Aku Bangkit Kamu Pergi

Aku Bangkit Kamu Pergi
ABKP 20


__ADS_3

“Faktor penyebab kedua. Dunia kalian menghancurkan dunia kami yang harus membuat kami harus peri darai tempat kami asal,”kata Elif.


“Itu tidak mungkin,”ucap Fros.


“Kenapa tidak mungkin,”kata Sandra sambil berpikir. Di waktu yang sama Sandra juga berpikir dengan catatan yang ditulis oleh orang tuanya dan kakeknya. Setelah digabungkan dengan apa yang dia ketahui kalau retakan terjadi karena para ilmuan. Tapi para ilmuan yang tahu tidak perduli dan masih saja melakukan membuka portal. Tapi yang membuat Sandra bertanya-tanya adalah apa benar tempat para monster dihancurkan oleh kaum manusia.


Tapi bagaimana itu bisa dilakukan. Sandra yang sedang berpikir dan tidak bisa menemukan jawaban hanya bisa kembali melihat Jaya. Jaya yang sudah mulai terbiasa membuat Sandra bisa tenang. Tapi pada saat yang sama Sandra berkata kepada para Elif.


“Maaf membuat kalian tidak memiliki tempat tinggal,”kata Sandra. Semua kawan Sandra yang mendengar merasa terkejut dengan sikap Sandra.


“Sandra kamu sakit ya,”kata Fros.”Sakit apa,”ucap Sandra.


“Aku masih sadar ya,”kata Sandra lagi.


“Jika kamu tidak sakit kenapa kamu meminta maaf kepada mereka. Kita juga kehilangan rumah dan kawan kita karena mereka. kenapa kamu meminta maaf,”kata Fros.


“Sebenarnya ada dua hal kenapa aku meminta maaf. Kita disini sama-sama salah tahu tidak,”kata Sandra.”Karena itu aku ingin mencari tahu kebenaran itu dari dua piha,”kata Sandra lagi.


“Maksud kamu apa Sandra,”kata Fresthe. Sandra yang mengambil buku catatanan dari kedua orang tuanya dan kakeknya.”Baca sendiri saja dan bandingkan dengan cerita mereka,”kata Sandra.


“Kamu manusia yang baik anak muda,”kata Elif.


“Terima kasih atas pujiannya,”kata Sandra.


Sementara kawan yang lain sedang membaca catatan yang diberikan oleh Sandra. Tiba-tiba Jaya menarik baju Sandra.”Ada apa Jaya?,”kata Sandra.


“Kakak ada yang datang,”kata Jaya yang terlihat takut.


“Jami ,”kata Sandra.”Ok sedang dalam proses,”kata Jami.


Para Elif yang ada diluar juga merasakan kalau ada monster yang datang dan siap untuk menyerang.”Kalian tetap didalam sini,”kata Sandra.

__ADS_1


“Tunggu dulu kamu mau apa Sandra,”kata Sega.


“Jangan bilang kalau kamu mau mencoba senjata itu kalau kamu berekspresi seperti itu,”kata Jarmy. Sandra hanya tersenyum saja. “Selagi di tempat ini bisa dong. Aku juga butuh kebenaran disini soal retakan,’kata Sanda.


“Sana pergi biar Jaya bersama denganku,”kata Fresthe.


Sandra yang keluar dan melihra para Elif yang sedang berkumpul. Tapi Sandra yang merasakan kalau monster ini akan bisa membuat hati Sandra yang gunda bisa lepas kendali. “Hai Sandra kurasa monster ini level tingga. Apa kamu tidak apa-apa?,”kata Pocky.


“Aku tidak masalah karena aku butuh tempat untuk melepaskan amaraku juga,”kata Sandra yang berjalan menuju para monster.


“Aku tidak pernah tahu kalau Sandra akan memberikan wajah seperti itu,”kata Jami.


“Jaya kamu tidak apa-apa,”kata Fresthe.


“Aku baik saja kakak. Tapi kakak Sandra apa akan baik saja ya,”kata Jaya.”Dia akan baik saja jadi kamu tidak usah khawatir,”kata Pil. Sementara Sandra yang sudah berhadapan dengan monster dengan bentuk manusia tapi kepala badak. Membuat Sandra tersenyum dan berkata,”Aku ingin semua ini berakhir secepatnya. Aku ingin bertemu dengan kamu Intan.”


Tapi monster manusia badak yang jumlahnya banyak siap untuk menyerang. Dimana Sandra juag sudah mengaktifkan kalung yang ada dilehernya. Semua tekanan yang dirasakan oleh Sandra kini sudah menghilang.


