
Intan dengan perasaannya yang masih menuggu jawaban dari orang asing.’Kamu itu tidak beruntung tahu tidak. Gadis yang baik tapi harus mati sekarang kerena kekasih kamu,”ucap orang asing. Dimana Intan yang mendengarnya hanya bisa diam saja dan menghela nafas.
“Jika kamu mau membunuhku cepatlah aku sudah tidak tahan melihat wajah kamu itu,”ucap Intan yang merasa mengantuk dan hendak ingin tidur. Tapi di tatapan terakhir Intan orang asing itu terlihat sedih. Yang membuat Intan merahi wajahnya dan berkata kepada orang asing.”Untuk apa kamu sedih jika kamu ingin mengakhiri perpecahan ini. Bukan kamu sudah memang tapi kenapa kamu ragu untuk membunuhku,”kata Intan.
“Kenpa kamu tidak melawan,”ucap orang asing.
“Untuk apa melawan jika akhirnya kamu ingin membunuhku, bukan itu sangat sia-sia bukan,”kata Intan yang kembali menutup mata. Tapi orang asing itu melepaskan cekikkan Intan. Dimana Intan merasa nafasnya tidak terasa sesak. Intan membuka mata dan tidak melihat orang asing itu.”Dia sudah pergi, kenapa dia tidak jadi membunuhku,”ucap Intan yang langsung duduk.
“Bukan itu kesempatan yang bagus,”ucap Intan yang melihat bercak darah. Dimana Intan menyusuri bercak darah dan tampat tentara bayaran dari Sandra yang berbaring terluka. Intan segera membantu tentara bayaran itu. “Kurasa dalam ini luka,”ucap Intan yang melepaskan pakaian dari tentara bayaran. Dimana Intan mulai merawat dua orang tentara bayaran.
Setelah luka sudah dibalut Intan menyipakan makanakn untuk mereka agar bisa mencernaknya. Tapi saat Intan sedang masak orang asing itu datang lagi dari belakang. Intan yang merasakannya sedikit melirik.”Kenapa kamu kembali datang,”ucap Intan.
“Jadi kamu menyadari kedatangan diriku,”ucap orang asing.
“Bagaimana aku tidak menyadari kalau kamu saja datang dengan aura itu sangat jelas. Tapi kenapa kamu datang ke sini lagi, apa kamu masih ingin membunuhku,”ucap Intan.
“Jika iya apa kamu mau menyerrahkan nyawa kamu lagi seperti tadi lagi,”ucap orang asing.
“Tidak aku serahkan. Karena kamu yang membuat aku sudah terbangun dari tidur panjangku,”ucap Intan.
“Tapi bisa tidak kalau kamu datang lain kali saja aku sedang tidak suka diganggu hari ini. Aku lagi malas, apa lagi kamu yang tidak berniat membunuhku dari awal. Iya tidak,”kata Intan.
__ADS_1
Intan yang melihat ke belakang orang asing itu tersenyum.”Pantas dia menyukai kamu dan selalu menuggu kamu datang,”ucap orang asing.
“Kenapa kamu ingin membunuhku jika kamu masih ragu ya,”kata Intan.”Kenapa aku ragu,”ucap orang asing yang kembali menghilang dihadapan Intan dengan wajah sedihnya.
“Kenapa dia berwajah sedih,”ucap Intan yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Intan yang kembali membuat bubur untuk tentara bayaran yang sedang terluka. Tercium bau sedap dari bubur yang dibuat olehnya.”Aku tidak sabar untuk memberikannya?,”ucap Intan yang berjalan keluar. Dimana Intan yang berjalan ke halaman belakang untuk melihat apa ada yang bisa dia bawa ke dapur.”Sudah mekar,”ucap Intan menatap bunga mawar dan bunga kristan.
Intan yang melihat dan mengambil beberapa tangkai yang sudah mekar. Karena Intan berniat untuk membuat kue darai bubuk mawar yang dia tanam. Intan yang tidak sabar untuk membuatnya masuk ke dalam rumah. Dimana Intan menyiapkan bubur untuk kedua tentara bayaran yang sedang terluka. Dimana Intan sudah membawa nampan dan melihat kondisi mereka berdua yang masih berbaring.
