Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 93


__ADS_3

Di perjalanan dimana Sandra tidak bisa berpisah dengan mereka berdua yang mengikuti. Sandra masih saja melihat kehidupan sekitar. Sampai di satu patung yang membuat Sandra merasa tidak asing. Karena penasaran Sandra berjalan ke arah pendagang yang sedang berjualan.”Permisi tuan saya pendatang baru dan hendak ingin bertanya. Patung yang ada di tengah itu siapa ya,”ucap Sandra.


“Anda pendatang. Pantung yang ada di tengah kota itu adalah pahlawan yang sudah membantu kami membuat pulau ampung ini. Melindungi penduduk sekitar dari serangan monster yang selalu datang,”ucap pedagang.


“Pahlawan. Kapan itu terjadi tuan,”ucap Sandra.


“Jika anda penasaran dengan sejarah pahlawan itu. Anda bisa pergi kepinggiran kota disana ada perpustakaan ada buku sejarah kota dan pahlawan yang ada dengar,”kata pendagang.


“Terima kasih tuan.Saya beli tiga buah ini ya tuan berapa harganya,”kata Sandra.


“Ini harganya 3 perak,”ucap pedagang.Sandra yang memberikan satu koin emas untuk imbalannya dimana Sandra yang sudah terbantu karena informasi yang diberikan.


“Terima kasih tuan,”ucap pedagang yang merasa senang.


“Jadi kamu mau pergi ke pinggiran kota yang dikatakan oleh pedagang tersebut,”kata Orang asing.


“Tentu saja,”ucap Sandra memberikan dua buah yang dia beli kepada orang asing dan dewa penghakiman. Mereka berdua yang berjalan menuju pinggiran kota. Sambil melihat sekitarnya Sandra merasakan aura kehiudupan yang sudah lama menghilang.


Tapi saat mereka sedang berjalan ada tekanan yang besar dari bawah.”Tekanan apa itu,”ucap orang asing.


“Itu adalah gerombolan moser yang sedang mencari mangsa,”cuap dewa penghakiman.


“Masih ada monster,”ucap Sandra.


“Kamu kira kalian bisa menghabisi semua monster yang didunia kegelapan ini,”kata dewa penghakiman.


“Tidaklah kami ada batasannya untuk menghancurkan para monster. Tapi kenapa tempat ini adalah dunia kegelapan,”kata orang asing.


“Itu karena di sini adalah pembuangan para dewa dan pendusta yang sudah membantah perintah raja dewa,”ucap dewa penghakiman.


“Lalu kamu sendiri kenapa bisa ada disini,”ucap Sandra.

__ADS_1


“Bukan sudah aku katakan kalau aku datang ke sini untuk menghukum kedua dewa yang aku cari,”ucap dewa penghakiman.


“Sudah kenapa,dari pada itu lihat ke sana apa yang sedang terjadi disana,”kata orang asing. Dimana ada kerumunan yang sedang berkumpul pada satu tempat.


“Sedang apa disana ramai juga,”ucap Sandra.


“Kurasa persiapan untuk mengurangi jumlah monster yang datang,”kata dewa penghakiman.


“Kita lihat saja dulu baru melanjutkan perjalanan,”kata orang asing. Sandra bersama dengan kedua orang itu pergi ke tempat yang ramai. Dimana mereka melihat para ksatrai yang sudah berkumpul di satu tempat.


Tapi ada satu orang yang membuat Sandra sedikit tertarik.”Dia sangat menarik,”kata Sandra.


“Siapa yang kamu maksudkan Sandra,”ucap orang asing. Orang asing yang melihat ke arah kumpulan ada satu orang yang berpakaian yang menonjol dari yang lain. Yang sedang memimpin para kesatria. Tapi ada lagi yang satu roang yang tidak menampakan dirinya didepan umum.


“Apa kamu tertarik dengan kedua orang yang menonjol itu dan satu lagi bersembunyi,”ucap orang asing. Tapi dewa penghakim yang merasakan ada aura dewa yang Sandra lihat. Dewa penghakiman yang merasa ada yang aneh disini hanya bisa mengamati saja sampai ada aura yang datang dibelakang mereka bertiga.


Sandra yang sudah menyadari kedatangan orang kedua itu hanya diam saja. Tapi sikap yang diperlihatkan oleh dewa penghakiman dan orang asing sedikit berbeda.”Kenapa kamu tidak waspada, sama dengan kedua teman kamu,”ucap penduduk lokal sambil merangkul Sandra.


“Ohhh mereka sedang mempersiapkan untuk menyerang para monster,”kata penduduk lokal.