Sandra yang tertawa karena bahagia, tapi disisi lain kawan Sandra bersama dengan adiknya melihat sisi kejam dari Sandra.”Dia brutal ternyata saat menghadapi musuh,”kata Fros.


“Kurasa dia seperti itu karena tidak ada yang bisa membuat dia puas bukan saat dia tinggal di tempat yang damai,”kata Sega.


“Jaya kamu tidak takut dengan kakak kamu yang seperti itu,”ucap Fresthe.


“Tidak aku kadang juga seperti kakak tapi aku tidak bisa melakukannya,”kata Jaya.


“Kenapa tidak mau melakukannya,”kata Atik.


“Karena males saja,”ucap Jaya yang memalingkan wajahnya. Mereka yang mendengar sedikit bingung dengan jawaban dari Jaya. Tapi sementara itu manusia badak yang sudah dikalahnya oleh Sandra. “Apa sudah selesai,”ucap Pocky.


“Belum masih ada lagi satu,”kata Jaya.

__ADS_1


“Kurasa untuk yang terakhir kawan kalian tidak bisa mengalahkannya,”kata Elif.


“Apa maksud anda,”kata Pil.


“Itu karena yang datang adalah hewan kepala tiga,”kata Jaya.”Apa,”ucap mereka yang terkejut.


Tidak lama kemudian mosnter kepala tiga datang setelah manusia badak.”Bukan itu adalah level raja ya. kita harus membantu Sandra,”kata Atik.


“Jangan kesana lihat saja wajah Sandra yang berhadapan monster kepala tiga itu. Dia malah tersenyum bahagia bukan takut level raja lagi,”kata Sega yang dari tadi mengamati Sandra.


“Tapi menuruk kamu akankan Sandra bisa mengalahkan dia,”kata Pil.


“Bisa. Kakakku hebat dia bisa membunuh monster itu,”kata Jaya yang percaya dengan Sandra. Sementara Sandra yang melihat kepala tiga merasa dia kembali ke sejarah yunani.”Kepala tiga yang berbeda,”ucap Sandra dengan santai.


Tapi karena dia percaya kalau dirinya bisa mengalahkannnya dia maju lebih dulu sebelum monster itu menyerang. Sandra yang mencari kelemahan monster dia memanah mosnter tersebut. Tubuh yang keras dengan kepala yang berbada dengan kemampuan yang berbeda juga. Sandra yang sedang berpikir sambil dia menyerang mencari dimana titik lemah itu. Sampai di tempat yang bagus dia menemukan titik lemah, tapi Sandra juga merasa kalau renana dia akankah bisa berhasil.


Karena mengalahkan monster itu dia harus menghabisi kepalanya secara bersama-sama. “Bagaimana aku bisa memenggalnya,”kata Sandra yang mencari rencana. Sambil dia menghindar dari serangan yang dilontarkan oleh mosnter kepala tiga didepannya sekarang.


Sandra yang sedang berpikir keras dengan kondisi dia yang sedang terdesak dia menemukan cara. Sandra yang mengubah senjatanya yang dia bawa.”Kurasa aku harus mencoba ini,”kata Sandra yang mengelurkan pedang kembar.


“Kita mulai sekarang,”ucap Sandra. Dimana Sandra yang sudah siapa menghembuskan nafas sebelum dia menyerang. Setelah dia siap menentukan arah kemana dia akan pergi Sandra bersiap maju ke depan. Dimana monster kepala tiga menuggu Sandra, tapi Sandra dengan cepat melepaskan kengkangan  yang ada dihatinya. Untuk dia bisa menyerang monster tersebut. cepat dan licah dia maju sampai di mana dia bisa  melihat kepala leher mosnter. Sandra mulai memangkas kepalanya dnegan satu serangan kilat.


Sandra yang telah selesai mendarat dengan mulus dengan monster jatuh tidak berdaya.”Kakak hebat,”ucap Jaya yang mendekat.


“Kamu baik saja,”jata Sandra yang memasukkan senjatanya.”Aku baik, tapi kakak tidak terlukakan,”kata Jaya yang melihat kakaknya.


“Aku baik saja. Tapi Fresthe apa yang kita harus lakukan dengan bangkai ini,”kata Sandra.


“Kamu istirahat saja aku dengan yang lain yang urus,”ucap Fresthe.”Ok,”kata Sandra yang yang mencari tempat peristirahatan.


“Anak muda kamu hebat juga ya,”kata Elif.Sandra hanya tersenyum saja tanpa membalas ucapkannya. Karena dia terlalu lelah karena sudah mengelurkan tenaga yang dia miliki. Tapi apakah Sandra akan bisa menyelesaikan penyelidikannya.

__ADS_1


__ADS_2