
Seratus tahun telah berlalu dimana semua rekan Sandra telah berganti dengan anak mereka dan keturunan mereka. Jaya yang bersama keluarganya yang Sandra kenal juga sudah tidak ada lagi. “Sudah selama ini aku bisa hidup di dalam hutan ini,”ucap Sandra.
“Kenapa kamu mengeluh Sandra,”ucap dewa air.
“Dia memang seperti itu,kamu lupa semua rekan dia dan saudaranya sudah berganti dengan yang baru. Tapi apa benar kakasih lama kamu akan kembali lagi Sandra,”kata dewa tanah.
“kenapa kalian berkata seperti itu,”ucap raja monster bersama dengan paman dan Revin.
“Kenapa kalian bisa ada disini?,”ucap Sandra.
“Kenapa, aku ini masih paman kamu,”ucap Richal.
“Iyalah. Tapi tidak aku sangka kalian akan datang ke sini. Sudah berapa lama ya aku tidak bangun dari tidurku,”ucap Sandra.
“Kamu tidak bangun karena sedang di dunia manusia bukan. Katanya naga kamu sudah menghancurkan satu pulau,”kata raja monster.
“Emangnya ada masalah jika aku menghancurkan satu tempat saja. itu salah mereka saja yang sudah membuat aku marah,”kata Sandra yang bersandar disamping pohon besar.
“Tapi Sandra apa kamu akan baik-baik saja,”ucap Revin.
“Aku baik saja tapi kenapa. Jangan melihat aku dengan tatapan sedih seperti itu. Kamu bukan sudah tahu ada saatnya manusia akan mati dan digantikan dengan keturunan mereka,”kata Sandra.
“Itu yang aku ingin tanyakan. Kenapa kamu masih saja muda dan tidak ada perubahan apa-apa,”kata Revin yang masih menjadi teka-teki dengan kehidupan Sandra.Sandra yang melihat sikap Revin yang masih tidak menemukan kepada dia bisa hidup lama dengan dia.
“Apa kamu tidak bilang kepada anak kamu paman,”ucap Sandra.
Revin melihat ke arah ayah.”Ayah tahu apa yang terjadi dengan Sandra,”ucap Revin menatap ke arah Ayahnya. Richal hanya menghela nafas dan menatap balik Revin anaknya.”Jika ayah tahu kenapa tidak beritahu au. Aku penasaran kenapa Sandra bisa hidup lama seperti ini. Di tambah lagi dia tidak menua,”kata Revin.
“Itu karena dia memiliki darah sang abadi,”kata raja monster.
“Apa bagaimana bisa manusia biasa memiliki darah sang abadi,”kata Revin yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh raja monster.
“Aku tahu kalau kamu tidak percaya karena hanya Sandra dan orang tuanya saja yang tahu kebenarannya. Tapi ada hal lain yang harus dibahas di sini,”kata raja monster.
__ADS_1
“Memangnya apa yang harus dibahas disini. Sampai kalian berdua datang ke sini. Pemilik dunia monster,”kata Sandra.
“Aku tahu kalau kamu disini sudah membantu kehidupan kami dan memulihkan kehidupan dunia kami. Tapi bagaimana jika suatu saat nanti pihak akademi datang menyerang dunia kita lagi,”kata Richal.
“Jadi itu masalahnya kalian datang ke sini setelah semua rekan dan keluargaku sudah tidak ada. Tapi apa yang kalian khawatirkan tidak akan terjadi selama aku hidup,”ucap Sandra.
“Apa maksud kamu,”raja monster yang masih saja tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Sandra. Sandra hanya menghela nafas saja sampai akhirnya perasaan yang selama ini di tunggu datang juga.
“Intan,”ucap Sandra yang segera pergi ke arah aura yang sama dengan Intan. Tapi saat di tempat itu Sandra hanya melihat wajah yang berbeda tapi aura yang dipancarkan sama dengan Intan.”Apa dia rekarnasi Intan,”ucap Sanddra. Tapi melihat wajah wanita didepan itu seperti sedang terluka.
Sandra yang tidak bisa datang begitu saja melihat dia untuk beberapa hari. Tapi setelah dia amati wanita itu selalu disisak oleh orang tuanya untuk bekerja. Sementar uang hasil yang didapatkan oleh wanita itu selalu digunakan untuk minum dan berbelanja dengan anak yang disebut dengan kakak.
“Kenapa aku melihat seperti dia diasingkan ya,’kata Sandra. Tapi pada malam dimana langit sangat indah dengan bintang. Wanita yang memiliki aura Intan keluar dari rumah. “Apa yang dia lakukan disana?,”kata Sandra yang masih mengamati wanita itu.
