Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 177


__ADS_3

Tapi sat mereka sedang berbincang satu sama lain Sandra yang sudah selesai dengan batu kehidupan. Melihat Leo sedang berbincang dengan intan yang mebuat dia sedikit terkejut. Sandra yang berjalan ke arah mereka berdua.”Apa yang kalian bahas berdua ini,”kata Sandra dengan wajah kesalnya.


“Sandraku,”ucap Intan yang berdiri segera dia memeluk Sandra yang ada dibelakangnya.


“Kami hanya membahas tentang akademik militer khusus saja,”ucap Leo.


“Apa itu benar Intan, tidak ada hal lain yang kalian bahas,”ucap Sandra yang menatap ke arah Intan yang ada didekapannya.


“Itu banar. Kamu kira kami ini bicara apa...tunggu dulu apa kamu curiga denganku ya,”kata Intan yang menatap ke arah Sandra.


“Tidak hanya saja aku tidak suka jika kamu berdua saja dengan Leo,”kata Sandra yang berwajah melihat ke arah lain.


“Kamu cemburu ya,”ucap Intan yang tersenyum. Sandra tidak langsung membuka mulut hanya memeluk Intan saja.Tapi di posisi lain Leo yang melihat mereka hanya bisa pergi karena dunia seperti milik mereka berdua.”Buat orang iri saja,”kata Leo sebelum dia pergi.


“Kamu mau pergi kemana Leo,”ucap Intan yang melihat Leo pergi dari tempatnya.


“Aku akan pergi jalan-jalan, nikmati saja kemesraan kalian berdua,”kata Leo yang sudah pergi hanya mengakat tangan untuk memberikan isyarat.Kepada mereka kalau Loe pergi agar mereka bisa bermesraan.


“Biarkan saja dia pergi. Tapi Intan apa yang kamu katakan kepada dia tadi,”ucap Sandra.


“Aku hanya mengatakan kalau orangku yang ada didalam akademik masih hidup dan tersambut sata aku ada didalam sana. Itu saja,”ucap Intan.


“Tunggu dulu Intan. Tadi kamu berkata kalau ada orang kamu yang ada didalam akdemik,”ucap Sandra.


“Iya. Apa ada masalah dengan itu,”kata Intan.


“Tidak aku hanya penasaran apa mereka bisa mengumpulkan banyak informasi,”kata Sandra.

__ADS_1


“Kurasa kita akan tahu jika aku masuk ke dalam. Tapi sebelum itu Sandra apa yang kamu temukan dari batu kehidupan yang kamu periksa,”ucap Intan. Sandra terdiam dan memeluk Intan dimana dia mencoba mencari ketenangan dari tubuh Intan yang ada didekapanya. Intan yang hanya diam saja membalas pelukkannya.


“Apa perlu kita makan dulu sebelum kita membahas apa yang sudah terjadi,”kata Intan. Sanda hanya menganggu saja. Sampai mereka kembali ke rumah yang sudah mereka pesan. Intan yang pergi ke dapur untuk membuat makan malam. Sementara Sandra yang ada didalam kamar mandi untuk membersihakn dirinya.


Di tempat lain dua orang yang akan menyusup sudah berangkat. Yang dimana mereka selalu mengawasi  kondisi sekitar retakan yang sudah dipasang oleh penghalang.Intan yang sudah seleai membuat makan malam mulai menata di atas meja untuk mereka makan bersama.


Sandra yang sudah selesai keluar dari kamar mandi dan melihat Intan yang menaruh makanan untuk mereka.”Kamu sudah selesai mandi. Ayo kita makan dulu sebelum kita berkeliling,”kata Intan. Sandra yang datang ke kursi dan mulai duduk. Dimana mereka berdua makan bersama. Tapi saat mereka hendak makan terdengar suara ketukan pintu.


“Siapa yang datang?,”ucap Intan.


“Biar aku yang melihatnya kamu makan saja dulu,”kata Sandra yang sudah berdiri.


“Tapi Sandra,”ucao Intan yang dihentikan oleh Sandra yang mengelus kepalanya. Intan hanya bisa menganggu saja. Sampai Sandra pergi dari ruang makan dan keluar membuka pintu. Sandra yang membuka pintu melihat Edwan dan Richal yang ada didepan kamarnya.


“Kalian kenapa malam ini datang. Apa ada hal yang ingin kalian bicarakan denganku,”ucap Sandra.


