
Di dunia dimana Tera dan Edwan berada merasa kalau apa yang dilakukan oleh Sandra tidak akan membuat dia khawatir. Apa lagi dengan kondisi dia yang berbeda dengan dirinya. Tapi Petra dan Morgan yang merasa kalau apa yang mereka sembunyikan terlalu berbahaya dan rahasi. Sampai membuat mereka ingin terus mencari tahu dari rekan Sandra.
“Kalian mengenal baik bos kalian ya ternyata,”kata Morgan.
“Kami kenal dia atau tidak. Tapi dia sangat sudah membantu kami sampai seperti ini,”kata Edwan.
“Itu benar. Tapi jika kalian mengenal Sandra dengan baik. Kalian juga akan sama dengan kami,”kata Tera. Morgan dan Petra hanya bisa diam saja sampai mereka menutup lokasinya. Karena lokasi di tutup kembali dengan pengawasan yang ada. Edwan yang juga menyelipkan beberapa anak buahnya untuk mengawasi lokasi. Kerena mereka tidak akan tahu kapan mereka akan kembali lagi.
Bisa jadi retakan yang terhubung akan berbeda dengan retakan pertama. Karena itu mereka tidak akan berjaga di tempat yang sama. Waktu terus berjalan Sandra belum kembali ke bumi. Tapi mereka tahu kalau Sandra baik-baik saja di dunia lain. Di tempat Sandra yang masih ada di dunia kegelapanan bersama dengan seorang yang dia kenal. Mereka kembali menyusuri dunia kegelapan. Itupun bersama dengan Dewa penghakim dan orang asing. Karena sudah mendapatkan izin dari Wildan dan Naun mereka mulai berkeliling untuk mencari informasi lain.
“Apa kalian serius untuk terus mencari sambil berkeliling,”kata Wildan.
“itu benar, kalian tidak keberatan bukan jika kami menetap di dunia kalian,”ucap Sandra.
“Kami tidak keberatan. Tapi yang kalian maksud itu dunia yang seperti apa tempat kalian,”kata Naun.
“Tempat yang berbeda dengan dunia kalian,”kata orang asing.
Wildan dan Petra yang mendengarnya hanya diam saja sampai akhirnya mereka berhenti bertanya. Mereka yang sudah berbincang satu sama lain berpisah menuju arah yang berbeda. Dimana Sandra yang pergi ke arah sisi lain dunia kegelapanan dan Wildan dan Naun yang kembali bertugas.
Perjalanan semakin lama semakin jelas kalau ada yang ganjil dengan dunia yang mereka datangi. Dewa penghakiman yang masih diam saja hanya bisa mengikuti mereka. Sampai mereka dekat dengan hutan lain ada aura yang datang mendekat.”Kurasa kita kedatangan tamu yang tidak di inginkan,”ucap Sandra.
“Apa yang kamu katakan,”ucap Dewa penghakiman yang masih belum sadar dengan kebimbangan yang dia alami.
“Kamu tidak sadar kalau ada yang datang bisa dibilang jumlahnya lebih dari 10 orang aura dewa. Hai Sandra apa mereka mencari kamu,”kata orang asing. Sandra hanya tersenyum saja sampai akhirnya mereka datang mengelilingi mereka bertiga.
“Kamu mau yang bernama Sandra,”kata satu dewa penjaga.
__ADS_1
“Iya itu aku. Tapi ada apa yang mencari aku,”ucap Sandra sambil menganjungkan tangan.
“Jadi kamu Sandra yang datang masuk ke dunia dewa. Kamu cukup berani juga ya masuk tanpa izin,”kata dewa penjaga.
“Aku masuk tanpa izin. Kata siapa aku masuk dengan izin ya kalian saja yang tidak tahu,”kata Sandra.
“Kamu tidak usah mengela. Dewa penghakim ada perintah dari raja dewa untuk membunuh Sandra,”ucap dewa penjaga. Dewa penghakim yang mendengarnya merasa terkejut dengan perintah tersebut. Dewa penghakiman yang melihat ke arah Sandra yang hanya santai saja. Tapi pada saat yang sama ada berapa mata yang disembunyikan oleh Sandra. Dimana mereka sudah ada di belakang para dewa penjaga.
