
Intan hanya diam saja sampai akhirnya dia melirik saja ke arah Jaya dan mata yang memandang.”Ada apa ya?,”ucap Intan yang sudah selesai dengan bagiannya. Intan yang tersenyum saja sampai Jaya berkata,”Kakak aku bertanya bagaimana kakak tahu soal racun kak Sandra.”
“Soal itu, coba kamu tanyakan kepada kakak kamu,”ucap Intan.
“Bisa tidak kamu tidak terlalu khawatir, kamu masih saja gelisah dengan kondisiku. Aku baik saja,”ucap Sandra yang membuka mata. Tapi pada saat yang sama Intan melempa batu ke arah Sandra.
“Iya aku tidak khawatir kok,”ucap Intan sambil tersenyum kesal. Tapi Sandra yang mendapatkan lemparan batu dari Intan bisa menangkapnya. “Kurang besar kamu lempar,”ucap Sandra.
“Jika aku lempar yang basar racun kamu akan ada disekitar pohon besar. Kamu mau aku berikan kepala kamu pada si putih,”kata Intan.
“Intan kamu lupa ya Si putih sudah lama mati, tidak mungkin bisa hidup lagi. Tapi kenapa kamu bisa ada disini,”ucap Sandra yang dengan santai melihat ke arah Intan. Tatapan Sandra yang berkaca-kaca menuggu Intan menjawab semua perkataan dari Sandra.
“Kamu bertanya kenapa ya. Lihat apa yang aku bawa,”ucap Intan dengan tanggal merah yang sudah diberikan tanda.
“Tanda apa itu,”ucap Sandra yang memalingkan wajah Karena seperti ketahun oleh istri selingku oleh Intan.
“kenapa kamu tidak membawa obat dan selalu menghilang. Kamu kira setelah aku bertemu dengan kamu. Aku akan melepaskan kamu Sandra sayang yang menyebalkan, buat orang jantungan saja,”ucap Intan yang mendekat.
Sandra yang memalingkan wajahnya bertemu dengan wajah Intan dihadapannya. Tanpa berpikir panjang Sandra memegang wajah Intan dengan kedua tangannya. Kemudian Sandra mencium bibir Intan. Intan yang terkejut dengan serangan dari Sandra mendorongnya dan menutup mulutnya sambil membelakanginya. Karena Intan sangat malu dicium oleh Sandra didepan orang.
Sandra yang keluar dari bak yang sudah penuh dengan racun. Dimana Sandra mengganti pakaiannya yang basah dengan pakaian kering.”Tapi kenapa kamu datang ke sini Intan,”ucap Sandra.
“Karena sudah jatuh tempo Sandra,”kata Intan. Sandra hanya tersenyum saja, tapi hanya Intan saja yang tahu kapan racunku selalu saja kampuh.
“Kalian berdua, jangan bermesraan saja. Jelaskan kepadaku apa yang sedang kalian sembunyikan dari kami semua,”kata Jaya yang dengan dingin menuggu mereka berdua membuka mulut. Tapi Sandra hanya tersenyum saja sampai Intan melihat ke arah Sandra.”Kamu belum bicara kepada mereka,”kata Sandra yang kembali melihat ke arah Intan.
__ADS_1
Intan hanya diam saja dan melihat ke arah pohon besar.”Baiklah aku akan jelaskan, Intan sudah tahu kalau aku terkenal racun. Racun ini sudah aku ketahu sejak aku SD,”kata Sandra.
“Jadi kak Intan sudah tahu semuanya. Tapi kenapa tidak mengatakannya, dan kamu juga kak,”kata Jaya yang kesal. Sandra hanya terseyum saja sampai akhirnya Sandra menceritakan semuanya kepada Jaya. Intan yang tertidur di sandaran Sandra. Dibawah pohon besar yang nyaman dan damai.
“Kurasa kak Intan sudah tertidur,”ucap Jaya yang melihat ke arah mereka.
“Itu jelas karena sudah beberapa hari ini dia tidak tertidur karena laut yang sudah tercemanr. Menamam bibit di tambah lagi proyek kehidupan dia,”ucap naga yang mengantarkan Intan.
“Kurasa kamu sudah akrab dengan Istri tuan kita ya,”cuap naga.
Sandra hanya diam saja sampai akhirnya malam yang panjang mereka bersama di bawah pohon besar. Tapi pada saat yang sama Sandra yang tertidur bermimpi tentang kejadian yang lampau di mana pohon besar diambil intinya.
