Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 134


__ADS_3

Orang tua Intan yang melihat Intan yang menyambut mereka dengan senang hati merasa bersalah. Intan yang dengan santai melihat mereka berdua menikmati teh hangat yang sudah dibuat. Tapi tiba-tiba air mata mereka menetes. Intan yang tidak tahu langsung datang memeluk mereka.


“Ayah ibu jangan sedih,”ucap Intan sambil memeluk mereka.


“Anakku maafkan ayah dan ibu yang sudah membuat kamu menderita,”kata Ayah.


“Ibu sangat bersalah dengan kamu yang sudah berusaha keras untuk kami. Tapi kami tidak melihat kamu dengan baik,”kata Ibu.


“Aku tahu ayah dan ibu jangan sedih lagi. Untuk apa ayah dan ibu menangis semua itu sudah berlalu. Tapi kenapa ayah dan ibu datang ke sini malam-malam,”kata Intan.


“Kami hanya ingin memberitahukan kepada kamu Intan. Kalau kakak kamu sudah memindah alihkan utang yang dia pinjang atas nama kamu. Ayah dan ibu tahu baru tahu tadi saat kami pulang kerja,”kata Ayah.


“Apa ayah dan ibu kerja. Tapi untuk apa bukan sudah ada kakak yang menghidupi ayah dan ibu lalu utang yang kalian maksud itu utang apa,”kata Intan yang berpura tidak tahu.


“Setelah kita berpisah dan kami ikut rencana kakak kamu kami sudah membuat kesalahan untuk membunuh kamu Intan. Maafkan ayah dan ibu yang selalu menerima perkataan kakak kamu yang jahat. Kakak kamu itu sudah berubah dia dari dulu suka kemewahan dan tidak ingin menjadi miskin. Sampai orang yang dekat dengan dia sellau dia poroti hartanya sama dengan pemuda yang selalu bersama kamu. Tapi saat itu kakak kamu tidak tahu kalau dia ditipu,”kata ayah.


“Soal itu aku sudah lupa jadi jangan bahas lagi. Jika ayah dan ibu mau bisa  tinggal disini. Tapi... aku tidak mau kakak ada di sini dan aku juga ingin ayah dan ibu tidak membantunya lagi. Bairkan kakak bisa hidup mandiri,”kata Intan.


“Tapi bagaimana jika dia datang membuat kekacauan lagi sama tempo hari,”kata Ibu yang merasa gelisah dan takut kepada iranta.


“Ayah dan ibu jangan takut. Aku sudah tahu kalau kalian akan datang ke sini untuk meminta maaf dan memberikan soal kelakukan kakak kepadaku,”kata Intan yang tersenyum.

__ADS_1


“Apa reternir itu datang ke tempat kamu Intan,”kata Ayah yang merasa bersalah. Intan hanya tersenyum saja kepada orang tuanya. Tapi orang tuanya yang tahu itu merasa bersalah dan meminta maaf kepada Intan. Tapi Intan yang tahu itu hanya bisa tersenyum,”Tidak apa-apa semua sudha terjadi.  Taoi ayah dan ibu ayo kita makan malam bersam. Aku tahu kalau kalian berdua belum makankan.”


“Tapi Intan kami harus kembali,”ucap Ibu.”Tidak kalian akan tinggal di sini dulu. Hari sudah malam bahaya jika ayah dan ibu kembali untuk sekarang,”kata intan yang manarik tangan kedua orang tuanya menuju ruang makan.


Orang tua Intan yang melihat banyak sekali makaannya merasa tergiur. Tapi melihat kenangan yang sudah membuat Intan menderita mereka berdua merasa bersalah.”Tidak apa-apa ayo makan bersama,”kata Intan.


“Itu benar pasi  tuan dan nyonya belum makan saat kalian datang ke sini,”ucap Pnejga pertama. Mereka semua duduk dan malam makan berlanjut dimana Intan melihat orang tuanya  yang makan dengan lahap. Merasa senang dimana malam yang biasanya hanya mereka bertiga bertambah dua orang lagi.


Selesai makan ayah dan ibu yang tidak tahu harus berkata apa hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Intan. Tapi ayah dan ibu yang masih ingin kembali hanya bisa penjaga kedua untuk mengantarkan mereka pulang.


