
Kedua pelindung yang tertarik oleh gelombang dari pelindung kedua dan pelindung pertama yang ad ada diluar retakan. Tapi pada saat yang sama yang datang bukan rekan mereka yang keluar tapi para monster yang siap untuk menyerang.”Krasa kia harus kalahkan mereka dulu sebelum menarik yang lain lagi,”kata pelindung kedua.
“Aku tahu. Tapi aku merasakan gelombang pelindung cahaya milik ketujuh,”kata pelindung pertama.
“Jika itu benar pelindung cahaya milik ketujuh. Kita bisa selesaikan dengan manarik pelindung itu bukan tanpa harus membawa para monster ini keluar juga,”kata pelindung keduaPelindung pertama menganggu dan dimana dia berfokus pada pelindung ketujuh yang sudah ditemukan.
Sampai akhirnya pelindung ketujuh yang mersakan tarikan yang sangat kuat berkata kepad apelindung kesembilan.”kIta akan selamat, jadi tunggu saja kita keluar dari sini,”kata pelindung ketujuh.
“Kenapa kamu begitu yakin kita akan bisa selamat. Apa kita bisa keluar dari tempat ini,”ucap pelindung kseembilan.Tapi pelindung ketujuh tidak menjawab sama sekali. Samapai pelindung kesembilan meraskan ada gelombang yang tidak asing dan retakan yang dia lihat.
“Kamu sudah tahu sejak awal ya kalau kita akan bisa keluar dari tenpat ini,”ucap pelindung kesembilan.
“Bukan tadi aku sudah mengaakan kepada kamu. Tapi kamu sendiri yang tidak percaya,”kata pelindung ketujuh. Sampaia pelindung pertama dan pelindung kedua melihat cahaya yang melindung kedua pelindung yang masuk tadi. Setelah melihat ada kecempatan yang bagus pelidung pertama dan pelinudung kedua secara cepat manarik mereka berdua.
Hingga akhirnya kedua bisa selamar dan dibawa mereka ke tempat yang aman. Di tempat aman pelindung ketujuh sudah dia lepaskan dan bisa menghirup udara segara.”Kalian berdua baik-baik saja,”kata Intan.
“Kami baik saja. jika kakak pertama dan kakak kedua tidak menarik mungkin kami akan terjebak di dalam sana,”ucap pelindung ketujuh.
“Jadi kalian baik saja bagus. Tapi apa yang kalian lihat sata di dalam sana,”kata Sandra.
“Kmai melihat banyak monster pemakan manusia dia dalam sana. Di dalam juga sudha tercemar itu saja yang kami dapakan karena racun di dalam sana sangat kuat untuk kami berdua,”ucap pelindung kesembilan.
__ADS_1
“Apa itu banar,”kata Intan. Pelindung ketujuh hanya menganggu dnegan perkatana dari pelindung kesembilan yang sudah menjelaskan kepada mereka semua.”Jika itu benar kita harus selidiki tepat itu bukan sebelum menjadi berbahaya,”kata Intan.
“Iu banar tapi kamu akan tetap disini,”kata Sandra yang handak mencari tahu.
“Kamu mau meninggalkan aku sendiri lagi. Ternyata kamu pembohong besar ya,”kata Intan yang memalingkan wajahnya.
“Bukan begitu kamu tahukan tempat itu sangat berbahaya. Aku tidak mau kamu terluka,”kata Snarda sambil hendak menghelus kepada Intan. Tapi Intan tidak mengizinkannya dan menghempaskan tangan Sandra Sandra yang melihat hanya mengela nafas.”Baiklah kamu boleh ikut tapi jangan jauh dariku. Apa kamu mengerti?,”kata Sandra yang terpaksa mengizinkan Intan ikut dengan dia masuk ke dala retakan hitam.
“Kalian berdua akan masuk ke dalam,”kata raja kesepuluh.
“Untuk mencari tahu apa yang ada didalam kita harus mencari tahu bukan,”kata Snadra. Tapi pada saat yang sama mereka yang sedang mencari kawan mereka yang merakka tingkal sudah tidak berdaya dengan tubuh mereka yang penuh dengan luka. Eaja dari kedua pelindunga yang menjaga tempat itu sudah mati dan wajah mereka tidak bisa dikenal.
