Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 38


__ADS_3

Sandra yang pergi setelah Jaya dan kelomoknya pergi ke tempat dimana pohon dan bunga yu,buh tanpa terinfeksi dengan dunia lain. Sebuah pulau laboratorium di dunia manusia yang sudah ditinggalkan oleh kebanyakkan manusia.


Selama para monster ada pulau laboratorium yang sudah ditingalkan. Tapi tidak ada yang tahu kalau pulau itu sebenarnya aman dari para monster. Hanya saja manusia tidak tahu akan itu, Sandra yang tahu setelah membaca buku diakademik. “Tapi bagaimana para Akademik tidak datang ke sini ya,”ucap Sandra. Tapi setelah beberapa terbang Sandra baru saja sadar kalau mereka harus melewati laut.


“Menurut kamu ada monster apa di dasar sana,”ucap Sandra.


“Naga laut hitam,”ucap naga.


Sandra terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Naga tentang apa yang ada didasar laut. Setelah beberapa lama Sandra berpikir dia tahu, kalau naga laut hitam tidak ada mengizinkan siapa saja masuk ke wilayahnya. “Apa karena itu mereka tidak bisa pergi ke pulau laboratorium?,”ucap Sandra.


“Tapi bukan bisa pergi ke laut dengan arah yang berbeda. Apa ada bahaya yang lain,”ucap Sandra.


“Dari tadi apa yang kamu pikirkan sampai serius itu,”ucap naga.


“Aku sedang memikirkan kenapa para akdemik tidak pergi ke pulau itu,”ucap Sandra.


“Jadi karena itu kamu berguman dari tadi. Kalau kamu ingin tahu aku bisa berkeliling agar apa yang kamu pikirkan bisa terselesaikan,”ucap naga yang terbang lagi dari berbagai arah. Sampai akhrinya Sandra sudah tahu kenapa para akademi khusus militer tidak bisa pergi ke pulau. Karena semua jalur sudah di hadang oleh beberapa monster.


“Tapi kenapa kita bisa masuk dengan santai ya,”ucap Sandra.


“Bukan seharusnya dari jalur atas juga ada,”kata Sandra.


“Iya emang ada. Tapi jalur atas itu bagian diriku,”kata naga.


“Ohhh pantas saja kita bisa sampai disini dengan aman. Karena kamu penjaga langit ya,”kata Sandra sambil mengepalkan satu tangannya dan memukul ringan tangan satunya. Sandra yang sudah tahu merasa pikirannya sudah lega. Sampai mereka mendarat di pulau laboratorium.


“Aku akan masuk, kamu tetap disini,”ucap Sandra yang berjalan masuk. Sandra yang sudah masuk ke dalam pulau melihat sekitarnya banyak sekali pohon. Lebih dalam lagi Sandra masuk dia menemukan pusat laboratorium. Dimana Sandra masuk untuk mencari apa yang dia bisa temukan, untuk dia bawa pergi.


Sandra masuk ke dalam dimana semua barang masih tertata. Tapi Sandra metelatkan satu ujung jarinya. Banyak debu dan tidak merasakan hawa keberadaan manusia didalam laboratorium.”Apa benar tidak ada orang disini, tapi tanaman masih saja hidup,”ucap Sandra sampai dia masuk ke dalam lagi.


Dimana Sandra menemukan kumpulan buku yang sangat banyak, dan ruangan dimana ada bibit pohon baik itu dri yang sudah ada dan ada yang langka.”Wah banyak juga disini. Ayo kita cari tanamanan apa yang bisa aku bawa ya,”ucap Sandra. Mencari buku yang hendak dia baca dan dia bawa untuk pengetahuan.

__ADS_1


Sandra yang sudah dua hari dalam pulau dan mendapatkan apa yang dia dapatkan. Setelah mengambil sebagian dari pohon dan bibit untuk dia bawa. Tapi setelah diamati dengan seksama pohon disini ternyata ada sistem siram secara otomatis. Yang membuat Sandra tahu kenapa pohon disini telah terjaga dengan baik.


“Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu butuhkan,”ucap Naga.


“Ya. Tapi kamu baik-baik sajakan. Kita sudah dua hari di sini,”kata Sandra.


“Kenapa hanya dua hari saja, kamu kira aku akan mati,”kata naga.


“Tidak juga, aku takut kamu bosan saja,”ucap Sandra.