“Hati-hati dijalan ayah dan ibu,”kata Intan.


“Terima kasih anakku. Maaf ibu dna ayah yang sudah membuat kamu menderita,”ucap Ibu yang tertuduk bersalah. Intan datang mendekat dan memeluknya.”Ibu jangan sedih. Jika kalian ada masalah bisa datang ke sini,”kata Intan.


Penjaga kedua yang melihat mereka masuk ke dalam dengan aman baru dia pergi kembali ke rumah Sampai di rumah penjaga kedua memberikan laporan kepada kepada Intan kalau dia sudah mengatarkan orang tuanya dengan selamat.


“Tapi Intan bagaimana denga reternit yang datang tadi mau kamu apakan besok,”ucap penjaga pertama.


“Apa yang aku ingin lakukan adalah membuat kakak mandiri,”kata Intan yang sudah membuat rencana yang cemerlang. Melihat intan dengan ide yang tidak terduga hanya bisa terdiam saja. “Sudahlah aku akan membersihkan ini dulu. Kalian bisa berjaga lagi,”kata Intan. Dimana mereka berdua mulai berjaga lagi berkeling kota dan daerah sekitar. Apa lagi setelah monster yang datang waktu itu keamanan di tingkatkan.


Intan yang didalam kamar setelah membersihkan sisa piring yang kotor. Pegri ke atas menuju kamar dimana dia membuka jendela kamarnya dan melihat ke langit.Dimana dia sedang bersantai setelah membuat rencana untuk diberikan kepada kakaknya.

__ADS_1


Intan yang malam itu bisa tertidur dengan baik setelah bertemu dengan orang tuanya. Tapi tiba-tiba malam itu membuat Intan merasa resah. Sehingga dia membuka mata dan memanggil bayangan dirinya untuk memantau sekitarnya dan orang tuanya. Intan denga bayanga yang mulai memantai sekitarnya mendapatkan celah portal lain terbuka.


“Siapa yang datang dan masuk ke sini dan auranya tidak biasa,”kata Intan yang kembali setelah mendapatkan portal yang terbuka. Intan yang ada di dalam kamar membuka mata dan segera dia menganbil jubahnya. Dia pergi melalui jendela dan belahan dirinya menggantikan dirinya tidur. Tanpa ketahuan oleh kedua penjaga Sandra dia pergi ke arah retakan itu. Dimana Intan ada di atas pohon melihat sesuatu yang tidak terduga.


Kalau yang datang adalah anak buah dari raja kedua yang ingin mendapatkan  sebagian wilayah dunia. Tapi saat Intan memantau dia tidak sadar kalau ada naga yang ada dibelakang dia.


“Apa yang kamu lakukan sini Intan sendirian,”bisik naga yang datang dari belakang. Intan yang tidak tahu terkejut dan segera menghindar. Tapi setelah dia melihat Intan langsung memukul naga itu karena sudah mengejutkan dirinya.


“Kamu ini bisa tidak datang dnegan aura kamu jangan mengendap aku terkejut tahu tidak. Bagaimana jika aku jantungan,”kata Intan yang menghela nafas untuk menenangkan tubuhnya.


“Maaf habisnya kamu juga yang datang ke sini sendirian. Kamu sedang apa ke sini,”kata Naga.


“Itu disana,”kata Intan yang melirik ke arah bawah dimana monster dan anak buah raja kedua sudah menginjakkan kakinya.


“Tapi Intan bagaimana kamu bisa tahu soal mereka,”kata Naga yang menatap tajam.


“aku athau itu karena perasaanku yang tidak enak. Apa ada masalah,”kata Intan yang tersenyum. Mereka berdua yang melihat dari atas saja.


“Apa kita tidak perluh melaporkan semua ini,”kata Intan.


“Kamu tidak usah khawatir karena sudah ada yang akan menangini semua itu.Lihat kesana kelompok itu sudah datang,”ucap Naga. Intan yang melihat ke arah anga menunjuk dimana Intan melihat kelompok Richal bersama dengan raja monster sudah datang menyambut mereka.

__ADS_1


“Menurut kamu apa yang akan terjadi disana saat mereka bertemu satu sama lain,”kata Intan yang tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Tapi naga hanya diam saja.


__ADS_2