
Intan yang sedang termenung dengan apa yang sudah terjadi tadi dan masa lalu. Tapi ada pikiran Intan yang membuat dia bertenya,”Apa Sandra juga tahu kalau aku adalah rekernasi dari orang yang bernama Intan.”
Hati Intan yang hanya menatap saja terus melihat sampai senyuman diwajah Sandra membuat dia membuka mulut.”Sandra ada hal yang ingin aku katakan kepada kamu?,”ucap Intan yang berani. Sandra yang menatap ke arah Intan hanya menatap saja.
“Apa yang ingin kamu katakan kepadaku Intan?,”ucap Sandra.
“Apa kamu kenal namaku itu dari orang yang kamu sukai,”ucap Intan. Sandra yang sedang meminun tehnya terhenti karena mendengar perkataan dari Intan Sandra meletakan cangkir teh yang dia pegang dan menatap ke arah Intan.”Kenapa kamu bertenya seperti itu. Jangan bila kamu merasa iri dengan orang yang sama dengan nama kamu,”ucap Sandra.
“Kalau iya apa kamu akan ceritakan kepadaku,”ucap Intan yang mencoba tersenyum. Tapi dalam hatinya yang sudah sakit hanya bisa menuggu dan melakukan apa saja yang di lakukan. Tapi dalam hati Intan yang kecil tidak ingin memaksa siapa saja karena Intan ada Intan yang ada dalam dirinya yang kecil.
“Jika kamu tidak mau cerita aku juga tidak masalah. Tapi kamu harus mengunjungiku jika ada waktu,”kata Intan yang tersenyum dengan indah. Sandra yang melihat senyum Intan terdiam Tapi dalam piirakn Sandra yang masih belum ingin mengatakan apa-apa.Karena masih ada banyak musuh yang belum dibereskan.”Maaf Intan aku masih belum bisa mengatakannya. Tapi kamu adalah kamu bukan orang lain. Jadilah diri kamu sendiri, walaupun banyak orang yang tidak suka dengan kamu,”ucap Sandra.
Intan menghela nafas dan menatap ke halaman yang penuh bunga tapi dengan hati yang dia tahan.”Aku akan selalu berkunjung jika tidak ada yang merepotkan,”ucap Sandra.
“Aku akan menuggu, tapi aku juga tidak bisa menuggu lama ya Sandra. Tapi kamu lapar tidak aku akan membuat makanan untuk kamu,”ucap Intan yang berdiri.”Kamu marah denganku,”ucap Sandra.
__ADS_1
Intan yang menoleh ke arah Sandra yang tersenyum.”Aku tidak marah, untuk apa aku marah yang tidak jelas. Bukan tadi kamu berkata aku adalah aku, kamu adalah kamu, dia adalah dia. Terus kata yang kamu katakan itu apa bohong jika kamu masih bertanya aku marah atau tidak,”kata Intan. Sandra yang terdiam saja sampai dia tidak bisa berkata apa. Intan yang berjalan menuju dapur untuk membuat makan malam. Tapi sebelum dia pergi ke dapur dia pergi ke atas dimana kamar Intan berada.
Intan yang sudah sampai didalam kamar mengambil satu kota yang didalamnya berisi satu buku diary yang dia tulis. Intan mengambil dan dia bawa turun. Dimana Sandra duduk melihat keluar halaman.”Bukan tadi katanya kamu mau memask. Tapi kenapa balik ke sini lagi,”ucap Sandra yang menoleh karena mendengar langkah kaki.
“Aku mau memberikan ini kepada kamu sambil kamu menuggu,”ucap Intan yang memberikan diary kepada Sandra.
“Apa ini Intan?,”ucap Sandra yang tidak tahu apa yang diberikan kepada Intan.”Baca saja jika kamu penasaran,”kata Intan yang kembali berjalan menuju dapur. Intan yang melanjutkan aktifitasnya seperti biasanya membuat makan malam dengan bahan yang dia beli.”Buat apa ya?,”ucap Intan sambil berpikir dengan bahan yang ada didepanya.
