Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 140


__ADS_3

Selesai dengan pembicaraan yang panjang dengan para penagin utang milik irnanta. Intan yang kembali bersandar di kursi yang ia duduki. Dimana dia bisa merasa santai dengan suasana yang ada. Tapi dalam pikirannya apa yang akan dilakukan oleh Iranta setelah uangnya lulus. Intan yang tidak tahu akan itu hanya membiarkan semuanya berjalan seiriangan waktu. Intan yang dengan bisnisnya berjalan lancar tanpa ada hambatan. Semua keryawan yang datang sudah mulai beraktifitas seperti biasanya.


Intan yang dengan santai menatap keluar jendela yang dimana dia bisa melihat orang berjalan. Tapi pada saat yang sama dia berpikir apa perang akan dimulai lagi.Tapi di dunia mana perang apan dimulai. Intan yang tidak tahu hanya menatap jendela saja sampai penjaga kedua yang tadi ada di toko bunga datang.


“Permisi nona ada yang mencari anda?,,”kata penjaga kedua.


“Mencari saya siapa?,”kata Intan.


“Dia pemilik kebun yang adai di wilayah kerajaan monster,”kata penjaga kedua.


“Biarkan dia datang ke sini. Biar aku yang bicara dengannya,”kata Intan. Penjaga yang kedua yang keluar untuk memanggil satu penduduk darai kerajaan monster.


“Permisi nona,”kata penduduk lokal kerajaan Monster. Intan yang berdiri menyambut dia dan menyuruh tuan tersebut untuk duduk. Setelah mereka berdua duduk Intan mulai bertanya kepada tuan yang datang.


“Ada keperluan apa tuan datang ke toko saya,jika saya boleh tahu,”kata Intan dengan sopan.


“Terima kasih atas sambutannya. Saya datang ke sini untuk meminta kerja sana jika nona tidak keberatan,”kata penduduk kerajaan monster.


“Kerja sama apa ya. jika saya boleh tahu,”kata Intan yang masih belum tahu.


“Kerja sama dalam bahan pokok membuatan kue dan menambah koleksi bunag yang ada jual. Jika anda mau,”kata penduduk kerajaan monster.


“Bunga apa yang ada ingin saya jual,”kata Intan.

__ADS_1


“Bunga lili ungu dan putih,”kata penduduk kerajaan monster.


“Kurasa itu bunga yang bagus, nanti saya akan cek dulu. Tapi soaln bahan membuat kue itu apa yang dimaksud tuan ada gandum,”kata Intan yang menebak.


“itu benar. Bagaimana nona apa anda berniat untuk bekerja sama dengan saya,”kata penduduk kerajaan monster.


“Itu sangat baguns. Tapi sebelum saya setuju saya ingin melihat proses perawatan tanaman gandum da penanaman bunganya lebih dulu baru saya menadatangani surat konreak kerja samanya. Apa tidak masalah, tuan,”kaa Intan.


“Itu tidak masalah. Tapi kapan nona akan mau datang berkunjung ke tampat saya,”kata penduduk kerajaan monster.


“Tunggu dulu sebentar saya lihat jadwal saya dulu,”kata Intan yang memeriksa jadwal hariannya. Intan yang sudah memeriksa jadwalnya kalau dia dalam dua hari lagi tidak ada agenda yang datang,”Baik tuan saya sudah memeriksa, kalau dalam dua hari lagi saya akan pergi ke tempat anda,”kata Intan.


Penduduk kerajaan yang sudah mendapatkan kepastian dari Intan segera dia pergi setelah meminum teh yang disajikan. Segera dia pergi meninggalkan desa milik Intan berada. Intan yang mengantarkannya dengan sopan. “Jadi kita akan pergi dua hari lagi nona,”kata penjaga pertama.


“Maaf nona,”kata penjaga toko yang memberikan isyarat kalau ada tamu lagi yang datang. Yaitu orang tua Intan yang datang.


“Ada apa?,”kata Intan yang awalnya tidak tahu sampai melihat ke arah penjaga toko yang melirik ke arah belakang.Intan yang melihat kalau orang tuanya datang dengan wajah lelahnya. Intan yang berjalan menghampiri orang tuanya menyapanya.


