
Karena mereka sudah ketahuan hanya bisa melawan gelepan yang datang ke arah mereka.”Jadi bagaimana ini?,”ucpa Sandra.
“Kenapa kamu tanya aku, bukan sudah pasti untuk mengalahkan mereka semua. Sebelum terlambat,”kata dewa kehidupan.
“Itu benar, tapi liaht dibawah sana sudah mulai berkelahiannya dan sudah adu pedang dan senjata dair keduanya. Jika seperti ini akan tambah rusak bukan,”ucap dari Sandra. Dewa kehidupan yang sedang berpikir dengan apa yang sudah terjadi.
“Apa kamu masih belum mendapatkan ide?,”kata dari Sandra.
“Apa kamu sudah mendapatkannya?,”ucap balik dari dewa kehidupan. Tapi Sandra yang melihat ke arah dewa kehidupan yang dalam pikirannya masih bingung hanya bisa berkata sedikit saja.
“Kamu di sini aku ke sana,”ucap Sandra yang segera menghilang dari padangan dari dewa kehiduoan. Dimana Sandra menggunakan kemampuannya untuk memindahkan mereka berdua yang beraura gelap. Setelah Sandra dan kedua orang dari dua belah pihah dibawa. Kerena pengaruh aura kegelapa yang tidak tahu berasal dari mana.
“Sandra,”ucap mereka berdua. Tapi respons yang diberikan oleh Sandra adalah tepuk tangan.”Kau tidak sangka kalian mengenal diriku,”ucap Sandra yang tidak terkejut dengan mereka berdua.
“Kamu tidak mati,”ucap dewa sihir dunia sihir.
“Bukan seharusnya kamu mati di ruang hampa menuju dunia monster,”kata ketua ketiga.
“Enaknya kalian yang mengharapkan aku mati. Tapi sangat disayangkan aku tidak bisa mati begitu saja. Apa lagi kalian yang sudah mengacau ketrentraman kedua dunia yang sudah damai,”kata Sandra.
“Damai,”ucap dewa sihir yang tertawa dengan wajah dinginnya.
“Iya damai jika kamu tidak ada disini,”kata Sandra.
Tapi dewa sihir yang tidak terima mulai menyerang Sandra yang belum siap. Tapi tidak disangka Sandra bisa menghindar dengan mudah. Tapi Sandra melewatkan satu orang yang juga hendak membunuh Sandra. Ketua ketiga yang sudah ada dibelakang Sandra siap untuk membunuhya dengan pistol yang dia bawa.
__ADS_1
“Kalian hebat bisa melakukan secara bersama. Tapi kalian tidak saling kenal?,”kata Sandra yang menghindar menuju langit. Tapi tidak hanya itu saja serangan dari dewa sihir. Dari atas yang sudah siapkan perangkap untuk menghancurkan Sandra dengan halilintar yang tinggi.
Sandra yang melihat kilatan menyambarnya menghindar.”Tapi apa ini saja kemampun kalian yang sudah lama kenal,”ucap Sandra yang sudah ada dibelang mereka berdua.
“Kenapa kalian ingin bermain denganku. Jika aku aku bisa saja membunuh kalian dengan mudah,”ucap Sandra yang sudah menusuk mereka berdua dengan kedua tangan yang sudah aliri aura yang berbentuk runcing. Siap menusuk tubuh mereka berdua.”Maaf tapi kalian harus mati disini. Karena kalian sudah membuat onar tahu tidak,”ucap Sandra yang melepaskan tangan yang melekat ke tubuh mereka berdau.
Tangan Sandra yang sudah berlumpur darah ditanganya dengan posisi kedua orang yang sudah menjadi masalah sudah mati didepan matanya.”Tapi kenepa kamu hanya melihat saja,”ucap Sandra. Kenapa orang asing di hutan terlarang yang bersembunyi tadi.
“Sejak kapan kamu menyadari kehadiran kami, Sandra,”kata orang asing.
“Sejak kapan kalian mengawasiku. Kalian ini siapa datang mengawasiku, apa yang kalian inginkan datang ke sini,”ucap Sandra. Orang asing itu hanya tersenyum saja kepada Sandra.
“Itu betul kamu tidak tahu kami,”ucap orang asing yang sudah ada didepan mata Sandra. Sandra yang tidak merasakan hawa keberadaan orang asing hanya bersikap waspada dengan dia menghindar. Tapi sangat disanyangkan anak buah dari orang asing sudah mengepung Sandra.
“Percuma saja jika kamu mau menghindar. Kami tahu semua tentang kamu,”ucap orang aisng. Sandra yang sudah terkepung hanya menghela nafas saja dan duduk di tanah.”Kamu masih ingin berdiri,”ucap Sandra yang mengelurakan makanan. Karena sudah waktunya makan tapi Orang asing yang ada didepannya ikut duduk bersama dengan anak buahnya yang mulai menjauh tapi melingkari mereka berdua.
