Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 21


__ADS_3

Sandra yang tertidur yang ditemani oleh Jaya sampai Sandra pulih mereka membantu para Elif dan menjalin hubungan. Saat Sandra terbangun dia melihta Jaya yang ada disampingnya.”Kakak udah bangun,”kata Jaya.


“Jaya kita ada dimana ini,”ucap Sandra melihat sekelilingnya.


“Kita ada dipemungkiman para Elif. Kakak pinsan setelah mengalahkan para monster,”ucap Jaya.


“Bagaimana dengan yang lain, apa mereka baik saja,”kata Sandra.”Mereka baik saja, kakak tidak usah khawatir,”kata Jaya yang memberikan minuman untuk Sandra.


Jaya yang keluar meninggalkan Sandra di kamar. Tapi pada saat yang sama kepala desa Elif datang masuk.”Bagaimana anak muda apa kamu baik saja sekarang,”kata Eilf yang mendekat.


“Anda,”kata Sandra.


“Kurasa banyak hal yang ingin kamu ketahui ya tentang kebenaran ini,”kata Elif.


Sandra hanya terdiam saja untuk sesaat sampai dia berkata.”Apa anda tahu kalau retakan yang kalian masud itu ada dua faktor yang terjadi pada dunia kalian. Tapi kalian mengatakan satu faktor saja,”kata Sandra.


“Jadi anda menyadari tentang faktor itu juga ya,”kata Elif.


“Tapi kenapa anda tidak ingin mengatakan tentang semua yang anda katakan,”kata Sandra.


“Karena yang melakukan itu semua adalah perbuatan kaum manusia itu yang membuat kami tidak ingin mengatakannya. Dia yang ingin dunia ini bisa bersatu. Tapi karena ego mereka dunia ini menjadi neraka,”kata Elif.


“Kurasa aku tahu maksud dari ucapan kamu tuan,”kata Sandra.


“Jika kamu sudah mengetahui kebenaran dari semuanya apa yang ingin kamu lakukan,”kata Elif.


“Itu pikirkan terakhir saja. Yang penting aku akan menyelusuri tempat ini lebih dulu. Jika sudah aku akan pergi ke tempat retakan dimensi,”kata Sandra.


“Mungkin kamu akan berhadapan dengan banyak musuh nanti. Apa rekan kamu sanggup melawan monster yang lebih kuat dari kepala tiga,”kata Elif.


“Sanggup atau tidak itu akan tahu nanti jika sudah melakukannya. Tapi aku percaya rekanku akan bisa menjaga diri mereka,”kata Sandra. Dalam pikiran Sandra yang sudah menyembunyikan kebenaran yang dia ketahui. Kalau dunia ini terbentuk oleh kaum manusia yang tidak bertanggung jawab. Tapi dari semua itu Sandra masih mencari tahu siapa mereka kenapa mereka melakukan itu semua.


“Sandra aku dengar kamu sudah bangun,”kata Fresthe.


“Tuan anda ada disini,”kata Fresthe.

__ADS_1


“Aku sudah selesai dengan teman kalian. Aku akan keluar,”kata Elif.


“Kenapa dia datang ke sini apa yang dia bicaran dengan kamu Sandra,”kata Jami.


“Tidak ada tapi kenapa kalian datang bersama. Apa ada yang terjadi,”kata Sandra yang melihat mereka masuk ke dalam ruangan Sandra.


“Tidak ada hanya mau membahas perjalanan selanjutnya,”kata Atik.


“Katakan saja kenapa dengan kalian. Kalian menyembunyikan sesuatu aku sudah tahu itu,”kata Sandra yang melihat gerak-gerik mata mereka yang gelisah.


“Jika kami katakan kamu tidak akan marahkan,”kata Wati. Sandra hanya menganggukan kepalanya saja sampai disalah satu mereka membuka mulutnya.


“Baiklah aku yang akan mengatakannya kepada kamu Sandra. Setelah kami membaca catatan orang tua kamu dan kakek kamu dan mendengar cerita dari penduduk Elif. Emang kesalahan ini terjadi karena kaum manusia dan para monster. Tapi jika itu benar ada satu orang yang membuat kekacauan ini masih hidup. Jadi kami memutuskan untuk ikut dengan kamu mencari kebenaran darai retakan dimensi. Untuk laporan kami sudah sepakat untuk memberikan apa yang kita tahui saja,”kaata Fresthe.


“Jadi intinya kalian mau ikut dengan aku mencari apa yang terjadi dengan bumi ini,”kata Sandra.


“Itu benar,”kata Fros.


“Tapi kenapa kalian hanya ingin mau ikut masih ada kata-kata yang buat aku bingung,”kata Sandra.


