
Sandra yang sudha mendengar perkataan dari dewa bunga menghela nafas. Dengan hati yang berkata,”Jadi ini semua adalah ulah dia ya.”
“Awas saja jika aku melihat wajah dia aku akan membunuh raja tidak tahu diri itu,”kata hati Sandra yang penuh dengan kebencian. Para dewa yang juga mendengar itu sedikit marah apa lagi dewa kehidupan yang melihat ke arah Sandra yang dengan wajah biasa saja. Tapi dalam hatinya yang merasa sesak dan ingin segera membunuh raja dewa yang sekarang.
“Sebaiknya kita bahas yang ada dulu saja. Bagaimana dengan penduduk itu,”kata dewa kehidupan yang menggganti topik pembahasan. Dewa kehidupan yang berjalan ke arah dewa penghakim yang sedang berbicara dengan penduduk wilayah tersebut.”Bagaimana hasilnya?,”kata dewa kehidupan.
“Apa yang ingin kamu ketahui?,”kata dewa angin.
“Semua yang sudah kalian dapatkan,”kata dewa kehidupan dimana dibelakang ada dewa kegelapan yang mengikutinya dari belakang.
“Yang kam temuakan kalau mereka kekuatan mereka sudah diserap sampai tulang mereka. Di tambah lagi wilayah ini dulu sangat makmur, tapi karena sebuah batu semua kehidupan di sini berubah,”kata dewa api.
“Apa itu sudah semua,”ucap dewa kegelapan.
“Itu yang kami sudah dapatkan. Tapi dari penduduk yang lain batu itu berasal dari seorang dewa yang meninggalkan di satu danau yang bersih. Tapi lama kelamaan semua danau yang menyimpan batu itu berubah menjadi wabah. Dewa yang berkuasa di wilayah tersebut mencari tahu sola wabah yang mulai menyebar sangat cepat. Menemukan wabah berasal dari pulau,”kata dewa api.
“Lalu apa sudah ditemukan dewa mana yang sudah membawa batu tersebut,”kata Sandra yang berjalan mendekat bersama dengan dewa yang lain. Sementara batu kehidupan yang sudah di temoatkan di tempat yang aman dengan sumber kehidupan yang bisa membuat baru tersebut kembali pulih dari percemaran yang dibuat oleh dewa penghancur.
Mereka yang ada di tempat hanya menggelengkan kepala mereka. Sandra menghela nafas dan mulai mengambil tikus yang dia kurng di bawah rumahnya.”Bos kami sudah bawah tikusnya. Tapi mau anda apakan mereka?,”kata penjaga kedua.
“Aku ingin membuat mereka menjadi benih tenaga dari raja dewa,”kata Sandra dimana dia mulai melakukan hal yang sama saat dewa pinsan. Selesai mengganti dengan tikus yang sudah diberikan racun yang sedikit ganas. Penduduk merasa kalau energi mereka sudah terkumpul kembali. Tapi melihat ada yang aneh mereka berkata,”Kenapa dengan tubuhku terasa ringan dan tidak kehabisan tenaga. Apa yang kamu lakukan?.”
“Aku hanya memindahkan aura gelap lain di dalam tubuh kamu saja. Jadi jangan terlalu khawatir,”kata Sandra dengan santai.
“Kami menguncapkan terima kasih telah membantu kami. Tapi kalian harus segera pergi dari sini. Ini tempat yang tidak baik untuk kalian tinggali,”kata penduduk wilayah.
__ADS_1
“Apa yang kalian takutkan, di sini akan baik-baik saja. Jadi kalian tidak usah memeringatkan kami . Kami bisa menjaga kami sendiri,”kata Sandra.
“Aku tahu kalau kalian itu kuat. Tapi kalian tidak tahu siapa dewa yang membuat tempat ini bisa hancur dan tidak berhuni seperti ini,”kata penduduk wilayah.
“Memangnya siapa yang melakukan ini semua. Apa kalian tahu dewa yang menaru batu tersebut?,”kata Sandra.Para penduduk wilayah diam dan tertunduk seperti mereka tidak ingin ada lain yang tahu.
“Kenapa diam saja, cepat katakan kepada kami siapa dewa itu,”kata Leo.
“Kurasa mereka tidak bisa mengatakannya karena segel di lidah mereka yang tidak bica mengatakan dewa yang melakukan ini. Jika mereka membuka mulut mereka bisa saja mati,”kata dewa penghakim.
