Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 69


__ADS_3

Sandra yang malu karena perilakunya, tidak membuat dia dekat dengan Intan. Sementara di tempat lain dunia sihir yang sudah ada pengganti dirinya. Sedang membuat obat penawar,”Dia pergi karena kekasih.”


“Apa yang kamu bicarakan?,”ucap naga yang menyamar menjadi seorang manusia.


“Kamu disini ada apa. Apa kamu juga mecari kaum kamu yang ada di dunia sihir,”kata Sandra.


“Dimana Sandra kenapa kamu yang menggantikannya disini,”kata naga.


“Sandra kembali ke dunia moster. Katanya Intan mengalami musibah karena perbuatan dari orang tuanya dan kakaknya,”kata Sandra.


“Jadi karena itu aku ada di sini menggantikan dia membuat obat penawa,”kata Sandra.


“Jadi sampai mana obat penawarnya,”kata naga.


“Dari pada kamu bertanya sampai mana. Kenapa kamu datang ke sini lalu siapa orang di belakang kamu itu?,”kata Sandra sedikit melirik.


“Untuk apa kamu tahu hanya bayangan Sandra saja ingin tahu urusan orang lain,”ucap naga yang dingin.


“Bukan itu kamu dulu yang memulai kenapa juga kamu marah kepadaku,”kata Sandra yang kembali fokus membuat obat penawar. Tapi tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang membuat naga dan temannya pergi.


“Kalian datang ke sini ada apa?,”ucap Sandra.


“Kami hanya ingin melihat kerja kamu saja. Apa benar kamu bisa membuat obat penawarnya,”kata ksatria.


“Kamu tidak percaya denganku tidak masalah. Tapi kenapa kamu datang, apa kamu tidak menjaga peri hutan yang belum siuman,”ucap Sandra.


“Kamu tidak usah khawatir masih ada ksatria yang lain. Menjaga dia,”kata ksatria. Sandra hanya menganggu saja sampai dia menyelesaikan tahap pertama. Tapi para ksatria masih saja menuggu Sandra.”Sampai kapan kalian akan disitu,”ucpa Sandra yang melakukan tahap kedua.


“Untuk apa kamu ingin tahu. Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. Kamu kira aku akan percaya dengan kamu. Kamu itu sama saja dengan mereka bukan,”kata kasatria yang tidak suka dengan Sandra.

__ADS_1


“Ohh jadi kalian di sini mengawasi kerjaku begitu. Aku sih tidak masalah, jika kamu mau nambah pikiran kamu,”kata Sandra yang masih santai saja. Sampai Sandra selesai pada tahap kedua tinggal penggabungan kedua bahan yang sudah selesai. Tapi pada saat yang sama Sandra merasakan portal yang terbuka.


“Kurasa kalian harus segera pergi dari sini. Mungkin saja mereka datang lagi,”kata Sandra.


“Apa maksud kamu mereka akan datang lagi. Tapi bagaimana mereka bisa datang ke dunia ini?,”ucap ksatria yang masih saja tidak mendapatkan apa-apa.


“Bukan semuanya sudah aku beritahukan kepada kalian. Tapi kalian masih saja tidak paham,”kata Sandra yang menghela nafas.


“Tapi kenapa kamu mau membantu kami. Apa rencana kamu sebenarnya?,”kata ksatria.


“Rencanaku masih belum ada, aku masih mengamati saja untuk sekarang. Tidak mungkin aku datang ke sini lalu menyerang mereka. Karena mereka juga menginginkan nyawaku. Aku harus berhati-hati,”kata Sandra yang selesai menggabungkan kedua pahan. Dimana Sandra mengocok dan melihat ke arah obat penawar yang telah selesai dia buat.


“Kalian akan tetap disini, tidak ingin membantu dunia kalian yang sedang dalam kekacauan dunia,”kata Sandra. Yang mulai mengemasi ke botol kecil yang bisa langsung digunakan. Sandra di dunia monster yang bersama dengan Intan sedang membersihkan halaman belakan.Intan yang sedang bersemangat untuk membuat kebun sayuran di belakang. Tanpa melihat ke arah Sandra yang selalu menatap ke arahnya.”Dia tidak berubah sama sekali masih saja fokus dengan apa yang didepanya,”kata Sandra yang melihat Intan dari jauh.


Intan yang mengelap keringat yang ada di dahi menatap ke langit yang bersinar terik.”Apa kamu beristirahat Intan?,”ucap Sandra dari samping.


“Sandra,”ucap Intan yang sedikit terkejut.


