
Setelah serangan yang dibuat oleh raja kedelapan tidak bisa membunuh pelindung kedua dia muncur untuk sesaat.”Kenapa kamu tergesah untuk mundur begitu. Apa kamu takut jika aku membunuh kamu,”ucap pelindung kedua yang ada dibelakang. Tapi karena sudah tidak ada yang menarik lagi dia menusuk raja kedelapan dengan pesan yang dia sampaikan.”Selamat tinggal bodoh,”ucap pelindung kedua.Yang tiba-tiba dia terjatuh dan tidak bernyawa. Sementara di tempat lain Intan yang melihat kalau sudah ada yang tumbang satu dari raja yang datang hanya melihat ke arah raja kelima yang masih terdiam.
Tapi saat raja kedelapan tewas dia sempat bergerak walauoun hanya untuk sesaat saja. Mata yang terlihat tajam dan hendak ingin membunuh semuanya. Tapi dia hentikan untuk rencana ke suksean yang sudah dibuat. Intan yang melihat pergerakan itu merasa kalau raja kelima sudah ada disampingnya.”Kenapa kamu datang menemuiku bukan datang ke tempat lain. Apa ada yang ingin kamu bicarakan denganku,”ucap Intan yang menyambut kedatangan raja kelima disampingnya.
Tapi raja kelima yang sudah ketahuan bersikap santai kepada Intan.”Kmau cukup hebat bisa tahu kehadiranku,”kata raja kelima.
“itu sangat mudah. Untuk apa kamu ingin tahu. Tapi kenapa kamu datang bukan kalian sedang berduga kalau suadara kamu sudah mati satu bukan,”ucap Intan.
“Kamu,”ucap raja kelima yang hendak menusuk tapi. Pada saat yang sama pelindung kedua sudah ada didekat Intan dan menangkis serangan dari raja kelima.”Kamu mau apa dengan wanita di depan kamu. Kamu sangat tidak memiliki hati untuk seorang laki-laki ya. Beraninya kamu ingin membunuh Intan dnegan pisau yang tidak cantik,”ucap pelindung kedua.
“Aku serahkan dia kepada kamu ya. Aku ingin melihat ke belakang mereka,”ucap Intan yang segera pergi dari tempat mereka berdua.
“Tunggu Intan. Kamu mau pergi kemana lawan aku,”ucap raja kelima.
“Untuk apa Intan melawan kamu yang tidak memiliki hati. Lebih baik kamu lawan aku saja,”ucap pelindung kedua yang dengan senang hati menyerang raja kelima. Tapi mata dari penduduk dari dunia monster melihat serangan dari pelindung Intan.
“Aku tidak percaya kalau Intan memiliki orang yang hebat dan bisa bertarung imbang dengan mereka para raja alam semesta,”ucap Richla.
“Kalian tidak percaya bagaimana kami yang sudah lama bersama dengan dia. Dia meliki kekuatan yang hebat di belakangnya,”kata penjaga pertama.
“Kalian berdua tidak tahu. Yang sudah lama bersama dengan Intan. Kalau kalian tidak tahu Sandra bisa saja tidak tahu kalau Intan memiliki kemampuan yang tidak terduga bukan,”ucap Edwan. “Kurasa pertarungan ini akan bisa dimenangkan oleh pihak kita bukan,”ucap Revin.
Setelah mereka melihat pertarungan dari anak buah dari Intan pihak dunia dewa mendapatkan keuntungan dan unggul dari pertarungan melawan alam semesta.”Tapi dimana Intan berada aku tidak melihat dia,”kata Edwan yang melihat sekeliling dengan kondisi dia melawan musuh yang berdatangan.
__ADS_1
Sementara Intan yang sudah ada diluar pintu masuk dunia monster merasakan getaran yang sangat kuat.”Gelombang kedua akan dimulai cepat selesiakan,”kata Intan kepada semua anggota Intan yang berada dibawah naungannya.
Para pelindung dan para anak buahnya yang mendengar perkataan dari Intan segera menyelesaikannya. Pelindung pertama yang melawan raja kedelapan segera dia habisi dengan satu serangan karena sudah selesai bermain.”Maaf ya selama tinggal,”ucap pelindung pertama.
