Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 167


__ADS_3

Tapi sikap yang diberikan oleh mereka bertiga adalaha respons yang biasa saja.”Sejanta darai alam semesta. Tapi apa gunanya itu, dia juga tidak bisa menggunakan kekuatan asli dari kekuatan itu sendiri,”kata Intan.


“Apa maksud kamu Intan. Kakak pertama tidak bisa menggunakan kekuatan asli dari senjata itu begitu maksudnya,”kata raja kesepuluh.


“Itu benar. Tapi kenapa kamu tadi terlihat takut. Walaupun dia bisa menggunakan kekuatan dari senjata itu. Dia akan baik saja, jadi kamu tidak usah khawatir,”kata pelindung ketiga.


“Sebenarnya kekuatan dari kalian ini seperti apa sampai kalian tidak takut dengan kekuatan yang kami miliki,”kata raja kesepuluh.


“Siapa kami itu tidak penting, nanti juga kamu akan tahu bagaimana kami bisa berkembang seperti ini,”kata Intan.


“Aku tidak tahu bagaimana kekuatan kalian. Tapi aku akan menerima semuanya asalkan kalian melakukan dengan baik dan tidak melakukan dengan jahat,”ucap raja kesepuluh yang dimana dia meletakan bidang caturnya.


“Kamu ini hebat tahu tidak hanya saja tidak mau berkembang,”kata pelindung pertama. Mereka yang telah selesai berbincang sementara raja pertama yang sudah kuwalahan melawan pelindung kedua. Apa lagi dia sudah menggunakan senjata alam semesta.”Kenapa tidak terpengaruh dengan senjata ini,”batin raja pertama.


“Apa kekuatanku masih belum cukup menggunakan senjata ini,”batinya lagi. Tapi saat dia memikirkan apa yang dia hadapi pelindung kedua sudah ada disampingnya dan menyerang dia. Karena ketiada waspadaan raja pertama dia mendaoatkan serangan dari pelindung kedua.


Membuat raja pertama pernetal mundur. Tapi dia bisa bertahan. Tapi Raja pertama yang juga sedikit menyerang pelindung kedua dengan senjata yang dia sembunyikan. Pelindung kedua yang tahu kalua ad asenjata yang akan menyerang dia sudah dia tangkis dan dai juga menghindar dari racun dalam senjata tersebut.”Maaf saja kamu bukan lawan yang pantas untukku,”ucap pelindung kedua yang ada didepan rraja pertama yang sedang dalam kondisi tidak baik.


“Aku ingin kamu mati sekarang,”kata pelindung kedua yang merang tanpa ampun. Sementara raja pertama yang tidak bisa bertahan mendapatkan serangan bertubi-tubi. Tapi pelindung kedua yang masih belum puas menyerang dia darai arah belakang sampai dimana tubuh darai raja pertama penuh dengan luka yang tidak bisa dia sembuahkan. Di tambah lagi dampak dari senjata alam semesta yang digunakan oleh raja pertama.


“Aku tidak terima kalah dengan cara seperti ini,”ucap raja pertama.

__ADS_1


“Kamu tidak mau mengalah sebaiknya kamu mati saja. itu lebih bagus bukan untuk kamu. Bunuh dia dengan api keabadian,”ucap Intan kepada pelindung kedua. Pelindung kedua yang mendengarnya merasa senang dan mengluarkan api keabadian di tangannya dan siap dilemparkan kepada raja pertama.


Dimana raja pertama terbakar oleh api keabadian dimana dia akan hangus tanpa sisa. Setelah semua selesai dan banyak dari mereka yang menyerah. Intan yang bersama kembali ke dunia monster. Dimana mereka semua sudah membereskan semuanya. Intan yang pergi ke arah mereka.”Intan kamu baik saja,”ucap Richla.


“Aku baik saja tapi di sini sudah selesai bukan,”kata Intan.


“Seperti yang kemu lihat. Tapi mereka bukan dari alam semesta bukan,”kata Richal.


“Itu benar, mereka akan ikuti dengan ketiga pelindungku mendapatkan pelatian. Karena mereka akan menjadi bagain dari mata-mata dunia. Jadi kalian tidak usah khawatir,”ucap Intan yang berbalik dan melihat pelindung yang hancur. Intan yang melepaskan auranya untuk memperbaiki pelindung ini sampai Sandra datang.