“Aku sudah hidup seratus tahun dan sudah mengenal berbagai hal. Kamu kir a bosan yang bagaimana lagi yang aku rasakan,”ucap naga.


“Ayo kita pergi jika kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan,”kata Naga lagi. Sandra naik ke atas tubuh naga dimana mereka berdua kembali ke lubang dimensi.


Tapi saat Sandra turun dari naga Jaya berlari dan langsung memeluknya.”Kakak jahat kenapa meninggalkan Jaya sendiri. Apa kakak tidak suka dengan Jaya?,”ucap Jaya sambil menangis dipelukan Sandra. Sandra yang membalas pelukakn dari Jaya langsung mengelus kepala Jaya.


“Maafkan kakak. Tapi kakak harus pergi sendiri. Karena untuk memastikan saja. Aku ingin kamu aman bersama dengan bibi dan paman di sana. Karena kakak selalu diawasi yang lain,”kata Sandra.


“Kita bisa bersama lagi, jangan sedih lagi ya,”ucap Sandra dengan lembut.


“Tapi sandra apa kita kana masuk ke sana,”ucap Fros.


“Tentu saja kamu kira aku bermain dengan apa yang aku katakan. Masih banyak yang harus diperbaiki,”kata Sandra.


“Emangnya bisa diperbaiki apa disana,”ucap Sega.


Tapi pada saat yang sama sekertaris bersama dengan beberapa monster yang ikut masuk kembali.”Bagaimana hasilnya?,”ucap raja monster.


“Kurasa kita bisa kembali. Karena setengah dari dunia kita sudah ada kehidupan. Apa yang dikatakan Sandra itu benar tempat kita bisa kembali seperti dulu lagi,”kata sekertarsi.


“Aku ingin melihatnya sendiri,”ucap raja yang masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh sekertarisnya.”Tapi bagaimana dengan orang yang ikut dengan kalian.Kenapa tidak kembali dengan kamu,”kata raja.

__ADS_1


“Mereka ingin tetap tinggal disana kerena katanya nyaman dan mereka juga mencoba untuk menghidupkan dunai mereka setelah melihat didepan matanya. Katanya tidak mau kalah dengan satu orang,”ucap sekertaris sambil melihat ke arah Sandra.


“Ada apa kamu melihatku,”ucap Sandra yang hanya tersenyum saja sambil memeluk Jaya.


Tapi resposn yang diberikan hanyalah ketidaksukaan saja. Sandra yang bingung hanya memalingkan wajahnya saja. Sampai mereka sudah berkumpul Sandra yang melihat bibi dan paman menghampirinya.


“Terima kasih bibi paman Revin sudah menjaga adik saya,”ucap Sandra dengan sopan.


“Untuk apa kamu berterima kasih. Kita sudah menjadi keluarga bukan,”kata Jeni. Sandra hanya tersenyum saja sampai Revin melihat ke arahnya.


“Sejak kapan kamu tahu kalau kita adalah kerabat jauh kamu Sandra,”kata Revin.


“Sejak aku masuk ke dalam zona aku sudah tahu kalau ada keluarga orang tuaku yang masih hidup. Dari aura yang berpencar sudah bisa aku rasakan sampai menginjakkan kakiku ke sini,”kata Sandra.


“Jadi kamu sudah tahu dari awal,”kaa Revin. Sandra hanya tersenyum saja kepada mereka, tanpa berkata apa-apa.”Jika sudah siap semua kita akan masuk ke dalam lubang dimensi,”ucap Sandra.


“Tunggu dulu dimana Pocky dan Jami,”kata Sandra yang tidak melihat mereka.


“Mereka berdua masuk bersamaku saat kamu pergi ke tempat lain,”kata sekertaris.


“Jadi mereka sudah masuk ke sana ya. Baiklah kalau begitu ayo kita masuk,”ucap Sandra.


Tapi tidak disangka ada serangan yang datang menghampiri mereka.”Kalian penghianat,”ucap akademik.


“Kurasa mereka sudah datang. Kalian masuklah lebih dulu,”ucap Sandra.


“Apa maksud kamu. Masuk lebih dulu aku akan menyusul,”kata Sandra. Dimana mereka tidak ingin masuk dan ingin bersama dengan Sandra.


“Kamu ingin bermain tanpa kami lagi Sandra,”kata Wati.


“Siapa juga yang mau bermain. Tapi masalahnya apa kalian sanggup untuk membunuh mereka,”kata Sandra sambil menunjuk ke arah mereka.

__ADS_1


__ADS_2