Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 117


__ADS_3

Leo yang di tinggal oleh Sandra dalam ruangan yang penuh dengan dewa. Tapi Leo yang santai karena ada ayahnya yang dia cari masih hidup.”Kami bisa masuk kerena Sandra memberikan identitas palsu yang dia buat. Akau juga tidak tahu bagaimana dia bisa membuat identitas itu dengan mudah. Tapi tadi tuan berkata kalau aura kalian diserap oleh orang lain. Tapi siapa orang itu,”kata Leo.


“Kami tidak tahu, tapi Sandra sudah tahu. Aku tidak tahu bagaimana bisa anak itu berkembang dengan cepat,”ucap dewa kehidupan.


“Apa mungkin yang melakukan itu adalah raja dewa yang sekarang. Tapi bagaimana bisa?,”ucap Leo sambil berpikir.


“Kamu saja tidak tahu, bagaimana dengan kami yang hanya bisa berbaring disini,”kata Dewa kehidupan.


“Tapi kamu sejak kapan mengikuti Sandra dari wajah kamu itu. Kamu ikut dengan anak itu belum lama, bukan,”kata dewa kehidupan.


“Apa yang tuan katakan itu benar aku akrab dengan dia saat di dunia kegelapan. Tapi masih belum akrab banget. Karena aku masih ingin nyawa dia,”ucap Leo.


“Kenapa kamu ingin membunuh Sandra, dia anak yang baik,”ucap ayah Leo dewa bawah neraka.


“Itu benar dia orang yang baik. Setelah aku tahu kebenaran semuanya jadi aku berniat untuk berteman dengan dia,”kata Leo.


“Apa ada kesalahpahaman di antara kalian berdua,”ucap dewa pencipta. Leo hanya tersenyum saja sampai dimana Leo berdiri meninggalkan mereka. Para dewa yang kembali beristirahat memulihkan tenaga mereka.


Di luar ruang Leo yang melihat dan mencari Sandra tapi tidak melihatnya. Sehingga dia berjalan berkeliling dunia dewa. Waktu terus berjalan Leo yang mencari sambil melihat kondisi dunia dewa, tidak menemukan Sandra yang sudah berkeliling dari tadi.


Tapi di tempat lain Sandra yang sedang bertransaksi dengan beberapa penjual untuk mendapatkan uang. Selesai dengan transaksi jual beli dimana barang yang dibawa oleh Sandra sangat langkah dan mahal untuk di jual di dunia dewa mendapatkan untung besar.”Kurasa sudah cukup untuk pergi ke lelang bawah tanah,”ucap Sandra yang pergi ke tempat lelang.

__ADS_1


Sandra yang berubah wujud pegri dan masuk ke dalam lelang dimana dia ikut berpartisipasi untuk memberi barang yang di lelang. Sandra yang menuggu barang yang di inginkan keluar. Sambil mengamati para dewa dan penduduk lokal yang ada. Tapi tidak lupa Sandra juga memperhatikan barang yang dilelang. Sudah ke empat kali barang yang dijual tapi tidak ada yang membuat tertraik oleh Sandra. Sampai barang ke lima dimana penonton tidak antusias untuk membeli barang tersebut.


Sandra yang merasa tertarik karena tidak ada yang membeli barang tersebut dan harga juga murah Sandra mengajungkan tangannya yang sudah diberi nomor. Sandra yang memberikan tawaran harga yang sudah di berikan hanya memberikan satu digit angka saja. Barang itu terjual Sandra yang sudah mendapatkan kembali melihat para penonton berebutan.


“Tapi kapan barang itu akan keluar ya,”ucap Sandra. Tidak lama kemudian barang yang di incar oleh Sandra sudah keluar sebuah buku lokasi rumah yang sudah lama menghilang. Sandra mulai memberikan harga lelang yang dia bisa beli untuk mendapatkan barang itu. Tapi yang di kira Snadra hanya beberapa yang ingin barang itu tidak banyak.


Tapi harga yang diberikan oleh satu orang dengan harga yang tinggi membuat Sandra menyerah dan tidak bisa mendapatkan barang yang dia inginkan.”Sudahlah cari barang lain saja,”ucap Sandra yang tidak bisa mendapatkan barang yang dia cari. Sandra yang keluar dan melihat barang yang dipanjang. Harga yang cukup bagus untuk Sandra bisa membelinya.


