Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
AMBK 28


__ADS_3

Sandra dengan kawannya yang suah menjadi dua kelompok mulai bergerak. Dimana Sandra dan Fros yang menjadi pimpinan mulai ke tempat yang sudah di posisikan. Sega dan For bersama dengan Jaya yang memandu mereka mencari lima pengendali para monster. Jaya yang ada didepan dengan di dampingi oleh Saga dan Fros disamping mereka menuju lokasi. Tapi tidak disangka mereka berdua bertemu dengan monster lain.


“Kak,”ucap Jaya yang mundur. Saga dan Fros yang maju didepan siap mulai menyerang. Tapi tidak diduga ada monster dibelakang Jaya. Jaya yang merasakan hawa keberadaannya mengambil senjata di ruang penyimpan yang dia bawa. Karena kedua kakak Saga dan Fros yang sibuk membuka jalan.


Jaya yang awalnya diam mulai bergerak. Tapi Fros yang melihat dari jauh berkata,”Jaya.”Saga yang mendengar teriakan dari Fros melihat ke arah Jaya.  Saga yang ingin membantu Jaya sudah tidak bisa karena dia juga dalam kondisi tidak baik karena para monster.


Fros yang membuka cela hendak membantu Jaya yang ada dibelakang. Tapi belum sempat Fros sampai dia dihadang oleh para monster.”Kalian minggirlah monster sialan,”ucap Fros yang mulai kesal.


Frso yang sudah kehabisan emosinya mulau menyerang tanpa ampun. Tapi pada saat Fros hendak menyerang para monster. Dia melihat ke arah Jaya yang sudah terkepung. Tapi tidak terduga para monster dengan sekejap saja sudah dihabisi oleh Jaya dengan santainya. Fros yang tadi merasa khawatir dengan Jaya merasa lega melihat Jaya baik-baik saja.


Fros yang tersenyum kembali tenang dan bisa membuka jalan untu mereka menangkap para pengendali monster. Jaya yang dibelang yang juga bartarung dengan santainya.  Sega yang melihatnya hanya berkata,”Kurasa sudah ada kesamaan dengan Sandra mereka berdua. Sama sekali tidak tidak terluka karena para monster. Malah mereka terlihat menikmatinya. Tapi kenapa baru sekarang Jaya memperlihatkan kemampuannya kepada kita ya.”


Saga masih saja perpikir dengan dia juga bertarung dengan para monster didepannya yang membuat dia terganggu. Waktu terus berjalan sampai mereka sudah mengalahkan mereka semua. Jaya yang kembali memimpin jalan untuk menemukan pengendali monster.


“Hai Jaya kenapa kamu baru kelihatan sekarang kemampuan berkelahi kamu,”kata Saga yang mencari tahu.


“Soal itu ya. Karena sudah waktunya diperlihatkan itu saja,”kata Jaya dengan santai.


“Apa?,”ucap mereka berdua yang melihat ke arah Jaya.”Kenapa kamu hanya seperti tidak perduli dengan apa yang kita rasakan Jaya,”ucap Fros yang merasa sedih.


“Maaf ya kakak. Kenapa aku tidak memperlihatkannya karena kak Sandra bisa menjaga diriku.Walaupun aku tidak bergerak kak,”kata Jaya. Mereka berdua hanya tersenyum saja sampai dimana Jaya berhenti.”Apa kita sudah sampai Jaya?,”kata Saga yang bersiap.


“Iya mereka ada disana,”kata Jaya menunjukkan ke arah depan sana.


“Apa mereka ada lima orang seperti yang kamu katakan,”ucap Fros. Jaya hanya menganggukan kepalanya saja. Sampai jaya duduk dan membuat dimana lokasi mereka ditanah. Selesai membuat gambar dimana mereka berada Saga dan Fros mulai bergerak.

__ADS_1


“Jaya apa kamu tidak masalah jika kamu tetap di sini,”kata Fros. Jaya menganggu kepala mereka berdua. Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan Jaya di tempat sendirian.”Apa yang harus aku lakukan ya,”ucap Jaya yang melihat sekelilingnya. Mencari sesuatu yang bisa dia bawa pulang.


Jaya berjalan di lokasi dimana dia tinggal oleh Fros dan Saga sampai dia melihat satu tanaman obat. Jaya tersenyum dan mulai memetik tanaman itu sambil menuggu. “Bagaimana kabar mereka ya?,”ucap Jaya yang menggunakan kemampuannya. Untuk melihat kondisi kawan mereka yang sudah berpencar.