“Tapi bagaimana kabar kamu Sandra sebelum kami membahas tentang apa yang sudah terjadi,”kata Richal.


“Kabarku dengan Intan baik saja. Kami juga sudah menikah. Tapi kalian sebenarnya ingin mengatakan apa sampai kalian datang ke sini. Bukan masalah yang seriuskan,”kata Sandra.


“Bukan hanya saja ada kabar kalau pihak akademik mulai merobos dunia monster,”ucap Edwan.


“Apa yang kalian katakan pihak akademik mulai merobos masuk ke dalam dunia monster. Bukan ada pelindung yang sudah aku pasang. Kenapa mereka bisa masuk ke dalam dunia monseter. Apa ada hal yang kau tidak ketahui,”kata Sandra.


“Itu pelindung sudah hancur saat penyerangan dengan alam semesta. Pelindung yang aku buat hanya untuk sementara saja,”kata Intan dari belakang.


“Intan kenapa kamu keluar,”ucap Sandra yang meoleh ke belakang.

__ADS_1


“Aku khawatir karena kamu tidak kembali masuk ke dalam lagi. Tapi apa yang kalian bicarakan kalau akademik masuk ke dunia monster sekarang. Bagaimana dengan kondisi di sana,”kata Intan.


“Kondisi untuk sekarang baik-baik saja.Tapi kami tidak tahu sampai berapa lama pelindung ini bisa bertahan,”kata Richal.


“Sekarang mau bagaimana Sandra,”kata Intan yang melihatnya.


“Kamu tidak usah khawatir aku akan pergi untuk mengecek. Kamu disini kalau ada apa-apa kamu beritahu aku ya,”kata Sandra yang segera pergi dari tempat Intan berada. Sandra yang bersama dengan Richa dan Edwan kembali ke dunia monster. Sementara Intan yang melihat hanya bisa menghela nafas saja. Tapi pada saat Sandra pergi retakan lain muncul di alam semesta di dekat pemungkiman. Intan yang ditinggal oleh Sandra yang hendak masuk ke dalam dipanggil oleh anak buahnya.


Kalau ada retakan lain yang muncul didekat pemungkiman alam semesta. Intan yang bersama dengan anak buahnya segera pergi ke lokasi tersebut. Tapi pada saat Intan ingin pergi dia merasa kalau ada hal buruk yang akan terjadi.


“Perasanku tidak enak untuk malam ini kenapa ya,”batin Intan.


“Intan kamu tidak apa-apa,”ucap dari pelindung kempat yang memberikan laporan kepada Intan.


“Tidak ayo kita pergi,”ucap Intan yang segera fokus dengan kondisi yang ada didepan matanyanya. Intan yang bersama dengan anak buahnya pergi ke retakan yang dimasuk.tapi saat mereka sudah samapai para monster sudah membuat kerusakan. Tapi kerusakkan itu masih bisa ditangani oleh para pelindung.


“Apa monster tersebut sudah mulai menyerang,”kata Intan.


“Nona Intan,”ucap pelindung ketiga dari Sandra.


“Bagaimana kondisi sekarang?,”kata Intan.


“Kondisi untuk sekarang mosnter sudah dikalahkan dan para penduduk yang tinggal di dekat lokasi sudah di unsikan. Hanya saja ada gelombang monster yang akan datang ke sini,”kata pelindung ketiga dari Sandra.


Intan yang mersakan gelombang yang dikatakan nomer ketiga dari Sandra mendekat ke arah retakan. Dimana Intan memasang pelindung disekitarnya dan mulai menghancurkan retakan itu bersama dengan para monster yang ada didalammnya. Hanya dengan hempasan angin cahaya Intan membuat retakan itu menghilang dan monster yang tadi ingin keluar sudah mati semua. Tapi Intan yang melihat sekelilingnya kondisi wilayah sudah tercemar. Tapi dengan informasi yang dia dapatkan hanya dalam waktu singkat. Intan sudah mendapatkan penawar dari racun yang sudah menyebar. Intan yang masuk ke dalam ruang dimensi yang dia buat.


Di dalam ruang tersebut Intan membuat obat penawar hanya dalam hitungan detik Intan sudah membuat beberapa obat penawar dari racun. Dimana Intan segera memberikan kepada anak buahnya untuk menyerbarkanya agar racun tidak menyebar luas.

__ADS_1


__ADS_2