
Sandra dan Intan yang melihat mereke keluar.”Bukan baru tadi kita membicarakan tentang mereka. Tapi mereka sudah keluar,”kata pelindung pertama dari Intan.
“Itu banar. Tapi kenapa mereka keluar, apa yang mereka ingin lakukan disana ya,”ucap Sandra.
“Jangan pernah meremahkan musuh didepan kalian. Kalian tidak sadarkah kalau kekuatan mereka berbeda saat waktu pertama kali mereka bertemu dengan kita dulu,”ucap Intan. Mereka semua terdiam saat Intan mengatakan kalau ada yang aneh dengan sikap mereka.
Tapi setelah diperhatikan dengan seksama mereka memang ada peningkatan kekuatan dan monster yang mereka bawa juga cukup kuat.”Jadi sekarang harus apa?,”kata pelindung kedua dari Sandra.
“Kenapa kamu bertanya bukan lebih baik bertahan dan melawan mereka dari pada pelindung ini hancur oleh mereka dan mulai mengacau lagi,”kata pelindung ketiga dari Intan.
Setelah mereka berpikir para akdemik yang melihat mereka berdya hanya tersenyum dan menyuruh monster yang mereka bawa untuk mulai menyerang.”Mereka datang,”kata pelindung pertama dari Intan. Para pelindung dari Intan dan Sandra yang maju kedepan untuk melawan para monster. Tapi pada saat yang sama saat monster telah ada didepan mereka para pelindung segera menghindar dan mebuat taktik untuk membunuh monster tersebut.
Tapi dari arah belakang terdapat gerakan yang tidak terduga dari salah satu akademik yang menyerang Sandra dan Intan.mereka berdua yang sadar penyerangan yang diam-diam segera berpisah untuk menghindar serangan.”Kalian berdua memang habat, tapi apa kalian akan bisa bertahan dengan racun ini,”kata akdemik yang melontarkan racun ke arah mereka berdua.
Intan dan Sandra yang melihat ada yang datang ke arah mereka segera pergi. tapi tidak tahu senjata yag dilontarkan oleh pihak akademik mengeluarkan asap. Intan yang memperhatian asap yang keluar dengan warna hitam pekat dan ada warna ungu kehitama. Yang sama dengan di dalam retakan yang Intan lihat saat pelindung ketujuh keluar.
“Ini racun,”ucap Intan. Sandra yang sudah menyadari itu segera menghindar dan melontarkan racun yang juga ke arah akademik yang ada disampingnya. Sementara Intan yang sudah mengamati racun yang mulai menyebar mulai menggunakan aura yang bisa mempertahankan kondisinya.
Saat Intan berada di dalam kabut racun dia melihat ada hewan keci yang juga menyerang pelindung Intan.”lintah racun ulat,”kata Intan yang segera dia menggunakan jurus cahaya suci tingkat tinggi untuk menghilangkan racun dan lintah racun ulat yang ada di dalam kabut.
Intan yang sudah menghilangkan kabur itu melihat Sandra bersama denga akdemik sudah mulai beradu fisik dan kekuatan. Tapi saat Intan melihat itu ada yang datang dari arah belakang.”Aku idak sangka kalau kamu masih hidup Intan dan kamu juga bisa menghilangkan kabut tersebut,”ucap dari salah satu akademik perempuan yang bersama dengan akdemik laki-laki yang sekarang menyerang Sandra.
__ADS_1
“Aku juga tidak tahu kalau ada yang mengenal namaku,”kata Intan yang melirik ke belakang.
“Tapi apa kamu tidak khawatir dengan Sandra yang sedang bertarung dengan kakakku,”ucap akademik permpuan di militer khusus.
“Apa yang perluh aku khawatirkan adalah kamu yang sekarang ada di belakangku. Tapi kamu ke sini apa hanya ingin bicara itu saja,”ucap Intan yang melihat ke arahnya.
“Kamu sangat cantik. Tapi sayang sekali. Kamu harus mati sekarang,”ucap akademik. Yang sudah membawa senjata dan hendak menusuk Intan saat dia melihatnya. Tapi pada saat itu Intan juga sudah melakukan antisipasi untuk menangkis serangan yang diberikan.
