
“Kalian kenapa berlari dan menuju tempat ini tidak biasanya,”ucap Frsthe.
“Itu karena aku merasakan hawa nyaman yang sama dirasakan oleh Jaya,”ucap Sandra dengan santai.
“Kalian kaum manusiakan, kenapa kalian bisa ada di dunia yang kacau ini. Apa tujuan kalian?,”ucap Kakak laki-laki.
Kakak laki-laki yang ditemui oleh Sandra dan Jaya. Itu adalah Revin yang merupakan salah satu ras campuran spesial. Dimana Revin yang juga mengalir darah dari kakek Sandra dan Jaya yang dirasakan oleh mereka berdua.
“Dia kak Momo. Kak Revin mereka datang untuk bertemu dengan para ketua dan mereka juga salah satu dari manusia yang membantu kita dalam mempertahankan wilayah. Kakak jangan marah kepada mereka berdua ya kak Revin,”ucap Momo yang membela para manusia yang datang ke kediaman mereka.
“Maaf kak habis hawa kakak sama dengan kakek saya yang sudah pergi,’kata Jaya menundukan kepalanya. Sandra hanya menatap saja evin tapi tiba-tiba Sandra merasa apa yang dia lihat seperti berputar. Sandra yang merasa tidak enak hanya bisa menghela nafas saja. Tapi Pocky melihat Sandra yang dari raut wajahnya tidak baik datang ke sampingnya.
“Mau beristirahat,”bisik Pocky. Sandra menoleh dengan senyumnya kalau dirinya emang tidak bisa bertahan. Pocky membantu Sandra berjalan mencari tempat duduk tapi Revin yang melihat menghampirinya.
“Ada apa dengan teman kamu?,”ucap Revin yang menyentuh dahi Sandra.
Kawan Sandra yang mendengar ucapan dari Revin baru melihat Sandra.”Hai Sandra kamu sakit,”cuap Wati.
“Tidak hanya sakit kepala saja, karena bulan dan tanggal ini wkatunya aku makan obat. Hanya saja obatnya tidak ada hanya bisa menahan saja. Besok paling sudah baikkan,”ucap Snadra dengan suara lemas yang kemudian dia tertidur di tempat duduk di taman.
“Kak,”ucap Jaya yang mendekat.
“Apa Sandra selama ini sakit,”ucap Atik.
“Kalian lupa ya saat di akademi juga dia sama hal seperti ini bukan Tapi setelah aku periksa tangal dan bulan itu sama kejadian saat di akademi dimana Sandra sakit,”kata Pocky.
“Kakak sakit apa emangnya, tapi selama ini dia baik-baik saja,”ucap Jaya yang mulai khawatir.
__ADS_1
“Kalian tidak usah khawati teman kalian hanya deman saja,”ucap ibu dari Revin.
“Revin bawa orang itu ke kamar, biar dia bisa istirahat,”ucap iabu Revin. Revin hanya menganggu dan menggendong Sandra menuju kamar. “Pasti kalian lelah sebaiknya kalian istirahat dulu di sini. Kita bisa bicara besok,”ucap ibu Revin yang kemudian pergi dari mereka.
“Aku akan mengantarkan kalian ke kamar kalian,”ucap Revin yang sudah menggendong Sandra di belakang. Di perjalanan menuju kamar Jaya yang menari sedikit baju dari Revin karena nyaman. Revin yang melihatnya hanya tersenyum saja dan membiarkan saja. Tapi dibelakang Momo yang melihat berbisik di telika Kara.
“Hai kak aku tidak percaya kalau kak Revin bersikap hangat seperti itu. Itu pertama kalinya apa kak Revin sakit juga ya,”bisik Momo.
“Tidak mungkin, tapi aneh juga sih,”ucap Kara.
“Apa yang kaiian bicarakan sampai berbisik,”ucap Wati yang melihat mereka berdua.
“Tidak ada,”ucap mereka berdua. Koro yang bisa menebak hanya diam saja sampai mereka di kamar Sandra yang berdekatan dengan kamar Revin. Koro menatap terkejut kenapa Revin sampai membawa Sandra di samping kamarnya.
“Hai Momo,”ucap Koro yang melihat pemandangan yang tidak biasan.
“Aku akan tidur dengan kak Sandra tidak apa-apa kan,”ucap Jaya yang tidak ingin tinggal jauh dengan Sandra.ti itu,”kata
“Kamu akan tidur disini juga kerena ada dua kasur didalam,”kata Revin dengan lembuat.
