Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 60


__ADS_3

Jack yang sedang berpikir sambil melihat gambar yang diberikan oleh Edwan.”Bagaimana?,”ucap Edwan.


“Baiklah aku akan membantu. Aku juga tidak suka dengan wanita ini yang menindas adiknya,”kata Jack.


“Bagaimana kamu bisa tahu kalau kakak ini menindas adiknya,”ucap Mila.


“Bukan bisa terlihat dari penampilannya kalau kakak ini dan keluarga ini pilih kasih dengan anak mereka yang jelek ini,”ucap Jack.


“Mata kamu bagus juga saat menilai orang ya Jack,”kata Lotto yang mendekat memberikan kue yang baru dia belikan. Lotto juga memberikan kepada mereka yang ada di tempat untuk makan bersama.”Jadi masalahnya sudah selesai bukan, tapi kapan drama itu akan dimuali,”kata Lotto sambil menikmati kuenya yang masih hangat.


“Sekarang,”kata Edwan.


“Jika sekarang bukan waktunya mengcover penampilannya bukan,”kata Mila.


“Iya,”kata Tera yang menatap ke arah Edwan.


“Aku akan membawa dia sekarang. Lotto kamu pergi ke perusahaan ada pertemuan yang harus kamu hadiri menggantikan Sandra yang sedang pergi,”ucap Edwan membawa Jack. Lotto hanya menganggu saja setelah mereka berdua pergi.


Tapi Tera dan Mila yang masih bersama dengan Lotto saling pandang satu sama lain.”Kalian berdua tidak ingin pergi, bukan masih ada kegiatan untuk persiapan besok ya,”kata Lotto.


“Lalu kamu sendiri kenapa masih saja di sini, bukan kamu harus segera pergi ke perusahaan,”kata Tera.”Aku mau jalan ini,”kata Lotto yang hendak berjalan meninggalkan mereka.


Di tempat hanya ada Mila dan Tera yang melihat kepergian Lotto pergi. Tapi Mila yang merasa aneh menatap ke arah Tera.”Apa yang kamu sembunyikan dariku Tera?,”ucap Mila.


“Apa yang ingin kamu ketahui tidak bisa aku katakan. Tapi bukan kamu juga menyembunyikan sesuatu dariku bukan dari gerakan kamu yang pergi dari sampingku dan pergi ke tempat Edwna dan Jack tadi saat melihat gambar Iranta,”kata Tera yang merasa ada yang aneh dengan Mila.

__ADS_1


Mila hanya tersenyum saja kepada Tera dengan posisi dia merangkul tanganya.”Aku tahu jika kamu ingin tahu. Tapi kamu jangan marah ya saat aku mengatakan kebenarannya,”ucap Mila.


“Aku lihat dulu apa yang kamu sembunyikan jika itu membahayakan maka aku bisa saja marah. Tapi kalau tidak membahayakan aku tidak akan marah melihat kondisi kamu,”kata Tera menatap ke arah Mila.


Mila dan Tera yang pergi dari tempat pinggiran jalan menuju cafe terdekat dimana Mila bisa bercerita kepada Tera tentang dirinya. Sampai di cafe mereka memesan satu tempat tertutup untuk berbicara. Di dalam ruangan yang hanya ada mereka berdua Mila menatap Tera dengan santai.


“Aku harus mulai cerita dari mana ya,”kata Mila.


“Dari mana saja boleh asalkan aku tahu kenapa kamu bisa menyembunyikan rahasia,”kata Tera.


“Baiklah aku akan mulai bercerita. Itu bermula saat aku SMP dimana aku pernah ikut camping dari sekolahan. Waktu itu malam tiba dan suasana yang awalnya senang berubah menjadi dingin karena mosnter itu datang menghampiri tenda kami,”ucap Mila yang mengingat masa lalu yang menyedihkan.


“Monster kata kamu dimana lokasi itu kamu camping?,”kata Tera kalau ada kaitannya dengan sisi dunia yang lain.


“Lokasi itu ada di hutan sebelah timur kota. Aku bersama teman dan guru bercamping. Monster itu datang dengan rombongan aku dan kawan kami awalnya mengira kalau apa yang kita lihat waktu itu. Adalah bagian dari acara, tapi melihat wajah guru yang merasa gelisah dan menyuruh anak yang lain untuk lari. Kami mulai takut dan kami berpencar, tapi mosnter yang banyak dengan seketika bisa menerkam kami,”kata Mila.


“Aku saat itu hanya diam saja dan mencoba menghubungi pihak polisi. Tapi tidak tahu aku melihat seorang laki-laki dan perempuan berwajah tidak terlihat. Membantai monster itu dengan penuh kebencian,”ucap Mila.


