
Sang abadi hanya melihat Intan yang tersenyum. Tapi pada saat yang sama Intan yang tinggal sebagai aura melihat dunia. Tapi dia selalu melihat bagaimana kondisi yang lain.Hingga Intan melihat suatu yang membuat dia bergetar hatinya.”Tempat apa itu?,”ucap Intan.
“Tempat dimana mereka akan dijadikan eksperiman,”ucap Sang abadi yang selalu mengawasi mereka manusia terkutuk.
“Tapi bukan itu sangat tidak manusiawi. Kenapa ada kaum yang sama dengan diriku yang saling menyakiti sesama, hanya untuk kekuasaaan tidak pernah ada,”ucap Intan yang kembali ketempat asalnya. Sang abadi yang juga pergi meninggalkannya. Tapi pada saat Intan pergi Edwan dan beberapa orang yang menjadi mata-mata mencari tahu di dalam laboratorium.
Sandra yang sudah kembali ke dalam kehidupan kantornya sudah mendapatkan jadwal.”Bos bagaimana kondisi anda. Apa sekarang sudah membaik?,”kata Tera.
“Ada apa?,”ucap Sandra yang dingin setelah kembali ke dunia manusia.”Jadwal hari ini adalah pertemuan dengan pembisnis, pergi ke lelangan para budak dilanjutkan acara pesta perusahaan,”kata Tera.
“Padet juga hari ini,”ucap Sandra yang bersandar di kursi. Tapi pada saat yang sama datang wanita yang selalu mengejar Sandra.”Biarakan aku masuk,”ucap Mila.
Sandra yang mendengar suara itu menatap kearah Tera.”Ada ribut apa diluar,”ucap Sandra membaca dokumennya.
Tera membuka pintunya dan diroboslah Mila yang melewatinya. Tapi pada saat yang sama anak buah Edwan datang menghalangi Mila masuk.”Bawa wanita itu pergi dari pandanganku,”ucap Sandra yang tidak perduli dengan Mila.
“Sandra kenapa kemu begitu. Kamu lupa ya kita sudah bertunangan, masak kamu mengusirku begitu saja,”ucap Mila.
“Apa yang kamu katakan bertunangan. Seingatku aku sudah membatalkan pertunangan kita, aku tidak butuh wanita pemboros dan sombong seperti kamu,”ucap Sandra dengan tajam. Sampai Mila yang didepannya merinding tapi Mila masih saja tetap bertahan dengan bertunanganya yang dipertahankan oleh Mila dan keluargaku.
“Aku tidak setuju jika kita membatalkan pertunangan kita. Apa yang kurang dariku sampai kamu tidak suka,”ucap Mila.
“Apa yang kurang. Apa itu penting, seret dia sekarang juga,”ucap Sandra dengan dingin. Sampai akhirnya Mila diseret oleh anak buah Edwan yang bejaga disekeliling Sandra.
“Jangan wanita itu masuk lagi ke kantor apa lagi membuat keributan,”ucap Sandra.
“Baik bos,”ucap mereka semua yang ada didalam ruangan Sandra. Setelah Mila dibawa keluar kondisi kembali damai. Dimana Sandra bisa mengerjakan tugas hariannya. “Pertemuan hari ini dengan siapa?,”ucap Sandra.
__ADS_1
“Pertemuan hari ini kita bertemu dengan perusahaan tambang berlian dan kristal,”kata Tera.
“Apa semua jadwal sudah sesuai dengan agenda hari ini. Jika sudah kita berangkat sekarang,”kata Sandra. Tera yang sudah selesai dengan berkas yang akan dibawa pada rapat tersebut dengan proyek yang sudah disetujui oleh Sandra.Mereka meninggalkan ruangan kantor dan pegi ke lantai bawah dimana lobi perusahan berada. Karena sopir sudah menuggu mereka berdua di depan lobi. “Bos untuk proyek baru ini apa kita perlu ada pembaruan,”ucap Tera.
“Kita lihat dulu apa ada yang baru atau tidak dengan tambang kristal dan berliannya,”ucap Sandra. Di perjalanan menuju lobi setelah keluar dari lift. Sandra melihat wajah yang tidak asing.”Kenapa hari ini aku bertemu dengan seorang yang menyebalkan,”ucap Sandra yang melihat ke arah lobi.
“Ada apa bos?,”ucap Tera yang melihat wajah dari Sandra tidak senang. Setelah melihat ke arah lobi itu sudah dipastikan kalau Sandra tidak senang karena Mawar datang bersama dengan Leo tunangan Mawar.
“Apa perlu saja usir mereka berdua bos,”ucap Tera.