Sandra yang tidak tahu melihat dia mengingatkan kepada Intan yang selalu dimarahi orang tuanya. Karena tidak bisa melihat terlalu lama Sandra datang mendekat.”Apa aku boleh duduk sini?,”ucap Sandra sambil tersenyum.
“Tentu saja, tapi kenapa hari ini kakak muncul. Biasanya kakak sembunyi melihat saja, tanpa keluar,”kata Intan.
“Kakak aku selalu melihat kakak sembunyi di pohon itu. Jangan bohong lagi,”kata Intan. Sandra yang tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa melihat ke langit.
“Langitnya indah ya,”ucap Sandra mengganti topik pembicaraan.
“Iya. Kakak mengubah topik, jawab Intan kakak mau apa ke sini sebenarnya,”kata Intan.
“Intan,”ucap Sandra melihat ke arah mata Intan. Mata mereka yang saling bertatapan satu sama lain hingga angin berhembus mereka masih saja bertatapan.”Apa benar kamu Intan?,”ucap Sandra yang tiba-tiba memeluk Intan begitu saja.
Intan yang jatuh kepelukkannya merasakan perasaan rindu dan tidak ingin mendorong dia. Tapi di pelukan orang yang Intan sendiri tidak kenal membuat dia aman. Sandra yang merasakan hal yang sama masih saja memeluk Intan. Walaupun dia tidak ingat dengan dirinya. Tapi aura Intan ada di dalam wanita yang sama nama kekasihnya.
“Aku tidak akan melepaskan kamu lagi,”ucap Sandra. Tapi Intan yang mendengarnya meneteskan air mata yang dimana Intan berada dipelukkan Sandra.
Sampai akhirnya Intan sadar dan melepaskan pelukkanya. Tapi Sandra tidak mau melepaskan Intan pada malam itu.”Kakak lepaskan Intan,”ucap Intan.
“Tidak mau. Aku masih ingin memeluk kamu,”ucap Sandra.
__ADS_1
“Kakak ini sebenarnya siapa sih?,”kata Intan yang masih belum kenal dengan Sandra.
“Aku adalah Sandra,”ucap Sandra.
“Mau tidak kamu ceritakan apa yang terjadi dengan kamu. Kenapa kamu malam-malam keluar dari rumah,”kata Sandra lagi.
“Itu bukan urusan kak Sandra,”ucap Intan yang bisa melepaskan pelukan Sandra. Intan kembali melihat ke arah langit di samping Sandra. Tapi karena itu juga Sandra bisa memegang tangan Intan yang dingin karena hawa dingin malam itu.
“Jika kamu ada masalah aku bisa membantu kamu,”kata Sandra.
“Tidak ada yang perluh aku katakan kepada kakak. Yang lebih penting itu kakak untuk apa kakak mengawasiku,”ucap Intan.
“Karena kamu orang yang aku cari dan tunggu selama ini,”ucap Sandra. Intan yang melirik Sandra yang membuat hati Intan sedih.”Sekarang aku ada disini jangan sedih lagi,”ucap Intan yang tidak tahu kenapa dia berkata seperti itu.
Tapi Sandra yang mendengar itu merasa terkejut dan menutup matanya karena air matanya. Intan yang melihat kalau Sandra sedang menangis tidak ingin mengganggunya. Intan tetep disampingnya saja sampai Sandra merasa tenang.”Apa kakak selama ini kesepian,”ucap Intan.
“Menurut kamu bagaimana?,”kata Sandra yang melihat ke arah Intan setelah menghapus air matanya.
“Jika tidak mau bilang aku tidak apa-apa. Tapi karena kakak aku bisa merasa senang karena ada teman yang bisa aku ajak bicara,”ucap Intan.
“Memangnya kamu tidak memiliki teman sampai kamu juga ikut kesepian,”kata Sandra.
“Aku tidak memilki teman karena aku selalu berkerja untuk orang tuaku dan kakakku yang cantik,”kata Intan.
“Secantik apa kakak kamu sampai kamu selalu dilakukan tidak adil. Jika kamu mau aku bisa membawa kamu pergi dari rumah ini,”kata Sandra.
“Apa benar kakak bisa membawaku pergi,”kata Intan menatap ke arahnya.
“Tentu saja,”ucap Sandra yang percaya diri.
“Tapi apa kakak memiliki rumah,”ucap Intan yang sedikit ragu karena selalu mengawasinya.”Kanapa kamu berkata seperti itu. Aku memiliki rumah hanya saja aku tidak pernah tinggal di rumah,”kata Sandra.
“Kenapa tidak tinggal di rumah?,”ucap Intan yang sedikit penasaran dengan Sandra.
__ADS_1