Jaya mengamati mereka kalau kondisi merek baik saja. Malah Jaya merasa kalau Fros dan Sega bisa mengalahkan lima pengendali monster tersebut dengan cepat. Jaya yang melihat ke arah Kak Sandra dimana kakak yang juga sedang menikmati perkelahian dengan para monster.”Kakak senang sekali,”ucap Jaya. Karena sudah melihat mereka yang baik-baik saja. Jaya kembali meliahat disekitar mereka.


“Hai Jaya apa yang kamu lakukan disana,”ucap Saga dari belakang yang agak jauh. Jaya yang menoleh ke belakang melihat Saga yang sedang berjalan ke arahnya bersama dengan dua dari lima penggendali para mosnter.


“Kamu sudah kembali kak Saga. Apa mereka dua orang itu,”ucap Jaya yang melihat ke belakang Saga.


“Iya. Tapi dimana Fros apa belum kembali dia,”kata Saga melihat sekelilingnya.


“Kurasa sudah itu dia ada disana,”kata Jaya yang melihat. Saga yang juga melihat setelah dia melihat sekitarnya.


“Iya,”kata Saga sambil memperlihatkan pengendali monser yang sudah mereka ikat.”Sudah tertangkap semua. Kita pergi sekarang saja,”ucap Fros.


Fros yang melihat tanaman yang dibawa oleh Jaya membuat dia penasarana.”Jaya tanaman apa itu yang kamu bawa?,”kata Fros.


“Tanaman obat bisa menyembuhkan dari luka luar.Tapi juga bisa untuk komestik itu pelembab wajah,”ucap Jaya.


“Apa?,”akta Fros yang terkejut dan senang. Jaya yang melihat itu bisa menebak apa pikiran kak Fros.”Tapi kita bisa membuatnya nanti saja. Kita pergi dari sini dulu,”ucap Jaya.


“Baiklah,”ucap mereka berdua.


“Hai Jaya tapi dari mana kamu tahu kalau tanaman itu bisa dibuat obat luar dan komestik,”kata Saga.

__ADS_1


“Dari buku yang aku bacalah,”kata Jaya.”Buku,”kata Saga. Sambil mengobrol mereka juag mencari bahan yang bisa dibawa pulang sampai mereka melihat perkelahi rekan mereka dengan para monster campuran.


“Kurasa belum selesai disini,”kata Fros.


“Tidak sebentar lagi mereka selesai. Tapi masalahnya ada yang kabur ke arah kita ini. Bagaimana?,”ucap Saga.


“Biar aku saja yang mengalahkan mereka, tidak masalahkan. Kakak berduakan sudah lelah menangkap mereka,”usul dari Jaya.”Baiklah, tapi jangan terlalu berlebihan ya,”kata Fros.


“Iya kak,”kata Jaya. Tapi di tempat lain Sandra yang melihat ada monster yang kabur dan menuju kelompok Fros. Tapi yang membuat Sandar tidak bergerak setelah menyelesaikan monster didepannya. “Hai Sandra Jaya dalam masaiah. Kenapa kamu diam saja,”ucap Atik.


“Dia akan baik-baik saja. Kalian lihat saja,”ucap Sandra yang percaya kalau adiknya bisa bertarung hanya saja dia males untuk berkelahi. Jaya yang sudah dihadapkan monster dihadapannya hanya tersenyum. Dari arah samping tangannya Jaya mengeluarkan panah dan busur tiga jenis.


Jaya yang sudah memosisikan dirinya dihadapan para monster.”Nikmatilah hari kebebesan kalian,”ucap Jaya sebelum dia melepaskan panah tiga jenis ke arah tiga monster yang menuju ke arahnya.


“Apa hanya dengan tiga panah yang berbeda bisa mengalahkan monster tersebut,”ucap Wati.


“Kurasa bisa,”kata Pil.


‘Kenapa kamu bisa yakin. Apa ada yang spesial dengan panah yang berbeda tersebut,”kata Jami.


“Ada panah yang sudah ada jenis racun mematikan di tambah tenaga aura didalam tubuh Jaya. Dia bisa mengalahkan monster tersebut dengan satu serangan saja,”ucap Jarmy.


“Kurasa kamu bisa menganalisis dengan baik ya Jarmy,”kata Sandra yang dengan santai melihat adiknya.


“Tentu saja aku harus bisa menganalisis dengan tepat bukan ini medan perang,”kata Jarmy.

__ADS_1


__ADS_2