Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 92


__ADS_3

Sandra dan orang asing yang masih menuggu jawaban dari dewa penghakiman. Alasana darai dewa penghakima ingin menghukum dua dewa yang sudah dijatuhkan ke dalam dunia kegelapan. “Kenapa kamu diam saja apa tidak bisa kamu memberitahukan kepada kami apa yang terjadi dengan kamu dana kedua dewa yang kmauc arai,”ucap Orang asing. Tapi dewa penghakiman masih saja diam tanpa berkata apa-apa. Sementara Sandra yang merasakan tekenan yang berbeda hanya melihat ke arah lain.”Kenapa perasaan ini muncul lagi,”batin Sandra.


“Hai Sandra kenapa kamu diam saja,”kata orang asing.


“Kamu tidak merasakan kalau ada yang datang ke sini,”kata Sandra. Orang asing itu terdiam dan merasakan ada tekanan dewa yang datang ke sini.”Mungkin itu dewa yang kamu cari,”kata Orang asing.


“Dia bukan yang aku cari. Dia adalah atasanku,”ucap dewa penghakiman. Mata Sandra dan orang asing menatap ke arah dewa penghakiman.”Apa kamu yakin dia adalah rajanya para dewa,’”kata Sandra.


“Itu benar aku merasa auranya sama dengan aura dewa yang lain,”kata Orang asing.


“Bagaimana kalian bisa merasakan tekanan dewa dengan santainya. Kalau orang biasa mereka akan merasa tidak nyaman. Tapi kalian seperti sudah terbiasa, apa kalian dewa,”ucap dewa penghakiman.


“Aku bukan dewa. Tapi kamu dewa,”kata Sandra.


“Aku hanya drah campuran saja antara manusia diduniaku dengan dewa yang melindungiku sejak kesil,”ucap orang asing. Sandra yang juga mendengarkan perkataan orang asing mendapatkan sedikit informasi dengan identitas orang asing.


Tapi tiba-tiba ada getaran yang membuat mereka bertiga merasa tergunjang saat raja para dewa datang ke tempat mereka.”Kenapa kamu masih belum menghukum kedua dewa itu dewa penghakiman,”ucap raja dewa.


“Kalian berdua siapa ada di dunia kegelapan. kalian yang tidak di izinkan untuk tinggal di sini sebaiknya segera kembali,”kata raja dewa.


“Kami mau seperti itu. tapi kita tidak bisa kembali ke dunia kita karena penghubung dunia kita dengan dunia ini sudah terputus,”kata Orang asing.


“Kalian memiliki aura dewa tapi ada aura manusia rendah juga,”kata raja dewa.


“Manusia rendah, bukan itu sangat kejam sebutannya,”kata Sandra.

__ADS_1


“Memangnya ada yang salah dengan apa yang aku katakan,”ucap raja dewa yang paling benar.


“Anda terlaku sombong untuk menjadi raja dewa. Tapi kamu yang telah membunuh raja terdahulu dan mengambing hitamkan dua dewa yang tidak bersalah,”cuap Sandra membaca buku. Raja dewa yang mendengar perkataan itu merasa sedikit tersingung dan terkejut. Sampai raja dewa berkata,”Kamu cukup berani juga berkata seperti itu darah yang tidak sempurna menjadi dewa.”


“Apa yang kamu katakan. Memang aku mengatakan apa sampai anda tersinggung,”ucap Sandra.


“Bukan kamu menjelekkan raja para dewa,”cuap raja dewa.


“Siapa yang menjelekkan aku saja membaca novel ini yang dimana ada dua orang dewa yang dikambing hitamkan yang merupakan temannya. Tidak ada kaitanya dengan anda,”kata Sandra yang menunjukan tulisan tersebut.


Raja dewa melihat tulisan itu sebagai bukti. Kalau darah campuran dihadapannya itu tidak mengetahui diirinya dengan  dewa yang lain. Tapi orang asing dan dewa penghakiman yang mendengar perkatan Sandra merasa ada yang ingin dia katakan itu benar bukan berasal dari buku.


“Dewa penghakiman kapan kamu akan menyelesaikan tugas yang aku berikan kepada kamu,”ucap raja dewa.


“Maaf tuan saya,saya tidak menemukan kedua dewa tersebut selama seratus tahun ini. Sya tidak merasakan kehadian aura mereka berdua,”kata dewa penghakiman.


“Kurasa dewa kamu itu agak sensitif ya dengan kata Sandra barusan,”kata orang asing.


