Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 15


__ADS_3

Sandra yang masih terdiam setelah mendengar perkataakn kepala sekolah Akademi militer khusus. Tapi Sandra yang sedang memikirkannya adalah jika dia ikut untuk menyelidiki ada dua kemungkinan dia bisa kembali. Yang pertama dia bisa tahu penyebab adanya retakan dan dia juga bisa dinyatakan lulus dan bisa bertemu dengan Intan. Tapi yang keduka adalah apa dia bisa lolos dari kejaran para monster yang berkeliaran diluar sana. Yang Sandra sendiri tidak mengenal monster ini dengan baik. Di tambah lagi Sandra juga tidak tahu akan dia bisa selamat dan berapa lama dia bisa bertahan diluar sana.


Tapi ini adalah kesempatan baginya untuk bisa selesai dari semua masalah yang ada. Sandra yang tidak terlalu yakin dengan semuanya  melihat ke arah depan dimana kepala Akademi dan wakil masih duduk didepan matanya.”Aku akan ikut keluar Akademi, tapi ada syaratnya,”kata Sandra.


“Sandra,”ucap kawan satu kamar yang terkejut dengan pilihan Sandra.


“Apa kamu gila Sandra jika kamu pergi keluar kamu bisa saja mati,”kata Wati.


“Tapi jika aku bisa selamat bukan aku bisa lulus begitu saja dengan informasi yang kecil,”kata Sandra.


“Apa yang kamu katakan emang benar. Tapi apa kamu yakin dengan apa yang kamu pilih,”kata Saga.


“Tentu saja karena aku tidak ingin berlama-lama di tempat yang tidak akan bisa menjawab semua pertanyaanku ini,”kata Sandra.


“Sebenarnya apa yang kamu pilih itu bagus. Aku juga akan ikut,”kata Fros.


“Aku juga apalagi aku harus menemukan berapa jenis monster diluar sana yang aku tidak aku ketaui dan apa yang kalian rahasiakan dari kami. Hanya bisa tahu setelah kami keluar daRI Zona aman bukan,”kata Fresthe.


“Kalian pergi aku juga mau, tapi kalian harus menjagaku ya,”kata Atik.


“Kenapa kamu butuh penjagaan jika tidak bisa menjaga diri kamu sendiri bukan kamu akan menjadi beban,”kata Sega.


“Diam kamu,”kata Atik.


“Sudah kalian berisik tahu tidak. Kami semua akan ikut penyelusuran keluar Akademik,”kata Jami yang mewakilkan semuanya.


“Apa kalian serius dengan apa yang kalian pilih,”kata Pet.


“Bukan kakak Pet yang menyuruh kami datang ke sini untuk ini bukan,”kata Jarmy.


“Itu...,”kata Pet yang tidak bisa berkata apa-apa.

__ADS_1


Setelah semua disepakatai kelompok Sandra yang terdiri dati 11 orang termasuk dengan Sandra sendiri. Mereka menyiapkan perlengkapan dan perbelakan yang akan mereka bawa keluar Akademik. Setalah jadwal perjalanan mereka sudah disekapakati dengan waktu dua minggu Sandra bersama dengan yang lain menyiapkan apa yang mereka butuhkan. Sandra yang pergi ke perustakan Akademik untuk mempelajarai jenis monster yang baru mereka kenali.


Tapi saat Sandra membaca Baz datang menghampiri Sandra.”Bagaimana kondisi kamu apa kamu baik saja?,”kata Baz.


“Baz aku baik saja, hanya saja aku tidak tahu akan bisa selamat atai tidak,”kata Sandra sambil membaca bukunya.


“Kamu tidak yakin dengan apa yang kamu putuskan,”kata Baz yang sedikit tersenyum.


“Bukan ini semua adalah kesalahan kamu yang membuat aku harus menjalani kematian yang tidak pasti,”kata Sandra.


“Aku tahu aku selalu melibatkan kamu. Tapi kamu harus tahu itu semua adalah untuk bekal kamu dikemudian hari,”kata Baz.


“Apa maksudkamu bekal dikemudian hari,”kata Sandra yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Baz.


“Kamu akan tahu setelah kamu mengetahu semua yang sudah kamu lewati. Tapi aku percaya kamu akan selamat dengan kelompok kamu,”kata Baz yang bediri dan meninggalkan Sandra sendirian.


