
Orang tua Intan yang sudah kembali dan masuk ke dalam rumah dimana mereka disambut oleh pelayan yang baru saja di beli oleh Iranta. Tapi orang tuanya tidak tahu bagaimana Iranta bisa menyewa para pelayan. Apa lagi dengan kondisi mereka yang sudah tidak memiliki apa-apa. Ayah dan ibu yang bingung bertanya kepada Iranta apa yang sedang terjadi. Tapi tidak tahu kenapa sikap yang diberikan Iranta sedikit berbeda.
“Iranta apa semua ini dari mana mereka,”kata ayah.
“Aku yang seharusnya bertanya dari mana saja ayah dan ibu baru pulang malam jam segini. Kemarin juga sama. Apa ayah dan ibu bertemu dengan Intan. Jadi bagaimana hasilnya apa Intan memberikan uang kepada kalian berdua,”kata Iranta yang sudah tahu.
“Iranta, sudah cukup dengan sikap kamu yang berfoya-foya ini,”kata Ibu.
“Apa yang ibu katakan inikan juga uang kalian. Kita hanya bisa menghabiskan uang milik Intan saja. Di tambah lagi utang kita sudah lunas semua dan aku bisa meminjam uang lagi untuk mendapatkan para pelayan,”kata Iranta yang sombong.
“Apa,”kata orang tua Intan yang terkejut.
“Kmu tega dengan adik kamu Iranta. Dia sudah hidup nyaman kenapa kamu berbuat seperti ini lagi. Kmau harus berubah Iranta,”kata Ibu.
“Berubah, aku akan berubah menjadi cantik dan mendapatkan lelaki kaya yang bisa aku nikahi nanti,”kata Iranta yang dengan wajah angunnya dan sombong.
“Tapi aku tidak sangka ayah dan ibu bilang kepada Intan semuanya. Apa ayah dan ibu tidak sayang kepadaku lagi,”ucap Iranta yang didepan mereka berdua dengan tatapan dingin.
“Kali ini aku akan maafkan ayah dan ibu. Tapi jika kalian datang ke sana dan pulang tidak membawa apa-apa sebaiknya ayah dan ibu pergi dari rumah ini segera,”kata Iranta kepada orang tuanya yang sudah membesarkannya.
“Seret mereka berdua di kamar pelayan,”kata Iranta kepada para oelayan.
“Iranta kamu sudah gila kami ini orang tua kamu yang sudah membesarkan kamu. Apa inii kelakuan kamu kepada kami,”kata ayah.
“Iranta cepat lepasakan kami. Kami ini masih ibu dan ayah kamu,”kata Ibu.
__ADS_1
“Aku tidak perduli dengan kalian lagi. Karena kalian sudah membuat rencanaku gagal tahu tidak,”kata Iranta. Yang masaih menyuruh para pelayan menyeret orang tuanya untuk tidur di kamar pelayan.
Setelah orang tuanya dimasukkan ke dalam kamar pelayan mereka hanya bisa menghela nafas dan saling berpelukan.”Iranta sudah gila sayang. Apa yang harus kita lakukan. Jika kita pergi darai rumah ini. kita tinggal dimana,”kata ibu dipelukan ayahnya.
“Tenang sayang. Aku juga tidak tahu. Tapi jika kita terus di sini kita akan di siksa lagi oleh Iranta. Anak kita yang sudah kita besarkan sudah berubah hanya karenaharta dia ingin mengusir kita,”kata Ayah yang juga tidak tahu harus berbuat apa.
Mereka yang tadi terjatuh di lantai karena dorongan oleh pelayan yang membawa mereka berdiri dan duduk di kasur yang lusuk.”Kurasa dulu lebih baik darai pada sekarang ya sayang,”kata ayah yang kembali mengingat masa indah mereka di desa.
“Itu benar. Aku juga tidak tahu masa dulu lebih damai dari masa sekarang yang sudah berubah. Jadi kita harus memutuskan mau kemana kita mulai sekarang,”kata ibu.
“Apa kita tinggal bersama dengan Intan saja,”kata ayah.
“Tapi apa intan mau setelah kita membuat dia melunasi semua utang yang kita miliki. Aku tidak mau anak itu menderita karena kita lagi,”kata ibu.
