Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 71


__ADS_3

Sandra yang segera pergi ke langit bersama naga. Dimana Sandra bisa melihat dari langit apa yang ada dibawah. Kehidupan yang baru terjalin dengan baik setelah kehancuran yang membuat mereka menghilang. “Aku ingin semua ini tetap pada posisinya,”ucap Sandra yang memberikan setengah jiwa dan kemampuannya untuk membuat formasi.


“Apa kamu yakin akan membuat pelindung kehidupan di dunia ini. Kamu tidak akan menyesal Sandra,”ucap Naga yang tahu kalau dia akan mengurangi masa kehidupan Sandra.


“Tentu saja. untuk apa kamu khawatir aku akan baik-baik saja,”kata Sandra. Dimana cahaya menyelimuti tubuh Sandra dengan mata yang berubah keemasan. Angin yang berhembus disekeliling Sandra dengan tatapan yang penuh harapan. Sandra mulai membuat formasi pelindung cahaya dengan tiga segel. Dimana tidak ada yang bisa membuat dunia monster terusik dengan berbagai hal.


Kedamaian akan selalu ada hanya ada probleman antara penduduk dan pikiran yang berbeda dengan rasa dan kehidupan yang ada di dunia monster. Segel yang sudah diaktifkan sudah terpancar keseluruh dunia. Hanya Sandra dan kawannya yang bisa masuk ke dalam dunia ini. Siapa yang masuk ke sini tanpa izin mereka akan binasah. Perapalan harapan yang bersamaan dengan cahaya yang mulai menyebar keseluruh dunia monster.


“Perasaan apa ini?,”ucap Intan yang melihat ke langit. Cahaya yang keemasan yang terpancar membuat Intan kalau ada hal baik untuk kedepannya.”Sandra apa itu kamu,”ucap Intan dalam hati.


Intan yang tidak tahu kenapa berkata itu seperti di dalam hati. Merasa kalau cahaya yang terpancar di sore hari itu adalah ulah dari Sandra.”Siapa kamu sebenarnya Sandra? Kenapa kamu mengorbankan diri kamu hanya untuk dunia ini,”kata Intan


“Apa yang kamu gumankan Intan?,”ucap Sandra di belakang. Intan yang menoleh ke arah suara melihat Sandra yang berwujud berbeda.”Sandra,”kata Intan yang tersenyum lembut seperti mengharapkan kehadiran dari Sandra. Tapi tidak lama kemudian cahaya yang sama dengan Sandra menghilang begitu saja.


“Ternyata hanya ilusi saja. Kenapa aku memikirkan Sandra,”ucap Intan yang memegang kedua pipinya dengan wajah memerah karena malu.


“Tidak mungkin aku sudah jatuh cinta dengan Sandra. Ayo Intan kamu harus bisa fokus,”ucap Intan yang mencoba untuk fokus. Sementara di tempat lain Sandra yang sudah selesai membuat pelindung dunia monster segera dia pergi ke dunia sihir.


“Kamu akan pergi lagi,”kata naga.

__ADS_1


“Tentu saja di dunia sihir belum selesai urusannya,”kata Sandra.


“Jika ada masalah kamu bilang saja. Aku tidak akan ikut dengan kamu,”kata Naga. Dimana di atas langit Sandra yang sudah membuka portal dunia sihir. Masuk ke dalam pusartan ruang dan waktu yang akan menghubungkan dunia sihir. Naga yang sudah melihat kepergian Sandra terbang ke sarangnya.


Di perjalanan yang damai tapi terasa ada yang menekan. Sandra segera mempercepat langkahnya, sampai dia sampai di hutan. Sandra yang melihat tempat dia membuka portal hanya memiriiingkan kepalanya.


“Apa yang terjadi disini?,”ucap Sandra sendiriii. Tapi pada saat Sandra sampai dirinya yang sedang   ada di dunia sihir datang.”Kamu sudah kembali,”ucap Sandra yang siap untuk bergabung dengan tubuh aslinya.


Hanya dengan satu gerakan saja mereka berdua sudah bergabung dimana pikiran mereka saling terhubung. Sandra yang melihat apa yang sedang terjadi mendapatkan informasi kalau hutan dimana Sandra keluar. Tempat pertempuran antara akademik dan dunia sihir, sudah setengah wilayah sudah dikuasai oleh akademik. Pihak penduduk dunia sihir yang menjaga tempat mereka hanya bisa mendapatkan setengah saja.”Jadi ini tempat mereka berselislih,”ucap Sandra.