Setelah berkeliling di tempat lelang dan penjualan barang langkah. Sandra melirik satu barang yang membuat dia penasaran.”Kenapa barang ini ada disini, bukan barang ini tadi di lelang ya,”ucap Sandra dalam hati sambil berpikir.


“Kurasa di depan ini bagian kedua dari buku yang di dalam sana. Apa aku beli saja harga juga tidak mahal dari yang di dalam sana,”kata Sandra. Yang ingin membeli buku kedua yang berjudul berbeda dengan buku pertama yang di lelang di dalam ruang lelang.


“Ada yang bisa saya bantu tuan,”cuap penjual buku.


“ini tuan buku yang anda inginkan,”ucap penjual. Sandra yang merasa senang dengan buku yang dia dapatkan berkeliling lagi. Tapi dia mendengar suara yang tidak asing. Karena penasaran dia bertanya kepada penjual yang ada disampingnya.


“Maaf tuan disana ada apa yang ramai sekali,”kata Sandra kepada penjual buku.


“Di sana ada budak yang di jual. Katanya sih budak itu dulu dewa yang berhianat kepada raja yang sekarang,”kata penjual buku.


“Budah dewa ya,”kata Sandra.

__ADS_1


“Biasanya diharga berapa budak dewa di sini,”kata Sandra yang bertanya lagi.


“Itu tergantu tingkatan kemampuan budak yang di jual tuan.Apa tuan ingin membeli budak,”kata penjual.


“Jika itu bagus aku ingin membelinya,”kata Sandra yang tersenyum.


“Jika tuan ingin membelinya saya akan memberitahu tuan. Kalau ada tingkatan harga yang harus tuan perhatikan. Tingkat dasar yaitu seperti saya ini harga tidak terlalu mahal atau bisa dikatakan biasa saja. Cukup untuk membeli dua budak darai harga yang tuan tadi beli bukunya. Tapi jika tingkatnya di atas dasar yaitu  sedang. Itu harganya sama dengan buku yang ada beli tuan atu juga harganya bisa naik antara 10-20 koin emas. Tapi jika harga tinggi itu seperti dewa tuan harga itu bisa dikatakan di atas dari  harga yang ditawar di dalam ruang lelang,”kata penjual yang menjelaskan kepada Sandra.


“Harga cukup bervariasi ya ternyata,”kata Sandra. Seteleh berpikir lama Sandra berterima kasih kepada penjual dan memberikan imbalan dua koin emas karena sudah memberitahukan kepada dia. Sandra yang berjalan menuju keramaian dan melihat budak yang dijual. Setelah berapa berkeliling Sandra melihat satu budak yang membuat Sandra tertarik.


“Kurasa dia dewa. Tapi kenapa dia ada disini,”ucap Sandra yang mendekat didepannya. Tapi wajah yang diperlihatkan adalah ketidak sukaan dewa tersebut kepada Sandra.”Kenapa kamu marah aku hanya ingin bertanya saja kepada kamu saja,”kata Sandra.


“Kamu juga sama saja dengan mereka yang ingin aku berhianat bukan. Aku akan tetap pada pendirianku aku tidak ingin membunuh orang yang tidak bersalah. Hati kalian sudah busuk pergi sana,”ucap dewa.


“Kenapa kamu marah aku saja belum mengatakan apa-apa loh,”kata Sandra yang tidak habis pikir dia sudah mendapatkan perlakukan yang tidak enak.


“Aku tahu kamu tidak suka. Tapi siapa juga yang menyuruh kamu untuk membunuh. Aku hanya ingin tahu kmau ini siapa dan kenapa bisa ada disini,”kata Sandra.


“Aku dewa bunga,”kata dewa bunga yang memalingkan wajahnya.


“Dewa bunga yang cantik dan menawan ternyata adalah seorang laki-laki,”kata Sandra yang merasa salah berpikir.

__ADS_1


“Kamu tidak suka jika aku dewa bunga. Kamu kira yang menjadi dewa bunga itu hanya wanita saja, laki-laki juga bisa tahu tidak. Jangan anggap remah aku ya,”kata Dewa bunga.


“Aku tidak menganggap kamu remah kok, hanya sedikit terkejut saja. Janganlah marah,”kata Sandra yang merasa bersalah.


__ADS_2