Sandra yang masih memikirkan dengan apa yang dikatakan oleh Baz membuat dia bertanya apa ada sesuatu yang berbeda nanti. Hati Sandra yang tidak tahu kenapa membuat dia berpikir kalau yang dikatakan Baz. Ada rahasia besar yang akan terjadi setelah ini, dimana mereka harus bisa bertahan. Tapi saat dimana Sandra sedang berpikir Pil dan Pol datang.


Sandra melihat ke arah Pil dan Pol yang datang ke arahnya.”Kalian ada urusan apa datang ke perpustakaan,”kata Sandra.


“Kami sedang mencari buku tentang jenis tamanan,”kata Pol.


“Apa kamu sudah selesai membaca Sandra,”kata Pil.


“Belum aku baru selesai setengah halaman saja,”kata Sandra.


Pil dan Pol yang mencari buku tentang tanaman yang mungkin bisa membantu mereka mengenal apa saja tamanan yang mereka bisa gunakan untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Selesai mencari buku tersebut Pil dan Pol duduk dimeja bersama dengan Sandra.


“Hai Sandra,”kata Pil.


“Ada apa?,”ucap Sandra sambil membaca buku.

__ADS_1


“Menurut kamu apa ada yang masih hidup setelah retakan dulu,”kata Pol.


“Mana ada yang tahu mereka saja tidak memberitahukan aku tentang apa yang terjadi disana,”kata Sandra.


“Banyak rahasia, tambah beban saja”kata Pol.


“Emang banyak rahasia kamu tidak tahu,”kata Pil.


“Sudah dari pada kita pusing sebaiknya kita manfaatkan waktu yang masih tersisa ini,”kata Sandra.


Mereka bertiga yang membaca buku bersama dengan judul yang berbeda. Sampai waktu sudah malam dimana mereka harus segera kembali ke asrama.”Tinggal Tiga hari lagi kita di sini,”ucap Sandra.


“Itu banar. Tapi kamu mau kemana Sandra asrama ke arah sana bukan kesana,”kata Pil yang melihat Sandra berjalan berlawanan.


“Aku ada urusan disana. Kalian pergi saja ke asrama,”kata Sandra.


Sandra yang pergi ke arah pemakaman untuk melihat nisan orang tuanya dan kakeknya. Sandra yang sudah sampai melihat satu anak disana tepat di makan orang tua Sandra. Sandra yang mengingat kembali kalau anak itu sama dengan anak yang bersembunyi saat penyerangan goblin.


“Sedang apa kamu disini nak?,”kata Sandra berjalan pelan.


Anak kecil itu yang melihat Sandra langsung lari ketakutan. Sandra yang ingin menghentikannya tapi tidak kesampaian. Karena anak itu sudah lari dulu.”Hai tunggu dulu dek, siapa nama kamu?,”kata Sandra yang berterik.


Tapi anak tadi tidak merespon teriakkan Sandra dan tetap berlari. Sandra yang tidak kenal dengan anak tadi hanya bisa kembali duduk didepan makan orang tuanya. Dimana Sandra berpamitan kalau dirinya akan keluar dari akademi dan menyelusuri wilyah zona merah dan hitam.


Tapi hati Sandra yang tadi galau menjadi tenang karena sudah memberitahukan kepada orang tuanya. Walaupun dia sudah tidak ada lagi tapi dengan bercerita membuat Sandra tenang. Apa lagi biasanya dia akan bercerita kepada Intan. Tapi karena dia tidak ada disisinya karena jarak mereka yang jauh.


“Bagaimana kabar intan ya?,”kata Sandra melihat kelangit.”Aku merindukannya,”kata Sandra lagi.


Tapi di tempat lain Intan yang selesai bekerja lembur karena atasannya yang selalu memanfaatkan Intan. Intan yang ingin menangis dan ingin bercerita kepada Sandra. Tapi dia tidak tahu kemana Sandra sekarang.”Sandra kamu dimana aku ingin bertemu dengan kamu, aku rindu ingin bertemu dengan kamu,”kata Intan dengan air mata yang menetes diwajahnya.


“Kapan kita bisa bertemu,”ucap Intan yang kembali berjalan lengkah menuju kontrakan.

__ADS_1


__ADS_2