Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 83


__ADS_3

Intan yang sedang ramai dengan pembeli sedang melayani satu persatu pembeli. Karena yang datang cukup banyak. Intan yang senang karena pembeli datang kepadanya. Intan yang merasa lega karena dagangannya akan habis terjual. “Intan kue kamu baunya enak. Apa kamu membuat menu baru?,”ucap pembeli wanita.


“Ita itu intan aku sampai tidak bisa menahan bau enak ini. Aku ingin segera mencicipi kue kamu. Apa lagi masih hangat,”ucap pembeli yang lain.


“Itu benar aku baru saja membuat dari bahan bunga mawar yang aku tanaman. Kebentulan bunga di halaman belakang sebagian sudah mekar. Aku mencoba membuat kue dengan bubuk mawar,”ucap Intan.


“Pantas saja baunya enak, bagaimana rasanya ya?,”ucap pembeli yang sudah membeli kuenya. Pembeli itu menggigit kue yang ada didepannya dimana dia mengunyah secara perlahan. Dimana mata pembeli terlihat senang dan sangat tergiur.”Ini enak sekali apa lagi ada kriemnya di dalam aku suka. Intan aku beli dua lagi ya kue mawarnya,”ucap pembeli.


“Apa benar enek aku juga mau mencobanya,”ucap pembeli yang lain. Dimana pembeli yang sudah mendapatkan kuenya mencicipinya terasa renyah dan lembut dan rasa ada yang membuat dia terjun ke dalam kebun bunga yang dipagi hari. Sampai mereka ingin membeli lagi tapi stok kue yang dia buat sudah habis terjual. Banyak pembeli yang merasa kecewa kerena sudah kehabisan Tapi dengan mereka yang suka dengan kue yang dibuat oleh Intan ini. Dia berencana untuk membuatnya lagi kedepanya jika bahan masih ada.


Pembeli yang sudah mulai berkurang pergi meninggalkan Intan. Intan yang masih berdiri melihat keranjang kuenya yang sudah habis merea senang.”Kurasa aku harus belanja untuk stok bahan kuenya,”ucap Intan yang berjalan ke arah pasar.


Intan yang berjalan menuju pasar dimana suasana hati Intan yang damai dan bahagia. Tapi di tempat lain Sandra yang bersama dengan Tera di dalam kantor dengan tumpukkan dokumen yang harus dikerjakan oleh Sandra.”Sampai kapan semua ini selesai,”ucap Sandra.


“Bos anda tidak boleh banyak mengeluh. Ini salah bos sendiri yang selalu pergi tanpa ada waktu untuk menyelesaikan semua dokumen didapan anda,”kata Tera.


“Itu benar bos,”ucap Jack.


“Kamu sudah datang. Apa ada informasi lagi tentang wanita itu dan kamu Lotto ada apa dengan wajah kamu,”ucap Sandra yang menatap kearah mereka berdua.


“Bos apa masih belum ada kabar tentang ketua Edwan,”kata lotto dengan wajah pucatnya.


“Apa kamu menemukan sesuatu yang membuat kamu gelisah,”kata Sandra. Lotto terdiam untuk sesaat sampai dia duduk termenung dan melihat ke arah bawah. Sandra yang tahu apa yang dipikirkan oleh Lotto hanya bisa menuggu saja sambil mengerjakan semua dokumen yang ada.

__ADS_1


“Itu bos kurasa orang yang bersama dengan Iranta ada orang yang sama dengan Lotto cari tahu,”kata Jack.


Sandra yang masih menatap layar laptopya dengan disamping ada data yang harus disesuaikan”Jadi maksud kamu orang yang aku minta cari tahu adalah orang yang sama. Tapi kenapa dia mendekati Iranta,”ucap Sandra. Lotto yang melihat ke arah Sandra membuka mulut.”Bos orang itu memilik jantung dan tubuh yang berbada pada manusia umunnya. Apa benar dia berasal dari bumi bukan berasal dari dunia lain,”ucap Lotto.


“Kenapa kamu berkata seperti itu. Apa yang kamu temukan dengan Edwansaat bersama,”ucap Sandra.


“Kami menemukan sebuat laboratorium yang sudah tidak berfungsi tapi di dalam bawah laboratorium itu ada makhluk yang anah seperti dewa para dewa yang sudah mati,”ucap Lotto. Sandra yang tadi bekerja menghentikan aktifitasnya dan menatap ke arah Lotto.