Sandra melihat dengan seksama inti dari pohon besar telah diambil. Pada saat yang sama pohon besar kering dengan sumber dayanya. Tapi setelah para dewa penjaga pohon suci datang dan memberikan sumber kekuatan mereka. Hingga para dewa penjaga pinsan, ada seorang yang datang. Tapi anehnya kedua orang yang datang itu tidak asing bagi Sandra.
“Kenapa kalian melakukan ini kepadaku. Aku yang telah menyelamatkan anak kalian. Tapi kalian balas dengan nyawa kalian. Kenapa kalian selalu menyalahkan kalian yang bukan salah kalian,”ucap dari sang abadi.
“Jadi inti pohon besar adalah jantung kehidupan dari sang abadi. Lalu orang yang membantu pohon besar adalah orang tuaku. Tapi kenapa mereka melakukannya,”ucap Sandra yang masih saja tidak mengerti. Kondisi Sandra melihat sesuatu rahasia lain. Sandra yang membuka mata sudah melihat Intan yang sudah menabur bibit dengan tersenyum riyang.
“Kamu sedang apa Intan,”ucap Sandra yang sudah membuka matanya.
“Menurut kamu aku sedang apa. Tapi bagaimana kondisi kamu apa kamu baik saja,”kata Intan yang tersenyum lembut.
“Aku sudah dalam kondisi baik, hanya saja aku dengar kamu baru saja memulihkan laut dan menanam rumput berbunga didekat tebing yang menghadap laut ya,”ucap Sandra.
“Iya habis tempat itu bagus untuk ditanami bibit itu,”kata Intan.
__ADS_1
“Tapi Intan kamu belum menyesuaikan dengan tempat ini.Bagaimana jika kamu sakit lagi sama seperti dulu,”kata Sandra. Intan yang melihat ke arah Sandra sambil tersenyum.”Berapa lama kamu tertidur,”ucap Sandra yang berjalan mendekat.
Tapi pada saat yang sama Intan mencoba lari dari terkaman Sandra.”Aku tidur selama Stu minggu saja kok,”kata Intan yang pada posisi lari. Tapi pada saat yang sama juga Sandra yang sudah tahu ingin menghentikan Intan.
Tapi Sandra gagal Inta sudah berlindung di belakang para naga dan monster.”Cepat kesini Intan sayang,”kata Sandra yang terlihat kesal.
“Tidak mau. Pasti kamu akan marah dan mengomeliku lagi. Aku tidak mau ke sana,”kata Intan yang masih saja bersembunyi.
Sandra hanya menghela nafas saja sampai akhirnya Sandra menyerah dan melanjutkan kegiatan yang belum selesaikan oleh Intan.”Kamu tidak akan marahkan Sandra,”ucpa Intan yang berlahan keluar dari belik para naga dan monster.
“Aku tidak akan marah. Tapi sebagai gantinya menurut kamu bagaimana tempat ini sebagai tempat pernikahan kita,”ucap Sandra.
“Bagus. Tapi kalau sekarang aku tidak mau pohonnya belum kembali seperti semula,”kata Intan.
“Ya nanti jika sudah berdaun lebat,”kata Sandra yang berjalan ke arah Intan yang sudah tidak bersembunyi. Sandra yang memeluk Intan merasa nyaman.”Tapi Intan bagaimana kamu bisa tahu kondisiku tidak baik saat itu,”ucap Sandra.
“Bukan aku sudah memperlihatkan tanggal merah kepada kamu. Tapi ada satu hal yang membuat aku bingung Sandra. Sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya hanya saja aku penasaran,”ucap dari Intan.
“Apa yang ingin kamu katakan dengan wajah serius itu?,”ucap Sandra yang melihatnya.
“Apa kamu mantan suami dari Mawar,”ucap Intan. Yang membuat semua orang dan Jaya ikut terkejut dengan apa yang dia denganr. Sandra juga ikut terkejut dan sedikit memalingkan wajah karena tidak ingin mengatakannya.
“Kamu tahu dari mana, itu semua bohong,”ucap Sandra yang tidak mau mengakuinya.
“Sebenarnya semuanya dari seorang yang aku temui kalau kamu selama ini menghilang sudah menikah dengan Mawar. Karena surat wasiat dari kakek kamu. Tapi pada akhirnya kalian bercerai dan Mawar mendapatkan semua harta yang diwariskan oleh kakek kamu. Apa itu benar Sandra?,”kata Intan dengan santai.
__ADS_1