
Sandra yang kembali melajutkan perjalanannya sampai didepan gerbang pintu masuk dia berhadapan dengan penjaga. Tapi penjaga itu sudah dikalahkan oleh anak buah yang dibawa oleh Sandra. Sandra yang dengan senang hati melangkah masuk ke dalam dimana saat Sandra sudah melangkah masuk dia melihat sejumlah pasukan yang berjaga.”Berhenti di sana penyusup, jika kamu ingin mati,”ucap komandan dari pasukan yang berjaga dihalaman dalam istana penguasan.
“Aku tidak tahu kalau sudah ada banyak dari kalian yang berhaga untuk menyambutku,”kata Sandra. Tapi pada saat yang sama pelindung lain datang dari Sandra yang akan berhadapan dengan raja keenam dan ketujuh yang ada di istana penguasah alam semesta.
“Aku tidak sangka kamu berani datang ke sini Sandra,”ucap raja enem yang berjalan bersama dengan raja ketujuh.
“Kenapa aku tidak boleh datang, aku hanya ingin menjadi ayah handa kalian saja,”ucap Sandra.
“Jangan harap kamu bisa masuk ke dalam lebih jauh. Kamu tidak pantas menginjakan kaki kamu di sini,”kata raja ketujuh yang secara sepontan dia mengangkat tangan dimana kelompok panah siap melemparkan anak panah ke arah mereka tempat Sandra.
“Apa kamu kira dengan anak panah yang sudah disucikan kalian bisa membunuh kami. Tapi itu tidak akan bisa, maaf ya,”kata Sandra. Tapi karena pada saat yang sama pelindung dari Sandra sudah memberikan serangan balik dengan panah yang sama. Panah keduanya yang saling bertabrakan satu persatu dan tidak ada yang mengenai kedua belah pihak.
Setelah panah saling bertarbrakan mereka yang ada dibelakang mulai bergeak maju untuk melawan para penjaga yang menghalangi Sandra masuk. Saat semua sudah mulai berkelahi Sandra masih ditempat sementara pera pelindung Sandra melawan kedua raja yang menghalangi Sandra.
Sandra yang dengan diam mengamatai sekitarnya sampai dia melihat ada jalan yang dia lewati karena tidak ada bahaya. Dengan santai Sandra berjalan melewati tengah pertarungan yang sednag berlangsung. Satai dan waspada senjata yang nyasar selalu bisa dihindari oleh Sandra. Smapai musuh didepan dia Sandra bisa membunuhnya. Hingga dia sampai didepan pinu masuk ke dalam istana dia mulai melanjutkan perjalanan tanpa menengoh ke belakang. Tapi saat dia menginjakan kakinya ada tekanan yang kuat yang membuat Sandra terhenti untuk melangkah untuk sesaat.
“Tekanan yang mengganggu saja,”ucap Sandra yang dengan paksa menghancurka kristal pelindung istana dengansatu serangan. Setelah tekanan sudah hilang Sandra melanjutkan perjalannaya. Di tengah perjalan yang Sandra lewati selalu ada musuh yang menghalangi sampai Sandra harus berhadapan dengan mereka. Tapi mereka yang lemah bisa dikalahkan oleh Sandra dnegan mudah.
__ADS_1
“Kenapa banyak sekali musuh yang menghalangi. Aku hanya ingin bertemu dengan dia saja,”kata Sandra. Yang merasakan tekanan yang berbeda dari musuh yang tadi melawan Sandra.
“Kurasa ada lawan yang pas untuk mengisi kebosanan Sandra yang masih belum bertemu dengan orang yang dicari olehnya,”kata Sandra yang berhenti melangkah.
“Akhirnya datang juga orang yang bisa aku ajak bermain,”kata Sandra.
“Sandra, tidak aku sangka kalau kamu akan datang ke tempat ini. Apa nyawa kamu masih sisa banyak,”kata dari penjaga kanan dari penguasa.
“Aku tidak tahu apa yang kau katakan. Kalau aku memiliki nayawa yang banyak, tapi kenapa kamu seorag yang adil mau bersama dengan penguasa yang sekarang,”kata Sandra.
