Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 17


__ADS_3

“Jadi seperti itu kenapa Akademi militer khusus ada disini,”ucap Sandra dalam hati.


“Tapi bagaimana orang tuaku bisa membangun ini semua,”kata hati Sandra yang masih ada kebingungan dalam hati. Sedangkan Jaya yang melihat kakaknya masih terdiam disaat kakaknya menatap buku diary yang dipegang.


Sandra yang mulai membaca buku diary mama sampai Jaya melihat ke arah kakaknya.”Kak apa yang kamu pikirkan sampai serius itu,”kata Jaya.


“Kakak hanya masih bingung   saja bagaimana Akademi ini bisa ada dan bagaimana retakan itu ada dan sejak kapan,”kata Sandra.


“Soal itu ada buku catatanan milik ayah tunggu dulu,”kata Jaya yang masuk kedalam kamar. Tapi Sandra yang melihat disekelilingnya tempat ini kenapa bisa ada ya. Sampai mata Sandra tertuju ke arah Jaya yang berjalan ke arahnya dengan dia membawa satu buku. Buku itu diberikan kepada Sandra. Sandra yang tidak tahu buku apa yang diberikan kepada Sandra hanya saja dia merasa tertarik untuk membaca.


Tapi sebelum itu Sandra bertanya kepada Jaya.”Jaya bagaimana pondok ini ada dan kamu sudah ada sejak kapan ada di Akademik ini,”kata Sandra mencari tahy.


“Aku sudah ada sejak lama saat aku bayi. Saat kecil ayah dan ibu tidak ada dan aku dirawat oleh kekek sampai aku bisa merawat diriku sendiri. Tapi pada saat aku bisa mandiri kakek pergi keluar dan balik dengan penuh luka. Bisa dibilang tempat ini ada saat ayah dan ibu ada,”kata Jaya.


Setelah Sandra tahu kalau adiknya selalu ada disini dari kecil. Tapi itu tidak membuat dia sedih kalau dirinya ada dipanti asuhan dengan dia berusaha mencari uang untuk dirinya dan menyekolahkan dirinya. Sandra yang masih berpikir kalau kehidupan kita berdua itu sama menderita karena retakan itu.


“Kakak tidak ingin membacanya,”kata Jaya.


“Kakak akan membaca tapi bagaimana keputuskan kamu untuk ikut dengan kakak pegri keluar Akademik,”kata Sandra.


“Aku ikut tapi nanti aku jadi beban kakak apa tidak masalah,”ucap Jaya yang sedikit menunduk.


“Tidak kamu tidak akan menjadi beban untuk kakak,”kata Sandra sambil mengelur kepala Jaya. Sandra yang merasa senang kalau dirinya tidak sendiri ditempat ini. Dia memiliki Jaya adiknya yang dia tidak ketahui selama ini. “Kakak kenapa tersenyum apa ada yang aneh dengan Jaya,”ucap Jaya.


“Tidak kakak senang karena bisa bertemu dengan kamu Jaya. Adik kecil yang tidak pernah aku ketemui,”kata Sandra.

__ADS_1


“Aku juga senang karena bisa bertemu dengan kakak. Aku tidak mau berpisah lagi dengan kakak,”kat Jaya sambil dia memeluk Sandra. Sandra juga ikut membalas pelukkan Jaya dimana mereka berdua bisa merasakan kehangantan yang salama ini mereka rindukkan.


“Tapi kakak kapan kita akan berangkat,”kata Jaya.


“Besok kita akan berangkat. Jadi kamu harus bersiap-siap sekarang apa yang ingin kamu bawa. Tapi jangan lupa peralatan yang bisa membantu melindungi kamu,”kata Sandra. Jaya hanya menganggu dan segera dia berkemas barang.


Sambil menuggu Jaya Sandra membaca buku yang baru saja diberikan oleh Jaya. Sandra perlahan membaca bukunya sampai di titik tertentu Sandra tahu kenapa Akademi ini bisa ada dan retakan itu ada. Retakan ada karena ada gelombang yang saling berbenturan dimana gelombang ini bisa membuat suatu celah antar dimensi yang disebut dengan retakan dimensi. Tapi biasanya rekatan ini terjadi karena penelitian yang berlebihan dengan kondisi dimana mereka memaksa untuk membuka ruang yang seharusnya tidak boleh terbuka.