“Kamu,”ucap akademik kalau rencananya sudah gagal yang membuat dia harus berusah mencari jalan yang lain untuk membunuh Intan.
“Kamu memang bisa lolos sekarang. Tapi tidak lama lagi kamu juga akan mati bersama dengan Sandra kekasih kamu,”kata Akdemik yang mulai menyerang dia. Dengan stratgei yang sudah berubah dia menyerang Intan lagi. Intan yang dengan senang hati menerima serangan tersebut. Tapi Intan juga sudah memberikan racun kepada akademik yang sudah melawan Intan sat itu.
“Kenapa apa mau lanjut lagi untuk bertarung,”kata Intan yang dengan santai melihat ke arahnya.
Intan yang melihat musuh yang tidak berdaya ingin membantunya. Tapi respons yang diberikan oleh musuh adalah permusuhan.”Pasti ini adalah ulah kamu bukan,”ucap akademik.
“Apa yang kamu katakan ini adalah ulahku, bukan kalian dulu yang memulai mencari masalah. Tapi melihat kawan dan monster yang kamu bawa mereka sudah tidak bisa bertahan.Jadi apa yang ingin kamu lakukan sekarang,”kata Intan.
Tapi ditepat lain Sandra yang sedang bertarung dengan pihak akadmeik sudah mencapat batas untuk membunuh. Karena Sandra merasa khawatir dengan Intan yang juga mendapatkan serangan dari pihak akademik.”Maaf kamu harus mati sekarang,”ucap Sandra kepada musuh yang dengan cepat langusng membunuhnya tanpa rasa kasihan. Segera dia selesai dia pergi ke tempat Intan, tapi tidak tahu di tempat Intan sudah selesai.
“Intanku apa kamu tidak terluka,”ucap Sandra yang langsung melihat ke atas sampai bawah kalau Intan tidak terluka. Intan yang sedikit merasa tidak nyawan dengan sikap Sandra yang melihat dia dengan penuh kasih sayang didepan anak buah mereka yang juga sudah selesai membunuh para monster.
__ADS_1
“Sandra sudah. Aku baik saja dan aku tidak terluka. Jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Intan yang sedikit malu.
“Kenapa dengan wajah kamu. Apa kamu sakit,”kata Sandra yang melihat wajah Intan yang sedikit memerah.
“Aku tidak apa-apa hanya sedikit malu saja dilihat oleh orang lain. Tapi kamu Sandra apa kamu baik saja,”kata Intan yang juga khawatir dengan Sandra. Mereka berenam yang melihat Sandra dan Intan yang sedang bermesran hanya bisa melampiaskan semua emosi mereka dengan monster dihadapan mereka saja.
“Enaknya mereka yang sedang kasmaran. Lupa kalau disini ada orang lain yang jomblo,”kata pelindung pertama dari Intan.
“Hidup mereka hanya untuk berdua saja, angin yang lewat saja juga ikut cemburu,”kata pelindung kedua dari Sandra. Setelah selesai dengan para monster mereka berkumpul ke arah Sandra dan Intan yang tebar kasih sayang.
“Sampai kapan kalian akan melakukan itu,”kata pelindung ketiga dari Intan.
“Apa kalian tidak lupa ini tempat umum dan bukan tempat pribadi,”ucap pelindung pertama dari Sandra. Intan dan Sandra yang melihat ke arah mereka yang sudah selesai dengan para monseter yang datang ke arah mereka.
“Apa mereka sudah mati,”ucap pelindung pertama dari Intan yang melihat musuh yang sudah tidak berdaya didepan mereka.
“Sudah jadi bagaimana tingkatan para mosnter yang kalian hadapi apa ada perubahan yang tidak terduga dengan monster biasa,”kata Intan.
“Soal itu memang ada yang aneh dengan mereka. Tapi bisa ditangani hanya saja kami menemuka ini,”kata Pelindung ketiga dari Sandra.
“Bukan ini batu kehidupan yang sama dengan dunia bawah neraka yang ada di kegelapan ya,”ucap Sandra. Mereka hanya menganggu saja sampai dimana Sandra mengambilnya dan melihat dengan seksama.
__ADS_1