Intan segera mengganti perban yang membalut luka mereka agar tidak terinfeksi bakteri yang lain. Tapi pada saat hendak menggangi berban satu dari mereka membuka mata.”Nona Intan kamu baik-baik saja,”ucap tentara bayaran. Beberapa menit kemudian tentara yang satunya juga terbangun.
“Kalian berdua sudah bangun,”ucap Intan yang terlihat senang.
“Aku akan mengganti berban kalian setelah itu kalian makanlah bubur yang aku buat untuk memulihkan diri kalian berdua,”ucap Intan mengganti berban di tubuh tentara bayaran.
“Kami hanya ingin tahu bagaimana nona bisa selamat dari orang asing,”ucap tentara bayaran.
“Bagaimana aku bisa selamat ya?,”kata Intan.
“Iya nona karena orang yang datang sangat kuat. Tapi kenapa anda bisa ada dihadapan kami dengan kondisi baik-baik saja,”ucap tentara bayaran.
“Aku bisa selamat karena dia ragu untuk membunuhku. Aku juga tidak tahu kenapa dia melakukanya,”kata Intan.
__ADS_1
“Tidak mungkin dia ragu nona,”ucap tentara bayaran.
“Kenapa kalian malah mendukung mereka, bukan sudah bagus jika mereka tidak berniat untuk membunuhku saat ini, bukan,”ucap Intan.
“Jika aku mati bagaimana kamu akan mengatakan kepada Sandra,”ucap Intan. Tentara bayaran yang hanya diam saja saat mendengar perkataan dari Intan.
Tentara bayaran yang tidak bisa berkata apa-apa hanya diam. Tapi Intan yang memberikan bubur kepada mereka.”Cepat sembuh,”ucap Intan.
“Terima kasih Nona,”kata Tentara bayaran. Intan yang kembali ke dapur mulai meracik untuk membuat bahan membuat kue. Dimana Intan mulai merebut mawar yang sudah di petik kelopak bunganya. Sambil menuggu Intan membuat adonan yang sudah ada bahanya. Kelopak bunga yang sudah matang dia angkat dan dinginkan. Dimana Intan mengerigkan kelopak-kelopak bunga mawar dengan pemanas api agar cepat mengering.
Setelah kelopak bunga mawar telah mengering Intan menggiling kelopak bunga. Sampai kelopak itu halus Intan baru menaburkan bubuk mawar ke adonan yang sudah siap. Kemudian dia campur bubuk dan adonan yang ada agar berubah warna. Sambil mengaduk adonan yang ada didepannya Intan juga membuat selai mawar dari air yang dia rebus dari bunga mawar.
Adonan yang sudah tercampur Intan mulai membentuk dan mengisi adonan yang ada dengan berbagai rasa yang sudah ada. Sambil menuggu adonan kue matang dipangangan Intan membuat cemilan yang lain dengan bahan yang tersisa.
Selesai dengan kue yang sudah matang Intan memasukkannya ke dalam keranjang kuenya. “Aku akan pergi menjual kue. Kalian istirahta saja disana jangan membuat ke anehan. Jika kalian lapar ada kue disamping kalian berdua,”ucap Intan yang segera keluar dari rumah.
Para tentara yang sudah ditinggal di rumah oleh Intan. “Bagaimana ini nona sudah pergi?,”ucap tentara satu.
“Bagaimana lagi kita tidak bisa berbuat apa-apa sekarang,”ucap tentara bayaran kedua.
“Tapi bagaimana nona dalam bahaya lagi,”kata tentara pertama yang hendak bangun.
__ADS_1
“Untuk apa kamu khawatir dengan nona. Dia bilang untuk kita istirahay dan segera cepat sembuh. Kita harus memulihkan diri kita agar segera kembali melindungi nona. Tapi jika kita dalam kondisi ini bukan kita akan membuat nona dalam bahaya,”kata tentara kedua.
Tentara bayaran kedua hanya diam saja karena tubuhnya masih belum sembuh dan luka belum terlalu menutup. Mereka hanya bisa berbaring saja dan tidak bisa melakukan apa-apa. Sementara Intan yang berkeliling sedang menjual kue kepada warga dan lain. Di perjalanan Intan pergi dia menawarkan kuenya yang masih hangat dan enak. Para pembeli berdatangan kerena tercium aroma yang enak yang membuat mereka ingin membelinya.