Pada detik itu juga dewa penjaga di bunuh oleh bawahan Sandra dengan pesan yang berkata,”Kalian ingin membunuhku. Tapi nyawa kalian taruhannya.” Di detik itu juga para jaga dewa sudah tewas. Dewa penghakiman yang melihat sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat. Tapi sikap orang asing hanya santai saja.”Ayo kita lanjutkan perjalanannya,”kata orang asing.
Dewa penghakim yang melihat sikap dari orang asing hanya diam saja.”Kenapa dia tidak terkejut sama sekali. Sebenarnya apa yang sedang terjadi disini. Kenapa raja dewa ingin aku membunuh Sandra. Sebenarnya apa yang sudah terjadi,’”bisik hati dewa penghakim yang sudah melihat semuanya.
Tapi dia sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi.”Jika kamu ingin tahu apa yang sedang terjadi kenapa kamu tidak tanya saja kepada Sandra. Apa yang sedang terjadi?,”kata orang asing.
“Apa dia mau mengatakan kepadaku. Apa yang sudah terjadi,”ucap dewa penghakim.
“Apa yang kamu cari Sandra,”kata orang asing yang melihat gerak-gerik mereka yang sedikit aneh.
“Aku sedang mencari pohon besar,”kata Sandra.
“Apa mencari pohon besar lagi. Apa ada?,”kata orang asing yang sedikit tidak percaya.
“Kamu tidak percaya pada akhirnya kalah juga bukan. Tapi kenapa kamu tidak terkejut dengan mereka yang datang mencariku,”kata Sandra.
“Itukan kebiasaan kamu yang selalu membuat orang lain datang mencari kamu. Itu dewa monster adalah alam pencipta. Karena apa yang sudah kamu lalui, iyakan,”kata orang asing.
“Apa yang kalian bicarakan aku tdak mengerti. Kamu Sandra bagaimana kamu bisa masuk kedunia dewa. Dan kenapa ada perintah untuk membunuh kamu, sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan,”kata dewa penghakim.
__ADS_1
“Apa yang aku lakukan, apa kamu tidak tahu. Kalau ini semua ulah mereka yang membuat aku seperti ini,”kata Sandra.
“Apa maksud kamu mereka yang membuat kamu seperti ini. Sebenarnya apa yang sudah mereka lakukan kepada kamu,”kata dewa penghakim.
“Apa yang mereka lakukan,”ucap orang asing sambil tersenyum licik yang menyiratkan sebuah kebahagian sendiri.
“Kamu mau aku lepaskan juga,”kata Sandra dengan wajah liciknya.
“Kalian memang tidak akur ya. Tapi apa yang sudah terjadi Sandra,”kata dewa penghakiman.
“Apa yang sudah terjadi itu salah raja dewa yang sudah membuat kekacauan. Jika dia tidak mengacau dengan membunuh raja terdahulu mungkin saja duniaku dan orang tuaku tidak akan seperi ini bukan. Waktu dan keadian sudah pasti sama dimana setelah raja terdahulu menjalankan sebuah pembersihan dan penciptaan. Jika waktu itu selesai pada waktunya kami tidak akan seperti ini bukan,”kata Sandra dengan santai.
“Bagaimana kamu bisa tahu semuanya,”kata dewa penghakim.
“Bagaimana aku bisa tahu semuanya. Aku mencari tahulah apa yang sudah terjadi. Kamu kira aku tidak mencari apa yang sudah terjadi. Kamu kira aku hanya membunuh saja,”kata Sandra.
“Itu dia,”kata orang asing.
“Apa yang kamu katakan, bukan kamu juga sama saja,”kata Sandra yang juga balik berkata.
“Kata siapa sama aku hanya ingin membunuh kamu saja dan mendapatkan jantung kamu saja. Tapi kenapa kamu tidak memiliki kelemahan,”kata orang asing.
“Kamu kira aku ini siapa yang bisa mudah kamu bunuh. Kamu lemah seperi yang kamu katakan. Tapi maaf ya raja dewapun aku bisa bunuh hanya untuk kebenarnya,”kata Sandra yang dingin dan kesal.
“Tapi kenapa kamu tidak membunuhnya,”kata Orang asing.
“Belum waktunya,”kata Sandra. Dewa penghakim yang mendengarnya hanya bisa diam saja. Tapi dalam hati dia masih saja bertanya siapa mereka sebenarnya.
__ADS_1