Sementara pelindung ketiga yang bersama dengan raja kesembilan yang sudah kelelahan hanya bisa mencari celah untuk mundur. Tapi tidak disayangkan dia mendapatkan serangan dari arah belakang.”Kmau harus mati sekarang. Tapi aku sangat terhibur dengan pertarungan yang kamu berikan kepadaku. Tapi untuk sampai disini saja, kemampuan kamu masih kurang,”kata pelindung ketiga yang dengan cepat menyayat leher raja kesemilan.
Setelah semua melihat para raja yang sudah dikalahkan para prajurit dari alam semesta yang merasa tidak memiliki kepemimpinan hanya bertindak sesuka mereka. Ada dari mereka yang kabur tapi sudah terbunuh dan ada yang bertahan tapi juga sudah terbunuh. Para pelindung yang melihat kalau semua sudah selesai di tangani mereka bertiga pergi ke tempa Intan.
“kalian tetap disini,”ucap pelindung kedua yang pergi bersama dengan kedua pelindung lainnya. Sementara para penduduk yang melihat dari jauh mereka sudah pergi hanya bertanya kemana mereka mau pergi.”Bukan sudah selesai semua ini. Apa ada masalah lain di luar sana,”ucap Revin.
“Apa yang kamu katakan Revin,”ucap Richal.
“Aku merasakan getaran kekuatan yang hebat di luar sana . Tapi aku tidak tahu ini Intan atau dari musuh yang lain,”ucap Revin.
“Kalian tidak usah pergi ke sana. Kalian tetap disini saja, biarkan mereka berempat yang menghadang saja,”kata anak buah Intan.
“Apa yang kamu katakan tapi tekan ini sangat kuat. Bisa saja dalam masalah besar bukan di luar sana,”kata Edwan.
“Kami percaya dengan ketiga pelindung yang menjaga Intan. Kami juga percaya kalau Intan akan baik saja,”kata semua anak buah intan. Mereka yang melihat kalau anak buah yang dibawa oleh Intan percaya dengan mereka berempat. Sementara Edwan hanya bisa diam saja dan menghela nafas.”Semoga saja dia tidak terluka,”kata Edwan.
“Emangnya kenapa kalau dia terluka,”kata Revin.
“Menurut kamu bagaimana jika Sandra tahu kalau Intan terluka,”kata Edwan. Mereka semua terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Edwan. Setalah apa yang dikatakn Edwan mereka hanya bisa meganggu saja.”Kurasa akan menjadi bencana besar bukan,”kata Moro.
__ADS_1
“Tapi kurasa akan tambah para kalau ada para raja yang mendekati Intan,”kaa Revin.
“Tambah menarik saja itu,”ucap Edwan. Mereka yang sedang berpikir dengan apa yang terjadi jika Snadra tahu semuanya. Apa yang akan terjadi dengan Sandra nanti. Tapi di tempat lain Intan yang sudah melihat rombongan dari pasukan kedua sudah datang mendekat.
“Kurasa yang memimpin pasukan kedua ini adalah raja pertama dan raja kesepuluh,”ucap Intan.
“Siapa yang datang,”kata pelindung pertama.
“Raja pertama dan raja kesepuluh. Kalian sudah selesai,”kata Intan.
“Sudah. Tapi bagaimana dengan pelindung ini. Apa perlu kita perbaiki,”kata pelindung kedua.
“Tidak biarkan Sandra saja yang memperbaiki. Jika aku yang memperbaiki dia pasti akan gelisah lagi,”ucap Intan. Saat mereka sedang berbicang satu sama lain musuh mulai mendekat.
“Aku tidak sangka kalau itu kamu Intan bisa bergerak,”kata raja pertama.
“Tentu saja. Apa kira aku sudah mati oleh kalian, itu tidak mungkin. Tapi kenapa kamu datang ke sini apa ingin membalas dendam,”ucap Intan sambil berpikir.
Raja pertama yang menyuruh kelompok pertama untuk menyerang Intan dan ketiga orang yang ada disampingnya. Tapi sangat disayangkan belum sempat mereka menyerang pelindung kedua sudah mengalahkan kelompok pertama. Raja pertama yang melihat kenapa tidak ada yang maju melihat ke belakang.
“Kenapa tidak ada yang maju,”ucap raja pertama.
“Kenapa tidak ada yang maju. Apa kamu juga ingin sama dengan mereka yang mati,”kata pelindung kedua yang ada didepan matanya. Raja pertama yang mundur dan mulai bertahan saat melihat pelindung kedua.”Kamu,”ucap raja pertama saat mereka melihat satu sama lain.
__ADS_1