
Di tempat Intan yang pergi ke kontrakan dimana Intan harus bertahan dengan kondisi dia yang selalu dikejar oleh Mawar. Karena pekerjaan Intan yang sebagai penjaga toko buku dengan utang orang tuanya yang selalu datang ke tempat Intan. Tapi saat itu Intan yang sudah didepan pintu mendapatkan surat utang dari reternir yang dimana dia harus membayar utang itu segara.
Intan tidak tahu harus mendapatkan uang dari mana. Sampai ada tukang antar barang berkunjung ke tempat Intan. Yang kebetulan Intan sedang ada didepan pintu.”Maaf nona apa ada yang bernama Intan Permata,”kata kurir.
“Iya saya Intan ada apa ya mas,”kata Intan berbalik bertanya kepada kurir.
“Ada paketan untuk anda, Tolong tanda tangani di sini,”ucap kurir sambil memberikan kertas tanda terima.
Intan segera tanda tangan kertas tersebut yang kemudian Intan masuk. Didalam kontrakan yang kecil Intan bertanya apa isi dari paket yang datang. Intan tidak tahu siapa yang mengirim paket tersebut karena Intan merasa tidak membeli barang apa-apa.
Intan membuka paket tersebut setelah dia membaca siapa yang mengirikm. Tapi tidak tertulis nama pengirim paket. Intan perlahan membuka paketnya yang dimana Intan terkejut dengan isi paket. Didalam ada baju tas buku yang disukai oleh Intan. Tapi yang membuat Intan tidak percaya ada kartu kredit didalamnya. Intan tidak percaya dengan apa yang dia dapatkan.
“Siapa yang mengirim ini semua?,”kata Intan yang bingung.
Intan yang mencoba mencari tahu siapa yang mengirim hanya mendapatkan lembaran kertas yang Intan sendiri tidak tahu apa isi surat tersebut. Intan perlahan membuka isi suratnya dan tiba-tiba Intan tersenyum kalau yang mengirim semua ini adalah Sandra.
“Sandra,”ucap hati Intan.
Intan tidak tahu kartu kredit ini benar untuk dia apa tidak. Tapi dari surat yang dia baca kartu kredit itu diberikan kepada Intan jika dia membutuhkan uang. Intan awalnya tidak percaya sampai dia keluar untuk ke ATM terdekat. Intan mengecek kartu tersebut dan di dalam kartu yang dikirim oleh Sandra adalah 50 juta. Dimana Intan bisa melunasi utang dan bunga utang dari orang tuanya.
Dan sebagiannya dia bisa membuka usaha yang dia inginkan. Tapi intan bertanya-tanya kemana Sandra pergi bagaimana dia bisa tahu kalau dirinya dalam masalah. Intan yang tertuduk menangis didalam ruang ATM didekat supermarket. Intan yang mulai mentransfer uang utang dan buang untuk dia melunasi utangnya.
__ADS_1
Sisa uang dia gunakan untuk membuat usaha kecil-kecilan. Tapi Intan yang masih bingung ingin membuat usaha apa sementara dia masih betah berkerja di toko buku. Intan merasa kalau Sandra selalu mengawasi dia, tapi uang yang masih ada sisa 20 juta itu dia simpan dan dia sembunyikan agar orang lain tidak tahu.
Apa lagi dari Mawar yang selalu mengawasi Intan. Intan yang tidak tahu kenapa Mawar mengawasi dia dan selalu bertanya dimana Sandra. Dirinya yang juga tidak tahu dimana Sandra juga ingin tahu dimana dia sekarang. Sedang apa dia diluar sana apa dia sudah makan apa belum. Hanya langit yang bisa membuat Intan bisa tenang.
Intan yang kembali ke kontrakan dimana Intan bisa beristirahat. Tapi di tempat lain Sandra yang sedang didepan nisan orang tuanya.”Pasti Intan sudah menerima hadiah yang aku berikan, semoga bisa membantu dia untuk tetap hidup dan mengurangi beban dia,”kata Sandra yang melihat ke langit.