“Tidak aku sudah membelikan kue dan minuman dingin. Saat kamu sedang fokus membersihkan halaman belakang,”kata Sandra yang menarik tangan Intan. Dimana Intan dibawa masuk oleh Sandra yang sudah tersedia berbagai jenis kue dan cemilan yang lain.


“Kamu beli dari mana ini Sandra, pasti sangat mahal bukan,”kata Intan yang sedikit ragu.


“Kamu tidak usah sungkan makan saja. Aku membeli ini karena ganti dari makanan yang kamu buat tadi malam dan tadi pagi,”ucap Sandra yang tersenyum.


“Jadi aku boleh memakan ini,”ucap Intan sambil menunjuk ke arah kue yang terlihat enak.


“Tentu saja. Nikmati saja, tapi pelan-pelan saja. Karena tidak akan ada yang mengambilnya,”kata Sandra yang melihat wajah dari Intan yang senang. Intan yang tidak ragu lagi mengambil satu kue didepanya. Intan mulai mencicipi kue itu yang penuh dengan krem dan buah strowberi.


“Bagaimana enak tidak?,”kata Sandra.

__ADS_1


“Ini enak sekali Sandra. Kamu juga harus coba juga,”kata Intan yang memberikan satu kue yang sama kepada Sandra. Mereka yang menikmati kue yang sama membuat Sandra senang dan merasa bertemu dengan Intan.


Intan yang tidak tahu rasa kue yang dia makan. Tapi hatinya merasa diobati karena pertama kalinya Intan bisa menikmati kue yang dia inginkan.”Terima kasih Sandra,”ucap Intan yang merasa senang.


Sandra hanya mengelus kepala Intan.”Makanlah dengan banyak. Tapi harus pelan saja. Karena tidak akan ada yang mengambil dari kamu lagi,”ucap Sandra.


“Iya. Tapi Sandra dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli kue ini,”ucap Intan sambil makan.


“Aku dapat dari pekerjaanku. Kamu tidak usah khawatir. Tapi Intan apa yang ingin kamu lakukan dengan halaman belakang jika sudah selesai dibersihkan,”kata Sandra.


“Ohh halaman belakang rencananya aku ingin menaman sayuran dan bunga untuk dijual,”kata Intan.


“Bunga apa yang ingin kamu taman di sana. Aku bisa membeli bibit bunga itu untuk kamu dan sayurannya,”kata Sandra.


“Tidak usah aku ada uang untuk membeli bibit itu. Jika kamu mau bisa mengantarkan aku sambil berjalan-jalan. Jika kamu mau itu pengganti karena aku menolak dari bantuan membeli bibit bunga dan sayuran. Bagaimana?,”kata Intan menatap wajah Sandra.


Sandra menghela nafas dan melihat ke arah Intan.”Baiklah. Tapi jika ada yang kamu butuhkan kamu bilang kepadaku. Jangan sampai pada kejadian waktu itu terjadi lagi. Kamu mengertikan,”kata Sandra.


“Iya tapi Sandra. Aku masih ingin tanya kepada kamu siapa orang yang bersama dengan kakakku. Kenapa dia mau membelikan rumah yang mewah dan gelar. Apa dia suka dengan kakakku?,”ucap Intan.


“Kamu tanya tentang diriku yang palsu,”kata Sandra. Intan menganggukan kepalanya kepada Sandra yang menatapnya.


“Dia adalah anak buahku namanya Jack. Untuk dia memberikan gelar rumah mewah itu adalah rencana saja”kata Sandra.


“Rencana apa yang kalian lakukan dengan keluarga saya,”kata Intan mencari tahu.


“Jika aku bilang apa kamu akan marah kepadaku atau kamu akan membantu mereka yang telah membuang kamu,”kata Sandra yang wajahnya maju kedepan. Sampai Intan bisa melihat tatapan Sandra sangat jelas. Kalau dia sangat tidak suka dengan keluarga Intan yang sudah membuat Intan menderita.


“Aku tidak akan membuka mulutku kepada mereka. Mereka juga tidak akan tahu kalau akau ada disini, bisa saja mereka tahu kalau aku sudah mati dalam kebakaran,”kata Intan. Sandra hanya tersenyum saja melihat wajah Intan yang serius.

__ADS_1


“Baiklah aku akan katakan pada kamu. Tapi tidak untuk sekarang,”ucap Sandra yang minum tehnya.


“Ya kenapa tidak sekarang,”kata Intan yang sudah menuggu tapi Sandra tidak mengatakan sekarang. Membuat Intan merasa kesal dan berdiri melanjutkan membersihkan halaman belakang. Sandra yang melihat hanya bisa terdiam. Karena ada tentara bayaran yang datang menghampiri Sandra.


__ADS_2