“Tidak usah,”ucap Sandra yang berjalan santai sampai Mawar melihat Sandra.”Untuk apa orang miskin kaya kamu datang ke perusahaan mewah ini Sandra,”kata Mawar. Tapi Leo yang melihat Sandra didepan matanya membuat dia bingung.”Bukan Sandra sudah mati Mawar kenapa dia masih ada. Apa itu mungkin,”ucap Leo. Tapi Mawar yang menahan rasa terkejutnya bersikap tidak terjadi apa-apa dan menyombongkan dirinya.
Sandra menoleh bersama dengan Tera. Tapi mata pegawai yang melihat sedikit terkejut.”Sudah lama ya Mawar Leo, bukan kalian akan segera menikah,”ucap Sandra dengan santai.
“Tapi kalian kenapa bisa ada disini,”ucap Sandra lagi.
“Dimana satpamnya, kenapa kalian tidak usir saja sampah didepan saya ini,”ucap Leo.
“Itu benar,”kata Mawar yang membela leo.
Tapi para satpam tidak bisa bergerak dari tempatnya. Karena yang sedang dua orang bicarakan adalah bos mereka.”Kenapa kalian diam saja tangkap orang itu,”ucap Mawar.
“Tangkap mereka mengganggu saja,”ucap Sandra yang segera pergi dari tempat itu.”Tera batalkan semua kerja sama dengan perusahan mantan istriku yang sombong itu. Aku tidak ingin terikat dengan mereka yang telah membunuhku,”ucap Sandra yang berjalan melewati pintu.
Tapi Mawar dan Leo yang melihat sedikit bingung dengan suasana yang ada. Sampai dia datang ke lobi lagu untuk bertemu dengan CEO perusahan tersebut. Tapi jawaban dari pelayan lobi adalah helaan nafas sampai teman membuka mulut.
“Untuk apa anda bertemu dengan CEO kami jika anda sudah menghila pemiliknya didepan umum,”kata pelayan lobi.
__ADS_1
“Apa maksud anda,”ucap Mawar yang tidak paham dengan suasana yang ada disekitarnya.
“Maaf nyonya dan tuan bisa anda pergi dengan kami segera. Karena kami harus mengusir kalian berdua,”kata satpam.
“Apa ini?,”ucap Leo.
“Kalian tidak tahu kalau kami memiliki janji bisnis dengan perusahan kalian. Apa ini perlakuna perusahan kalian,”ucap Leo.
“Bukan kami yang membatalkan tapi anda sendiri. Anda baru saja menyinggung bos kami. Kami juga sudah mendapatkan laporan kalau kerja sama kita dibatalkan. Perusahana akan membayar denda yangs duah disepakai,”kata sekerataris lain.
“Apa dibatalkan bagaimana bisa?,”ucap Mawar yang masih belum sadar dengan kondisi yang ada.
“Anda telah menyingkung CEO kami barusan,”ucap sekertarsi.
“Apa CEO Siapa?saya tidak bertemu dengan CEO kalian,”ucap Mawar.
“Apa anda tidak tahu CEO kami adalah orang yang kalian singkung tadi disini,”kata sekertarsi.
“Apa?,”ucap Mawar dan Leo yang sama-sama terkejut.”Tidak mungkin dia adalah CEO diperusahan ini. Dia hanya mantan suami saya yang tidak berguna. Apa kalian salah orang?,”kata Mawar.
“Tidak nyonya beliau adalah CEO kami,”kata sekeratasri.
“Maaf nyonya dan tuan segera pergi dari sini atau kami paksa,”kata satpam. Dimana sekerataris sudah menyampaikan apa yang sudah dipesankan oleh Tera kepala sekertaris. Sedangkan Mawar dan Leo yang dibawa keluar masih tidak percaya kalau Sandra adalah seorang CEO.
Sandra yang sudah pergi bersama dengan Tera ke tempat pertemuan. Berbincang dengan santai dimana masalah yang tadi saat mereka pergi juga sudah selesai.”Tapi bagaimana dengan si kelinci apa dia baik saja,”ucap Sandra sambil membaca data yang harus dia persiapkan.
“Si kelinci sudah aman dan sedang dalam perawatan. Tapi bos apa anda baik-baik saja dengan kejadian yang tadi,”ucap Tera.
__ADS_1
“Maksud kamu tentang Mawar dan Leo. Aku tidak perduli lagi dengan mereka berdua. Tapi kenapa masalah silih berganti ya dari Mila sekatang Mawar dan Leo, nanti apa lagi ya,”cuap Sandra melihat keluar jendela mobil. Karena mobil mulai melanju dengan keceptan yang standar saja Sandra bisa melihat mobil lain dan jalan yang dilewati.