“Karena tingga besok aku akan pergi,”ucap Sandra yang berbaring di depan nisan. Tanpa sadar Sandra tertidur disana. Sedangkan anak kecil yang tadi berlari datang lagi dan menyelimui Sandra.”Kakak kenapa kamu datang ke tempat ini,”ucap anak kecil.
Sandra yang setengah sadar hanya mendengarkan ucapkan anak kecil itu. sampai anak kecil itu berkata Ibu dan ayah dan kakek sudah meninggal. Jika kakak pergi aku bersama siapa di sini. Aku tidak mau tinggal sendirian disini, aku ingin kakak. Tapi bagaimana jika kakak tidak mau menerima aku sebagai adik kakak. Aku takut.
Setelah itu anak kecil itu pergi meninggalkan Sandra. Disaat yang sama Sandra membuka matanya dan mengikuti anak kecil itu pergi. Sandra yang tidak tahu keman anak kecil itu sampai ada sebuat pondok di dalam Akademik.
“Aku tidak tahu kalau ada pondok disini,”ucap Sandra.
“Kenapa kamu tidak mengizinkan aku masuk ke dalam adik kecilku,”kata Sandra yang tersenyum.
Anak kecil itu sedikit terkejut dengan Sandra yang memanggi adik kecilnya.”Kakak tahu dari mana,”ucap anak kecil.
“Aku tahu dari mulut kamu saat aku hendak tidur. Kamu tahu tidak ada yang aneh saat kamu muncul tapi kemudian saat melihat aku kamu pergi,”kata Sandra.
“Kenapa kamu tidak berkata jujur kepada kakak,”kata Sandra.
__ADS_1
“Aku takut jika kakak tidak mau menerimaku,”kata anak kecil.
“Kenapa kamu berpikir seperti itu sebelum kamu menceritakan kepadaku,”kata Sandra.
“Karena aku ayah dan ibu meninggal karena aku kakek juga meninggal,”kata anak kecil sambil menangis. Sandra yang tahu akan kesedihan itu memeluk adik yang baru saja datang dikehidupan Sandra.
“Kamu jangan menyelahkan diri kamu. Mereka pergi pasti ada alasannya,”kata Sandra.
“Tapi kakak juga akan pergi juga bukan,”kata anak kecil.
“Apa kamu mau ikut dengan kakak pergi keluar sana,”kata Sandra.
“Apa aku boleh ikut, tapi nanti akan menjadi beban bagi kakak,”kata anak kecil yang kembali melihat ke arah dia.
“Tapi sebelum itu kakak tidak tahu nama kamu siapa,”kata Sandra.
“Aku Jaya Kurtajaya kakak Sandra,”kata Jaya.
“Bagaimana kamu bisa tahu nama kakak,”kata Sandra yang sedikit bingung.
“Aku tahu dari buku diary mama seperti ini dan foto kakak juga ada disini,”kata Jaya. Sandra mengambil buku diary mama dan membacanya dimana mama meminta maaf kepada Sandra kerena sudah meninggalkan dia sendirian.
__ADS_1
Mama juga meminta maaf kalau dia akan menjaga adiknya yang ada di Akademi. Tapi kenapa mama pergi hanya ada kalau dia menjalankan tugas dari pemerintahan. Saat retakakan terjadi banyak monster bermunculan. Mama bersama dengan papa berusaha menghentikan monster itu dengan kemampuan yang mereka miliki. Sampai akhirnya retakan terus membesar dan monster besar datang bermunculkan.
Karena mama dan papa tidak ingin umat manusia lenyap karena para monster. Mereka berdua berkorban untuk melindungi umat manusia dengan membangun Akademi sebagao pusat penlindung pertama dan pelindung kedua adalah di markas yang dimana manusia tinggal.