“Mau bagaimana lagi jika perut sudah lapar,”kata Sandra yang menggigit makanannya. “Sandra,”ucap orang asing.
“Sudah selesai dengan kamu menyembut namaku,”kata Sandra.
“Kenapa kamu tidak suka,”ucap orang asing. Sandra menghela nafas dan menatap ke arah orang asing di depannya.”Sampai kapan kamu akan berpura-pura tidak tahu. Kamu kira aku tidak tahu tujuan kamu itu,”ucap dari Sandra.
“Kamu tahu aku ini siapa?,”ucap orang asing yang masih menatap ke arah Sandra didepannya.
“Tidak,”ucap Sandra dengan cepat sambil tersenyum.Tapi wajah orang asing yang tadi bersemangat kembali datar melihat Sandra.”Lalu kenapa kamu terlihat kenal aku memberikan makanan ini,”ucap orang asing dengan wajah datarnya dan dingin.
__ADS_1
“Aku kira kamu lapar makanya aku bagi,”ucap Sandra dengan wajah tidak bersalahnya. Tapi wajah dari orang asing hanya bisa tersenyum kecil dengan menatap ke arah Sandra.”Kamu mempermainkan aku ya,”ucap orang asing.
“Tidak untuk apa aku mempermainkan kamu. Aku saja tidak kenal kamu, itu salah salah kamu sendiri yang mau duduk didepanku,”kata Sandra.
Orang asing yang merasa hatinya tercabik dengan ucapan yang memiliki arti yang berbeda dengan Sandra hanya tersenyum.”Kamu mempermainkan aku Sandra.Apa kamu tidak takut jika jantung itu aku ambil lagi,”ucap orang asing.
“Kamu ingin jantungku yang bukan milik kamu. Apa kamu tidak malu dengan hidup kamu itu,”ucap Sandra. Mereka yang saling berbisik dengan aura kebencian diantara mereka.”Sudah bagaimana jika kita main ini saja untuk menenangkan suasana saja,”ucap dari Sandra yang mengeluarkan catur. Dimana mereka sepakat untuk bermain catur. Tapi apa permainan catur itu akan bisa membuat mereka puas. Permainan catur dengan ruang dimensi yang berbeda dan menekan aura mereka di dunia yang berbeda. Setelah mereka menatap bidang caturnya mereka mulai bermain dengan santai. Tapi aura mereka saat bermain bisa dirasakan oleh anak buah orang asing.
“Kamu hebat tidak takut denganku,”ucap orang asing.
“Takut dengan kamu, untuk apa?,”ucap Sandra.
“Untuk apa?,”ucap orang asing yang sudah memindah bidang caturnya untuk menyerang. Dimana kedua orang itu saling menyerang satu sama lain. Dengan aura yang saling menekan di ruang hampa di dalam dimensi yang lain. Mereka saling mengeluarkan strategi mereka yang saling menyerang satu bidang catur.
“Tidak aku sangka kamu bisa main catur juga,”ucap Sandra yang tersenyum ramah. Tapi dalam dirinya ada aura yang bisa saja membunuh musuh didepannya.
“Kamu kira aku ini siapa tidak bisa bermain cantur,”ucap orang asling.
“Tapi sampai mana kemampuan kamu bisa bertahan. Melihat di depan kamu hanya ada lima bidang catur yang tersisa. Apa kamu bisa bertahan dengan baik,”ucap Sandra.
“Kamu meremehkan aku, kita lihat saja dengan bidang catur yang hanya lima ini aku bisa mengalahkan kamu,”ucap orang asing yang tidak mau kalah. Mereka berdua yan saling menyerang awalnya Sandra yang unggul berubah seimbang.
“Bagimana hebat bukan aku?,”ucap Orang asing.
“Iya hebat.Tapi apa benar kamu bisa mengalahkan aku ya. apa kita seri saja biar tidak ada yang malu,”usul Sandra. Karena lawan didepannya tidak bisa dianggap remeh. Orang asing itu yang merasa kalau Sandra juga hebat lebih baik menerima usul darinya.”Baiklah aku terima usul kam tadi,”ucap orang asing.
__ADS_1
Dimana mereka saling mengalah satu sama lain. Karena permainan catur sudah dianggap seri oleh keduanya. Orang asing itu pergi bersama dengan anak buahnya.”Kita akan bertemu lagi Sandra,”ucap orang asing.
“Siapa dia sebenarnya,”ucap Sanra yang tidak mengenal orang asing yang datang menghampirinya.