“Apa aku boleh tebak kalau orang itu adalah Sandra dan Intan yang masih kecil,”ucap Tera.


“itu benar bagaimana kamu bisa tahu. Lalu soal monster itu yang sudah dihabisi dan polisi datang mereka menghilang. Polisi yang datang juga terkejut dengan monster yang sudah tewas,”kata Mila.


“Apa yang dikatakan oleh polisi waktu itu,”ucap Tera.


“Tunggu dulu Tera. Kamu belum jawab bagaimana kamu bisa tahu kalau mereka berdua adalah Sandra dan Intan,”kata Mila dengan tajam.

__ADS_1


“Kenapa kamu bertanya yang sudah pasti di tebak bukan,”kata Tera.


“Benar juga. Saat itu polisi datang dan setelah itu baju berpakaian aneh seperti akademik meminta pihak sekolah dan polisi untuk menyembunyikannya,”kata Mila.


“Apa mereka adalah orang yang sama seperti seragam ini?,”ucap Tera. Mila yang melihat menganggu kepada Tera.  Tera tersenyum dan kemudian dia berkata lagi kepada Mila.”Lalu kamu sendiri bagaimana?,”ucap Tera.


“Karena aneh aku mencari tahu sampai aku menemukan nama Sandra dan Intan dari daftar. Tapi tidak hanya sekali monster itu datang ada beberapa lokasi lain yang kejadiannya yang sama. Jadi untuk kepastian yang jelas aku belajar bela diri dari tentara dan dari kakakku yang merupan tentara dna komandang,”kata Mila.


“Jadi kamu belajar bela diri dari tentara bayaran yang kamu sewa dan belajar dari kakak kamu,”ucap Tera. Mila menganggukan kepalanya kepada Tera.”Tapi Tera bagaimana kamu tahu kalau aku ada yang aneh tadi,”ucap Mila.


“Karena aku mantan tentara bayaran yang diterima kerja oleh Sandra. Pada saat kondisi krisis keluargaku dalam kondisi tidak baik. Dia membantuku dan sampai sekarang,”kata Tera.


“Jadi kamu merasa balas budi begitu karena sudah dibantu oleh Sandra,”kata Mila. Tera hanya tersenyum saja.”Tapi kamu hebat juga bisa mengumpulkan semua informasi itu. Tapi bagaimana kamu bisa bertunangan dengan Sandra. Apa itu juga kamu yang merencanakannya,”kata Tera.


‘Kenapa kamu berwajah seperti itu. Mana mungkin itu terjadi saat aku selesai pelatianku bersama dengan kakakku. Aku di suruh orang tua saya untuk menikah dengan Sandra karena kedudukkan dia yang sangat hebat dan berkuasa. Aku juga tidak tahu kalau Sandra tidak suka denganku dan bersikap dingin. Di tambah lagi wajah kamu yang saat tersenyum ramah membuat aku salah paham tahu tidak,”kata Mila memalingkan wajahnya.


“Jadi begitu,”ucap Tera yang mengarahkan wajah Mila yang tadi melihat ke arah lain melihah dirinya. Dimana Tera dan Mila saling bertatapan dimana Tera mencium bibir Mila dengan merrah. Sampai Wajah Mila tersipu malu dengan ciuman itu. “Tapi Tera apa yang kamu ketahui tentang monster itu?,”ucap Mila yang tahu ada yang aneh yang sedang disembunyikan oleh dunia.


“Monster?,”ucap Tera yang berpura-pura tidak tahu.


“Jangan berpura-pura tidak tahu Tera. Mata kamu bisa terlihat kalau kamu sedang menyembunyikan apa yang aku tidak ketahui bukan,”ucap Mila kembali menatap kearah Tera.


“Baiklah aku akan katakan monster itu datang bukan berasal dari tempat kita atau hasil eksperimen. Tapi monster itu datang dari dunia lain, bisa dibilang dunia ini ada dua sisi yang berbeda yang sedang disembunyikan oleh dunia dan mata yang melihat,”kata Tera.


“Tapi kenapa semua itu disembunyikan oleh mata yang melihat. Apa maksudnya ini semua?,”kata Mila yang tidak bisa menerima semuanya.

__ADS_1


“Dari pada kamu tanya kepada diriku yang masih kurang infomasi kamu tidak tanya kepada kakak kamu yang bekerja dibawah pemerintah dunia,”kata Tera. Mila terdiam dan berpikir dengan kata yang diberikan oleh Tera.


__ADS_2