“Kalian,”ucap Sandra.


“Jika sudah diputuskan kita akan melanjutkan perjalanan dua hari lagi. Siapkan bekal yang bisa kita dapatkan di sini,”kata Sandra.


“Tenang saja untuk perbekal kita sudah mengumpulkan semuanya. Tinggal berangkat saja,”kata Pil.


“Selama aku pinsan apa yang kalian lakukan di sini,”kata Sandra yang ingin tahu apa yang mereka lakukan. Tapi dari tatapan mereka tidak akan diberitahu Sandra. Karena setelah percakapan itu mereka keluar. Sandra hanya bisa menatap mereka saja, sampai Jaya datang masuk membawa makanan.


“Kakak aku sudah membawa makanan untuk kamu,”kata Jaya yang berjalan masuk.


“Terima kasih Jaya,”kata Sandra.


“Sama-sama kak,”kata Jaya yang memberikan makanan kepada Sandra. Sandra yang lapar menikmati makanan yang dibawa oleh Jaya. Sambil melihat ke luar jendela dimana kawan mereka yang sedang asik berbincang dengan para Elif.


“Kak,”ucap Jaya.

__ADS_1


“Ada apa Jaya. Apa terjadi sesuatu saat aku tertidur,”kata Sandra yang melihat raut wajah Jaya.


“Tidak aku hanya merasa setelah pertarungan waktu itu rekan kakak sedikit berubah dan mulai berlatih bersama dengan para Elif,”kata Jaya.


“Kurasa mereka melakukan itu hanya untuk bisa berguna dalam tim saja. Karena perjalanan setelah ini akan berbahaya. Dimana mereka harus bisa bertahan dengan kemampuan yang mereka miliki untuk bertahan hidup,”kata Sandra.


“Kurasa juga seperti itu,”kata Jaya. Sampai makanan Sandra sudah habis.”Jaya kakak ingin tahu sia[a yang membunuh kekek. Apa kamu masih tidak ingin berbicara dengan kakak,”kata Sandra.


“Bukan tidak mau bicara kak, hanya saja belum waktunya,”kata Jaya. Dia tidak bisa membicarakan kematian kakek karena dia selalu diawasi. Tapi Sandra yang merasakan kalau Jaya menyembunyikan dia yang selalu melihat ke arah lain.


“Kamu tidak usah takut dengan mata-mata yang mengawasi kamu,”ucap Sandra. Jaya yang mendengarnya merasa terkejut dan melihat ke arah kakaknya.


“Kakak bicara apa,”kata Jaya yang tidak percaya.


“Aku bilang tidak usah khawatir dengan mata-mata itu. Karena sudah dibunuh oleh ketua Elif saat aku pinsan,”kata Sandra.


“Jadi dia sudah mati ya,”kata Jaya.”Dimana dia sekarang, aku tidak percaya kalau sudah mati sebelum aku melihat dengan mataku sendiri,”kata Jaya lagi.


“Kamu ingin melihatnya,”kata Elif yang mendengar dari luar.


“Jika kamu mau boleh ikut dengan kami sekarang melihatnya,”kata Elif. “Ayo kita pergi kakak juga ingin tahu siapa dia,”kata Sandra yang bangun dari tempat tidur.


Sandra yang berdiri dihentikan oleh Jaya.”Kakak tidak apa-apa,”kata Jaya yang gelisah dengan Sandra karena baru saja bangun.


“Aku tidak apa hanya saja kamu yang kenapa-kenapa melihat wajah kamu yang gelisah itu,”kata Sandra yang berjalan lebih dulu. Jaya mengikuto dari belakang. Saat Sandra bersama dengan Jaya keluar Fresthe melihat mereka mengikuti Elif.”Mereka mau kemana,”kata Fresthe.


“Ada apa fresthe,”kata Fros.


“Aku melihat Sandra bersama dengan Jaya ikut dengan ketua Elif,”kata Fresthe.


“Dari pada penasaran kenapa kita tidak mengikuti saja,”kata Pil yang memberikan usulan.


“Kurasa itu bagus juga,”kata Jami. Mereka yang juga setuju pergi bersama dengan Fresthe yang melihat Sandra dan Jaya pergi ke arah mana. Setelah melihat merek yang ada didekat pohon mereka mendekat. Dimana mereka melihat ada satu orang yang sudah tidak berdaya di tanah.


“Siapa mereka?,”kata Jami.

__ADS_1


“Jika kalian ingin tahu kenapa tidak datang ke sini saja dari pada dari sana tidak kelihatan,”kata Sandra yang menyadari kalau dia di ikuti oleh rekannya saat keluar tadi.


__ADS_2