“Ribet sekali sih,”ucap Sandra.
“Biar aku lihat segel yang dipasang oleh dewa itu,”kata Sandra yang datang mendekat dan langsung duduk didepan mereka. Mereka yang melihat Sandra seperti ketakukan tapi setelah diperlihatkan segel yang ada dilidah mereka. Sandra terhenti dan tersenyum.”Jadi dia yang melakukannya. Apa kalian mau aku lepaskan segel dilidah kalian,”kata Sandra.
“Apa kamu bisa melakukannya?,”kata penduduk wilayah.
“Itu..,”ucap penduduk wilayah yang masih sedikit ragu dengan apa yang dikatakan oleh Sandra.
“Aku tidak akan memaksa kalian untuk mengatakannya kok,”ucap Sandra. Para penduduk wilayah hanya diam saja dan menatap satu sama lain. Tapi dewa penghakim yang melihat Sandra merasa kalau Sandra sudah tahu siapa dewa yang membuat segel tersebut.
“Hai Sandra apa kamu tahu siapa dewa itu?,”kata Leo yang dari belakang.
“Apa yang kamu katakan?,”ucap Sandra yang tidak tahu apa-apa.
“Kamu jangan syok tidak tahu Sandra. Melihat sikap kamu yang tenang dan tersenyum tadi sudah jelas kamu tahu siapa mereka bukan,”kata Leo. Tapi Sandra hanya terdiam saja dan menuggu penduduk wilayah membuka mulutnya sendiri. Setelah mereka berpikir untuk waktu yang lama mereka mau membuka mulut dan menerima tawaran dari Sandra.
__ADS_1
Sandra yang mendengarnya itu menghela nafas dan mulai melepaskan aura dewanya untuk melepaskan segel di lidah mereka. Hanya dengan sedikit aura dewa yang dia miliki dengan sedikit aura naga yang sudah tertanam di dalam tubuh Sandra.
Setelah tiga puluh menit telah berlalu segel sudah telepaskan dimana Sandra yang sedikit menggunakan trik lain. Tapi trik itu sudah terlihat oleh dua orang yang menatap dia yaitu mereka adalah Leo dan dewa kehidupan.
“Sandra,”ucap dewa kehidupan.
“Apa..kenapa kalian melihat aku seperti itu. Memangnya aku melakukan hal yang salah,”ucap Sandra yang tersenyum.
“Tidak ada Sandr, hanya saja kamu sedikit terlalu lama yang biasanya kamu bisa melakukan dengan cepat tapi kamu membutuhkan waktu 30 menit untuk melepaskan segel yang mudah bagi kamu,”kata Leo.
“Ayolah aku hanya ingin menggunakan kekuatanku saja. kenapa kalian melihat aku seperti menyembunyikan sesuatu. Aku tidak menyembunyikan apa-apa percayalah denganku,”kata Sandra yang berakting kelelahan setelah melepaskan segel. Tapi mereka berdua tidak bisa ditipu oleh Sandra.
“Sampai kapan kamu akan terus berakting itu. Itu tidak akan mempan kepadaku,”ucap Dewa kehidupan.
“Aku juga tidak akan tertipu oleh kamu Sandra,”kata Leo. Sandra hanya tersenyum saja dan memiringkan wajahnya. Tapi dewa yang lain yang tidak melihat ke anehan dari Sandra hanya bisa diam saja.
“Sudahlah. Tapi apa mereka sudah aman untuk membuka mulutnya,”kata dewa penghakim. Sandra hanya menganggukan kepalanya saja dan dia pergi mencari tempat yang tenang. Karena dia merasa panas didalam kerumunan yang ada.
“Kamu mau kemana?,”kata dewa bunga.
“Aku mau mencari tempat untuk berpikir,”kata Sandra.
“Apa kamu tidak ingin tahu siapa yang melakukan wilayah ini kepada mereka. Dewa yang sudah mmebuat tempat ini hancur,”kata dewa bunag.
“Nanti sajalah aku sudah lelah.Aku ingin istirahat dulu,”kata Sandra yang segera pergi menjauh dari mereka berkumpul. Sandra yang berjalan menjauh mencari tempat yang damai. Dimana dia bisa menjernihkan pikiran dan informasi yang dia dapatkan.
__ADS_1
“Semua sudah kacau sejak raja itu menduduki tempat tertinggi,”kata Sandra yang menghela nafas. Sementara anak buahnya datang memberikan informasi yang lain kepada Sandra saat dia sendirian.