Retakan ini terjadi sudah 20 tahun silam disaat yang sama ada sebuat penelitian tentang ruang. Karena beberapa orang yang tidak bertanggung jawab penelitian itu berakibat terbentuknya suatu retakkan. Tapi retakan itu para peneliti tetap melanjutkannya walaupun mereka sudah tahu akibat darai retakan yang sudah terbentuk akan membuat bahaya besar.


“Tapi kenapa mereka tetap melakukannya jika mereka sudah tahu berbahaya. Ada yang tidak beres disini,”ucap Sandra.


“Apa yang tidak beres kak,”kat Jaya yang sedikit mendengarkan ucapkan kakaknya.


“Saat penyerangan ya,”ucap Jaya sambil berpikir.


“Aku ingat ada seorang yang merupakan bagian dari akademi yang membuka pintu segel saat aku berjalan-jalan. Tapi ada yang aneh yang kakak maksudkan itu juga terjadi saat goblin datang. Tepat ini tidak akan bisa dimasukan oleh gobil karena ada pelindung cahaya. Tapi aku sangat terkejut saat ada gobil dan kakak diserang masuk diwilayah pemakaman. Karena waktu itu aku takut dna juga penasaran aku pergi ke pondok untuk bersembunyi. Setelah sudah tenang aku keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi. Aku melihat satu siswa di akademi dengan satu guru sedang mengotak atik pelindung cahaya yang tentunya tidak akan bisa di rusak,”kata Jaya panjang lebar.


“Tapi kenapa itu bisa rusak,”kata Sandra.”Itu karena mereka menggunakan tongkat sihir cahaya untuk merusak pelindung,”kata Jaya.


“Kenapa kamu tidak melaporkan itu kepada kelapa Akademik Jaya. Apa ada hal yang membuat kamu tidak bisa mengatakannya,”kata Sandra.


“Itu juga kak,”kata Jaya.”Ada Apa?,”kata Sandra yang melihat adiknya terlihat sedih dan takut.


“Jangan takut ada kakak disini,”ucap Sandra.”Sebenarnya aku tidak percaya dengan semua orang di Akademik kak,”kata Jaya.

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak percaya dengan mereka. Apa mereka pernah menyakiti kamu sampai kamu tidak ingin mempercayai mereka,”kata Sandra.


“Soal itu karena kematian kakek ada yang sedikit ganjil bagi Jaya,”kata Jaya.


Sandra yang melihat wajah Jaya membuat dia tidak bisa bertanya lagi karena wajah Jaya yang gelisah dan takut. Karena tidak ingin Jaya khawatir dia memeluk Jaya agar dia bisa tenang.”Kamu tidak harus cerita dengan kakak jika kamu masih belum siap. Kakak akan menuggu kamu bercerita nanti saat diluar Akademik,”kata Sandra dengan posisi memeluk Jaya.


“Tapi apa kamu sudah mengemasi barang kamu Jaya,”kata Sandra mengganti topik pembicaraan.”Sudah,”kata Jaya yang senang.


“Mana barang kamu,”kata Sandra yang tidak tahu kalau Jaya menggunakan ruang dimensi.


“Aku menyimpan barangnya dia ruang dimendi kak,”kata Jaya.


“Ruang dimensi apa itu?,”kata Sandra yang tidak tahu.”Itu adalah alat yang dibuat oleh kakek untuku. Ohh iya ada satu lagi untuk kakak sampai aku lupa,”kata Jaya mengambil barangnya.


“Ini untuk kakak. Alat ini bisa menyimpan semua barang baik itu mati maupun hiduo tapi memiliki kapasitas yang kecil. Mungkin cukup 5 karung kalau tidak salah,”kata Jaya.


“Barang bagus ini kakak baru tahu. Tapi bagaimana aku bisa memakainya,”kata Sandra.


“Kakak pakai ini lalu kakak tangan kakak bawa barang yang ingin kakak ingin simpan,”kata Jaya sambil memperagakan tangan dia masuk ke dalam suatu dimensi yang dimana Sandra hanya bisa melihat kilatan cahaya saja.


Sandra mencoba memasukkan buku itu ke dalam ruang dimensi dan kemudian dia manarik tangannya. Sandra sedikit terkejut sampai memuaskan penasarannya Sandra memasukan kepalanya. Dimana didalam ruangan terlihat ada cahaya dan ruang sangat luas.”Bagaimana kak?,”kata Jaya.


“Aku sangat suka. Tapi bagaimana kakek membuat ini dan kenapa para Akademik tidak memakai alat ini,”kata Sandra yang juga bingung.


“Itu karena rahasia kakak,”kata Jaya.

__ADS_1


__ADS_2