“Dimana lokasi itu berada aku akan berkunjung ke sana,”kata Sandra dengan tatapan dingin.


Lotto yang memberikan peta lokasi kepada Sandra.”Apa bos akan pergi ke sana?,”ucap Lotto.


“Aku akan pergi tapi tidak hari ini. Melihat jumlah kertas yang akan menumpuk,”kata Sandra.


“Kurasa bos tidak bisa bertemu dengan Intan ya,”ucap Jack.


“Bicara dengan Intan aku tidak tahu bagaimana dia disana apa dia akan baik-baik saja,”ucap Sandra yang sedikit murung setelah dia membaca diary Intan. Tera yang melihat ke arah Sandra yang terlihat pucat menatap ke arah Jack.”Kenapa kamu berkata seperti itu. Jadi bos sedih bukan,”kata Tera.


“Iya kamu Jack. Kamu tanggung jawab sana,”kata Lotto.


“Kenapa aku yang salah akukan tidak salah apa-apa aku hanya mengatakan apa yang ada dipikirakanku. Kaliankan tidak tahu kapan saja Intan bisa dalam bahaya disana,”kata Jack.


“Apa itu benar Sandra? Jika begitu kenapa dia tidak kamu bawa saja ke sini biar bisa melihat dia selalu,”kata Tera.

__ADS_1


“Jika aku bisa aku mau melakukannya. Tapi dalam kondisi sekarang aku rasa tidak perluh khawatir dengan Intan. Karena sudah ada dua penjaga yang akan menjaga dia disana,”kata Sandra. Tapi hati Sandra yang merasa tidak lega karena dia merasa gelisah kalau dia akan kehilangan dia lagi.


“Bos apa yakin anda baik-baik saja. Kurasa apa yang dikatakan Tera ada benarnya juga bawa saja dia ke sini,”kata Jack.


“Aku tidak bisa, belum waktunya dia tahu dunia ini,”ucap Sandra yang masih pada pendiriannya. Mereka bertiga yang tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa diam saja menyaksikan wajah lusuk. Terpancarkan di wajah Sandra dengan dokumen yang ada didepannya.


“Sekarang bagaimana ini?,”ucap Lotto.


“Mau bagaimana lagi aku juga tidak tahu. Karena sudah begini aku akan pergi saja,”kata Jack yang berjalan keluar ruangan. “Aku juga akan ikut,”ucap Lotto yang juga menyusul Jack yang sudah berjalan lebih dulu.


Di dalam ruangan hanya ada Tera dan Sandra dengan dokumennya saja. Tera yang tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa diam saja dan meninggalkan Sandra untuk mengambil teh untuk Sandra. Tapi saat ruangan sedang kondisi sepi Sandra yang sejenak berbaring dan memikirkan isi diary yang dia baca.”Apa benar intan sudah ingat dengan dirinya sendiri siapa,”kata hati Sandra dengan dia menutup matanya dengan satu tangan. Wajah yang bersandar di kursi melihat ke langit melepaskan lelah. Sandra yang merasa dirinya gelisah tidak tahu harus berkata apa saat bertemu dengan Intan nanti.


“Apa yang harus aku lakukan nanti?,”ucap Sandra.


Sandra yang tidak tahu hanya terdiam saja sampai Tera datang masuk.”Bos apa yang anda lakukan?,”ucap Tera.


“Kamu sudah datang,”ucap Sandra.


“Aku membawakan teh dan cemilan untuk anda,”kata Tera.


“Waktu yang tepat aku juga merasa lapar dan hendak ingin minum dan makan cemilan,”ucap Sandra. Tera yang meletakan di atas meja yang ada disampingnya. Sandra berdiri dari kursri dimana teh yang diletakan berpisah dengan meja didepannya. Karena sudah tidak ada ruang untuk Sandra menikmati dengan dokumen yang memenuhi meja kerja Sandra.


“Bos apa kamu baik-baik saja, anda terlihat aneh hari ini,”ucap Tera.

__ADS_1


“Aku baik saja hanya ada hal yang sedang aku pikirkan,”kata Sandra mengambil teh cangkirnya dimana Sandra mulai menikmati tehnya dengan damai.


__ADS_2