Sandra yang merasakan suatu getaran antara dua arah membuat Sandra pergi ke atas langit untuk melihat.”Sebenarnya sampai mana mereka melakukan ini semua,”kata Sandra. Dimana dari atas langit Sandra melihat dua pihak yang saling bertentangan. Pihak akademik yang ingin menguasai dunia sihir. Pihak asli dari penduduk dunia sihir yang ingin mempertahankan tempat tinggal mereka.


“Sejauh mana mereka akan terus membuat kerusakan,”kata Sandra yang melihat dari kedua pihak. Sandra hanya bisa menghela nafas saja sampai dia merasakan aura kehidupan yang tidak tenang.”Perasaan yang sama,”ucap Sandra yang segera mencari sumber kehidupan itu.


“Kurasa kalian harus istirahat untuk sementara waktu,”ucap Sandra. Yang segera dia meninggalkan tempat itu dan pergi ke tempat perasaan yang tidak asing itu terjadi. Sandra yang segera pergi meninggalkan tempat itu. Tapi tanpa Sandra sadari ada dua pihak yang melihat Sandra dari langit.


Pihak dunia sihir Dewanya para sihir dan ketua ketiga yang menatap ke arah Sandra. Tapi Sandra yang tidak memperhatikan itu tetap pergi. “Sandra,”ucap ketua ketiga yang melihat.


“Anak itu bukan yang membantu kami,”kata dewa dunia sihir.

__ADS_1


Sandra yang telah pergi dengan pembatas anatar kedua tempat. Pergi meninggalkan mereka yang dimana Sandra merasakan aura kehidupan yang sama dengan aura kehidupan di dunia monster. Tidal lama berkeliling Sandra melihat cahaya dari pohon kehidupan dari dunia sihir. Tapi Sandra telah kedahuluan oleh pihak akademik yang sudah tiba di pohon kehidupan.”Mereka sudah sampai disini. Bagaimana bisa?,”kata Sandra yang mencoba mendekat.


Tapi tidak terduga ada penghalang yang dibuat oleh pihak akademik. Sandra hanya tersenyum saja dan mencoba menghancurkan pelindung itu. Tapi tidak disangka mereka melihat Sandra.”Dia datang guru,”ucap satu murid ketua pertama.


“Sandra,”ucap dari ketua pertama.


“Dia memang hebat. Tapi tidak aku sangka kalau dia akan datang ke sini. Bunuh dia jangan sampai dia mendekat,”kata ketua pertama.


Ketiga murid dari ketua pertama yang datang bersama  siap mendatangi  Sandra. Tapi belum sempat mereka datang  pelindung dari segel yang mereka buat sudah dihacurkan oleh Sandra.”Kenapa repot-repot datang. Jika aku akan menghampiri kaiian,”ucap Sandra yang sudah  ada di belakang mereka. Tempat dimana ketiga murid ketua pertema yang datang dari bawah. Sandra yang datang dari atas sudah melewati mereka. Tanpa ada pergerakan yang mencurigakan saat Sandra melewati mereka bertiga.


Mereka sudah terluka dengan Sandra mendekat ke arah ketua pertama.”Jangan harap kamu bisa mendekati guru kami,”kata murid pertama.


“Jangan bergerak jika kamu ingin masih hiduo,”kata Sandra dengan sedikit melirik dingin ke arah mereka.


“Kamu kira kamu sendirian bisa membuanuh kami,”kata murid ketiga. Sandra hanya tersenyum saja dan masih berjalan menuju ke tempat ketua pertama. Perasaan sesak yang menekan membuat Sandra ingin melindungi pohon kehidupan dunia sihir. “Jangan harap kamu bisa mengambil semua yang kamu inginkan,”kata Sandra dengan tiba-tiba mengeluarkan auranya yang menekan ketua pertama.


“Tidak aku sangka anak itu bisa berkembang sampai tahap ini,”kata Ketua pertama yang merasakan tekanan dari Sandra. Sementara ketiga murid yang hendak bergerak merasakan jalur kehidupan didalam dirinya sudah hancur. Mereka yang hanya seperti manusia biasa jatuh dari ketinggian.


“Bagaimana bisa aku tidak merasakan kemampuanku?,”ucap murid Kedua.

__ADS_1


“Kurasa kita sudah diserang oleh mereka,”kata Murid pertama.


“Tapi sejak kapan mereka menyerang kita,”kata murid ketiga. Mereka bertiga yang tidak bisa berkuntik hanya bisa menuggu kematian mereka.


__ADS_2