra yang sudah mendapatkan kabar itu segera membunuh murid kedua yang ada dihadapannya. Tapi murid kedua yang sudah memberitahukan informasi meminta pengampunan dari Sandra. Tapi Sandra yang sudah marah tetpa membunuh murid kedua.”Edwan selesaikan dengan cepata aku akan segera pergi ke alam semesta,”kata Sandra sebelum dia pergi.
__ADS_1
Richal yang tidak tahu apa yang didapatkan oleh Sandra sampai dia marah.Edwan yang sudah selesai menghampir Richal.”Kenapa dengan tuan kamu itu. Terlihat marah besar,”ucap Richal.
“Jelas dia marah kalau Intan dalam bahaya di alam semesta. Pihak adademik ingin mengambil ahli kekuasaan di alam semesta yang dalam kondisi krtis ini,”kata Edwan.
“Jika seperti itu apa perlu kita mengirimkam bala bantuan untuk mereka,”kata Richal.
“Tidak usah mereka bisa menangani kasus ini dengan mudah. Malah kita sebaiknya tidak usah datang, kalua kita datang kita hanya akan mengganggu Sandra yang sedang marah besar,”kata Edwan.
“Ya sudah kalua. Gitu kita segera kembali. Sudah selesaikan di sini,”ucap Richal.
“Tentu saja sudah selesai,”kata Edwan yang bersama dengan Richal segera masuk ke dunia monster. Sementara Sandra yang sera bergegas pergi menuju alam semesta.
Di tempat Intan yang sedang pergi menuju ke retakan yang ada dihalaman istana alam semesta. Sesampai mereka semua di depan pelindung yang dibuat oleh Sandra. Terdapat getaran yang sama dirasakan oleh Intan saat ada di dunia monster.
“Apa mereka mencoba merobos masuk,”kata Intan yang didengar oleh semua orang.
“Siapa yang akan merobos Intan,”kata leo.
“Siapa lagi kalau bukan para monster dan pihak akademik,”kata Intan yang menebak.
“Itu tidak mungkin mereka datang ke sini. Tapi bagaimana caranya mereka akan merobos masuk,”kata Dewa kehidupan.
“Bukan itu sangat mudah untuk merobos selama ada benturan yang berulang kali di luncurkan ditempat yang sama. Penghalang yang dibuat oleh Sandra tidak bisa mempertahankan kondisinya,”kata Intan.
“Jika yang nona katakan itu benar.Bukan akan dalam bahaya ya alam semesta. Apa yang harus kita lakukan,”kata pelindung kedua dari Intan.
__ADS_1
“Kita harus menyerang mereka saat ada didalam,”kata Intan.
“Tapi bagaimana dengan racun yang sudah menyebar, bukan ini akan membuat kita dalam bahaya ya,”kata pelindung keenam dari Sandra. Intan terdiam untuk sesaat.”Kita gunakan racun untuk membuat mereka tewas saja, kalau tidak kenapa kita membuat menawar dari racun dan menyebar yang kemudian kita serang mereka dalam kabut yang kita sudah persiapkan untuk menyerang mereka,”kata Intan yang berwajah sadis. Mereka yang mendengar perkataan dari Intan sedikit merindung apa lagi dengan tatapan Intan yang sedikit berbeda.