“Ayah ibu kenapa datang ke sini. Apa yang terjadi dengan ayah dan ibu terlihat lelah. Ayo masuk ke dalam,”kata Intan. Segera Intan mendampingi orang tuanya masuk ke dalam. Intan juga meminta penjaga toko untuk menyiapkan makanan ringan untuk mereka.


Setelah mereka bertiga masuk ke dalam Intan merasa ada yang mengawasi mereka dari belakang. Tapi pada saat yang sama dia meminta penjaga untuk melihat siapa yang melihat mereka. Dalam hitungan detik penjaga kedua datang dengan membawa makanan ringan ke dalam ruangan dimasuki Intan dan orang tuanya.


Tapi tidak lupa penjaga kedua untuk mengetuk pintu dari luar. Baru dia masuk ke dalam, sampai di dalam dia  meletakan cemilan yang dibawa bersama dengan teh untuk orang tua Intan yang terlilah lelah. Penjaga kedua yang berbisik kepada intan kalau yang mengawsi dia dari luar adalah Iranta. Intan hanya tersenyum saja meminta orang tuanya yang baru saja pulang kerja untuk memakan cemilan dan teh yang dibuatkan untuk mereka.

__ADS_1


Intan hanya merasa sedih melihat orang tuanya bekerja keras sementara kakanya Iranta hanya bisa menghambisakan uangnya saja. “Ayah dan ibu kenapa kalian di sini dengan wajah lelah. Apa kalian baru saja selesai kerja,”kata Intan yang sedikit mencari tahu.


“Itu benar Intan kami baru saja selesai kerja dan baru saja pulang,”kata Ibu.


“Maaf intan anakku. Ayah ini tidak tahu harus meminta maaf kepada kamu bagaimana atas kelakuan kami kepada kamu. Apa kamu tidak marah dengan kami,”kata Ayah.


“Marah untuk apa. Kalian seperti ni pasti karena Iranta kakak yang tidak suka dengan kehiudupan lama kita bukan. Tapi kenapa ayah dan ibu datang ke sini ada keperluan apa. Jika hanya meminta maaf saja aku sudah memaafkan kalian. Tapi tidak untuk kakak,”kata Intan yang masih saja tidak ingin melihatnya.


“Kami tahu kalau kamu tidak ingin bertemu dengan kakak kamu,”kata Ibu. Tapi Intan yang melihat ada yang aneh dengan mereka hanya terdiam saja. “Apa kalian terluka saat kerja,”kata Intan yang sedikit berhati-hati. Orang tua intan hanya diam saja karena saat malam itu mereka mendapatkan kelaluan yang tidak enak terhadap Intan.


Intan yang tahu semua apa yang terjadi hanya diam saja, sampai mereka menikmati kue yang dihidangkan. Malam tiba orang tua Intan kembali yang seperti bisanya diantarkan oleh penjaga pertama. Toko yang masih terbuka sampai jam sembilan malam, masih saja ada pengunjung yang datang ke toko Intan.


“Nona apa mereka baik-baik saja saat sampai di rumah,”kata Penjaga kedua.


“Aku juga tidak tahu. Tapi mereka masih saja ingin kembali ke tempat Iranta mau bagaimana lagi,”kata Intan yang masuak. Sementara di tempat lain penjaga pertama yang mengantar orang tuanya telah sampai didepan rumah mereka. Dimana suasana sedikit berbeda.


“Terima kasih telah mengatarkan kami pulang,”kata ayah.


“ini adalah tugas saya. Selamat malam tuan,”kata penjaga pertama. Setelah mereka masuk ke dalam pekarangan penjaga pertama segera pergi dari rumah itu. Sementar ayah dan ibu yang masuk ke dalam pekarangan rumah ada yang berbeda. Dimana semua pelayan sudah semua pergi kembali bekerja.


“Apa yang sudah terjadi sini,”kata Ayah yang masih tidak tahu apa yang dilakukan oleh Iranta. Sampai mereka masuk ke dalam rumah dimana mereka disambut seperti dulu mereka memiliki uang.


“Ayah ibu kalian sudah kembali,”kata Iranta yang tersenyum. Tapi orang tua Iranta sedikit ada yang aneh dengan sikap Iranta hari itu.Apa yang terjadi dengan iranta?.

__ADS_1


__ADS_2