“Baiklah kami akan ke kamar. Jaya jika ada apa-apa kamu hubungi kami ya,”ucap Jami.
“Baik kakak,”kata Jaya yang masuk setelah Revin membawa Sandra ke dalam. Setelah Jaya masuk ke dalam Koro bersama dengan Fros yang lain meninggalkan tempat kamar Sandra.
“Kalian itu dari tadi menyembunyikan apa?,”ucap Atik yang diam-diam mengawasi mereka. Mata mereka saling melihat satu sama lain.”Bukan mau menyembunyikan, hanya saja kita bertiga kaget saja dengan sikap Revin,”ucap Momo.
“Itu benar, biasanya dia akan dingin dan melarang siapa saja untuk mendekat atau menyentuhnya. Tapi saat teman kalian tadi Jaya menyentuh Revin dia tidak marah. Apa lagi saat Revin mengizinkan mereka berdua tinggal di kamar yang bersampingan dengan kamarnya. Itu sangat jarang terjadi dan langka saja itu,”ucap Koro.
__ADS_1
“Emangnya sikap Revin bagaimana dengan kalian sampai terkejut seperti itu?,”ucap Pocky.
“Sikap dia itu dingin, acuh tak acuh, cutek, menyebalkan. Tapi dia baik kok hanya saja dia tidak bisa dengan ada yang yang mengganggu atau menyentuhnya saja,”ucap Kara.
“Tapi dia tadi tidak marah, malah senang,”kata Pil.
“Iya seperti melihat saudara jauh yang sudah lama berpisah saja,”ucap Pol. Tatapan mereka tertuju ke arah Pol. “Kalian kenapa melihat aku seperti itu. Apa ada yang salah dengan ucapanku, sampai kalian melihat ke arahku,”ucap Pol.
Mereka yang menatap Pol beralih menatap yang lain. Pol tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan mereka yang membuat Pol bingung. Tapi mereka yang mendengar kata dari Pol berpikir,”Apa benar mereka bersaudara dari kakek mereka.”
Pikiran mereka yang sama membuat mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. Sampai mereka di depan kamar mereka. “Akhirnya aku bisa istirahat,”ucap Fros. Mereka yang sudah masuk ke kamar masing-masing. Sedangkan Kara, Koro dan Momo yang pergi dari kamar mereka menuju tempat lain setelah memberitahukan kalau mereka harus isrirahat.
Di tempat lain Sandra yang sudah di baringkan oleh Revin. Memeriksa kondisi Sandra yang suhu tubuhnya mulai panas.”Aku akan menyiapkan obat untuk Sandra kamu disini saja dia ya Jaya,”kata Revin.
Jaya hanya menganggukan kepalanya saja, setelah Revin keluar Jaya menjaga Sandra yang sudah tidak sadarkan dirinya. Sambil menuggu Revin mencari obat Jaya mengopres dahi Sandra yang panas.”Kak kenapa kakak bisa seperti ini, kenapa kakak menyembunyikannya dari Jaya,”ucap hati Jaya. Sandra yang mendengar ucapan dari Jaya melihat sedikit dengan tubuh beratnya. Apa yang dilihat oleh Sandra hanya sekilas sampai dia tidak sadarkan dirinya.
Revin datang membawa obat untuk Sandra.”Bagaimana kondisi kakak kamu, apa sudah membaik?,”cap Revin. Tapi Jaya hanya menggelengkan kepalanya saja dengan wajah sedih.
“Kamu tidak usha sedih kakak kamu akan baik saja,”ucap Revin yang memberikan obat kepada Sandra yangs duah tidak sadarkan dirinya. Sandra yang sudah di berikan obat oleh Revin. TAPI Jaya yang sudah melihat raut wajah darai Sandra yang mulai membaik sudah mulai tenang. Tapi saat dia melihat sekitar kamar ada yang tidak asing bagi Jaya. Kamar yang sama dengan kakek Jaya menatap ke arah Revin yang tersenyum.
“Ada apa kamu melihatku apa ada yang tidak kamu sukai dari kamar ini?,”ucap Revin dengan santai.
“Tidak hanya saja kamar ini sama dengan kamar kakekku,”ucap Jaya yang menatap santai dengan Revin.
“Baguslah jika kamu suka dengan kamar ini. Aku akan keluar dulu, jika ada apa-apa kamu bisa menanggilku aku ada dikamar sebelah,”ucap Revin yang berjalan keluar.
“Baiklah,”ucap Jaya yang kembali merawat Sandra.
__ADS_1