Intan yang sedang mencari apa yang enak untuk makan malam ini. Tapi Sandra yang sedikit ragu untuk membaca buku yang diberikan kepada Intan masih terdiam.”Sebenarnya buku apa ini,”ucap Sandra yang masih menatap ke arah buku.
Sandra yang selesai membaca halaman pertama kembali menutup diarynya. Dengan wajah yang pucat dia berdiri dan berjalan menuju dapur. Dimana Sandra melihat Intan yang tersenyum bahagia saat dia sedang memasak. Sandra yang tadi ingin menghampirinya dia urungkan dan kembali duduk ditempat duduknya dan kembali membaca diarynya kembali.”Aku tidak tahu kenapa Intan menyuruhku untuk membca ini ya,”ucap Sandra dengan suara kecilnya.
Sandra yang kembali membaca sampai Intan datang karean semua makanan sudah jadi. Sandra yang telah selesai membaca buku diary yang bersikap santai mendekat ke arah Intan. Sandra dan Intan yang bersikap seperti tidak terjadi apa-apa makan bersama. Hingga pagi datang Sandra yang sudah pergi karena ada urusan meninggalkan diary Intan dan sebuah catatan untuk Intan.”MaaF Intan ada urusan yang harus aku selesaikan. Jadi aku pergi dulu, nanti aku akan datang berkunjung,”isi catatan yang ditinggalkan bersama buku diary Intan.
“Jadi dia sudah selesai membacanya,”ucap intan yang duduk. Intan yang melihat ke arah dinding langit. Tapi pada saat yang sama Intan merasakan ada yang mengawasi Intan.”Siapa kalian untuk apa kalian mengawasiku,”ucap intan yang menyadari tentang tentara bayaran yang menjaga Intan.
__ADS_1
“Jika kalian tidak mau keluar aku akan memaksa kalian,”ucap Intan.
“Maaf nona Intan kami di tugaskan tuan Sandra untuk menjaga nona,”ucap tentara bayaran.
“Sandra. Jadi kalian anak buah dari Sandra. Jika dia aku tidak msalah,”ucap Intan. Setelah pembicaraan itu tentara bayaran kembali ke posisi mereka. Sedangkan Intan yang mengambil buku diary dan berjalan menuju kamar.
“Tinggal berapa hari lagi ya,”kata Intan yang naik anak tangga.
Intan yang hanya mencoba untuk tersenyum tapi saat dia didalam kamar dia menuju kasur. Di depan kasur Intan bisa menyembunyikan rasa sakitnya. Dimana Intan menangis untuk melepaskan semuanya dengan harapan dia bisa kembali pulih. Tapi hatinya yang sudah terluka karena berbagai hal membuat dia menangis dan tertidur.
Perasaan Intan yang kembali masuk ke dalam mimpi yang panjang dan melelahkan dimana dia selalu melihat hal yang buruk. Tapi pada saat yang sama orang asing yang selalu mengincar Intan datang lagi dengan bayangannya Di saat Intan yang sedang tertidur, tentara bayaran yang awalnya tidak merasakan melihat pergerakan yang asing. Membuat mereka dengan segera menolong Intan yang sedang tertidur.”Kalian siapa?,”ucap tentara bayaran.
Mereka yang tidak berkata apa-apa langsung menyerang tentara bayaran yang menjaga Intan. Tapi di tempat lain Intan yang sedang bermimpi merasakan ada aura yang tidak sedang. Intan yang membuka mata dan melihat orang asing yang ada dihadapannya.”Kamu sudah terbangun Intan,”ucap Orang asing dengan posisi mencekik leher intan. Tapi posisi belum erat Intan yang maish bisa bernafas menata balik orang asing.
“Kamu siapa? Untuk apa kamu membunuhku apa salahku. Apa itu karena Intan yang ada di diriku adalah kekasih dari Sandra musuh kamu. Jadinya kamu membunuhku,”ucap Intan yang langsung ke intinya.
__ADS_1