“Itu pantas saja dia tersinggung. Karena dia melakukannya,”kata Sandra.


“Apa yang kamu katakan Sandra?,”ucap orang asing. Dewa penghakiman yang juga melihat ke arah Sandra juga ingin tahu apa yang dikatakan olehnya benar.


“Kenapa kamu bisa yakin kalau tuansaya adalah seorang penghianat,”kata dewa penghakiman.


“Aku tidak tahu, lebih baik kamu jawab saja pertanyaanku yang tadi kenapa kamu mencari kedua dewa yang jatuh ke dunia kegelapan,”kata Sandra dengan pertanyaan awalnya. Dewa penghakiman menghela nafas yang membuat dia berat untuk mengatakannya.”Kurasa dia tidak bisa mengatakannya Sandra. Lebih baik kamu jangan paksa dewa ini. Kita pergi saja ke atas mungkin saja kita bisa menemukan apa yang kita cari,”ucap orang asing.

__ADS_1


Sandra yang menatap ke arah dewa penghakiman dengan wajah pucatnya hanya bisa tersenyum.”Baiklah aku tidak akan memakasa kamu. Kita pergi,”ucap Sandra.


Dimana Sandra dan orang asing pergi ke atas setelah kondisi mereka pulih.Tapi tidak disangka dewa penghakiman juga ikut dengan mereka berdua. Yang membuat mereka bertanya-tanya kenapa dia masih mengikuti kita.


‘Aku tahu apa yang kalian pikirkan kenapa aku ikut hanya ingin menyelesaikan tugasku saja sebagai dewa penghakim dan bisa kembali ke duniaku saja,”ucap dewa penghakim dari belakang mereka. sampai mereka di pulau kapung mereka disambut dengan ksatria yang berjaga.


“Berhenti kalian siapa?,”ucap penjaga gerbang pulau. Sandra yang dengan santai memberikan identitasnya dan di izinkan Sandra masuk. Tapi orang asing dan dewa penghakiman yang tidak tahu harus berbuat apa menghentikan Sandra yang hendak berjalan.”Kamu mau kemana,”ucap orang asing.


“Bantu kami masuk juga,”ucap dewa penghakiman.


“Kenapa aku harus membantu kalian. Kaliankan memiliki identitasnya sendiri kenapa aku haru bantu kalian. Aku mau masuk dulu, cepat lepaskan,”kata Sandra yang hendak melepaskan cengkraman mereka berdua. Tapi tidak disangak cengkraman mereka berdua membuat Sandara tidak bisa bergerak.”Kenapa juga aku,”cuap hati kecil Sandra yang memberontak.


“Aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja,”ucap mereka berdua. Sandra hanya tersenyum dan menghela nafas dan dengan paksa menghempaskan dua tangan yang berbeda itu.”Aku bantu,”ucap Sandra dengan wajah kesalnya. Dimana Sandar memberikan dua identitas mereka kepada penjaga. Yang akhirnya mereka bertiga bisa masuk. Didalam perjalanan masuk ke dalam mereka berdua berbisik.”Kenapa kamu bisa masuk hanya memberikan identiasa. Bagaimana kamu bias membuat identitas itu,”ucap mereka berdua dengan perkataan yang berbeda tapi bersama.


“Kenapa aku biasa mendapatkanya. Karena aku selulu berkeliling dunia berbeda. Apa itu sudah cukup,”ucao Sandra.


“Itu tidak mungkin jika kamu bisa masuk tanpa identitaS. Kenapa kamu membuat identitas,”kata orang asing.


“Tidak smeua orang sama dengan kamu kali. Aku punya prinsip yang masuk ke rumah orang harus memperkelankan diriku sendiri,”kata Sandra.


“Tapi kita harus berpisah dari sini, tidak mungkinkan kita selalu bersama sampai akhir,”ucap Sandra lagi.


“Kamu tidak mau bersama dengan kami Sandra,”kata mereka berdua.


“Tidak,”cuap Sandra yang berjalan dulu dan meninggalkan mereka. Tapi mereka berdua masih saja mengikuti Sandra dari belakang. Sandra hanya bisa menghele nafas sana. “Kenapa masih saja ikut denganku,”guman Sandra.

__ADS_1


“Bukan kita senasin yang sama,”ucap orang asing.


“Kita satu jalur kenapa harus berpisah,”kata dewa penghakiman.


__ADS_2