“Kita kumpulkan saja uang untuk mencari tempat tinggal kita nanti. Selam akita mengumpulkan uang kita harus bisa bertahan di rumah ini,”kata ayah yang memberikan usul. Ibu hanya mengangg kepada ayah dimana mereka berdua berbaring melepaskan lelah mereka.Malam yang panjang dan melelahkan.
Di tempat lain Sandra yang ada di dunia dewa sudah mulai membangun kembali wilayah yang dulu hancur menjadi tempat yang penuh kehidupan.”Tidak aku sangka kamu bisa membuat tempat ini kembali Sandra,”kata dewa kegelapan dari belakang.
“Dewa kegelapan kenapa kamu datang ke sini. Apa ada hal yang ingin kamu bicarakan denganku,”kata Sandra yang melirik ke belakang.
“Tidak ada hanya saja aku dengar dari dewa pencipta kalau kamu ingin tau tentang perang itu,”kata dewa kegelapan.
“Iya itu benar. Tapi apa hanya itu saja kamu datang ke sini atau kamu mau memberitahukan aku apa yang dulu terjadi di dunia dewa ini,”kata Sandra yang tersenyum.
“Aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan kamu. Kamu tahu ada larangan untuk mencari tahu apa yang sudah terjadi dulu. Jadi kami para dewa tidak mencari tahu tentang apa yang sudah terjadi,”kata dewa kegelapan.
__ADS_1
“Ternyata ada larangannya aku tidak tahu soal itu. Tapi bagaimana bisa ada larangannya, yang membuat larangan itu siapa jika aku boleh tahu,”kata Sandra.
“Dewa yang paling berkuasa tentang hukum dan penghakiman dewa petit,”kata dewa kegelapan.
“Dewa petir yang selalu adil dengan siapa saja bukan,”kata Sandra.
“Itu benar. Tapi apa yang kamu taman di sana Sandra,”kata Dewa kegelapan yang mengganti topik.
“Oh ini bibit bunga mawar putih. Apa ada yang kamu sukai,”kata Sandra.
“Tunggu dulu dari pada kamu menaman bibit bunga kenapa kamu tidak menanam sayuran atau gandung Sanrdra,”kata dewa kegelapan.
“Untuk bibit itu sudah di tanam dilahan yang luas,”kata Sandra yang sudah selesai dengan gandum dan sayuran yang akan di taman. Hanya tinggal lahan kecil saja yang masih belum di tanamani. Untuk melihat keindangan wilayah yang dia buat dia juga menamam beberapa pohon dan bunga dan rumput.
“Aku tidak tahu kalau kamu sudah mempersiapkan semuanya dari awal. Tapi bagaimana dengan danau kenapa masih hitam saja,”kata dewa kegelapan.
“Kalau soal itu aku tidak bisa berkata apa-apa tapi sudah aku berikan penghalang di sekitar danau itu agar tidka memberikan pencemaran di wilayah lain. Tapi bagaimana dengan informasi yang kalian carai apa sudah terkumpul semua,”kata Sandra.
“Informasi disegel dengan baik. Tapi ada hal yang membuat kami ingin mencari lebih dalam lagi kerena ada petunjuk,”kata dewa kegelapan.
“Petunjuk apa yang kamu maksudkan dewa kegelapan?,”kata Sandra yang menghentikan pekerjaanya.
“Bukan kamu sudah tahu soal raja dewa yang sekarang sudah membunuh raja yang dahulu,”kata dewa kegelapan.
“Ohh soal itu karena raja yang sekarang menyerap kekuatan dari wilayah ini untuk membunuh raja yang sebelumnya bukan. Tapi dari mana asalh dari kekuatan penyerap energi itu berasal?,”kata Sanra yang juga tidak tahu.
__ADS_1
“Itu dia kami menemukan sebuah buku langka yang memberitahukan tentang kekuatan penyerap energi lawan atau sumber kehidupan yang ada, hanya saja buku itu hanya sebagian saja yang kami dapatkan,”kata dewa kegelapan.
“Emang ada buku itu di dunia dewa,”kata Sandra yang tidak terlalu percaya awalnya kalau hanya cerita saja. Dia ingin bukti yang nyata dan akurat.