“Kalian boleh kembali karena perang sudah berakhir,”ucap Intan.


“Tunggu dulu Intan bagaimana dengan duniakua. Jika disini sudah selesai dunia alam semesta bagaimana,”kata raja kesepuluh.


Intan dan yang lain kembali setelah perang telah selesai. intan yang masuk melalui jendela segera dia berbaring. “Akhirnya aku bisa berbaring, aku ingin tidur,”ucap Intan.


Setelah Intan kembali urusan yang dilakukan oleh penduduk dari dunia monster.Tapi di tempat lain dunia alam semesta yang mendapatkan serangan tiba-tiba dari kelompok penyerang yang dibuat oleh Sandra.


“Dunia ini memang harus di ubah,”ucap Sandra yang telah sampai di dunia alam semesta. Tempat tinggal dia sebelum dia menjadi Sandra. Dunia yang hanya ingin kekuatan,tapi seteleh dia melihat langsung tempat ini setelah sekian lama. Sandra merasa kasihan kalau dunia ini sudah mati oleh rasa kekuasaan yang menelan rasa kasih sayang mereka.


Sandra yang berjalan perlahan menuju pusat dari alam semesta di mana penguasa alam semesta berada tinggal. Tapi saat Sandra hendak pergi ke tempat itu dihadang oleh raja kedua dan raja keempat yang merasakan gelombang yang membuat alam semesta tergunjang.

__ADS_1


“Sandra kamu berani menginjakan kaki kamu di alam semesta,”ucap raja kedua.


“Kenapa tidak aku hanya ingin meminta keadialan dari alam semesta yang tidak menjalankan kewajiban kalian kok. Apa ada yang salah dengan aku datang ke sini,”ucap Sandra yang dengan santai.


“Kamu datang ke sini apa tidak tahuk kalau kamu bisa saja kehilangan orang yang kamu sayangi di dunia monster,”kata raja keempat.


“Aku percaya mereka bisa menjaa diri mereka sendiri. Kalian tidak usah khawatir tapi dimana ayah handa kalian yang sudah membunuh penguasa sebelumnya,”kata Sandra.


“Kamu ingin mati ternyata,”ucap raja kedua yang sudah ada di belakang. Tapi pada saat dia hendak menyerang pelindung dari Sandra sudah menghentikan langkah dari raja kedua. Raja kedua yang saat itu menyerang menyadari kalau ada yang aneh dengan sikap diam Sandra yang tidak melawan. Tapi ada gelombang lain yang datang lebih cepat dan segera dia menghindar sebelum mendapatkan luka.


“Hebat bisa menghindar sebelum kami datang ke tempat kamu,”uca pelindung Sandra.


“Kalian siapa?,”ucap raja kedua yang sudah mundur dan waspada dengan pelindung yang mengelilingi Sandra.


“Kami adalah pelindung dari Sandra. Jika kalian menyentuh Sandra, kalian berhadapan dengan kami,”kata pelindung yang lain. Raja kedua yang meludahkan saat dia berkata menganggap pelindung itu hanya sampai.


Tapi tidak disangka salah satu dari pelindung sudah ada dibelakang raja kedua.”Jangan pernah meremehkan musun yang kamu lawan dan teruslah waspada,”ucap pelindung yang ada dibelakang raja kedua.’Tapi raja kedua yang mendengar suara itu segera menghindar dan mencari tempat yang aman dengan kelompoknya.


“Kurasa kita akan bermain disini,”ucap pelindung yang siap melawan musuh dari Sandra.


“Jika kalian sudah datang aku pergi duluya,”ucap Sandra yang pergi ke istana alam semesta. Dengan berapa orang yang dia bawa mereka melewati kedua raja yang menghadang Sandra.

__ADS_1


Raja kedua dan raja keempat yang melihat Sandra lewat ingin menghentikannya. Tapi tidak disangka pelindung yang tadi keluar malah menghalangi kedua raja tersebut untuk mengikuti Sandra.”Kalian berdua mau kemana. Lawan kalian adalah kami bertiga bukan orang yang lewat tadi,”ucap pelindug.


__ADS_2