“Itu bukan urusan kamu,”ucap penjaga kanan yang bersiap menyerang dari arah depan. Satu seragan dia berikan satau pedang yang menghempaskan Sandra. Sandra yang mundur mengambil senjatanya di ruang dimensi dan siap untuk memberikan serangan balik. Suara hanyaman pedang yang saling beraduh mulai terdengar. Mereka berdua yang saling betarung satu sama lain. Tapi Sandra yang tidak hanya menggunakan fisik yang dia miliki.
Waktu terus berjalan sampai dimana penjaga kanan merasa kewalahan melawan Snadra yang masih tidak tahu dia kelelahan atau tidak.”Kenapa kamu masih bisa bergerak kita sudah lama berkelahi. Tapi aku lihat kamu masih tidak berkeringat,”ucap penjaga kanan.
“Apa iya. Tapi aku merasa ada hawa panas ditubuhku kok, hanya saja aku belum puas bermainnya.tapi aku ingin bertanya kepada kamu. Kenapa kamu tidak menyerah saja,”ucap Sandra.
“Menyerah itu tidak mungkin,”ucap penjaga kanan yang merasa ada yang dia sembunyikan.
__ADS_1
“Apa itu karena istri dan anak kamu yang disandara oleh penguasa,”ucap Sandra. Tapi penjaga kanana terdiam karena apa yang dikatakan oleh Sandra tepat sasaran.”Jika kamu mau menyerah aku bisa membantu kamu. Mungkin saja istri dan anak kamu sekarang sedang menuggu kamu pulang,”kata Sandra.
“Bagaimana kamu bisa tahu semua ini Sandra. Apa selama ini kamu sudah tahu kondisi alam semesta karena itu kamu datang menyerang tempat ini,”kata penjaga kanan.
“Bagaimana ya aku juga tidak bisa berkata lain soal itu. Tapi yang dikatakan olehmu ada yang benar. Aku sudah tahu sejak lama dunia ini sudah lama hancur,”ucap Sandra.
“Tapi aku tidak bisa karena kontra darah itu,”kata penjaga kanan yang bersiap menyerang lagi. Sandra yang melihat itu berkata,”Apa kamu tidak lelah, untuk menjaga penguasa yang tidka memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi itu. Untuk kontra darah aku bisa membantu kamu dengan membunuh pimpinan kamu itu. Bagaimana saranku bagus bukan?.”
“Emangnya kamu siapa kamu tidak tahu apa-apa tentang dunia ini.Kamu hanya penyusp yang ingin tahta darai penguasa bukan,”kata pejaga kanan yang siap menghenuskan pedang. Tapi pada saat dia menghenuskan pedang Sandra menangkis serangannya dan menendang penjaga kanan sata dia tidak waspada.
Sandra yang berjalan ke araj penjaga kanan yang sudah terjatuh ke lantai. Sambil dia berkata,”Kamu kira aku tidak tahu apa yang dia lakukan pada alam semesta yang dia jaga sudah hancur. Karena ego dia.” Dengan tatapan dingin dan tajam Sandra meninggalkan penjaga kanan yang sudah tidak bisa bergerak lagi. Sandra yang melanjutkan perjalanannya sampai di persimpangan dia melihat pintu masuk yang menuju tempat penguasa berada. Tapi didepan pintu ada penjaga kiri yang siap menghentikan Sandra.
“Aku tidak menyangka kalau penjaga kanan sudah kalah oleh manusia biasa ini,”ucap penajga kiri yang sedikit kuat dari penjaga kanan.
“Aku juga tidak menyaka manusia biasa ini bisa sampai ke tempat ini dan berhadapan dengan penjaga kiri dari penguasa. Kamu yang berjaga didepan pintu apa tidak lelah kamu berdiri disana. Kalau aku sih akan lelah dan mau duduk saja,”ucap Sandra yang dengan santai berjalan ke arahnya.
Sandra yang hendak membuka pintu di hentikan oleh penjaga kiri.”Kamu mau kemana?,”kata penjaga Kiri.
__ADS_1
“Masuklah emangnya mau kemana lagi. Masak mencium kamu dan memeluka kamu, tidak mingkinkan,”ucap Sandra yang tersenyum.
“Kamu ingin mati ternyata,”kata penjaga kiri yang hendak melemparkan Sandra. Tapi panjega kiri merasa dia mengangkat beban yang tidak bisa dia angkat. Sandra yang melihat raut wajah dari penjaga kiri hanya tersenyum saja.