“Monster yang kamu maksud apa sama dengan monster yang ada digambar yang aku buat,”kata Sandra memberikan gambarnya kepada penduduk lokal. Penduduk lokal yang melihatnya tidak terkejut dan menganggung kepada Sandra.


“Jika itu sama berapa banyak yang kalian bisa kalahkan dan berapa banyak korban nanti jika kalian terjun,”kata Sandra.


“Untuk apa kamu ingin tahu keadaan kami,”ucap penduduk lokal.


“Jika bisa membantu aku berikan ini kepada kalian. Karena disini sudah tertulis kelemahan dari monster tersebut. Mungkin saja bisa membantu kalian semua,”kata Sandra dengan terseyum.”Ini apa boleh.Tapi bukan ini sangat berharga untuk anda,”kata penduduk lokal yang merasa berat menerima pemberian Sandra.


Pemuda dari penduduk lokal yang memiliki aura dewa menerima catatan dari Sandra. Dimana dia memberikan kepada sepupunya yang memimpin pasukan. Sandra yang ada di belakang hanya melihat saja. Tapi mata orang asing dan dewa penghakiman menatap ke arah Sandra.”Kenapa kalian melihatku seperti tiu. Apa ada masalah yang membuat kalian gelisah,”ucap Sandra dengan santai.


“Kamu sudah tahu sejak awal bukan Sandra,”kata orang asing.

__ADS_1


“Tahu apa yang kamu maksudkan. Aku tidak tahu, jika sudah selesai ayo kita pergi melanjutkan pergi ke pinggiran kota,”kata Sandra.


“Kamu tahu dari auranya kalau mereka berdua memiliki aura dewa tapi sedikit tercampur. Sandra apa yang kamu ketahui tentang mereka berdua,”kata dewan penghakiman.


“Tahu kalau mereka sama dengan kita berdua begitu,”kata Sandra. Tapi tatapan mereka masih saja tajam kepada Sandra.


“Ayolah untuk apa kalian menatapku seperti itu,”kata Sandra yang merasa tidak nyaman. Sampai pada akhirnya mereka berdua mengganti topik pembicaraan.”kenapa kamu memberikan buku catatan tentang monster yang kamu bunuh,”kata orang asing.


“Karena membutuhkannya. Aku juga masih ada satu salinan lagi. Untuk apa kamu khawatir,”kata Sandra yang berjalan kembali.


“Kamu mau kemana,”ucap orang asing.


“Melanjutkan perjalananlah masak mau tetap di sini melihat mereka,”kata Sandra. Tapi di tempat lain pemuda yang tadi mendapatkan catatan dari Sandra bertemu dengan sepupunya dan memperlihatkannya. Sepupu dari pemuda tadi sangat terkejut karena apa yang digambar sangat rincih membuat dia bertanya siapa yang memberikannya.


“Kamu dapat darimana,” sepupuku.


“Aku mendapatkannya dari seorang pendatang ke pulau apung ini,”kata sepupunya.


Dua orang yang memiliki darah darai dewa yang bersaudara karena berbeda keluarga. Tapi mereka saling terikat satu sama lain yang bernama Wildan dan Naun. Naun yang mendapatkan catatan dari pendatang di pulau apung melihat kebelakang. Tapi dia dan Wildan tidak menemukan orang yang sudah memberikan catatan ini.


“Dimana orang yang kamu sebutkan tadi Naun,”ucap Wildan.


“Tadi dia ada disana bersama dengan kedua temannya. Tapi kemana mereka pergi ya,”ucap Naun yang juga tidak tahu.


“Sudahlah, yang penting kita bisa mengalahkan monster ini dengan catatan ini,”ucap Wlidan.


“Tapi Wildan aku merasa orang yang tadi memberikan catatan ini sedikit berbeda pada umumnya,”ucap Naun yang masih berpikir karena Sandra sedikit tidak takut dengan dirinya. Malah orang itu tahu dengan kemampuan Naun yang membuat dia penasaran.


“Untuk apa kamu disitu kita harus segera berangkat,”kata Wiladan.


“aku tahu,”kata Naun yang sudah selesai dengan persiapannya. Dimana mereka berdua bersama dengan kesatrai turun ke darat untuk megalahkan para monster. Waktu terus berjalan mereka berdua yang mengubah taktinya sudah mengalahkan 10 monster dengan memberikan titik lemah monster diserang oleh mereka. Naun dan Wildan yang merasa senang karena korban jiwa sudah tidak ada saat ekspedisi waktu itu.

__ADS_1


__ADS_2