Tapi ada sedikit aura yang tidak asing yang keluar dari tubuh keduanya.”Mereka sudah mati. Tapi kemataina mereka bukan karena racun. Tapi karena yang lain, ini sedikit anah,”kata Intan.
“Kami tidak menemukan yang aneh di sini,”kata bawahan yang merncari kedua pelindung yang sudah tewas saat mereka menemukannya. Tapi Intan yang melihat luka mereka berdua seperti mereka sedang berhadapan dengan musuh yang lebih kuat dari mereka. “Tapi kenapa ada yang tidak asing ya,”batin Intan sambil berpikir dengan luka yang sedikit aneh.
Sandra yang ada disampingnya merangkul Intan dan berkata untuk jangan terlalu memikirkan yang ada id depan. Intan yang mendengar perkataan itu sedikit bisa tenang.”Untuk sementara istana ini akan disegel kalian akan berpindah di istana yang lama untuk menyelesaikan urusan kalian semua,”kata Sandra.
Setelah Sandra berkata seperti itu raja kesepuluh memerinahkan anakbuahnya untuk memindahakn barang dan dokumen yang penting ke istana lama. Sementara Sandra yang sudah memasang wilayah disekitar retakan agar tidak ada yang masuk ke dalam sana.
“Nona,”ucap pelindung pertama yang bersama dengan pelindung kedua.
__ADS_1
“Ada apa kelian terlihat pucat. Apa ada hal yang ingin kalian katakan kepadaku?,”ucap Intan.
“Itu benar kami hanya menduga saja kalau ini semua mungkin saja ada kaitannya dengan hilangnya pihak akademik militer khusus,”ucap pelindung kedua. Tapi pada saat mereka bertiga berbincang Snadra medengar pembicaraan mereka. Yang berjalan ke arahnyanya.”Kenapa kalian bisa berpikir seperti itu apa ada yang aneh dari retakan yang kalian lihat tadi,”ucap Sandra yang berjalan mendekat.
Intan yang menoleh ke arah Sandra yang berjalan kearahnya.”Bukan kalian sudah mencari keberadaan Akademik yang sudah lama mati. Tapi keberadaan mereka tidak berwujud. Apa kalian tidak curiga, kami juga sedang menyelidiki pihak akademik yang menghilang tanpa jejek ini. Di tambah lagi saat kami mencari kami mendapatkan kalau bahan utama dari penelitaan mereka dan beberapa dokumen sudah tidak ada, bukan ini sedikit aneh,”ucap pelindung pertama.
“Intan apa selama ini kamu juga mencari tahu tentang akademik militer khusus,”kata Sandra.
“Iya saat penyerangan para dewa datang ke bumi. Aku meminta mereka mecari tahu apa yang mereka lakukan selama ini. Apa ada hal yang salah dengan aku lakukan?,”kata Intan.
“Tidak ada, hanya saja itu sangat berbahaya bukan,”kata Sandra.
“Itu tidak berbahaya selama mereka tidak mengetahui kalau itu adalah aku,”kata Intan.
Sandra hanya bisa terdiam sampai mereka membagai informasi yang mereka dapatkan. Setelah beberapa jam berlalu mereka yang sudah selesai berkemas dan hanya ada pelindung dari peringkat satu sampai ketiga yag ada di dalam ruang retakan yang tersegel.
“Jadi kapan kalian akan berangkat,”ucap pelindung ketiga dari Sandra.
“Untuk apa kamu ingin tahu kapan mereka akan berangkat. Apa kamu ingin melihat mereka dalam berbahaya,”ucap pelindung kedua dari Intan.
“Tidak juga hanya saja. Lihat itu retakan semakin besar saja dan ada yang keluar juga,”kata ketiga dari Sandra. Mereka semua yang kembali melihat ke arah retakan yang terjadi dimana mereka hanya bisa terdiam. Karena yang mereka lihat tidak asing.”Kenapa aku merasa sedikit tidak asing ya dengan orang itu,”ucap pelindung pertama dari Sandra.
__ADS_1
“Jelas bukan dia adalah salah satu dari akademik bukan. Tapi kurasa yang datang tidak hanya satu orang saja,”kata Sandra.
“Jadi semua ini adalah ulah dari pehak akademik militer khusus yang belum musnah ya,”kata Intan. Mereka hanya melihat mereka keluar dari akademik sampai para monster juga ikut keluar.”Kurasa akan menjadi pertarungan lagi,”kata Intan.